Ketika Cinta Itu Datang Lagi

Ketika Cinta Itu Datang Lagi
Masa Lalu Yudha


__ADS_3

Adel berjalan mendekati Pajero Sport hitam yang terparkir di halaman kampus. Dia membuka pintu depan mobil. Dicky sudah menunggu nya dibelakang kemudi. Pukul 7 malam dia baru selesai kuliah, Dicky menjemputnya di kampus.


"Gimana kuliahnya, Dek?"


"Alhamdulillah, lancar Kak?"


"Tadi Mama telepon, mungkin akhir bulan ini dia akan ke ke Jakarta"


"Iya, tadi Mama juga sudah ngabarin Kak Dicky. Kak Dicky berharap sekali kalau keluarga kita bisa berkumpul lagi. Sepertinya Mama belum mengambil keputusan"


"Iya, Kak. Adel juga berharap begitu. Semoga saja harapan kita terkabul ya, Kak"


"Aamiiiin... "


Dalam waktu setengah jam mobil mereka sudah terparkir dihalaman rumah. Juan sudah menunggu kedatangan anak-anaknya. Adel naik kekamarnya membersihkan diri lalu turun keruang makan. Disana rupanya Dicky sudah lebih dulu turun.


Adel mengambilkan nasi ke piring Papa dan kakaknya. Adab seorang anak perempuan terhadap orang yang lebih tua.


"Sudah lama Yudha ga menelepon, bagaimana kabar kakakmu?"


"Mungkin Kak Yudha lagi banyak perkerjaan barangkali, Pa?", jawab Adellia.


"Kak Yudha, sering bolak-balik Indonesia - Jepang. Sebenarnya apa pekerjaan Kak Yudha, Dek?"


"Yah... Papa juga pingin tahu masalah itu"


"Hmmm... Kak Yudha ga cerita?"


"Kami bertemu sesekali dan itu hanya waktu singkat saja. Tak banyak bercerita tentang pekerjaan nya. Kak Yudha hanya mengatakan dia punya perkerjaan di Tokyo"


"Ya, Kak Yudha sekarang memang kerja di Tokyo. Tepatnya di KBRI Tokyo"


"KBRI?", Juan dan Dicky bersamaan.


"Iya, sebagai Atase Teknik Bidang Perdagangan. Sebelumnya dia pernah bertugas d Inggris dan Jeman. Entah nanti dia akan kemana lagi. Mama sih minta dia kembali ke tanah air saja"


"Iya, benar kalo begitu pasti akan di pindah ke negara lain", ucap Juan

__ADS_1


"Ngomong-ngomong soal Jerman. Minggu kemarin sebelum Kak Yudha berangkat, ada seorang wanita bule menemuinya. Sepertinya berbahasa Jerman dengan Kak Yudha"


"Cewek bule Jerman? Danish?"


"Ya ... Betul. Kak Dicky dengar Ken menyebut nama nya Danish?"


Adellia menghentikan makannya. Muka nya langsung cemberut. Helaan nafasnya membuat Juan bertanya.


"Kenapa, Del?!"


"Ga apa-apa, Pa"


"Dia itu bener-bener ganjen ya... Bikin kesel aja"


"Danish?"


"Iya, Kak. Siapa lagi"


"Dia siapa?!"


"Mantan nya, Kak Yudha"


"Oiya. ..", Juan pun penasaran.


"Gak setuju", Adel protes.


Adellia menyudahi makan nya lalu naik ke lantai atas. Dia tidak masuk kamar, tapi duduk santai di ruang keluarga di lantai atas. Dia selonjoran di sofa sambil mengotak-atik ponselnya.


*****


Dicky datang menghampirinya. Dia duduk dikursi yang ada disebelah Adellia.


"Del..."


"Ya, Kak"


"Kamu kayak nya benci sekali dengan perempuan bule bernama Danish itu"

__ADS_1


"Ga benci sih, Kak. Hanya saja aku kesel melihat tingkahnya"


"Hmmm..."


"Dulu Kak Yudha hampir bertunangan dengan Danish. Mereka pertama kali beretemu saat Kak Yudha melanjutkan kuliah magister nya di London mereka, dekat. Sangat dekat. Danish baik. Hanya saja dia lebih memilih karirnya sebagai artis di Jerman ketimbang Kak Yudha. Saat hari pertunangan dia tidak datang. Dia kembali ke Jerman untuk mengikuti ajang kompetisi disana. Dia yang semula sederhana, berubah menjadi sosialita yang hidup glamor. Sejak saat itu Kak Yudha sangat kecewa dengan dia. Mungkin benci atau semacamnya lah"


"Pantas saja ... "


"Pantas saja apa, Kak"


"Ah... Ga kok, Dek. Pantas saja Kak Yudha dingin sekali saat bertemu dengan Danish"


"Di Jerman siapa sih yang ga kenal Danish Fischer. Apalagi aku dengar sejak akhir tahun kemarin dia mulai go internasional"


Dicky berfikir pantas saja tadi Ken berbisik memperingatkan Kak Yudha untuk menghindari scandal. Tentu saja dunia entertainment pasti sangat memburu berita-berita scandal para artis.


"Kak ..."


"Hmmm..."


Adellia bangun dan pindah ke sebelah Dicky. Dia meletakkan kepala nya di atas paha kakaknya. Dia suka sekali bermanja-manja dengan kakak-kakaknya. Dicky mengusap-usap kepala adiknya.


"Pacar Kak Dicky siapa?"


"Pacar?"


"Hmmm...."


"Belum ada yang special, Dek. Yah, senasib dengan Kak Yudha tapi ga separah itu?"


"Eeh... Maksudnya?"


"Baru setahun ini Kak Dicky memutuskan untuk sendiri dulu. Belum ketemu lagi yang pas"


"Adel doain Kak Dicky dapat pasangan yang terbaik. Yang solehah ya, Kak"


"Aamiin..."

__ADS_1


******


__ADS_2