KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2
KCSP SEASON 2 BAHAGIA MU DERITA KU


__ADS_3

KEESOKAN HARINYA...


Sinar Mentari masuk melalui celah jendela kamar Apartemen Reno.


Terlihat dua insan yang sedang tertidur lelap,Mira mengerjapkan matanya karena merasa silau.


Mira mulai membuka matanya,dan merasakan sakit di daerah sensitifnya.Mira perlahan bangun dan memegang kepalanya yang terasa masih pusing.


Betapa terkejutnya Mira saat melihat Reno yang sedang tertidur lelap di sampingnya tanpa memakai pakaian dan Mira melihat ke arah dirinya sendiri.


Mata Mira melotot,tidak ada sehelai benang pun pakaian yang menempel di tubuhnya.Mira menyingkap selimut dan di lihatnya bercak darah di seprei itu.


"Ini tidak mungkin." gumam Mira menutup mulutnya dan air mata yang mengalir di pipinya.


Reno mulai sadar,dan samar-samar mendengar tangisan seorang wanita.


"Sayang kenapa kamu menangis." ucap Reno dengan memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Kak,apa yang sudah kita lakukan?" tanya Mira dengan deraian air mata.


Reno yang mendengar pertanyaan Mira langsung tersadar dan memperhatikan dirinya dan Mira.


"Astaga,kenapa semua ini bisa terjadi?" Reno menjambak rambutnya.


"Kamu jahat Kak,kenapa kamu melakukan semua ini." Mira menangis tersedu-sedu dengan memegang erat selimut yang menutupi tubuhnya.


Reno memeluk Mira..


"Maafin aku Mir,aku ga sadar tadi malam aku terlalu mabuk." sesal Reno


Mira terus memukul-mukul dada Reno sembari menangis.


"Kamu jahat Kak,kamu jahat." ucap Mira dengan deraian air mata.


"Maaf Mir maaf,kamu tenang ya aku akan tanggung jawab aku tidak akan meninggalkan kamu." Reno mencoba menenangkan kekasihnya itu


Mira terus menangis di pelukkan Reno...


*********


1 Minggu kemudian..


Hari ini adalah hari pernikahan David dan Adel,setelah melakukan Ijab Kabul semuanya tampak berkumpul di Kediaman Adel.


"Akhirnya kalian menikah juga." sahut Echa


"Iya Sayang,si David ga bakalan kesepian lagi." seru Adam


"Kalian rencananya mau Bulan Madu kemana?" tanya Dirga


"Kita mau Bulan Madu ke Belanda sekalian pulang kampung dulu sejenak,udah lama gue ga pulang ke Belanda." seru David


"Wuidih mantap." ucap Reno


Sementara Mira terlihat murung tidak seperti biasanya,memang sejak kejadian itu Mira selalu mengurung dirinya di kamar.


"Tinggal satu pasangan lagi nih yang belum halal." celetuk Clara


Ucapan Clara begitu menusuk di hati Mira,dan sudah merasa berdosa karena sudah melakukannya sebelum dia menikah,walaupun dia melakukannya karena akibat pengaruh alkohol.


"Maaf semuanya,aku pulang dulu ya aku mau jagain Papah di Rumah Sakit." ucap Mira


"Kok buru-buru amat sih Mir?" tanya Keysa


"Tapi nanti malam,kamu datang kan Mir ke acara Resefsi kita." sahut Adel


"Pastilah Del,aku akan datang.Kalau begitu aku pulang dulu ya." Mira pun pergi meninggalkan rumah Adel


"Gue anterin Mira dulu." Reno pun menyusul Mira


"Key,kamu ngerasa ga ada yang aneh gitu sama Mira akhir-akhir ini?" bisik Echa.


"Iya,aku juga ngerasa kaya gitu." jawab Keysa


Di dalam perjalanan,Mira terus saja melihat ke arah luar jendela tidak terasa air mata nya menetes dan Reno tahu itu.


Kemudian Reno menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang lumayan sepi.


"Sayang,please jangan seperti ini maafkan aku karena sudah membuat kamu seperti itu tapi kamu harus percaya sama aku,kalau aku akan bertanggung jawab atas semua perbuatan aku." jelas Reno dengan menggenggam tangan Mira


"Apa mungkin,kita akan bersama Kak sementara Mamih kamu tidak merestui kita." Mira kembali menangis


"Kamu tenang saja,aku akan cari tahu jalan keluarnya."


