
Reno cepat-cepat meninggalkan Restoran itu dan segera masuk ke dalam mobilnya.Sementara itu,Amanda terlihat menangis meratapi nasibnya.
"Andai saja aku muncul dari dulu,mungkin aku sudah bisa bersama lagi dengan Reno,aku sangat merindukanmu Reno," gumam Amanda.
Reno menghentikan mobilnya di pinggir jalan,tatapannya menerawang jauh entah kemana.
"Bertahun-tahun aku menunggu kehadiranmu,percuma sekarang kamu muncul karena semua rasa itu sudah hilang,bersama dengan hilangnya dirimu yang entah kemana," batin Reno.
Reno kembali mengingat Mira,wanita yang saat ini menjadi pemilik hatinya.Reno dengan cepat menghubungi Mira dan menumpahkan semua rasa rindu dan cinta.
Di kediaman Bagaskara..
Seperti biasa,Keysa selalu membantu suaminya merapikan pakaiannya.
"Sayang,bagaimana kalau kita bulan madu?" tanya Dirga.
"Bulan madu!" Keysa terlihat mengerutkan keningnya.
"Iya,bulan madu kali aja dengan kita bulan madu dan refresing akan cepat tumbuh janin di rahim kamu," ucap Dirga.
Keysa tersenyum dan memeluk suaminya itu.
"Kita berdua terlalu sibuk,ga ada waktu berduaan," ucap Dirga dengan mengelus kepala Keysa.
"Terserah kamu saja Bang,aku mah ikut aja" jawab Keysa.
"Ya sudah,biar aku yang urus semuanya kamu diam saja," sahut Dirga.
Mereka berdua pun turun ke bawah untuk sarapan bersama Angga dan Clara.
"Lho Mbak kok mukanya pucat banget,Mbak sakit ya?" tanya Keysa.
"Iya Key,Mbak agak pusing" seru Clara.
"Kita ke Rumah Sakit ya Sayang," seru Angga.
"Gapapa Mas,aku cuma pusing dikit kok ntar juga sembuh.Mas ga usah khawatir,Mas kerja aja" sahut Clara.
"Tapi kamu pucat banget lho Sayang," Angga terlihat sangat khawatir.
"Sudah gapapa Mas,Mas kerja aja" Clara mencoba menenangkan suaminya itu.
"Mbak,kalau gitu biar Daffin aku bawa ke Restoran ya ntar aku juga telpon Echa buat ke Restoran biar Daffin ada temannya," ucap Keysa.
"Emang ga ngerepotin kamu Key?" tanya Clara lemah.
"Ga lah Mbak,justru aku senang kok lagipula Daffin kan anaknya anteng jadi ga usah khawatir juga," sahut Keysa.
"Benar Mbak,Daffin ikut Keysa aja biar Mbak bisa istirahat dengan tenang," sambung Dirga.
"Ya sudah kalau begitu,terima kasih ya Key!" ucap Clara.
"Sama-sama Mbak," jawab Keysa.
Keysa pun pergi ke Restoran membawa Daffin dan di antar oleh Dirga.
"Mas,hari ini aku bawa Kinan ke Restoran ya," seru Echa.
"Entar pulangnya Mas jemput," sahut Adam.
Di Restoran,Echa langsung menuju lantai 2 ternyata Daffin sedang bermain di temani Keysa.
"Hallo Boy!!" sapa Echa.
Daffin tampak senang dan terus berceloteh begitu pun dengan Kinan.
"Mbak Clara sakit apa?" tanya Echa.
"Ga tau,katanya cuma pusing tapi wajahnya pucat banget.Bang Angga mau bawa ke Rumah Sakit,Mbak Claranya ga mau" jelas Keysa.
Saat Keysa dan Echa sedang berbincang-bincang.
Ceklek....
"Hallo semuanya!!" teriak Mira.
"Hallo Aunty,jangan teriak-teriak kan Daffin sama Kinan kaget," ucap Echa.
"Maaf..maaf," Mira terlihat cengengesan.
Mira menghampiri Daffin dan Kinan yang sedang bermain.
"Hallo Boy..hallo girl..Aunty kangen banget sama kalian," Mira menciumi seluruh wajah Kinan dan Daffin bergantian.
"Tumben,Ibu Direktur mampir ke Restoran?" tanya Keysa.
"Aku kangen sama kalian," Mira memeluk Echa dan Keysa bergantian.
