Ketika Cinta Itu Datang Lagi

Ketika Cinta Itu Datang Lagi
Keputusan Sang Ratu


__ADS_3

Reinal Juan Marabahan senang luar biasa mendapatkan kabar gembira dari Yulia. Akhirnya Yulia menjawab permohonan yang Juan ajukan waktu itu. Yulia bersedia kembali kepada Juan. Seperti seorang yang menang lotre ratusan juta, Juan bertingkah kegirangan saat pagi ini Yulia meneleponnya. Dan siang ini Yulia akan tiba di Jakarta.


Juan jadi salah tingkah, pagi-pagi dia sudah rapi, wangi dan klimis. Dicky dan Adellia yang melihatnya saling pandang keheranan. Papa nya sudah ganteng sekali pagi ini. Ada apa gerangan.


Mobil Juan terparkir di basement sebuah mall terkenal, dia sendiri sedang asyik memilih cincin pernihanan baru nya. Pernikahan?! Yap... Pernikahan. Karena Juan dan Yulia berpisah belasan tahun lama nya mereka memutuskan untuk menikah ulang. Memang tidak pernag ada kata talak dari Juan, namun untuk menghindarkan dosa, mereka memutuskan untuk menikah lagi.


Satu jam kemudian dia meluncur keterminal, menjemput Yulia dan langsung menuju masjid untuk akad nikah. Akad nikah sederhana saja. Hanya seorang penghulu, dua orang saksi dan calon pengantin. Mereka ambil sah nya saja. Hanya ada mereka berlima.


"Saaaahhh....", teriak dua orang saksi yang hadir disana.


Setelah ijab kabul, Yulia mengambil tangan Juan dan mencium mesra punggung tangannya. Juan pun mengecup kepala perempuan yang sangat dicintainya itu.


"Aku senang akhirnya kita bisa bersama lagi, sayang"


Bisik Juan di dalam mobil.


"Anak-anak sudah tau kedatanganku, Kak?"


"Belum. Aku sengaja merahasiakannya. Biar jadi kejuatan buat mereka nanti. Pasti mereka pun senang mendengarnya"


Yulia hanya tersenyum. Pak Ujang sengaja mengendarai mobilnya dengan santai, agar sepasang pengantin baru yang duduk di bangku tengah bisa menikmati perjalanannya.


Pukul lima sore, Pak Ujang sudah markirkan mobilnya di halaman rumah. Yulia sangat bahagia hatinya. Saat melangkahkan kaki pertama ke dalam rumah suaminya. Yang mana disana ada anak-anak yang sangat dikasihinya.


"Selamat datang, ratuku", ucap Juan saat Yulia memasuki rumah.


"Apaan sih, Kak. Kayak anak muda aja. Malu tahu ... "

__ADS_1


"Biarkan saja. Aku sedang bahagiaaaa sekali hari ini"


******


Pukul delapan malam Dicky yang sepulang kantor langsung menjemput adiknya dikampus, terkejut melihat mama nya ada dirumah. Adel pun bukan main girang nya. Berkali-kali hati nya mengucap syukur. Apa yang selama ini dia impikan terwujud. Kesempurnaan cintanya hadir kembali.


Akhirnya mereka bisa merasakan masakan mama nya yang terlezat. Makan malam yang indah bagi keluarga Marabahan.


"Kalau Kak Yudha bisa pulang juga pasti seru", celoteh Adel ditengah makan malam.


"Iya, Dek", sahut Dicky


"Minggu depan kalau tidak ada halangan Yudha akan pulang ke Indonesia. Tadi pagi dia menelepon Mama"


"Bener, Ma?", tanya dua beradik itu bersamaan.


"Paling hanya beberapa hari", Adel menimpali


"Gak ko. Dia tak akan kembali lagi ke Tokyo. Dia akan stay di Indonesia. Di Jakarta. Surat pengajuan mutasi nya di kabulkan kementrian. Lagi mula masa tugas nya kan sudah berakhir du hari lalu. Dia meminta untuk tidak diperpanjang"


"Ini serius, Ma?", tanya Adel separuh tak percaya.


"Iya, nantinya dia akan bertugas di kementrian di Jakarta. Sekarang sedang packing barang. Mungkin sekitar lima hari lagi barang akan sampai. Dua hari kemudian Yudha akan menyusul ke Indonesia"


"Alhamdulillah ....", ucap Juan, Dicky dan Adel bersamaan.


******

__ADS_1


Tok....tok...


Cekreeek ..


"Belum tidur, Dicky?"


Yulia masuk kekamar putra keduaanya.


"Belum, Ma"


"Sedang ada pekerjaan?


"Ga juga. Hanya mengecek laporan dari divisi tadi pagi"


"Jaga kesehatan ya, sayang. Jangan terlalu memaksakan diri"


Yulia memeluk Dicky yang duduk di hadapan laptop di meja kerjanya. Mencium kepala putra kesayangannya. Menumpahkan semua kerinduannya itu. Meleleh hati Dicky diperlalukan seperti itu. Rasanya sudah lama sekali dia tidak mendengar lembutnya suara mama nya yang suka mengingatkan dia saat terlalu asyik dengan pekerjaannya. Dahulu saat masih kecil mama suka masuk ke kamar nya malam hari, untuk memperingati dia dan Kak Yudha yang asyik bermain setelah selesai belajar.


Mamanya selalu mengecup kepalanya. Mencium kedua pipinya. Memeluknya dalam kehangatan kasih sayang seorang ibu. Setelah belasan tahun ia tak merasakan itu lagi, malam ini menjadi saksi bisu apa yang ia rasakan saat ini.


"Ma ..."


"Dicky, bahagiaaaa.... Sekali. Kita bisa berkumpul seperti ini lagi. Rasanya seperti mimpi. Tapi ini adalah kenyataan"


"Mama juga bahagia, Dicky. Sangaaat bahagia"


"Dicky sayang, Mama"

__ADS_1


******


__ADS_2