
Tomi berada di sebuah kamar, dadanya bertelanjang tapi masih memakai celana boxernya bermotif kotak-kotak. Di tangan kanannya memegang batang rokok, sedangkan tangan kirinya memagang botol alkohol.
Pikirannya melayang pada ucapan Chika tiga jam lalu sebelum dia pergi dari kamar kostnya. Meski Tomi orang berada, dia memang sengaja mengekos agar bisa bebas mengikuti kemana geng motor Dodit bertemu dan berkumpul.
"Lo harus bujuk Azriel, Tom. Gue mau tidur sama lo, tapi lo harus bujuk Azriel ketemu sama gue. Dan bisa tidur sama gue." kata Chika ketika Tomi datang malam itu setelah penghadangan di jalan kompleks rumah Azriel.
"Kenapa sih lo penasaran banget sama Azriel? Gue juga mau sama lo, Chik? Azriel yang ngga mau lo masih penasaran aja." kata Tomi.
"Heh, Tom. Satu-satunya cowok di geng motor Dodit yang belum gue taklukin cuma dia. Gue mau taklukin dia, mau tidur sama gue." kata Chika lagi.
Rasa gengsinya pada Azriel karena selalu di tolak itu membuat Chika semakin penasaran dengan laki-laki itu. Apa lagi masalah pribadi Azriel tidak membuat laki-laki itu goyah dengan rayuan berbagai macam cara olehnya atau oleh Dodit untuk mau dengan Chika.
"Oke. Gue harus gimana?" tanya Tomi.
"Ya, lo ajak dia ketemu sama gue." jawab Chika.
"Mana mau dia, dan lagi dia udah punya cewek kampungan." kata Tomi.
"Gue ngga peduli dia punya cewek atau ngga. Yang penting gue harus dapatin Azriel, dan bisa di ajak tidur sama gue. Lo harus bawa dia, Tom kalau lo mau sama gue. Gue layanin lo sepuasnya." kata Chika lagi dengan senyum manisnya.
Tomi menyeringai, ingin sekali dia menyentuh bibir itu. Tapi Chika lebih pintar jika keinginannya tidak terpenuhi, mana mau dia di sentuh.
"Gimana? Mau ngga bawa Azriel ke gue?" tanya Chika menantang.
"Oke. Gue setuju. Tapi ingat ya, setelah lo ketemu Azriel dan lo dapatkan apa yang lo mau, lo harus puasin gue." kata Tomi.
"Tenang aja, asal lo bisa bawa Azriel dan semuanya biar gue yang atur." kata Chika lagi masih dengan senyuman manisnya menggoda Tomi.
Itulah percakapan Tomi dan Chika sewaktu dia pergi terburu-buru dan akhirnya harus di hadang oleh kelompok geng motor musuh Dodit. Kini, dia sudah kembali ke kostnya. Bingung mau melakukan apa karena Dodit masih di penjara, jadi belum ada kumpulan atau nongkrong-nongkrong dengan yang lain.
"Huh, kenapa juga gue harus menyetujui ucapan dia. Tapi gue suka sama Chika, gue harus dapatin dia." ucap Tomi menenggak alkohol dalam botolnya hingga habis.
Dia pun terjatuh di kasurnya, menatap nanar ke atap kamar kost. Buyar pandangannya seketika dan kini memejamkan mata tetapi mulutnya masih bergumam menyebut nama Chika.
"Chika sayang, Chika sayang. Lo kenapa suka sama Azriel, Chika sayang."
_
Tomi menghubungi Azriel, dia menghubungi laki-laki itu ketika malam hari. Tidak di angkat, tapi telepon menyambung pada Azriel.
"Aah, kenapa dia ngga jawab telepon gue." ucao Tomi masih menunggu Azriel menjawab teleponnya.
__ADS_1
Sekali lagi dia menghubungi Azriel, tidak di jawab lagi. Tapi kemudian dia putuskan, tiba-tiba Azriel yang menelepon.
"Halo, Tom. Ada apa lo telepon gue?" tanya Azriel di seberang sana.
"Lo bisa ngga ketemu gue sekarang?" tanya Tomi.
"Mau apa? Gue ngga bisa."
"Ck, gue butuh lo nih. Ada perlu banget sama lo, please Ziel." kata Tomi berusaha membujuk Azriel.