"Iya,kita jadi jarang kumpul.Kamu sibuk banget akhir-akhir ini," seru Echa.
"Jangan terlalu sibuk,jaga kondisi bentar lagi Nikah kan ga lucu di hari pernikahan,pengantin wanitanya sakit" sahut Keysa.
"Kalian tenang aja,nanti kalau sudah mendekati hari H baru aku istirahat,makannya sekarang aku kejar target dulu biar pas aku tinggalin nanti ga ada pekerjaan yang terbengkalai," jelas Mira.
"Ok deh Bu Bos," ucap Keysa.
"Oh ya,kapan Kak Reno pulang?" tanya Echa.
"Rencananya sih besok," jawab Mira
Sementara itu di sebuah Rumah Sakit,Clara terlihat sedang konsultasi dengan seorang Dokter.Dokter tersebut terlihat sudah sangat akrab dengan Clara.
"Dokter,sekarang saya jadi sering sakit kepala
__ADS_1
dan sering mual juga," ucap Clara.
"Clara,kan saya sudah bilang kamu harus menjalani Kemoterapi setidaknya bisa menghambat pertumbuhan sel Kanker kamu," seru Dokter.
"Tapi Dok,saya tidak mau" tolak Clara.
"Clara,makin hari kondisi kamu akan terus melemah malah akan semakin parah.Kamu akan sering mengalami sakit kepala,mual,pergerakan kamu akan terhambat,penglihatan kamu akan mulai kabur,konsentrasi kamu menurun.Ayolah Clara kamu jangan keras kepala" jelas Dokter.
Masih banyak penjelasan Dokter,Clara hanya bisa mendengarkannya dengan menitikkan air mata.
"Kamu harus cepat kasih tahu suami kamu sebelum semuanya terlambat," seru Dokter.
"Saya belum siap Dokter,saya tidak punya cukup nyali untuk mengatakan yang sebenarnya," ucap Clara.
"Tapi kamu harus mengatakannya,kondisi kamu makin lama makin mengkhawatirkan kamu harus cepat-cepat menjalani Kemoterapi," seru Dokter.
"Dokter,meskipun saya menjalani Kemoterapi itu tetap tidak akan membuat saya sembuh dan pada akhirnya saya akan tetap meninggal,iya kan Dok!!" ucap Clara.
Dokter hanya bisa diam dan tidak bisa menjawab.Memang benar ucapan Clara meskipun Clara menjalani Kemoterapi yang sangat menyakitkan tetap saja dia tidak akan sembuh,kematian akan tetap menghampiri Clara.
Clara memang di vonis menderita Kanker Otak.Di saat Clara menikah dengan Angga,Kanker Otak Clara masih stadium awal dan Angga sama sekali tidak mengetahui kalau Clara mengidap Kanker.
Clara sering mengalami pusing dan mual,dan itu hanya bersifat sementara beberapa jam kemudian sembuh.Tapi akhir-akhir ini,Clara sering merasa pusing yang sangat luar biasa,mual dan muntah,bahkan penglihatannya pun sering kabur.
Pernah suatu ketika,saat Clara ingin menggendong Daffin tangannya tidak bisa di gerakan sebelah dan konsentrasinya pun makin menurun.
Clara pun keluar dari Rumah Sakit,di dalam mobil Clara hanya bisa menangis,Dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi suami dan semuanya kalau mengetahui dirinya mengidap Kanker Otak.
Clara tidak pulang ke rumah,justru dia pergi ke Restoran untuk menjemput Daffin.
Sesampainya di Restoran,ternyata Daffin dan Kinan sedang tertidur karena cape seharian sudah bermain.
"Mbak Clara," seru Echa.
"Mbak bukannya sakit,kenapa ke sini bukannya istirahat!" seru Keysa.
"Mbak jenuh di rumah tiduran terus,Mbak inget Daffin takut dia rewel dan nyusahin kamu makannya Mbak cepat-cepat ke sini," sahut Clara.
"Daffin anteng kok Mbak,apalagi kan ada Kinan di sini mereka asyik main dari tadi juga sampe kelelahan tuh sekarang pada tidur," tunjuk Echa.
Akhirnya mereka bertiga berbincang-bincang sambil menunggu Daffin dan Kinan bangun.
"Kok aku merasa,ada yang di sembunyikan oleh Mbak Clara" batin Echa.
**********
Di Puncak,Reno sedang menikmati sore harinya dengan meminum kopi di balkon Villa miliknya.
