Ketika Cinta Itu Datang Lagi

Ketika Cinta Itu Datang Lagi
Keraguan Sebuah Hati


__ADS_3

"Alhamdulillah .... "


Pagi-pagi Adellia sudah berteriak kegirangan. Dia serasa mau terbang saking gembiranya melihat layar ponselnya.


"Ada apa?"


Tanya Juan dan Dicky yang muncul bersamaa dihadapannya.


"Eh..?!"


"Kok ehh?!"


"Hehehe..."


"Lah, malah ketawa. Ada apa sih, Dek. Seneng betul kayak nya"


Adellia duduk di sofa disebelah Juan. Lalu Dicky menyusul dusuk dikursi sebelahnya. Mereka berdua menunggu jawaban dari Adellia.


"Aku luluuuuus....", teriaknya sambil mengangkat poselnya tinggi-tinggi


"Lulus apa?",Juan makin penasaran.


" Lulus SNMPTN"


"Alhamdulillah... ", Juan dan Dicky bersamaan.


"Terima dimana, Dek"


"UI?"


"Universitas Indonesia?!"


Adel mengangukkan kepalanya.

__ADS_1


"Fakultas apa?"


"Fakultas Kedokteran"


Dicky dan Juan terkejut gembira mendengarnya. Rasa bangga menyelimuti hati mereka, terutama Juan. Anak perempuan satu-satunya bisa tembus UI apalagi pada FK-UI. Luar biasa pikirnya. Dia memberikan ucapan selamat, pelukan dan kecupan hangat pada putri kesayangannya itu.


Pagi itu, sambil di antar oleh Dicky, Adellia menuju kampus untuk melakukan daftar ulang. Tadinya Dicky berniat mengantar dan menunggi adiknya, namun Adellia menolak. Dia tak ingin terlihat seperti anak manja pada kakaknya.


Sudah menjadi tekad Adel untuk bisa berkuliah si universitas no satu di Indonesia itu, karena kedua kakaknya pun merupakan alumni kampus yang sama. Dicky melanjutkan gelar megisternya di Australia. Bahkan Yudha melanjutkan gelar megisternya di Inggris dan doctor nya di Jerman dengan beasiswa full dari pemerintah. Suatu preatasi yang membanggakan, dan Adellia bertekad tak ingin kalah dari kedua kakaknya itu.


******


Juan sengaja meninggalkan kantornya saat makan siang. Dia sudah berjanji dengan seseorang di kafe Charika.


"Maaf membuatmu menunggu, Yulia"


"Tidak apa-apa, Kak. Aku juga baru sampai"


Juan menarik sebuah kursi untuk Yulia.


"Kak Juan, mau pesan apa? Aku pesankan"


"Terserah kamu saja"


Yulia memanggil seorang pelayan. Tak berapa lama pesanan mereka datang. Juan dan Yulia sangat menikmati santap siang bersama mereka kali ini. Ini adalah kali pertama mereka santap siang berdua setelah bertahun-tahun lamanya, rasanya mungkin seperti kencan pertama.


"Yulia ...."


"Hmmm..."


"Adellia tinggal bersama ku ya"


"Itu terserah dia, Kak. Adellia berhak menentukan hidupnya sendiri. Dia punya pilihan. Dan dia cukup dewasa untuk bijaksana memilih"

__ADS_1


"Lalu ..."


"Lalu ... Apa?!"


"Lalu bagaimana dengan mu, Yulia. Apa kamu tak ingin kembali bersamaku? Bersama anak-anak kita?"


Yulia meletakkan sendok nya. Dia terdiam sesaat.


"Beri aku waktu untuk berfikir. Ini bukan keputusan sesaat, Kak. Ini pilihan yang tak mudah untuk kita. Paling tidak untuk ku"


"Ya, kamu benar. Sulit untukmu menerima kembali laki-laki yang sudah mencampakkanmu bertahun-tahun. Aku bisa pahami itu"


"Bukan begitu maksudku, Kak. Aku perlu menata lagi hati ku. Menata lagi pikiranku agar aku tidak mengambil jalan yang salah. Anak-anak sudah dewasa dan pasti mengerti apapun keputusan yang kita buat nanti nya"


"Yah, aku mengerti perasaanmu. Aku akan sabar menunggu jawaban darimu"


"Kak ..."


"Hmmmm.."


"Terima kasih karena telah mau menerima Adellia"


"Tak mungkin aku tak menerima nya, dia adalah putri kandungku"


"Impian Adel adalah bertemu dengan Papa kandungnya. Aku tak pernah menceritakan tentangmu padanya, sampai dia mengetahui dengam sendirinya"


"Ya, itu adalah jalan Tuhan untuk menyatukan kita"


"Ya, Kak..."


Pembicaraan kedua orang itu berlanjut sampai menu terakhir datang. Dua orang yang masih saling menyayangi, namun ada keraguan diantara mereka.


******

__ADS_1


__ADS_2