KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2
MENUNGGU KEAJAIBAN


__ADS_3

3 Hari sudah Echa koma,tidak ada perubahan Echa tetap memejamkan matanya enggan untuk membuka mata.


Semua orang setiap hari tidak pernah absen bergantian menjenguk dan mengajak ngobrol Echa seperti yang di sarankan oleh Dokter.


Adam selalu setia mendampingi Echa,setiap pulang Dinas Adam selalu ke Rumah Sakit Adam tidak mau melewatkan satu hari pun bersama wanita yang dia cintai.


Hari ini,,Angga sudah di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah sehat,sebelum pulang Angga menyempatkan menengok adik nya terlebih dahulu.


"Dek,,Abang pulang dulu ya...cepat bangun Abang tunggu di rumah,besok Abang kesini lagi" Angga mencium kening Echa


"Abang hati-hati,,jangan khawatirkan Echa karena kami akan selalu menjaganya" ucap Keysa


"Iya,Abang percaya sama kalian tolong jagain Ecah yah" seru Angga yang mendapat acungan jempol dari semuanya.


Angga dan Clarapun pulang...


"Dam,hari ini ada meeting penting lo harus ke kantor" ucap David


"Emangnya ga bisa apa lo aja yang wakilin?" tanya Adam


"Ga bisa Dam,,semuanya butuh persetujuan dan tanda tangan lo" sahut David


"Tapi Echa siapa yang jagain?" tanya Adam


"Echa biar kita aja yang jaga" sambung Mira


"Ya udah kalau begitu,,tapi kalau ada apa-apa cepet hubungi aku" ucap Adam


"Ok...."


Adam pun dengan berat hati meninggalkan Echa,,sebelum pergi Adam menghampiri Echa.


"Sayang,,aku ke kantor dulu ya!!aku janji ga bakalan lama setelah selesai aku langsung ke sini lagi" Adam mencium kening dan tangan Echa.


Adam dan David pun pergi.


"Dir,,kayanya kita juga harus berangkat sekarang" seru Reno


"Sayang aku berangkat Dinas dulu ya,tolong jagain Echa kalau ada apa-apa cepat hubungi Abang" ucap Dirga


"Pasti Bang..."


Dirga memeluk dan mencium kening Keysa.


"Dek,,Abang berangkat Dinas dulu ya ntar pulang Dinas Abang langsung kesini..nanti Abang bawain Ice cream makannya buruan bangun kalau tidak bangun,Ice cream nya Abang abisin lho" canda Dirga


Yang membuat semua orang yang ada di sana tersenyum miris.


Dirga mencium kening Echa lama.


"Kita berangkat dulu" seru Dirga


"Gue barangkat dulu,awas jangan kangen" goda Reno sambil mengacak-ngacak rambut Mira.


Mira yang di perlakukan seperti itu jadi malu dan senyum-senyum sendiri.


"Cieee...cieee...." ledek Keysa


"Ich apaan sich kamu Key"


Mira langsung masuk kamar mandi,,pura-puranya mau ke toilet padahal kenyataannya dia malu kalau di lihat sama Keysa karena saat ini wajahnya memerah.


Pintu ruang rawat Echa di ketuk...


Keysa membukanya,,terlihat Dimas di sana...


"Kak Dimas...."


"Key,,apa boleh aku melihat Echa?" tanya Dimas


Keysa menganggukan kepala...


"Masuk Kak..."


Saat Dimas masuk,Dimas mundur satu langkah kakinya lemas melihat wanita yang sampai saat ini sangat dia cintai terbaring lemah.


Dengan alat-alat memenuhi tubuh Echa,,wajah cantik nya terlihat pucat.


Mira keluar dari kamar mandi...


"Kak Dimas...."


"Kak,,apa kakak sibuk?" tanya keysa


"Ga Key,,2 jam lagi aku ada operasi kenapa?"

__ADS_1


"Bisakah Kakak jagain Echa sebentar,kita mau beli sarapan dulu" ucap Keysa


"Pergilah,,aku akan jagain Echa"


Keysa dan Mira pergi...


Dimas memegang tangan Echa...


"Maaf....maaf....Bangun Cha jangan seperti ini aku rela kamu marah sama aku,aku ikhlas kamu benci sama aku,tapi tolong kamu bangun aku sakit melihat kamu kaya gini"


"Sampai detik ini aku tetap mencintai kamu dan sampai kapanpun hanya kamu wanita yang aku cintai,,bangun Cha aku mohon"


Dimas mencium tangan Echa dan menitikan air mata...


Perlahan Dimas berdiri dan mencium kening Echa lama sekali bahkan air matanya pun menetes ke pipi mulus Echa.


"Aku mencintai kamu Cha,,aku sangat mencintai kamu" gumam Dimas.


Tidak terasa 1 minggu sudah,Echa koma Adam tidak pernah absen menemani Echa hingga saat ini Adam tidur di samping Echa.


Disaat Adam sedang terlelap tidur,,tangan Echa bergerak perlahan Echa mulai membuka matanya.


Echa menoleh ke semua ruangan,,di saat Echa menoleh ke samping terlihat wajah tampan yang sedang tertidur lelap wajahnya terlihat lelah.


