Kepentok Cinta Gadis Penjual Cilok

Kepentok Cinta Gadis Penjual Cilok
22. Kepergok Di Bioskop


__ADS_3

Qilla masih memperhatikan mamanya Azriel yang sedang mengobrol senang dengan laki-laki seusia anaknya Azriel. Rasanya Qilla jadi geli sendiri melihat gaya manja mamanya Azriel pada laki-laki remaja itu.


"Kok aku geli sih lihatnya, apa mamanya Azriel sedang selingkuh sama berondong?" ucap Qilla masih memperhatikan Sintya dengan berondongnya.


Mereka masuk berdua dengan gandengan tangan. Memberikan tiket masuk bioskop pada petugas hingga keduanya menghilang dalam gelapnya ruangan bioskop. Tapi pandangan Qilla tidak berhenti sampai di sana, dia memegangi perutnya yang lapar.


"Azriel kok lama banget sih beli rotinya, beli di mana sih lama begitu. Mana perutku udah keroncongan lagi." ucap Qilla mengedarkan pandangan kesetiap sudut tempat itu.


"Nih rotinya." kata Azriel datang dari belakang Qilla menyerahkan roti pesanannya.


"Kok lama sih? Belinya di mana coba?" tanya Qilla mengambil roti dari tangan Azriel.


"Di bawah, sekalian belinya juga buat aku juga. Lapar, buat ganjal perut selama penayangan film di dalam." kata Azriel.


"Ya udah, tiketnya udah ada kan. Masuk aja yuk, makan di dalam." kata Qilla.


"Iya, sebentar lagi filmnya mulai." kata Azriel.


Dia mengeluarkan tiket dari saku jaketnya dan menyerahkannya pada petugas cantik dan seksi itu. Tapi tangan Azriel di tahan oleh Qilla.


"Theater berapa filmnya?" tanya Qilla.


"Theater satu, kan film horonya di theater satu. Kenapa memangnya?" tanyanya.


"Emm, bisa ngga jangan ke theater satu? Ganti thetaer aja, gelap di dalam." kata Qilla beralasan.


"Ya ngga bisa Qilla, beda theater ya beda filmnya. Ngga bisa sama, udah masuk aja, kalau di dalam bioskop ya emang gelap di dalamnya." kata Azriel menyerahkan tiket pada petugas itu.


Dia hanya tidak mau Azriel mengetahui mamanya ada di dalam dengan seorang berondong di dalam theater satu itu. Takutnya jika tahu mamanya di dalam dengan berondongnya, akan ada keributan di dalam. Kan bisa malu juga, begitu pikir Qilla.


Tapi Azriel menarik tangan Qilla untuk segera masuk, karena film akan segera di putar. Dia mencari tempat duduk di bagian tengah, opening dari petugas bioskop sudah di mulai. Di iringi lagi ceria, tapi akhirnya berubah jadi menegangkan.


Azriel duduk di barisan tengah, tapi di bangku pinggir. Memang tampak pasangan muda dan keluarga di dalam bioskop itu. Mata Qilla berkeliling mencari dua sosok yang tadi dia lihat di luar. Sambil tangannya memasukkan potongan roti dalam mulutnya, terus kelapanya berputar sampai menoleh ke belakang Qilla tidak menemukan dua sosok beda generasi.


"Di mana ya mereka duduknya? Apa di pojokan?" gumam Qilla.


"Kamu bicara apa?" tanya Azriel menatap Qilla heran.

__ADS_1


Tangannya mengelap cokelat yang menempel di luar bibirnya. Qilla memandang Azriel sangat perhatian, dia memasukkan potongan roti dalam mulut Azriel.


"Nih enak." kata Qilla.


"Sama aja rasa cokelat, tapi kok lebih manis punya kamu ya?" kata Azriel mengunyah roti yang di suapi Qilla.


"Kan sama tadi rasa cokelat."


"Iya, tapi lebih manis punya kamu. Karena makannya sambil lihatin wajah manismu. Heheh." kata Azriel tertawa kecil.


"Gombal ih."


"Hahah!"


"Sssst, mas. Itu filmnya mau di mulai, jangan berisik. Kalau mau romantisan di luar aja sana." ucap seorang penonton di belakang.


"Yee, di sini juga bisa. Tuh, banyak yang romantisan penontonnya." kata Azriel tak mau di salahkan.


