
Tidak lama kemudian Echa mulai membuka matanya,,setelah sadar Echa melihat dirinya sudah duduk di kursi dengan keadaan terikat.
Tidak ada siapa-siapa di sana,,Echa hanya sendirian.
"Dimana ini?" gumam Echa.
"Abang tolongin Echa,,Echa takut"
Terdengar suara langkah kaki mendekat,,Echa begitu ketakutan matanya sudah mulai berkaca-kaca.
Sementara itu...
"Ya ampun gini nih kalau nganterin makan siang buat pacar,lama banget" gerutu Mira
"Maklum lah Mir,,lagi anget-angetnya" ucap Keysa tertawa.
Tiba-tiba ponsel Keysa berbunyi,,Keysa mengerutkan keningnya saat tau siapa yang menelpon.
"Hallo Kak Adam ada apa?" tanya Keysa
"Aku mau ngomong dong bentar sama Echa,,soalnya aku telponin dari tadi ga di angkat-angkat" sahut Adam
"Hah..Echa belum balik lagi ke sini Kak"
"Apa....dia udah pulang dari sini satu jam yang lalu" sahut Adam
"Ya udah Kak,,aku telpon mbak Clara dulu kali aja Echa pulang ke rumahnya"
Keysa menutup telponnya.
"Ada apa Key?" tanya Mira
"Katanya ponsel Echa ga di angkat-angkat,Echa udah balik dari kantor Kak Adam dari satu jam yang lalu" ucap Keysa
"Kemana dia,tumben" gumam Mira
Keysa menelpon Clara.
"Hallo mbak,,apa Echa ada di rumah?"
"........."
"Oh ya sudah terima kasih ya mbak"
"Gimana?" tanya Mira
"Echa ga da di rumah" sahut Keysa
"Kemana dia,,kok perasaan aku jadi ga enak gini ya" ucap Mira.
Lalu Keysa mengirim pesan kepada Adam kalau Echa ga da di rumah.
Adam melihat ponselnya...
"Echa kemana?Kok perasaan gue jadi ga enak gini ya" gumam Adam.
Di sebuah gudang tua,,Echa menangis sendirian...tiba-tiba pintunya terbuka munculah pria setengah baya dengan tersenyum ke arah Echa.
"Apakabar Resya Puteri Bagaskara" ucap pria itu.
"Si..siapa kamu?" tanya Echa terbata-bata
Pria itu tertawa terbahak-bahak...
"Kamu memang tidak mengenal saya tapi Kakak kamu pasti mengenal saya" ucap pria itu.
"Apa yang kamu mau?kenapa kamu menculik aku?" bentak Echa dengan deraian air mata.
Tiba-tiba pria itu menampar Echa dengan kerasnya darah seketika mengalir dari sudut bibir Echa.
Echa menangis menahan sakit yang dia rasakan.
"Foto dia dan kirimkan fotonya kepada Kakaknya" ujar pria itu.
"Baik bos" sahut anak buahnya.
Sementara itu di kediaman Bagaskara semuanya sedang berkumpul kecuali Angga dia masih di kantor.
"Ini sudah sore,kemana Echa?" ucap Dirga khawatir.
"Ponselnya aktif,cuman tidak di jawab-jawab" sahut Keysa.
David baru keluar dari kantor...
Saat David melintas di jalanan sepi.
"Bukannya itu mobilnya Echa" gumam David
David turun dari mobil dan melihat ke dalam mobil Echa.
"Lho,,Echanya kemana?barang-barangnya ada di dalam..pasti ada yang ga beres nih"
Lalu David menelpon Adam..
__ADS_1
"Ada apa Vid?"
"........"
"Apa....ok gue segera ke sana!!"
"Kenapa Dam?" tanya Dirga
"David menemukan mobil Echa di pinggir jalan tapi Echa nya ga da"
"Sial,,pasti sudah terjadi sesuatu sama Echa" geram Dirga
"Ayo kita ke sana" ajak Adam
"Kamu sama Mira tetap di sini jagain mbak Clara" sahut Dirga
Keysa dan Mira mengangguk,,sementara Clara mondar-mandir khawatir sama Echa.
Di perusahaan,,Angga sedang berkutat dengan pekerjaannya...
Tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk.
Angga membukanya,,dan betapa terkejutnya Angga melihat Foto Echa yang terikat di kursi dengan darah yang mengalir di bibirnya dan seseorang sedang menjambaknya.
"Brengsek,,siapa yang berani main-main sama gue" teriak Angga
"Rey......" teriak Angga yang menggema di seluruh ruangan.
Rey yang mendengar teriakan Bos nya langsung masuk ke ruangan Angga.
"Ada apa Pak?" ucap Rey gemetar
"Kerahkan semua orang buat cari Echa,,Echa di culik" teriak Angga
"Baik Pak"
Angga langsung berlari dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Angga menelepon Dirga...
"Cepat pulang,,Abang tunggu di rumah" Angga emosi
"Kenapa Dir?" tanya Reno
"Abang,,nyuruh cepat pulang kayanya Abang lagi marah besar"
Mereka langsung bergegas kembali ke rumah...
"Ada apa ini Bang" tanya Dirga
Angga mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto yang di kirim seseorang.
Seketika amarah Dirga memuncak,,begitu juga dengan Adam.
"Brengsek,,siapa yang berani nyulik Echa?awas kalian gue bakalan bunuh kalian semua" teriak Dirga.