Echa tersenyum dan tangannya mulai dia gerakan,Echa mengusap kepala Adam.


Adam yang merasa ada yang mengelus kepalanya langsung terbangun,,di lihatnya Echa sedang tersenyum kepadanya.


"Ya Alloh sayang,kamu sudah siuman bentar ya aku panggil Dokter dulu"


Adam pergi memanggil Dokter,,kemudian Dokter memeriksa Echa.


"Bagaimana Dokter?" tanya Adam


"Alhamdulillah,,pasien sudah melewati masa kritisnya dan sekarang kondisinya sudah stabil" ucap Dokter


"Alhamdulillah,,syukurlah Terima kasih Dokter"


"Sama-sama kalau begitu saya permisi dulu" Dokter pun pergi meninggalkan ruang rawat Echa.


Adam langsung menghujani Echa dengan ciuman di seluruh wajahnya.


"Terima kasih sayang sudah kembali" ucap Adam.


Echa hanya bisa tersenyum lemah...


Semuanya tampak bahagia,,di luar tampak Dimas ikut bahagia karena Echa sudah sadar krmbali.



Angga langsung memeluk adik kesayangannya itu...


"Maaf Dek,,Abang ga bisa ngelindungi kamu"


"Abang ngomong apa sich,,Abang adalah Kakak terhebat yang Echa punya"


"Jadi cuman Bang Angga doang yang hebat" ucap Dirga dengan cemberut


Echa tersenyum dan merentangkan tangannya supaya Dirga memeluknya.


Dirga langsung memeluk Echa..


"Abang juga hebat kok,,Echa beruntung memiliki 2 Abang yang hebat-hebat" Akhirnya Angga juga ikut memeluk adik-adiknya itu.


Semua tersenyum bahagia....


Semuanya berangkat ke tempat masing-masing hanya Tinggal Adam yang di sana.


"Kakak ga kerja?" tanya Echa


"Ga,,hari ini full mau nemenin prinses aku" ucap Adam dengan mengelus pipi Echa


"Terima kasih Kak,,sudah mau nungguin aku selama ini"


"Kok ngomongnya kaya gitu,,sudah seharusnya aku jagain kamu"..


Seminggu kemudian,,Echa siap-siap meninggalkan Rumah Sakit dia sudah sehat.


Di saat semuanya sedang membereskan barang-barang Echa yang mau di bawa pulang,,Adam datang dengan membawa bunga...



"Bunga cantik untuk wanita yang paling cantik" ucap Adam


"Alah lebay lo Dam" ledek Reno

__ADS_1


"Apaan sich,,sirik aja lo jadi orang" ucap Adam


Semuanya tertawa...


Adam berjalan dengan menggandeng tangan Echa..


Dimas memperhatikan dari kejauhan...


"Semoga kamu bahagia Cha" Dimas tersenyum miris.


Sementara itu di sisi lain...


"Nikmatilah kebahagian mu Cha,,sebelum kebahagiaan itu hilang" ucap Dina dengan senyum sinis.


Angga dan Clara yang memang tidak ikut menjemput Echa karena lagi-lagi Clara mabok menyambutnya dengan bahagia.


"Maaf Cha mbak ga bisa ikut jemput kamu,mbak mabok lagi" ucap Clara


"Gapapa mbak kan udah banyak pasukan tuh yang jemput" Echa tersenyum


Angga terlihat cemberut...


"Abang kenapa kok cemberut kaya gitu?" tanya Echa


"Abang lagi kesel sama Clara"


"Lho kok bisa,,jangan gitu Bang orang ngidam itu emang sudah biasa kalau banyak maunya itu juga kan kemauan anak Abang" sahut Echa


"Kalau banyak maunya sich Abang masih bisa maklumi tapi kemauannya sekarang sungguh keterlaluan" keluh Angga


"Emang mbak Clara minta apa sih Bang" sekarang giliran Dirga yang bertanya.


"Clara ga mau deket-deket sama Abang" kesal Angga


"Maksudnya?" tanya Echa


"Ga tau kenapa setiap dekat sama Mas Angga,mbak merasa mual Cha" ucap Clara menunduk.


Clara merasa bersalah tapi kalau di paksakan dia makin mual,memang ngidam anak pertamanya itu sungguh aneh.


Semua orang yang mendengarnya seketika pecah tawanya...


"Dasar kalian ya,seneng banget ngeliat gue menderita" Angga semakin kesal


"Rasain lo Bang,,belum keluar aja tuh anak ga mau deket-deket sama Bapaknya apalagi kalau sudah berojol bisa-bisa muntah ngeliat muka Bapaknya" ledek Dirga


"Sialan lo Dir,,awas lo ya!!"


Angga sudah bersiap-siap mau memukul adiknya yang nyebelin itu,,tapi Dirga keburu ngacir ke kamarnya.


Akhirnya semua orang tertawa....


*


*


*


*


*


Seru-seruan dulu ya reader setelah kemarin kita sport jantung๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Tetap setia menunggu kelanjutannya....


Salam hangat dari Adam dan Echa untuk reader-reader ku semua๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


*


*


*


*


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


__ADS_2