KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2
PERMINTAAN MAAF


__ADS_3

Di kediaman Dimas....


Semuanya sedang sarapan!!


"Ehhmmm....Dina kayanya kita harus bertemu Echa" kata mamah bella


"Buat apa mah?" tanya Dina


"Kayanya,,kita harus minta maaf kepada Echa kita sudah keterlaluan sama dia" ucap mamah bella


"Apa...!!sampai kapanpun Dina ga bakalan pernah minta maaf sama Echa kalau mamah mau mamah aja sana yang minta maaf" sahut Dina dengan nada marah.


"Dina jaga bicara kamu" bentak Dimas


"Kenapa mamah jadi berubah pikiran?apa karena mamah sudah tau kalau Echa adalah anak keluarga BAGASKARA?" bentak Dina


"Cukup Dina,,kamu sudah keterlaluan" bentak Dimas.


"Maaf,,selera makanku hilang" ucap Dina dengan meninggalkan rumah.


"Dasar wanita tidak punya etika" sahut papah rifky.


"Pokoknya kamu harus minta maaf sama putri BAGASKARA itu Mah,,kalau tidak perusahaan kita yang jadi taruhannya" sambung papah rifky dan langsung pergi.


"Sayang mau kan tolong antarkan mamah dulu ke restoran Echa" pinta mamah bella.


"Iya mah.."


Sementara itu di restoran...


Seperti biasa David selalu sarapan di restoran Echa,,selain di apartemen nya tidak ada yang masak hal utama nya adalah ingin bertemu dengan Echa.


Kali ini Echa juga ikut sarapan bersama David,,mereka berdua tambah akrab meskipun David mencintai Echa tapi dia tidak mau merebutnya dari Adam.


Biarlah waktu yang menjawabnya,,untuk saat ini dengan David bisa deket saja dengan Echa sudah membuat David bahagia.


"Cha cobain nasi gorengnya,,kayanya keasinan dech" kata David sambil menyodorkan sendok ke mulut Echa.


"Masa sich Kak,,perasaan pas dech"


"Ya makannya cobain dulu biar percaya"


Di luar restoran sudah ada Dina,,saat Dina mau masuk Dina melihat Echa sedang makan bareng cowok tampan tapi bukan Adam.


Saat cowok itu mau menyuapi Echa,,Dina siap-siap dengan ponselnya dan memptretnya.


Dina tersenyum penuh arti...


"Gimana?" tanya David


"Enak kok ga asin"


David tertawa,,karena emang niat dia ingin menyuapi Echa..


"Ich Kakak ngerjain aku ya!!"...


Byuuuuurrrrr.....


Tiba-tiba Dina datang menumpahkan air putih ke kepala Echa.


David berdiri dan menggenggam pergelangan Dina,,hingga Dina meringis..


"Apa-apaan kamu?" bentak David.


"Lepasin sakit.." Dina menghempaskan tangan David.


"Heii,,,bukannya kamu itu pacarnya Kak Adam ngapain kamu mesra-mesraan dengan lelaki lain?...owh ya aku inget,dia kan lelaki yang nganterin kamu pulang waktu di pesta pernikahan Pak Angga,,dasar cewek ga tau malu" hina Dina.


"Jaga ucapan kamu,,jangan sembarangan kalau ngomong,,aku sama Echa tidak ada hubungan apa-apa kita cuman temen" jelas David.


"Mana ada temen suap-suapan" Dina tersenyum sinis.


"Mau kamu apa Dina?" tanya Echa


"Mau aku,,KAMU MENDERITA" ucap Dina.


"Salah aku apa sama kamu,,sampai kamu membenci aku..seharusnya aku yang membenci kamu karena kamu sudah merebut orang yang aku cintai" bentak Echa dengan menitikan air mata.


"Kamu selalu mendapatkan yang kamu mau,semua orang menyayangi kamu,dan kamu tahu selama 4 tahun menikah Kak Dimas tidak pernah menyentuh aku bahkan memandang aku saja Kak Dimas seolah jijik,apa kamu tahu gimana sakitnya aku" bentak Dina.


"Itu karena kesalahan kamu sendiri,,terlalu memaksakan kehendak"..ucap Echa


"Itu semua gara-gara kamu" Dina mendorong Echa hingga Keningnya terbentur ujung meja,keningnya berdarah dan Echa langsung pingsan.


David mencekik leher Dina sampai Dina merasa sesak napas.


"Kalau sampai terjadi kenapa-napa sama Echa,,aku ga bakalan lepasin kamu" David melepaskan cekikannya dan langsung menggemdong Echa ke mobilnya untuk di bawa ke Rumah Sakit.


Dina terbatuk-batuk karena cekikan David sangat kuat.


"Brengsek" ucap Dina.


Di Rumah Sakit...


Dimas yang baru turun dari mobilnya,,tiba-tiba datang satu mobil David turun dan menggendong Echa.


