Kepentok Cinta Gadis Penjual Cilok

Kepentok Cinta Gadis Penjual Cilok
20. Mengkap Pelaku Pengedar Narkoba


__ADS_3

"Akhirnya ketemu juga!" teriak Qilla memegang ponselnya yang pecah layar kacanya.


Dia mendekat pada Azriel dan menyerahkan ponselnya pada laki-laki itu. Azriel senang dia mendapatkan ponselnya kembali.


"Waah, ini akan jadi barang bukti kalau Jody itu pengedar narkoba. Aku akan serahkan sama polisi, teman papa ada yang jadi polisi dan aku kenal juga sih." kata Azriel.


"Terus, kenapa kamu ngga dari dulu melaporkan mereka?!" tanya Qilla heran.


"Emm, aku malas waktu itu. Sebenarnya banyak ini bukti kalau Jody sering transaksi, karena aku lagi pusing dengan keadaan di rumah. Jadi aku biarkan dia begitu, lagian kalau aku laporkan nanti aku yang jadi sasaran mereka." kata Azriel.


"Dasar penakut!" ucap Qilla.


"Eh, siapa yang penakut? Kamu kan tadi penakut di dalam rumah itu." kata Azriel.


"Ya bukan takut tempat gelap itu, kamu takut di keroyok sama mereka? Atau sengaja menyembunyikan mereka agar ngga di tangkap polisi, dan kamu juga yang kena kan." kata Qilla lagi.


"Aku cuma ngga mau nanti Dodit juga marah sama aku. Kalau kelompok mereka juga serinf bikin rusuh sebenarnya, kadang juga mengambil barang di toko juga dengan sengaja. Makanya aku jarang ikut nomgkrong, paling juga kalau ada adu balapan ya aku ikutan." kata Azriel.


"Sama aja, kamu juga ikut-ikutan geng motor mereka." kata Qilla.


"Udah, jangan bahas mereka lagi. Ayo kita pulang, nanti ibumu memarahi aku kalau kamu pulang lambat." kata Azriel mendekap Qilla.


Mereka berjalan menuju tempat di mana motor itu berada. Tapi sialnya, motor Azriel tidak ada. Mungkin geng motor Dodit atau Jody dan anak buahnya yang mengambilnya.


"Motornya kemana?" tanya Qilla.


"Huh, pasti si Jody ini yang ngambil. Atau Tomi." jawab Azriel.


Dia mencoba menghubungi Dodit menanyakan tentang motornya.


Tuuut.


"Halo?"


"Dit, lo tahu motor gue siapa yang bawa?" tanya Azriel.


"Kenapa? Motor lo hilang?"


"Ya, motor gue ngga ada. Gue parkirin di jalan tempat balapan itu." jawab Azriel.


"Gue ngga tahu, tapi kayaknya di bawa sama Jody deh. Gue sempat lihat dia naik motor lo waktu pergi itu. Lo kemana tadi?"


"Gue ...."


"Lo sama cewek lo mojok di rumah kosong?"


"Iya." jawab Azriel melirik Qilla.


"Hahah, cemen lo. Masak lo garap cewek di rumah kosong sih, apa ngga di ganggu tiikus? Hahah!"


"Ish, ya udah gue tutup teleponnya."

__ADS_1


"Hahah! Azriel, lo kebelet juga ya sama cewek lo. Pura-pura nolak lagi kalau di tawarin sama Chika."


"Udah, gue tutup."


Klik!


Azriel menutup sambungan teleponnya dengan Dodit. Jika di teruskan, akan semakin ngelantur pembicaraannya. Dia masukkan ponselnya, lalu berjalan menggandeng tangan Qilla. Mencari mobil taksi untuk mengantar pulang gadisnya itu.


"Gimana motornya?" tanya Qilla.


"Di bawa Jody. Udah biar aja, nanti juga polisi akan nyari, sekalian laporan pencurian motor." jawab Azriel.


"Terus, kita pulang naik apa?"


"Naik taksi, aku antar kamu sampai rumah." jawab Azriel.


Qilla diam saja, dia mengeratkan pegangan tangan Azriel. Berjalan berdua di malam hari sangat menyenangkan juga, meski lelah tapi sangat romantis. Pikir Qilla.


_


Selang beberapa hari setelah tertangkap itu, Azriel mengumpulkan bukti dan dia melaporkan pada kepolisian bagian reserse kriminal. Azriel dan Qilla menceritakan tentang kejadian yang dia alami dan lihat ketika Jody bertransaksi barang terlarang.


"Oke, nanti kami selidiki dulu laporan kalian. Barang bukti rekamannya biar di pindahkan ya dan nanti malam kami bergerak cepat menagkap pelakunya." kata polisi menerima laporan Azriel dan Qilla.


"Kalau begitu, kami pamit dulu pak."


"Ya, terima kasih atas laporannya mas."


Sedangkan laporan Azriel dan Qilla langsung di tanggapi oleh kepolisian dan mendapat respon cepat untuk segera di lakukan penangkapan pada pengedar narkoba jaringan Jody. Karena laki-laki itu ternyata sudah punya anak buah.