"Gue lagi jalan sama cewek gue. Ngga bisa, Tomi." ucap Azriel lagi.
"Yaelah, Ziel. Sebentar doang, cewek lo bawa aja ketemu sama gue juga kagak apa-apa deh."
"Ish, sorry. By!"
Klik!
Azriel menutup sambungan teleponnya, Tomi kesal sekali. Dia sekali lagi menghubungi Azriel, tapi di rejeck oleh laki-laki itu.
"Sialan banget sih si Azriel. Dia benar-benar ngga mau ketemu gue, ini pasto gara-gara gue sering ledek dia." ucap Tomi.
Rasa dongkol di hatinya membuatnya semakin bingung bagaimana membujuk Azriel ketemu dengannya dan di bawa ketemu Chika.
Baru berucap seperti itu, ponselnya berdering. Benar saja Chika yang meneleponnya. Tomi tidak langsung menjawab sambungan telepon Chika, tapi dia tidak tahan juga dan akhirnya menjawab telepon dari Chika.
"Halo?"
"Gimana? Azriel udah mau lo ajak pergi?" tanya Chika di seberang sana.
"Belum, dia lagi jalan sama ceweknya. Susah." jawab Tomi.
"Di akali Tom, lo ngga punya otak apa. Cari cara dong biar dia mau jalan sama lo dan ajak ke tempat gue sekarang." kata Chika.
"Yaelah, lo tahu sendiri Azriel itu emang susah. Apa lagi gue suka jahil sama dia, jadi dia ngga bakal percaya kalau gue mau jalan sama dia. Apa lagi sekarang lagi jalan sama ceweknya." jawab Tomi semakin bingung.
"Ayolah Tom. Please dong, bawa Azriel pada gue. Lo kan bisa bohong kalau lo butuh bantuan, lagi di keroyok kek atau aoa kek. Terserah lo, kan otak lo ada." kata Chika lagi.
"Lo ngataij otak gue ngga berguna?" tanya Tomi tersinggung.
"Lha, tuh lo tahu. Harusnya lo pake dong otaknya, ajak dia dengan cara bohong. Gimana sih?"
__ADS_1
"Iya iya, gue coba."
"Nah, gitu dong Tomi sayang. Gue tunggu nih di kostan gue, lo ajak aja dia ke kostan gue ya."
"Iya."
Klik!
Tomi menutup sambungan telepon dari Chika, dia kesal sekali dengan ucapan gadis itu. Tapi dia ingat dengan imbalan yang tidak mungkin dia lewati. Di layani sama gadis itu di ranjang sampai puas, itu adalah kebahagiaannya bisa tidur dengan gadis yang selalu jadi piala bergilir oleh teman-teman gengnya jika menang balapan liar.
Senyum Tomi mengembang, tapi kembali bingung bagaimana mengajak Azriel agar bertemu dengan Chika. Dia masih memikirkan caranya agar berhasil membawa Azriel.
"Aha! Aku tahu, dia itu sekali pun orangnya menyebalkan. Tapi dia peduli sama teman, baiklah. Gue telepon lagi si Azriel itu." ucap Tomi.
Dia menghubungi Azriel lagi, terus menghubungi meski susah sekali menjawab teleponnya.
"Halo? Kenapa lagi?"
"Tolongin gue, Ziel. Gue lagi di jalan. Motor gue mogok." kata Tomi berbohong.
"Eh, lo kan ada teman lain. Kenapa minta tolong sama gue?!"
"Yaelah Ziel, masa minta tolong lo ngga mau. Serem nih, mana tempat sepi. Takut gue di gorok sama gengm motor musuh Dodit kayak kemarin. Please Ziel, tolongin gue." ucap Tomi lagi bersandiwara.
"Haish! Basi! Lo bohong sama gue. By!"
Klik!
"Eh, sialan dia kagak mau juga. Gue samperin aja dia." ucap Tomi.
Dia lalu mengirim pesan singkat melalui layanan aplikasi. Meminta keberadaannya dan ingin bertemu dengan Azriel, rela menunggu laki-laki itu selesai kencan dengan ceweknya. Terus saja dia kirim pesan banyak dan akhirnya Azriel meneleponnya.
"Gue ketemu sama lo, sekarang! Di mana?""
"Di jalan mawar tiga."
Klik!
_
_
__ADS_1
**********