"Suster tolong bantu saya" teriak David


"Echa..." gumam Dimas dan berlari menghampiri David.


"Kenapa Echa?" tanya Dimas khawatir.


"Kamu siapa?"..

__ADS_1


"Aku dokter disini,,suster tolong bawa ke ruangan saya biar saya yang tangani" ucap Dimas.


"Baik Dokter" jawab perawat.


Beberapa waktu berlalu,,Dimas sudah membalut luka di kening Echa.


Dimas keluar dari ruangan yang di sambut oleh David.


"Gimana keadaan Echa?" tanya David


"Echa baik-baik saja,sekarang dia sedang tidur efek samping dari obat yang tadi di berikan" jawab Dimas.


"Kamu siapa?" tanya Dimas


"Aku temennya Echa"


"Ohh.."jawab Dimas singakt.


Tidak lama kemudian Keysa,Mira,Dirga,Adam dan Reno sampai di Rumah Sakit.


"Dimana adik gue?" tanya Dirga khawatir


"Dia ada di dalam,sedang ridur akibat pengaruh obat yang baru saja di berikan" jawab Dimas.


Dirga dan yang lainnya langsung masuk ke ruangan Echa.


"Ya ampun Dek,,kamu kenapa?"


"Vid,,kok Echa bisa sama lo?" tanya Adam


"Tadi emang gue lagi berada di restoran Echa" jawab David.


"Ini kelakuan Dina kan?" ucap Keysa


"Dina..." kata Dirga.


"Iya,,aku tahu dari Rani pelayan restoran kami kebetulan tadi aku sama Mira lagi di jalan menuju restoran,Rani nelpon bahwa ada keributan yang di lakukan wanita yang dulu pernah nampar Echa" ucap Keysa


"Apa...nampar Echa!!" Dirga bingung.


Keysa langsung menutup mulutnya...


"****** dah aku keceplosan" batin Keysa


"Maksud kamu apa Key,,ngomong yang jelas" sentak Adam


Karena melihat tatapan membunuh dari Dirga dan Adam akhirnya Keysa menceritakan kejadian dari awal saat di hina mamah bella,terus di tampar sama Dina,dan terakhir saat ini Echa sampai di rawat Di Rumah Sakit.


"Kenapa kamu tidak bilang dari dulu" tanya Dirga.


"Karena Echa melarang kami buat cerita" jawab Keysa.


"Brengsek..awas kalian semua,kalian harus membayar perlakuan kalian sama Echa" Dirga mengepalkan tangan dan mengeraskan rahangnya.


Dimas yang mendengar pembicaraan mereka,,emosinya mulai naik dengan mengepalkan tangannya...


Ponsel Adam berbunyi tanda pesan masuk,,Adam terkejut melihat foto David sedang menyuapi Echa.


Tiba-tiba Adam menyeret David ke luar.


"Apa-apaan sich lo Dam?" David menghempaskan tangan Adam.


"Ngapain lo sama Echa?"


"Tadi kan gue dah bilang,,gue kebetulan lagi di restoran" ucap David


Adam menunjukan foto yang ada di ponselnya.


"Apa maksud dari semua ini?" bentak Adam


"Ga da maksud apa-apa,,gue cuman pengen nyuapin Echa aja emangnya ga boleh?" sahut David dengan santainya.


Bugh..bugh...bughh..


Adam memukul David sampai tersungkur ke lantai...


"Kamu kan tau kalau Echa itu cewek gue,,jangan bilang kalau lo suka sama Echa?" bentak Adam.


David tersenyum sinis sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Kalau gue suka sama Echa kenapa?" tantang David.


Bugh...bugh..bugh..


Adam memukul kembali David...


"Brengsek lo David,,lo udah gue anggap seperti saudara sendiri berani-beraninya lo rebut Echa dari gue" bentak Adam


"Gue ga serendah itu Dam,,jujur gue emang jatuh cinta sama Echa tapi gue ga bakalan merebut Echa dari lo...Tapi dengan satu syarat lo jangan buat Echa menangis,,kalau sampai gue lihat Echa menangis gara-gara Lo jangan salahkan gue karena gue bakalan rebut Echa dari lo" sentak David.


Adam sudah bersiap-siap mau memukul lagi David tapi keburu di cegah oleh Reno.


"Udah Dam.." sahut Reno


"Kalian apa-apaan!!" bentak Dirga


David langsung pergi meninggalkan semuanya.


Adam pun langsung pergi ke dalam ruangan Echa.


Diruangan Dimas,,langsung menelpon mamahnya...


"Hallo mah,,Echa masuk Rumah Sakit ulah Dina"...

__ADS_1


"............."


"Ya udah,,Dimas tunggu"


Dimas menutup telponnya...


Diruangan perawatan Echa,,Echa tampak sudah sadar...


