
Tidak terasa waktu sudah sore...
Ponsel Echa berbunyi...
"Hallo Kak?" sapa Echa
"Kamu dimana sayang?" tanya Adam
"Aku lagi di taman Kak,,sekarang aku pulang"
"Tunggu,,aku jemput kamu kata Bang Angga kamu ga bawa mobil"
"Ok..." jawab Echa singkat
Setengah jam kemudian Adam datang..
"Sayang..." kata Adam memeluk Echa.
"Dasar nakal,,udah tau masih sakit malah keluyuran" ucap Adam sambil mencubit hidung Echa.
"Tadi aku ikut Abang Angga ke Rumah Sakit tapi aku merasa bosan jadi aku kesini" ucap Echa dengan manja yang membuat Adam gemas.
"Dasar,,ayo kita pulang semuanya sudah menunggu di rumah" ajak Adam
Adam dan Echa pun kembali ke rumah,,di dalam rumah suasana sangat ramai ada Keysa,Mira,Dirga,Reno,dan juga David.
"Ya ampun Dek,kamu dari mana aja sich?" Angga terlihat khawatir..
"Echa cuman pergi ke taman Bang,,owh ya gimana hasilnya mbak?" tanya Echa
"Alhamdulillah positif baru 2 minggu" ucap Clara bahagia.
"Alhamdulillah selamat ya mbak,Bang" Echa memeluk Clara.
"Ya ampun..ya ampun..sebentar lagi kita bakalan jadi Aunty" Mira tampak heboh.
"Huuh,,jadi ga sabar" sambung Keysa.
"Pokoknya kamu ga boleh kerja lagi,,inget kata Dokter kamu ga boleh cape" kata Angga dengan tegas.
"Tapi mas,,aku ga bakalan cape kok aku masih pengen kerja" rengek Clara
"Sekali tidak tetap tidak" ucap Angga
"Udahlah Mbak ikutin aja,,Bang Angga tidak akan bisa di bantah" ucap Dirga
Clara menghembuskan napasnya dengan berat...
Di saat semua orang sedang asyik bermimpi Clara bangun..
"Mas bangun mas.." Clara menggoyangkan tubuh Angga.
"Hmmmm...ada apa sayang?" Angga tetap memejamkan matanya.
"Mas aku pengen martabak" rengek Clara
Angga menganbil jam yang ada di nakas..
"Ya ampun sayang ini sudah jam 1 pagi lho" Angga terduduk tapi matanya tetap terpejam.
"Ayo dong Mas,,aku pengen banget martabak"
Angga mengambil ponselnya,,tapi di tahan oleh Clara..
"Mas mau nelpon siapa?" tanya Clara
"Telpon Rey,,suruh dia nyari martabak atau ga pesen gofood aja"
"Aku ga mau,,aku mau nya kamu yang beli langsung" rengek Clara.
"Astaga sayang..." Angga mengusap wajahnya kasar dan langsung mengambil kunci mobilnya.
"Ati-ati sayang" teriak Clara
Angga mendelikan matanya,,sungguh keterlaluan istrinya itu kalau bukan karena istrinya sedang hamil Angga tidak mau menurutinya.
Seorang Angga Putra Bagaskara yang Dingin,tegas,terkenal tidak bisa di bantah dan tinggal menjentikan jari kalau ada kemauan
Sekarang dengan berat hati harus kalah dengan yang namanya perempuan,,perempuan yang sekarang sedang mengandung anaknya.
Setelah 1 jam berkeliling akhirnya Angga mendapatkan martabak keinginan sang istri..Angga sampai di rumah jam 2 pagi.
"Sayang,,ini martabaknya" ucap Angga
Tapi sayang seribu sayang,,karena lama menunggu Clara sudah tidur nyenyak..
"Sayang,,ayo bangun katanya mau martabak" Angga menggoyangkan tubuh Clara lembut.
"Kamu sich kelamaan mas,,aku ngantuk kamu aja yang makan martabaknya"
__ADS_1
"Lho..kan kamu yang minta aku mah ga mau"
"Ya udah simpen aja,,aku dah ga mau makan martabak" ucap Clara dan tidur kembali.
Angga mengcak-ngacak rambutnya...
Dengan rasa kesal yang melanda,,,Angga akhirnya tertidur di samping Clara.
Pagi-pagi...
"Ya ampun laper banget" gumam Clara
Echa turun dari tangga dengan setelan jogging,,dia berencana mau jogging.
"Kebetulan banget Cha,,mbak laper pengen makan nasi goreng" ucap Clara
"Ya udah,,aku panggilin Bi inah dulu ya"
"Jangan Cha,,mbak pengen kamu yang masak nasi gorengnya"
"Tapi Echa mau jogging mbak"
"Please demi calon keponakan kamu" rengek Clara
Echa menghembuskan napasnya berat.
"Ok dech,,aku buatin nasi goreng demi calon keponakanku" ucap Echa menuju ke dapur
Setelah selesai,,Echa menyiapkan nasi goreng..
"Ini mbak nasi gorengnya"
Tiba-tiba Clara merasa mual,,dan langsung lari ke kamar mandi.