"Sabar Dir,,kira-kira siapa Bang?" tanya Reno
"Abang sudah memprediksikan semuanya,,saat Abang memutuskan kerja sama dengan perusahaan Pak Rifky dan Pak subrata pasti bakalan ada masalah tapi Abang ga nyangka kalau Echa yang bakalan menjadi korbannya" ucap Angga penuh amarah
"Kurang ajar kalian.." sahut Dirga dan pergi meninggalkan rumah
"Tunggu Dir,lo mau kemana jangan gegabah kita belum punya bukti" sahut Adam
"Iya sabar Dir,,gue barusan sudah nyuruh orang-orang gue buat nyari princes" ucap Reno.
"Aaaarrrgghh....brengsek kalian,,gue ga bakalan ngebiarin satu orangpun lolos" teriak Dirga frustasi.
Mereka pun kembali ke dalam rumah.
Keysa menenangkan Dirga,,Clara pun sama menenangkan Angga...
Sementara Mira,Reno,dan Adam hanya bisa diam.
"Gimana ini Bang,,belum ada kabar sama sekali" ucap Dirga khawatir
"Tenang Dir,,orang-orang suruhan Abang pasti menemukan tempat persembunyian mereka" sahug Angga.
"Gue khawatir banget Bang sama Echa,,pasti dia ketakutan Echa itu paling takut sama gelap" Dirga menjambak rambutnya frustasi.
Adam yang dari tadi menahan emosi,,sudah tidak bisa di bendung lagi akhirnya dia berdiri dan pergi.
"Mau kemana lo Dam?" tanya Reno
"Gue mau ke suatu tempat dulu"
"Lo jangan macam-macam Dam!!" sahut Reno
"Lo tenang aja gue ga bakalan macam-macam" Adam langsung pergi
Tujuan Adam saat ini adalah rumah Dimas,,Adam ingin bicara dengan Dina...Adam tidak tahu kalau Dina sudah bercerai.
Adam sampai di rumah Dimas dengan terburu-buru Adam memencet bel berulang kali.
__ADS_1
Dimas membuka pintu dan tampak mengerutkan keningnya.
"Ada apa lo malam-malam kesini?" tanya Dimas
"Gue mau ketemu sama Dina" jawab Adam
"Dia sudah tidak tinggal disini,,kita sudah bercerai" ucap Dimas
"Apa....!! Gue mau tanya,apakah keluarga lo terlibat dalam penculikan Echa?" tanya Adam tajam
"Apa....Echa di culik,,lo jangan asal nuduh orang tua gue ga mungkin ngelakuin hal sekeji itu" ucap Dimas.
"Baik,,kalau gitu gue pamit tapi gue bakalan terus ngawasin kalian" ucap Adam dan langsung pergi.
Adam sekarang menuju ke rumah Dina.
Adam menekan pintu rumah Dina dan tidak lama kemudian Dina keluar membukakan pintu.
Saat pintu terbuka,Adam langsung menarik Dina keluar Adam mencengkram wajah Dina penuh emosi.
"Katakan dimana Echa?" bentak Adam
"Ma..maksud Kakak apa?" tanya Dina terbata-bata menahan sakit
"Echa di culik,,itu pasti kerjaan kamu kan?" bentak Adam
"Sa..sakit Kak,,aku ga tau dimana Echa!!"
"Bohong,,kamu jangan pura-pura Dina di sini orang yang membenci Echa itu kamu..pasti kamu kan yang sudah merencanakan semua ini" Adam melepaskan cengkramannya.
"Sumpah Kak,,aku emang benci sama Echa tapi aku ga nyulik dia" kata Dina
"orang tua mu kemana?"
"Papah sedang ke luar kota kalau mamah ada di rumah" jawab Dina
"Awas kamu Dina kalau kamu bohong,aku tidak akan melepaskanmu"
"Sumpah Kak aku ga tau apa-apa" sahut Dina
Adam langsung pergi meninggalkan Dina..
"Jadi Echa di culik,,,syukurin kamu Cha mudah-mudahan kamu ga pernah kembali lagi" gumam Dina tersenyum
"Kalau bukan Dina yang ngelakuin semua ini,,terus siapa??" batin Adam
Adam kembali ke rumah Echa untuk menunggu kabar.
"Dari mana lo Dam?" tanya Dirga
"Gue cuma nyari angin" Adam terpaksa berbohong.
Keysa,Mira,dan Clara sudah pada tidur,,Keysa dan Mira tidur di kamar Echa.
Sementara para lelaki masih terjaga menunggu kabar.
Tepat pukul 2 dini hari,,orang suruhan Angga memberi kabar kalau mereka sudah menemukan tempat penyekapan Echa.
Mereka sudah berjaga di tempat tersebut termasuk orang suruhan Reno pun sudah berada di sana.
"Mereka sudah menemukan tempat penyekapan Echa" sahut Angga
"Bagus kita bergerak sekarang" jawab Dirga
"Tunggu dulu,,kita harus atur strategi kita tidak tau musuh kita seperti apa" kata Reno
Mereka berempatpun berembuk cara yang akan mereka lakukan.
*
*
*
*
*
Hayo lho jawaban reader salah,,bukan Dina yang melakukannya..terus siapa dong??🤔🤔
Penasaran kan,,tungguin kelanjutannya yaðŸ¤ðŸ¤
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU💞💞💞
__ADS_1