Beberapa malam di lakukan pengintaian di tempat klub malam yang di sebutkan Azriel, tempat balap liar yang biasa di gunakaj trak balapan serta di tempat-tempat di mana mereka melakukan transaksi.


Tiga orang dari kepolisian melakukan penyamaran di beberapa titik yang di curigai sering di jadikan tempat transaksi dan juga mencari mangsa baru.


"Apa ada laporan lain dari anggota kita menunjukkan kecurigaan?" tanya komandan polisi.


"Sepertinya ada satu titik di mana dia akan melakukan transaksi. Seperti yang di sebutkan oleh laki-laki itu, mereka sering bertransaksi di tempat balap liar." jawab anak buahnya.


"Kita tunggu laporan dari dia, lalu kita langsung bergerak. Perintahkan dua orang khusus untuk menangkap tangan pelaku dan yang lainnya membubarkan para geng motor itu." ucap komandan lagi.


"Siap komandan!"


Mereka pun bergerak menuju lokasi di mana ada balapan liar di malam hari. Informasi dari Azriel kalau malam ini memang ada balap liar di jalanan, dia juga hadir di sana tanpa mengajak Qilla. Karena memang ada penangkapan bandar narkoba dan juga pembubaran geng motor yang ikutan balap liar.


Saat ini di laporkan juga dari anggota kepolisian yang menyamar itu bahwa mereka sudah datang dan berkumpul. Target yang di incar belum hadir, tapi ada indikasi di sana ada transaksi narkoba.


"Ziel, motor lo belum kembali?" tanya Dodit menenggak minuman langsung dari botolnya.


"Iya, ngga tahu kemana dia." jawab Azriel.


"Payah lo, ngga bisa ikutab balapan dong." kata Tomi.

__ADS_1


"Ck, gue lagi males. Cewek gue ngambek dia ngga gue ajak." kata Azriel.


"Hahah, jadi beneran lo pacaran sama cewek kampung itu?" tanya Tomi dengan nada sinis.


"Ya emang kenapa? Dia cewek cantik juga." jawab Azriel.


"Iya cantik, tapi ngga seksi. Ngga kayak Chika tuh, dia seksi dan juga mau di ajak enak-enak." kata Tomi lagi.


"Ya udah lo sana sama si Chika aja. Gue sih ogah sama dia." kata Azriel.


"Cuih, belagu lo. Dia bukan cuma seksi, goyangannya juga aduhai. Hahah!" ucap Dodit.


Azriel cuma tersenyum miring saja, merasa malas menanggapi ucapak kedua teman geng motornya itu. Padahal dia sedang menunggu ada penggerebekan dari kepolisian pada teman-teman geng motornya itu.


Kini memang sudah mulai balap motor, Tomi dan Dodit tidak ikut. Begitu juga dengan Azriel. Dia mengawasi setiap orang di sana satu persatu, tidak tahu yang mana polisi yang menyamar itu.


"Si Jody ngga kesini?" tanya Azriel.


"Ngga tahu, dari kemarin dia ngga bisa gue hubungi." jawab Dodit.


"Ck, dia ngerasa salah karena nyuri motor gue." ucap Azriel.


"Mungkin juga."


Mereka diam lagi, menyaksikan para penonton yang menyoraki pembalap liar dengan riuh rendah. Bibir Azriel tersenyungging miring, tak berapa lama ada sedikit keributan dari arah jalan lain yang sepi, Azriel mendekat di sana ada penangkapan tiga orang oleh anggota polisi yang menyamar.


Samar-samar Azriel melihat ketiga laki-laki yang di tangkap itu adalah orang yang menyekapnya dan entah siapa lagi satunya. Mungkin itu target mereka yang jadi mangsa baru, pembeli narkoba baru.


Suara sirine mobil polisi mengagetkan para penonton dan juga pembalap liar. Mereka lari tunggang langgang mencari perlindungan dan segera menaiki motor masing-masing agar tidak di tangkap polisi karena melakukan balap liar.


Azriel dan juga Dodit serta Tomi segera menaiki motornya untuk menghindar penangkapan polisi. Azriel melarikan motornya ke suatu tempat yang sepi, berpisah dengan Tomi dan Dodit.


"Si Jody kena tangkap ngga ya itu? Soalnya dia tadi dia ngga ada di tempat." ucap Azriel masih mengawasi dari jauh penangkapan orang-orang yang ikutan balap liar.


"Kalau si Jody ngga kena, bahaya juga itu." ucap Azriel lagi masih mengawasi kepolisan menangkapi pembalap liar itu.


"Lapor komandan, target sudah saya tangkap di klub malam sedang transaksi." kata seorang berjalan menuju mobil polisi melapor pada komandannya melalui sambungan walkie talkie.


"Siapa saja mereka? Karena di laporan ada beberapa orang yang sering transaksi."


"Salah satunya bernama Jody, dia bertransaksi di klub malam dengan seorang pengusaha komandan. Kalau di tempat balap liar itu ada ketua Agus yang menangkap kelompoknya Jody. Yang lainnya membubarkan para geng motor yang sedang balap liar."


"Bagus, dia yang sedang kita incar. Segera bawa ke markas sekarang juga."


"Siap komandan!"


_


_


********

__ADS_1


__ADS_2