"Lho mbak kenapa?" tanya Echa
"Nasi gorengnya bau bawang Cha,,sana jauhin dari mbak..mbak ga kuat" jawab Clara
"Kayanya mbak pengen makan lontong sayur aja dech,,tolong beliin ya Cha yang di ujung jalan sana"
"Ok mbak"..
Dengan langkah gontai Echa pergi membeli lontong sayur perintah kakak iparnya.
Tidak lama kemudian...
"Ini mbak lontong sayurnya" Echa menyiapkannya ke dalam piring.
"Tunggu Cha,,ini kok ga da satenya" keluh Clara.
Echa mulai emosi,,tapi dia tahan.
"Sate apa mbak?"
"Ini lho,,mbak pengen makan lontongnya pake sate"
"Ya ampun mbak,,mana ada pagi-pagi gini tukang sate adanya ntar sore"
"Pokoknya ga mau tau mbak pengen makan lontongnya sama sate kalau ga mbak ga mau makan" ancam Clara sambil manyun
"Astagfirullahaladzim...sabar..sabar" Echa mengelus-elus dadanya.
"Ya udah,,aku bangunin dulu Bang Dirga ya suruh anterin nyari sate" kata Echa
"Ya udah sana jangan lama-lama"
Echa menuju kamar Dirga...
"Bang bangub Bang..." Echa menggoyangkan badan Dirga.
"Ada apa sich Dek,,Abang masih ngantuk"
"Ayo dong Bang bangun,,temenin Echa nyari sate"
"Ya ampun Dek,,pagi-pagi mana ada tukang sate"
"Ya justru itu,,mbak Clara aneh-aneh dech ngidamnya"
"Emangnya Bang Angga kemana?"
"Ga tau masih tidur kali"
"Echa...Dirga...cepetan dong mbak pengen banget sate" teriak Clara
"Tuh kan Bang,,mbak Clara udah teriak-teriak tuh..buruan bangun"
"Iya...iya bawel"
"Ga usah mandi lama" teriak Echa.
__ADS_1
Echa dan Dirga sudah keliling tapi tidak menemukan penjual sate,,merekapun sudah minta bantuan sama temen-temennya ga da yang menemukan tukang sate.
"Kita udah keliling-keliling dari tadi ga da tukang sate Dek" keluh Dirga
"Ya udah kita pulang aja dech,,kita bujuk aja mbak Claranya"
Sampai di rumah,,Clara sedang minum juice sambil nonton tv..
"Mbak maaf,,kita udah keliling-keliling tapi ga da tukang sate pagi-pagi permintaannya di cancel dulu mbak jangan marah" ucap Echa dengan hati-hati takut Clara marah.
"Udah gapapa,,lagipula mbak udah ga mau sate minum juice lebih seger kalau pagi-pagi,,ya udah ya mbak mau mandi dulu" ucap Clara santai tanpa rasa bersalah.
Echa dan Dirga melongo saling pandang,,hingga akhirnya menjatuhkan diri mereka masing-masing ke sofa.
"Sumpah Dek,,boleh ga Abang teriak" ucap Dirga frustasi.
"Sama Bang Echa juga pengen teriak" ucap Echa.
Tiba-tiba Angga turun dari tangga sudah seger karena Angga sudah mandi.
"Kalian kenapa pagi-pagi dah lemes kaya gitu?" tanya Angga
"Ini ulah istri Abang,,pagi-pagi permintaannya udah aneh-aneh" ucap Dirga dengan nada kesal.
"Tuh di meja makan ada nasi goreng dan lontong,,pilih mana yang mau Abang makan" ucap Echa dengan ketus
"Banyak amat Dek"
"Itu permintaan istri Abang,,semuanya ga da yang di makan" sahut Echa
"Ya ampun Bang,,kok calon anak lo nyebelin kaya lo Bang" ucap Dirga
"Jangan ngomong kaya gitu,,gitu-gitu juga keponakan kalian"
Tiba-tiba Clara muncul...
"Kok tiba-tiba aku pengen asinan bogor deh"
Ketiga kakak beradik itu saling pandang.
"Ya ampun Echa lupa hari ini harus ke restoran ada yang harus di cek,,Echa mau mandi dulu ya" Echa langsung ngacir takut dia yang di suruh nyari.
"Astaga gue ada janji sama Adam dan Reno,pasti mereka sedang nungguin gue Bang..Gue siap-siap dulu ya Bang" Dirga pun mencari alasan langsung ngacir.
"****** lo Bang" batin Dirga sambil tertawa
Angga melongo,,sudah di pastikan apa yang akan terjadi pada akhirnya.
"Mas..." panggil Clara
"Iya sayang" sahut Angga dengan senyum terpaksa
"Mau ya beliin asinan bogor" rengek Clara
Angga mengangguk pelan,,dan mengusap-ngusap kepala Clara yang sedang bergelayut manja di pundaknya.
"Mati gue,,jadi gue harus ke bogor nih" batin Angga
"Nasib....nasib..."
*
*
*
*
*
Ya ampun Clara ngidamnya gitu amat🤦♀🤦♀jangankan Angga,Dirga,dan Echa..Author pun sampai ikutan bingung🤣🤣
Ya sudahlah ya,,Sabar Bang Angga Semangat terus demi Angga ukuran sachet😂😂
Jangan lupa
like
vote n
komen
*
*
*
*
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU💞💞💞