"Dek,,kenapa kamu tidak bilang semua nya sama Abang!!" ucap Dirga


"Bilang apa Bang,,ga da apa-apa kok" sahut Echa lirih


"Abang sudah tau semuanya jangan di tutup-tutupi lagi,,Abang harus telpon Bang Angga orang-orang seperti mereka ga bisa di diemin" ucap Dirga


"Jangan Bang,,jangan sampai Bang Angga tau Echa mohon" rengek Echa.


Tiba-tiba pintu di ketuk...


Masuklah Dimas dan Mamahnya.


Dirga yang sudah emosi langsung berdiri tapi Echa mencengkram tangan Dirga dan menggelengkan kepala.


"Tante mau apa lagi kesini?belum puas tante menghina Echa" ucap Mira


"Mmm...maaf saya datang kesini mau minta maaf sama Nak Echa" sahut mamah bella gugup.


"Mau minta maaf,,kenapa tante takut setelah tau siapa sebenarnya Echa?" ucap Keysa sambil tersenyum sinis


"Tante benar-benar minta maaf,tante sudah sangat keterlaluan tolong jangan libatkan masalah ini dengan perusahaan" mamah bella akhirnya menitikan air mata.


"Tante tau,,,kalau sampai Bang Angga tau keadaan Echa sekarang akibat ulah tante dan menantu tante,,perusahaan tante dan besan tante saya pastikan hancur saat ini juga" bentak Dirga.


"Jangan Pak Dirga saya mohon jangan kasih tau Pak Angga,,saya dan menantu saya minta maaf,,saya pastikan saya dan menantu saya tidak akan mengganggu Nak Echa lagi" mamah Dina memohon dan kembali menitikan air matanya.


"Sudahlah Bang,,kasihan...!!!


Tante saya sudah memaafkan tante jadi tante ga usah khawatir" sahut Echa


"Terima kasih Nak,,kamu memang anak baik tante sangat menyesal karena sudah berpikiran yang tidak-tidak terhadapmu" ucap mamah bella


"Cuman ada satu yang harus tante ingat,,jangan sekali-sekali tante menilai orang dari materi karena kebahagiaan seseorang bukan di nilai dari materi" Ucap Echa yang membuat mamah bella diam seketika.


"Iya Nak,,maafkan tante...kalau begitu tante permisi dulu" mamah bella pamit.


Dimas mengekori mamahnya tanpa ngomong sedikitpun.


"Dimas dimana Dina?" tanya mamah bella penuh emosi.


"Kayanya lagi di ruangannya,,ayo Dimas antar"


Mamah bella dan Dimas pergi ke ruangan Dina,,saat ini Dina baru selesai memeriksa pasien yang terakhir baru saja Dina mendudukan bokongnya ke kursi,,tiba-tiba pintu terbuka dengan keras.


"Mamah...tumben ada apa mamah ke sini" ucap Dina dengan senyumnya yang manis


Dina menghampiri dan hendak mencium tangan mertuanya itu tapi sayang mamag bella langsung menghempaskan tangan Dina.


"Tidak usah berpura-pura lagi Dina,,,gara-gara kelakuan kamu perusahaan kami bisa hancur kamu sudah bertindak kelewatan Dina" bentak Mamah bella


"Kenapa mamah jadi ngebela perempuan itu!!"


"Karena mamah takut perusahaan papahnya Dimas hancur,jadi mamah minta mulai sekarang kamu jangan ganggu-ganggu lagi Echa kalau kamu tidak mau orang tua kamu jatuh miskin" sahut Mamah bella


"Apa yang sudah kamu lakukan sama Echa?" tanya Dimas yang dari tadi dia tahan-tahan.


Dina diam seribu bahasa...


"Kalau gitu mulai sekarang bereskan barang-barang kamu dari rumah aku,,dan tunggu surat cerai dari aku" ucap Dimas dan pergi meninggalkan Dina.


Dina sangat terkejut..


"Kak Dimas,,aku mohon jangan ceraikan aku" ucap Dina tapi Dimas tidak memperdulikannya.


"Mah Dina mohon mah,,tolong bujuk Kak Dimas jangan sampai ceraikan Dina,,,Dina ga mau cerai sama Kak Dimas,Dina sangat mencintai Kak Dimas mah" rengek Dina


"Maaf Dina mamah tidak bisa membujuk Dimas" ucap mamah bella dan pergi meninggalkan Dina yang sudah menangis.


"Aaaaaaaa......aku benci kamu Echaaaa..." teriak Dina.


Haii reader masih setia kan sama ceritan Adam dan Echa??😊😊


*


*


*


*


*


Tetap sabar nunggu kelanjutannya ya🙏🙏


Di awal-awal alurnya Echa emang harus jatuh bangun dulu,,nantinya bisa di lihat bagaimana ketulusan cinta seorang Adam..


Jadi buat reader-reader ku tercinta ikuti saja alur yang di buat Author ya😘😘


TERIMA KASIH..


Jangan lupa


like


vote n

__ADS_1


komen


LOVE YOU💞💞💞


__ADS_2