Ketika Cinta Itu Datang Lagi

Ketika Cinta Itu Datang Lagi
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Dicky diam seribu bahasa. Tidak tau harus berkata apa. Kenyataan yang dia hadapi ini hampir membuat separuh nyawanya lepas, untung saja jantung nya cukup sehat. Betapa tidak, kakak kandungnya yang selama ini menghilang, 17 tahun tak pernah ada kabarnya, sekarang muncul dihadapannya.


Bisa saja lelaki itu hanya mengaku-aku saja, namun gaya bicaranya serta matanya tidak bisa dipungkiri kalo itu adalah Yudha. Mata tajam, jeli dan selalu berhati-hati terhadap lawan bicara. Mengesankan dia lelaki yang dingin. Tapi tidak demikian kenyataanya. Kelembutan bicara dan bahasanya, sangat mengayomi orang yang lebih muda dan hormat kepada yang lebih tua. Dia paham betul karakter kakak nya.


Maka dia tak mungkin menolak kedatangan Yudha kekantornya. Dia sangat yakin kalo orang yang berdiri di hadapannya adalah Yudha Lintang Marabahan. Kakaknya.


"Kak."


"Hmm."


Dicky mendekat. Duduk tepat disebelah Yudha yang asik memainkan bola tenis di tanggan nya. "Kak Yudha kemana aja selama ini? Kenapa baru sekarang menampakkan diri? Apa yang sebenarnya terjadi, Kak?"


"Maaf dek, Kak Yudha belum bisa cerita banyak. Tapi yang jelas sampai keadaan stabil nanti baru Kak Yudha akan cerita. Paling tidak Kak Yudha yakin kalau semua nya akan baik-baik saja buat kita semua."


"Lalu ... Mama bagaimana?" tanya Dicky.

__ADS_1


"Dia baik-baik saja. Dia ada di Tasikmalaya. Tempat yang aman dan nyaman buat dia menenangkan diri." Yudha tersenyum sambil menepuk pundak adik laki-lakinya.


"Adel? Maksudku Adel adalah ...."


"Adellia adalah anak kandung papa. Adikmu. Saat mama terusir dari rumah, mama sedang mengandung. Adel sama kali tidak mengetahui apa-apa." Yudha menatap pada manik mata adiknya.


"Kak Yudha belum cerita apa-apa?"


"Hmm."


"Yap ... Pada waktu nya pasti. Nanti Kak Yudha akan cerita tentang kamu sama mama pelan-pelan. Mama pasti senang bisa ketemu kamu lagi."


"Ya, Kak. Dicky juga kangen banget sama mama. Ga sabar rasanya." Mata Dicky terlihat sedikit berkaca-kaca. Rasa rindunya pada perempuan terhebatnya itu makin tak tertahan. Namun malu rasanya harus menangis di hadapan kakak tertuanya.


"Dek," panggil Yudha.

__ADS_1


"Ya, Kak."


"Sampai saat itu tiba, Kak Yudha minta, kamu jaga Adel baik-baik ya. Percaya sama Kak Yudha, kalo dia bener-benar adik kandungmu." Dicky menganguk. Menyanggupi permintaan kakak tertua nya. Bagi nya sangat menyenangkan punya seorang adik perempuan, terlebih Adel anak yang sangat ceria dan supel mampu bergaul dengan siapa saja. Pandai menyesuaikan diri dengan siapapun.


Yudha berpamitan dengan adiknya. Pesawat nya sudah harus terbang landas satu jam lagi. Pekerjaan yang sudah memanggilnya untuk segera pulang ke Tokyo. "Maaf ya dek, Kak Yudha harus kembali lagi ke Tokyo. Kak Yudha ga bisa izin lama-lama."


"Tokyo?" tanya Dicky.


"Hmm." Lagi-lagi Yudha tersenyum. "Kak Yudha kerja disana? Di Tokyo?" tanya Dicky lagi.


"Yap ... Kak Yudha ni hanya pegawai biasa, beda dengan CEO top sepeti kamu," puji Yudha pada adiknya.


"Kak Yudha selalu begitu. Selalu merendah selalu tak ingin lebih menonjol. Tapi kenyataannya sejak kecil Dicky ga pernah menang dalam hal apapun dari Kak Yudha." Yudha terbahak-bahak mendengar kata-kata Dicky. Dari dulu memang Dicky selalu mengagumi kakak nya. Yudha bukan hanya pintar dalam bidang akademik, tapi mahir dalam olahraga dan beladiri. Bagi Dicky kakaknya adalah panutan terbaik dalam hidupnya. Mereka berdua sangatlah dekat.


Dicky tak bisa menahannya lebih lama. Dia hanya bisa mengantar Yudha sampai ke bandara. Dia hanya berharap ini bukan lagi perpisahan. Ketika dua cinta nya yang hilang dahulu kembali, kakak nya dan juga adik nya, hsl sangat lah membuatnya bahagia. Pelukan hangat kakak beradik ini menyudahi pertemuan pertama mereka yang harus berpisah lagi sementara di Bandara Soekarno Hatta.

__ADS_1


******


__ADS_2