"Tapi sampai kapan Kak,bagaimana kalau aku hamil?" tangis Mira pecah seketika


Reno membawa Mira ke pelukkannya.


"Secepatnya Sayang." jawab Reno


Setelah Mira agak tenang,Reno kembali melajukan mobilnya ke Rumah Sakit tempat Papah Mira di rawat.


Sesampainya di Rumah Sakit,Mira melihat Mamah nya sedang menangis sendiri di kursi tunggu di depan ruangan inap Papahnya.


"Ya Alloh Mah,Mamah kenapa?" tanya Mira dan langsung memeluk Mamahnya.


"Papah kamu kondisinya semakin memburuk Sayang,sementara untuk biaya Rumah Sakit ini Mamah sudah tidak punya uang apalagi sekarang Papah kamu harus menjalani Operasi Jantungnya." Mamah Mira semakin histeris di pelukkan Mira.


"Berapa biayanya Tante?" tanya Reno


Mamah Mira dan Mira mendongak ke arah Reno.


"500 juta Nak." jawab Mamah Mira


"Apa." Mira sangat terkejut


"Lakukan Operasi itu Tante,biaya nya biar Reno yang tanggung." ucap Reno


Mira dan Mamah nya saling pandang.


"Tidak Nak,itu bukan jumlah yang sedikit dari mana kita akan membayarnya sementara Perusahaan Papah Mira sudah berada di ujung kebangkrutan." sahut Mamah Mira


"Tante tidak usah pikirkan itu semua,yang terpenting Om sembuh dan sehat kembali." seru Reno


"Tapi Kak.." ucapan Mira terpotong karena Reno menaruh telunjuknya di bibir Mira


"Ssssttt,sudah ga da tapi-tapian aku akan menolong Papah kamu." ucap Reno


Mira langsung memeluk Reno dan menangis di pelukkan Reno.


Mamah Mira yang melihat itu,mengusap-usap punggung Mira dan Reno.


"Terima kasih Nak Reno,semoga kalian selalu bahagia." ucap Mamah Mira tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah,Reno ke bagian Administrasi dulu untuk mengurus semuanya." ucap Reno


Reno segera menuju bagian Administrasi..


"Maaf,permisi saya mau melunasi biaya Operasi Jantung atas nama Bapak Tito Widodo." jelas Reno dengan memberikan Kartu ATM nya.


"Baik tunggu sebentar." Perawat itu tampak mengotak-ngatik komputer.


"Maaf Pak kartu ATM nya tidak bisa di gunakan." seru Perawat


"Masa sih Sus." kemudian Reno mengambil lagi kartu ATM yang lainnya dan tetap masih sama tidak bisa di gunakan.


Reno mengepalkan tangannya,rahangnya mengeras dia tahu siapa yang sudah memblokir kartu ATM nya.


Dengan perasaan marah,Reno meninggalkan Rumah Sakit dan pulang ke rumahnya malahan Reno juga tidak pamitan sama Mira dan Mamahnya.


Sesampainya di rumah,Reno masuk dan melihat Mamih dan Papihnya sedang menonton tv.


"Hai Reno." sapa Papih Reno


"Kenapa Mamih memblokir ATM Reno?" bentak Reno.


"Kamu kenapa Reno?" tanya Papihnya.


"Papih tanya saja sama Mamih,kenapa dia tega memblokir semua ATM Reno." teriak Reno


"Sabar Reno,dia itu Mamih kamu ga pantes bicara teriak-teriak di depan Orang Tua." sahut Papih Reno


"Mamih benar-benar keterlaluan." bentak Reno


"Mamih akan mengurus seluruh biaya orang itu,Mamih akan mengembalikan Perusahaan orang itu seperti semula,dan Mamih akan mengebalikan ATM kamu tapi dengan satu syarat,tinggalkan wanita itu." ucap Mamih Reno dengan santainya.


Reno tidak menjawab,dan ingin pergi meninggalkan rumah.


"Pikirkan baik-baik,nasib wanita itu ada di tangan kamu kalau kamu mau dia bahagia turuti keinginan Mamih kalau kamu ingin membuat dia menderita,silahkan keluar sekarang juga dari rumah ini tapi jangan harap kamu akan melihat wanita itu lagi." ancam Mamih Reno yang seketika membuat Reno membeku di tempat.


