
Malam ini David sedang merenung di balkon apartemennya dengan air soda dan rokok
yang dia hisap.
David bukan seorang perokok,tapi di saat dia banyak pikiran dia selalu merokok.
"Ibu,Ayah,apa kalian bahagia di sana?David kesepian di sini,,David rindu kalian kenapa kalian tinggalkan David sendirian"
David menatap langit malam yang penuh dengan bintang Tak terasa air matanya menetes.
"Ibu tau David sangat sulit mencintai seorang wanita,meskipun David sudah banyak bertemu wanita cantik dan sexi tapi belum ada yang bisa menggetarkan hati David"
"Tapi ada satu wanita yang sudah menggetarkan hati David namanya Echa,,dia sungguh Wanita yang sangat cantik,dan ceria"
"Dia wanita pertama yang membuat David jatuh cinta,,tapi sayang dia ternyata pacarnya Adam Bu".
"Apa David boleh egois bu sekali saja David ingin memiliki Echa,David sangat mencintainya Bu apa yang harus David lakukan?"
"David sakit Bu,,saat melihat Echa bersama Adam...David cape Bu harus berpura-pura kuat di depan semua orang"
David menundukan wajahnya,,pundaknya bergetar hebat,betapa rapuhnya David saat ini tidak ada seorangpun yang bisa dia jadikan sandaran.
Sungguh malang nasib David,,harus di tinggalkan oleh kedua orang tuanya di saat usianya masih belia.
David bisa di bilang beruntung,di angkat menjadi anak oleh keluarga GUNAWAN sang konglomerat dan memiliki kerajaan bisnis dimana-mana.
"David tau diri Bu,,Yah..keluarga GUNAWAN sudah terlalu sangat baik memberikan David kehidupan yang layak dan di perhitungkan di dalam di dunia bisnis"
"David tidak akan menghancurkan kepercayaan keluarga GUNAWAN hanya karena Cinta,,David akan mengubur jauh-jauh perasaan David untuk Echa".
David mematikan puntung rokoknya dan mulai beranjak untuk tidur,kepalanya sedikit berat dan pusing.
KEESOKAN HARINYA...
Semuanya sedang sarapan....
"Pagi semuanya..." seperti biasa Echa mencium pipi kedua Abang kesayangannya.
"Mbak Clara ga sarapan Bang?" tanya Echa sambil mengambil selembar roti.
"Dia sarapan di kamar tadi Bi inah sudah mengantarkannya" jawab Angga
"Mbak Clara masih mual kalau deket sama lo Bang?" tanya Dirga
"Iya,,ga tau sampai kapan Abang setiap hari harus tidur di ruangan kerja Abang" Angga terlihat frustasi.
"Sabar Bang" ucap Dirga sambil terkekeh
Angga menghela napasnya kasar...
"Oh ya Dek,,Abang bisa minta tolong ga?" tanya Angga
"Minta tolong apa Bang?"
"Tolong anterin berkas ini ke apartemen David,dari tadi Abang telpon ga di angkat-angkat" seru Angga
"Ok...Abang kasih tau aja alamat apartemennya" ucap Echa
Echa pun berangkat menuju apartemen David...
Sementara itu David yang baru bangun merasa kepalanya makin pusing,dia mencoba mengambil gelas yang ada di atas nakas.
Karena pusing David menjatuhkan gelas itu hingga pecah,,David berusaha mengambil ponselnya tapi ponselnya kembali jatuh.
David terus meraba-raba di lantai mencari ponselnya tapj David malah menggengam pecahan gelas sehingga darah seketika mengalir dari tangannya.
"Ahhh...." David meringis kesakitan
Di saat David sedang meringis kesakitan,,bel pintu apartemennya berbunyi.
"Ah sial siapa yang pagi-pagi sudah berkunjung" gumam David
Karena bel nya terus berbunyi,,David berusaha bangun dari tempat tidur nya.
Kepala David makin berat di tambah rasa sakit di tangannya,,dengan sempoyongan David membuka pintu apartemennya.
Saat pintu terbuka,,David langsung ambruk di tempat.
__ADS_1
"Ya Alloh Kak David,,Kak David kenapa?" tanya Echa
"Pusing Cha!!" lirih David
Echa memapah David ke sofa...
"Ya ampun Kak tangan Kakak kenapa?" Echa terlihat khawatir.
Echa memegang kening David,,dan ternyata suhu badannya sangat panas.
"Kak,kita ke Rumah Sakit yu kayanya Kakak demam" ajak Echa
Tapi David menggelengkan kepalanya...
Echa sangat panik,,dia langsung mencari kotak P3K...