"Ish, berisik tahu! Bioskopnya bukan punya nenek lo!"


"Lo juga ribut aja sih!"


Qilla menutup mulut Azriel agar jangan meladeni lagi penonton di belakang. Azriel mendengus kesal, duduk bersandar lagi dan menatap layar yang sudah mulai filmnya.


Keduanya diam, mereka pun kembali fokus pada film yang sudah di putar. Menikmati adegan demi adegan dalam film tersebut. Tapi mata Qilla kembali mengedar, dia masih penasaran di mana mamanya Azriel dengan berondong itu duduk.


Tak sengaja mata Qilla menatap dua orang duduk dengan tegang sala satunya. Dan satunya lagi santai menonton film di depan. Mata Qilla tak berkedip, mencari kebenaran kalau perempuan di samping berondong itu adalah mamanya Azriel.


"Lha, dia sana duduknya ngga jauh." ucap Qilla masih menatap kedua sejoli beda generasi.


"Apa yang kamu lihat? Sejak tadi matanya lirik kesana kemari terus." kata Azriel.


Mata Azriel mengikuti kemana pandangany Qilla, tapi langsung di alihkan wajah Azriel agar tidak melihat mamanya sedang duduk di kursi lain.


"Udah jangan tengok kesana." kata Qilla.


"Kenapa? Kamu aneh deh." kata Azriel kembali menoleh ke arah tadi.

__ADS_1


Tapi Qilla langsung menarik kepala Azriel lalu menciumnya cepat. Dia tersenyum pada laki-laki itu, dan wajah Azriel pun tegang. Senyumnya mengembang kemudian membalas ciuman Qilla tadi, tapi ciuman lebih lama dari Qilla. Membuat orang yang tadi ribut itu berdehem melihat adegab ciuman itu.


"Ehem! Jangan mesum di sini mas." ucap laki-laki di belakang Azriel.


Qilla mendorong wajah Azriel, dia malu sekali kenapa Azriel menciumnya lama sekali. Apa lagi di pergoki oleh penonton di belakangnya.


"Ck, ganggu aja sih. Lo kalau ngiri, sana cari pasangan." kata Azriel kesal.


"Cuih! Bawa pasangan bukan berarti harus seenaknya aja ya di gituin." kata laki-laki itu.


"Ish, dasar jomblo!"


"Azriel, udah jangan ladeni lagi. Tuh, orang-orang pada lihatin kita karena berisik." kata Qilla.


Azriel mendengus kasar, matanya juga berkeliling menatap orang-orang yang berbisik-bisik. Dan tak sengaja dia juga melihat bangku di depannya agak jauh, matanya memicing kemudian melebar. Kaget dengan apa yang dia lihat, mulutnya juga berucap tanpa sengaja.


"Mama!" teriak Azriel.


Orang yang du sebut mama tadi menoleh pada Azriel. Seketika dia juga kaget dan membisu melihat Azriel menyebutnya mama, dan laki-lak8 seusianya juga menoleh ke arah Azriel dan Qilla.


"Kenapa mama di sini?!" teriak Azriel bangkit dari duduknya menatap tajam pada mamanya.


Semua penonton kaget, petugas bioskop pun berjalan mendekat pada Azriel dan menarik tangan laki-laki itu agar keluar tidak membuat keributan. Tapi Azriel menepis tangan petugas itu, matanya masuh tajam melihat mamanya yang menunduk.


"Mas, tolong jangan membuat keributan di dalam bioskop. Mengganggu yang lain." kata petugas itu mengingatkan Azriel.


"Azriel, udah. Jangan bikin keributan." kata Qilla menarik Azriel agar duduk lagi.


"Tapi itu mamaku, dia sama laki-laki malas yang pengen mengeruk uang tante-tante ganjen!" ucap Azriel keras menatap tajam pada mamanya.


Azriel terpaksa di tarik keluar dari dalam bioskop oleh petugas. Qilla mencoba menghalangi petugas bioskop agar Azriel tidak di tarik keluar. Sedangkan di dalam bioskop itu berbisik-bisik dan menatap sinis pada pasangan beda generasi itu.


Wajah Sintya menunduk karena malu di teriaki oleh anaknya Azriel. Kesal sekali dia kenapa bisa satu ruangan bioskop itu, dia pikir anaknya tidak akan nonton bioskop di situ.


_


_

__ADS_1


*********


__ADS_2