Cukup lama Reno berdiri,dan dengan perasaan hancur Reno berbalik dan pergi ke kamarnya.


Mamih Reno tampak tersenyum dan dia segera menelpon seseorang.


"Keterlaluan kamu Mih,kasihan Reno." bentak Papih Reno


"Papih jangan ikut campur urusan Mamih." Mamih Reno beranjak dan meninggalkan suaminya yang terlihat kesal.


Di kamar Reno,Reno ambruk di lantai di balik pintu dia menangis.


Meskipun dia seorang laki-laki dan Polisi,bukan berarti dia tidak boleh menangis Polisi juga punya hati dan perasaan.


"Maafkan aku Mir,maaf..maaf." Reno menjambak rambutnya sendiri,dan melempar semua barang-barang yang ada di kamarnya.


Reno memukul cermin yang ada di kamarnya dengan tangannya hingga hancur berantakan,tangannya pun terluka darah mulai menetes dari tangannya.


Sementara itu,di Rumah Sakit Papah Mira di bawa ke ruangan Operasi untuk menjalani Operasinya.


"Kak Reno kemana,kok ga balik lagi." batin Mira


Kemudian Mira menghubungi Ponsel Reno tapi tidak di angkat-angkat.


Dengan keadaan kacau dan darah yang terus menetes,Reno melihat siapa yang menelponnya tertera nama sang kekasih di sana.


Reno hanya melihat nanar ke arah Ponselnya tanpa berniat untuk mengangkatnya,dia bingung harus ngomong apa lagi kepada Mira.


Setelah panggilan berhenti,tiba-tiba ada notif pesan yang masuk dan itu dari Mira.


Perlahan Reno melihatnya dengan tangan yang penuh darah.


Begitulah isi pesan dari Mira,Reno menggenggam erat Ponselnya dan menangis sampai pundaknya pun bergetar.


"Ih,Kak Reno kenapa sih aneh banget pesannya di baca tapi telpon aku ga di angkat-angkat." Mira tampak kesal


Malam pun tiba...


"Mih,Reno kenapa ga turun-turun dari tadi?" tanya Papih Reno


"Sudah biarkan saja." jawab Mamih Reno


Selesai makan malam,karena khawatir Papih Reno menghampiri Reno ke kamarnya.


"Ren..Reno,ayo makan dulu." seru Papih Reno


Tidak ada jawaban dari dalam,hingga beberapa kali Papih Reno menggedor-gedor kamar anaknya itu tetap tidak ada jawaban.


"Ada apa sih Pih?" tanya Mamih Reno.


"Papih khawatir dengan Reno,tidak ada suara dari dalam."


Kemudian Papih Reno mencoba mendobrak pintu kamar Reno,sekian lama mendobrak akhirnya berhasil juga.


Betapa terkejutnya Papih dan Mamih Reno yang melihat kamarnya berantakan,sementara Reno terbaring lemah di lantai dengan luka di tangannya.


"Astagfirullahhaladzim Reno." teriak Papih Reno.


Mamih Reno menutup mulutnya,tak percaya kalau Reno akan melakukan hal bodoh seperti ini.


"Pengawal,cepat panggil Dokter ke sini." teriak Papih Reno dan membawanya berbaring di tempat tidur.


Setelah sekian lama menunggu,akhirnya Dokter pun tiba dan segera memeriksa Reno.


"Bagaimana Dokter keadaan Reno?" tanya Mamih Reno


"Tuan Reno mengalami stres berat,tapi tidak apa-apa semuanya baik-baik saja karena saya sudah memberikan obat biarkan dia istirahat,kalau begitu saya pamit." ucap Dokter


"Terima kasih Dokter." ucap Mamih Reno


Sepeninggalnya Dokter...


"Ini semua gara-gara kamu Mih,lihat betapa menderitanya hidup Reno selama ini,puas sekarang kamu Mih." bentak Papih Reno dan meninggalkan kamar Reno


Mamih Reno,menatap Reno yang sedang terbaring lemah senga infus di tangannya.


Sementara itu,Mira sudah berdandan cantik bersiap untuk menghadiri acara Resefsi pernikahan Adel dan David.