Apa ini suatu kebetulan atau apa,ternyata Amanda juga tinggal di depan Villa yang Reno tempati.Kemarin Reno memang sampai di Villa sore menjelang malam,dia langsung istirahat jadi dia tidak memperhatikan Villa yang ada di depannya.
Sebuah mobil putih memasuki pekarangan Villa,dan turunlah sosok Amanda.Reno berusaha untuk tidak memperdulikannya dan pura-pura tidak melihat Amanda,hingga Amanda menoleh ke arah Villa di sebrangnya dan terlihat Reno yang sedang santai di atas sana.
"Aku tahu kamu pura-pura tidak melihat aku Reno,mengapa kamu menjadi berubah seperti ini?" batin Amanda dengan terus memperhatikan Reno.
Amanda menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan kasar,dia merasa kecewa dulu Reno yang dia cintai begitu hangat dan sangat penyayang.Tapi sekarang dia begitu dingin dan seakan menjauh dari Amanda.
Amanda memasuki Villa tempat dia menginap,sebenarnya Reno masih di sana melihat Amanda di balik tirai kamarnya.
"Semoga kamu bisa melupakan aku,dan menemukan orang yang bisa mencintaimu karena kamu pantas bahagia," gumam Reno.
Keesokan harinya,hari ini adalah hari terakhir Reno berada di Villa dan jadwal hari ini meninjau lokasi yang akan di bangun Villa bersama Amanda juga.
Reno siap-siap mau berangkat ke lokasi,Sopir dan Pengawalnya pun sudah siap menunggu Reno.Pada saat Reno mau masuk ke dalam mobil tiba-tiba Amanda berlari ke arah Reno.
"Ren,tunggu" teriak Amanda.
"Ada apa?" tanya Reno.
"Bisakah aku numpang mobil kamu,karena mobil aku tiba-tiba mogok," sahut Amanda.
Reno tampak berpikir,hingga akhirnya Reno meng iya kan permintaan Amanda.
"Masuklah" seru Reno.
Dengan hati yang sangat senang,akhirnya Amanda masuk ke dalam mobil Reno.
Perjalanan dari Villa menuju Lokasi,memang lumayan agak jauh.Suasana di dalam mobil tampak hening,Amanda sungguh merasa canggung jantungnya begitu berdebar-debar saat dekat dengan Reno,perasaan yang tidak pernah hilang sampai sekarang.
Tiba-tiba Ponsel Reno berbunyi dan tertera nama Mira di layar Ponselnya,dengan cepat Reno mengangkat telponnya.
"Hallo Sayang!!" sapa Reno dengan senyumannya yang mengembang.
Amanda langsung menoleh ke arah Reno,ada rasa cemburu yang hinggap di hatinya,dadanya begitu sesak saat Reno menyapa orang yang di sebrang sana dengan sebutan Sayang.
"Sekarang aku sedang di perjalanan menuju lokasi habis meninjau lokasi aku langsung pulang," seru Reno
".................."
"Iya,aku juga kangen sama kamu!!kamu jangan lupa makan ya,ya sudah nanti aku telpon kamu lagi,Love You" Reno mengakhiri sambungan telponnya.
Sementara Amanda,seolah mendapat tusukan seribu jarum di hatinya,hatinya begitu sakit mendengar Reno berbicara mesra dengan wanita yang entah siapa.Amanda ingat dulu Reno sering berkata manis dan perhatian seperti itu,tapi sekarang kata-kata manis itu di tujukan untuk wanita lain.
Amanda mengalihkan pandangannya keluar jendela,matanya sudah berkaca-kaca.Amanda mencoba menetralkan perasaannya dan memberanikan diri untuk bertanya.
"Pacar kamu Ren?" tanya Amanda dengan menahan rasa sakit di hatinya.
"Bukan" jawab Reno singkat.
Ada sedikit senyuman dan kelegaan di hati Amanda mendengar penuturan Reno.
"Terus siapa?kalau bukan pacar kenapa kata-katanya manis banget," sahut Amanda basa-basi.
"Bukan pacar,tapi calon istri" jawab Reno tegas dan mantap.
__ADS_1
Jleb...
Hancur sudah hati dan perasaan Amanda mendengar jawaban Reno.Ternyata penantiannya selama ini sia-sia.