Setelah menemukannya,Echa dengan telaten membersihkan luka di tangan David.
David meringis kesakitan.
"Maaf ya Kak,,tahan sebentar"
Setelah Echa mengobati luka David,,lalu Echa mengambil air ke dalam baskom dan mencari handuk kecil untuk mengkompres kening David.
"Kakak minum obat penurun panas dulu ya" lalu Echa mengambilkan obat dan memberikannya kepada David.
David tampak berkeringat,wajahnya terlihat pucat Echa langsung mengkompres kening David.
"Kak,,mending kita ke Rumah Sakit yu" bujuk Echa
"Ga Cha,aku ga mau" ucap David lirih
"Cha,bolehkah aku meminta sesuatu sama kamu sekali ini saja Cha" sambung David
"Kakak mau minta apa sama aku?"
"Boleh kah aku tidur di pangkuanmu sebentar saja,,please!!"
Echa tampak berpikir sejenak sebelum dia mengiyakan permintaan David.
Echa duduk di sofa dan menyimpan kepala David di pangkuannya.
"Kakak kenapa menangis?" tanya Echa
"Aku kangen sama Ayah dan Ibu Cha" jawab David
Echa baru melihat David yang Dingin,cuek,tegas tenyata bisa serapuh ini.
Echa mengelus rambut David.
"Aku ga punya siapa-siapa lagi Cha di dunia ini,,aku kesepian aku butuh teman" ucap David tanpa membuka matanya karena kepalanya masih terasa berat.
Echa merasa kasihan melihat David,,Echa mengelus-elus rambut David dan menghapus air mata David.
Tiba-tiba David menarik tangan Echa menggenggamnya dan meletakkan nya di dada David.
Echa berusaha menarik tangannya tapi genggaman David terlalu kuat.
"Please,,biarkan seperti ini sebentar saja" ucap David lirih.
Tidak lama kemudian tidak ada pergerakan dari David,,ternyata dia tertidur karena pengaruh dari obat yang tadi dia minum.
"Aku tidak menyangka kalau kamu begitu kesepian Kak" batin Echa.
Karena kelamaan menunggh David bangun,akhirnya Echa pun ngantuk dan tertidur.
1 jam kemudian...
David bangun,,dia merasa baikan kepalanya pun sudah mendingan.
David melihat tangannya yang menggenggam tangan Echa dan melihat ke arah Echa yang sedang tertidur.
"Ya ampun,kasihan Echa pasti dia pegel tidur sambil duduk kaya gitu" batin David dan mulai beranjak dari pangkuan Echa.
Lama sekali David memandang wajah Echa,,David menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah cantiknya.
Kemudian David mengelus pipi Echa.
"Beruntung nya Adam bisa memiliki wanita seperti kamu" batin David
__ADS_1
Echa pun bangun karena merasa ada yang mengganggu tidurnya,,di saat Echa membuka mata Echa kaget melihag David yang sudah bangun dan sedang menatapnya.
"Kak David sudah bangun" Echa memegang kening David
"Demamnya sudah turun" gumam Echa
David terus menatap Echa dengan dalam,,dan menarik tangan Echa yang sedang memeriksa keningnya.
Echa kaget...
"Terima kasih Cha,,sudah mau merawatku" ucap David
Echa tersenyum dan memegang tangan David...
"Sama-sama Kak,,kalau Kakak butuh bantuan aku siap bantuin Kakak" ucap Echa dengan senyum mengembang.
"Oh ya,,Kakak sudah sarapan belum?" tanya Echa
David menggelengkan kepala..
"Sebentar ya,,Echa buatin bubur buat Kakak" Echa beranjak dan menuju dapur.
"Aku mau mandi dulu ya Cha" seru David
Tidak lama kemudian David sudah rapi dengan setelan kantornya,terlihat gagah dan tampan.
"Lho..Kakak mau kerja?Kakak kan masih sakit" sahut Echa
"Ga kok sudah sembuh berkat kamu"
David memakan bubur buatan Echa.
"Emm..Enak!!"
"Benarkah..kalau begitu habiskan buburnya"
"Oh ya Cha,,kamu ada apa ke sini?" tanya David
"Ya ampun aku lupa,,aku di suruh Bang Angga anterin berkas ini"
"Makasih"
Tidak lama kemudian David selesai makan.
"Yu kita berangkat sekarang" ajak David
Echa dan David pun keluar apartemen dan pergi ke tempat kerja masing-masing.
*
*
*
*
*
Masih ada konflik lagi sama Dina sebelum menuju pernikahan....
Jadi tetap setia ya menunggu ceritanya....
*
*
*
*
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU💞💞💞