"Kok,Kak Reno ga ngehubungi aku sih." gumam Mira


Mira mencoba menghubungi kembali Ponsel Reno.


Mamih Reno melihat Ponsel Reno berbunyi di lihatnya Mira yang tertera di layar Ponsel tersebut.


"Kak,kok baru di angkat sih telpon aku gimana mau jemput aku ga?" Mira langsung berbicara tanpa mengetahui siapa yang mengangkatnya.


"Jangan hubungi Reno lagi." ucap Mamih Reno


Mira terkejut yang ngangkat adalah Mamihnya.

__ADS_1


"Kamu benar-benar wanita yang tidak gampang menyerah ya,saya kan sudah peringatkan kamu jangan deketin Reno lagi,apa kurang puas Perusahaan Papah kamu hancur?apa kamu butuh hal yang lebih besar lagi supaya kamu mau menjauhi Reno,dengan hitungan menit saya bisa menjadi Malaikat Pencabut Nyawa buat Papah kamu,apa kamu menginginkan seperti itu?saya peringatkan sekali lagi jauhi Reno kalau tidak kamu akan tahu akibatnya." seru Mamih Reno dan langsung menutup Ponselnya.


Mira menjatuhkan Ponselnya dan menangis,sekian lama Mira menangis Ponselnya berbunyi dan tertera nama Echa di sana.


Mira menghapus air matanya dan menormalkan suaranya jangan sampai Echa tahu kalau dia habis menangis.


"Hallo Cha."


"................."


"Iya,sebentar lagi aku ke sana." Mira menutup Ponselnya dan merapihkan dandanannya.


Di sebuah Hotel Mewah,David dan Adel menjadi Ratu dan Raja sehari.Mereka sangat serasi dan terpancar rona bahagia di wajah keduanya.



Echa dan Baby Kinan meskipun penampilannya sederhana tapi tidak melunturkan kecantikan Echa.


Begitu juga dengan Baby Kinan yang tampak menggemaskan.


Semua terlihat bahagia,tidak lama kemudian Mira pun datang.


"Maaf aku terlambat." sesal Mira


"Reno mana Mir?" tanya Adam


"Oh...ehmm Kak Reno ga enak badan jadi maaf ga bisa datang." dusta Mira


Echa yang melihat raut wajah sahabatnya itu merasa curiga.


"Cha,nyanyi dong." pinta David


"Nyanyi...ga ah malu,suara aku jelek." tolak Echa


"Ayolah masa ga ngabulin permintaan pengantin sih." sahut David


Semuanya bersorak-sorai menginginkan Echa nyanyi,dan dengan terpaksa Echa pun akhirnya naik ke atas panggung di temani Keysa yang memainkan Piano.


πŸ–€***BINTANG DI HATIπŸ–€


MELLY GOESLAW


Sekejap aku melamunkan


Resah menyibukan hari ini


Tak pernah ku meminta di hadirkan


Ke dunia ini


Andai,semua yang ku cintai


Tak lagi ada di hidupku ini


Bisakah ku menawar pada Tuhan


Aku saja yang pergi


Andaiku jadi Bintang


Bintang hatimu


Andai aku jadi awan


Kau Pelangiku


Meramaikan dunia


Cinta sahabat


Mewarnai hidupku


Sahabat yang sejati


Itulah kita


Biarkan ku menari


Di derasnya hujan


Tak ku rela kau terluka


Biarlah aku


Menggantikan sulitmu


Duhai semua yang terkasih


Terima kasih atas semua cinta


Membuat aku jadi merasa


Hidupku ada gunanya***


Echa merentangkan tangannya dan di sambut dengan pelukkan dari Keysa,Echa dan Keysa melihat ke arah Mira dan menganggukkan kepala,Mira yang mengerti naik ke atas panggung dan ikut memeluk kedua sahabatnya itu.


Semua orang bertepuk tangan dan bersorak-sorai,Echa,Keysa,dan Mira menitikkan air mata.


"Kita selamanya akan menjadi sahabat,dan di dalam sahabat tidak ada yang di sembunyikan." ucap Echa


"Kita akan tetap seperti ini sampai kapanpun." sambung Keysa


"Bahagia mu bahagia ku dan derita mu adalah derita ku." sahut Mira


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


Terima kasih yang masih setia dengan karya-karya AuthorπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_2