Tes...tanpa terasa air matanya menetes dan dengan cepat Amanda menghapusnya karena takut Reno melihatnya.Padahal Reno sudah melihatnya,cuma dia pura-pura mengotak-ngatik Ponselnya.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di lokasi,seseorang mengajak Reno dan Amanda melihat lokasinya.Amanda tampak tidak fokus,pikirannya melayang entah kemana.
Hingga pada saat mereka berjalan,Amanda tidak memperhatikan jalannya dia berjalan agak ke tengah dan tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kencangnya.
Reno yang melihat itu langsung mendorong Amanda hingga terjatuh dan akhirnya Reno yang harus terserempet,Reno terjatuh dan tersungkur kepalanya membentur trotoar dan jatuh tak sadarkan diri.
"Renoooo..." teriak Amanda dan menghampirinya.
Pengawal Reno yang mendengar teriakan Amanda langsung mendekat dan melarikan Reno ke Rumah Sakit.
Selama perjalanan,Amanda tak henti-hentinya menangis dia tidak memperdulikan pakaiannya yang sudah berlumuran dengan darah Reno.
Sesampainya di Rumah Sakit,Reno langsung di bawa ke UGD dan mendapat pertolongan di sana.
Sementara itu,Mira sedang lembur di Kantornya tiba-tiba Ponsel Mira berbunyi tertera nama Pengawal Reno di layar Ponselnya.
"Ada apa Pengawal Kak Reno menelpon aku!!" gumam Mira.
Dengan Hati gelisah,Mira mengangkat telpon itu.
"Hallo"
".............."
Mata Mira melotot,air matanya langsung jatuh dan Ponselnya jatuh ke lantai.Mira langsung mengambil tasnya dan kunci mobilnya,dia segera melajukan mobilnya menuju Puncak.
Selama perjalanan Mira terus saja menangis.
************
Reno sudah selesai di tangani dan di pindahkan ke ruang rawat inap.
"Bagaimana keadaannya Dok?" tanya Amanda khawatir.
"Tidak apa-apa,cuma luka luar saja tidak ada masalah yang serius cuma tangannya hanya sedikit terkilir,sekarang pasien jangan di ganggu dulu biarkan dia istirahat," jelas Dokter.
"Tapi saya boleh melihatnya kan Dok?" tanya Amanda.
"Boleh silahkan,kalau begitu saya permisi dulu," ucap Dokter.
Amanda pun masuk ke ruang inap Reno,di lihatnya orang yang sampai sekarang masih dia cintai dengan segenap hatinya terbaring lemah.Amanda perlahan mendekat dan duduk di samping Reno.
Perlahan Amanda menggenggam tangan Reno di ciumnya tangan Reno berkali-kali,dan menangis tersedu-sedu.
"Maafkan aku Ren,ini semua salah aku seharusnya aku yang terluka bukan kamu," ucap Amanda.
*********
"Sayang...Sayang," Adam berteriak-teriak.
"Ada apa sih Mas,kok teriak-teriak!!" jawab Echa.
"Sayang,Mas harus ke Puncak sekarang Reno mengalami kecelakaan barusan Pengawalnya menghubungi Mas," ucap Adam.
"Inalillahi,ya Alloh Kak Reno" Echa sampai kaget.
"Ya sudah,Mas berangkat dulu.Mas pergi bersama Dirga," sahut Adam.
"Hati-hati Mas," ucap Echa.
Adam mencium kening istrinya sebelum pergi.
Mira sampai di Rumah Sakit Puncak menjelang malam,dengan berlari Mira mencari ruang rawat Reno.Terlihat sang Pengawal menunggu di depan pintu,setelah melihat kedatangan calon istri sang Bos,Pengawal itu membungkukkan badannya.
Tanpa bertanya lagi,Mira langsung masuk ke ruangan rawat inap Reno.Mata Mira melotot tatkala melihat seorang wanita sedang menyuapi calon suaminya itu.
"Kak Reno," ucap Mira.
Reno dan Amanda menoleh bersamaan,Reno menepis tangan Amanda pelan dan merentangkan satu tangannya ke arah Mira.
Dengan penuh kebingungan,Mira langsung berlari dan memeluk calon suaminya itu.Mira menangis,sementara Amanda cuma bisa bengong melihat adegan romantis itu.
Dadanya tiba-tiba merasa sesak,air matanya menetes dan perlahan mundur meninggalkan Reno dan Mira.
๐ค
๐ค
๐ค
๐ค
๐ค
Hallo semuanya,jangan lupa dukungannya ya dan tetap setia menunggu kelanjutannya๐๐
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU๐๐
__ADS_1