
🧡
🧡
🧡
1 Minggu kemudian..
Reno sudah mulai membaik,hari ini dia siap untuk memulai segalanya.Biarlah yang lalu biar berlalu,terus-terusan meratapi penyesalan tidak akan ada gunanya lagi.
Semuanya sudah kembali seperti semula dan menjalani aktivitasnya masing-masing.Mira akhirnya harus mengurus Perusahaan Papahnya,karena semenjak Papahnya menjalani Operasi Jantung,Papahnya di haruskan istirahat total.
Di kediaman Adam,seperti biasa pagi-pagi sebelumnya Echa tampak sibuk.Baby Kinan juga makin hari makin tumbuh menjadi anak yang menggemaskan.

Echa dan Adam sedang menikmati sarapannya,sementara Baby Kinan sedang melihat ke arah Papih Mamihnya.
"Sayang,Perusahaan Mas sudah resmi bekerja sama dengan Perusahaannya Reno," seru Adam.
"Baguslah,semoga Perusahaan kalian semakin maju dan sukses," sahut Echa.
"Amin,minggu depan Mas sama Reno pergi ke Puncak kita akan bertemu dengan Arsitek yang akan membangun Villa yang Perusahaan Mas dan Reno sedang tangani," jelas Adam.
"Lho,bukannya bulan depan Reno dan Mira mau menikah?" tanya Echa.
"Mas sama Reno berangkat cuma 3 hari Kok ga lama," sahut Adam.
"Tapi Mas,kata Orang Tua zaman dulu kalau mau menikah itu jangan bepergian pamali," ucap Echa.
"Ya ampun Sayang,kamu masih percaya dengan hal kaya gitu," Adam menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tapi Mas..."
"Sudah percaya deh sama Mas,tidak akan terjadi apa-apa.Kalau gitu,Mas berangkat dulu ya!" Adam mencium kening Echa dan tidak lupa menggendong dan menciumi seluruh wajah Baby Kinan.
"Papih berangkat dulu Sayang,jangan nakal ya!" ucap Adam.Baby Kinan tertawa dan menepuk-nepuk pipi Papihnya sembari mengoceh ala Bayi.
Echa pun segera bersiap-siap,dia akan membawa Baby Kinan ke rumah Abangnya untuk bertemu Daffin.
Membutuhkan waktu 45 menit untuk sampai di rumah Angga.Sesampainya di rumah Angga,Echa di sambut oleh Clara dan Keysa yang sedang menemani Baby Daffin bermain.
"Pagi semuanya!" teriak Echa.
"Adududu,anak Bunda cantik banget," seru Keysa dan mengambil alih Baby Kinan dari gendongan Echa.
"Hallo Baby Boy,lagi main apa?" tanya Echa dengan memcium pipinya yang makin hari makin gembul.
Ketiga wanita cantik itu pun,membawa Baby Kinan dan Baby Daffin main di Taman belakang sambil berbincang-bincang.
"Duh,kangen sama Mira," celetuk Echa.
"Iya,sekarang jadi jarang kumpul karena dia sibuk ngurus Perusahaan Papahnya," sahut Keysa.
"Kasihan juga ya Mira,kisah cintanya begitu menyedihkan walaupun sekarang pada akhirnya Mira bakalan menikah juga sama Reno,dan sekarang harus menggantikan Papahnya juga mengurus Perusahaan," sambung Clara.
Sementara itu,di POLRES..
"Kalian jadi berangkat ke Puncak?" tanya Dirga.
"Jadilah,kita berangkat minggu depan," jawab Adam.
"Ren,kata Orang Tua zaman dulu itu menjelang mau nikah jangan bepergian pamali tahu," seru Dirga.
"Ah,lo mah kaya istri gue aja!ini udah zaman modern,masih aja percaya gituan kolot banget pikiran lo," ledek Adam
"Tenang aja,lagipula gue sama Adam pergi juga hanya 3 hari doang habis itu gue bakalan diem di rumah ga bakalan kemana-mana," sahut Reno.
************
Hari ini adalah hari dimana Adam dan Reno berangkat ke Puncak,tapi sayang Adam tidak jadi ikut karena Baby Kinan tiba-tiba Demam,Adam tidak tega kalau harus meninggalkan anaknya itu.
Akhirnya Reno berangkat dengan seorang Pengawal dan Supirnya.
__ADS_1
Sebelum berangkat,Reno pergi ke Perusahaan Mira dulu untuk pamitan.
Tok..tok..tok..
"Masuk" seru Mira,dia sedang sibuk berkutat dengan Laptopnya.
"Akhir-akhir ini sibuk banget sampai lupa sama pacar sendiri," ucap Reno.Mira menoleh ke arah pintu,terlihat seorang pria tampan sedang berdiri di depan pintu dengan wajah yang cemberut.
Mira tersenyum dan menghentikan pekerjaannya sejenak.Mira berdiri dan langsung memeluk kekasihnya yang sudah jarang bertemu karena kesibukkan masing-masing.
"Aku kangen sama kamu,Kak" ucap Mira manja.
"Sama,aku ke sini mau pamitan," ucap Reno.
"Mau berangkat sekarang ke Puncaknya?" tanya Mira.
"Iya,jangan cemberut kaya gitu dong aku kan pergi cuma 3 hari ga bakalan lama," ucap Reno dengan mencubit pipi Mira gemas.
Mira langsung memeluk Reno kembali.
"Jangan pergi,perasaan aku ga enak" ucap Mira.
"Kok gitu,calon suami mau pergi bukannya mendoakan yang baik-baik malah ngomong seperti itu," sahut Reno.
"Emang perasaan aku ga enak Kak,dan kalau sudah seperti ini biasanya ada sesuatu yang bakalan terjadi," Mira murung dab menundukan kepalanya.
Reno mengangkat dagu Mira,perlahan wajah Reno mendekat dan akhirnya daging kenyal itu kembali bersentuhan.
Untuk sesaat mereka saling melampiaskan rasa rindu mereka yang membuncah,Reno perlahan melepaskan pungutannya.
"Aku akan baik-baik saja,dan aku akan segera kembali untukmu," Reno mencium kening Mira lama sekali.
"Hati-hati di jalan,kalau sudah sampai cepat-cepat hubungi aku," seru Mira.
"Siap Bos,kalau gitu aku pergi dulu," Reno meninggalkan Kantor Mira.
Sementara itu di kediaman Adam,Baby Kinan tampak tidur di pangkuan Papihnya.Sekarang demamnya sudah turun.
"Sayang,apa perlu kita bawa Kinan ke Rumah Sakit?" tanya Adam.
Adam menidurkan Baby Kinan di ranjang Bayinya,sesaat Adam dan Echa memperhatikan wajah anaknya itu dengan seksama.
"Mirip banget sama kamu Yang,padahal aku yang kerja keras membuatnya," celetuk Adam yang langsung mendapat geplakkan di tangannya.
"Apaan sih Mas," Echa mendelikkan matanya.
"Pokoknya kita harus buat lagi,dan kali ini harus mirip sama aku," Adam kembali berceloteh.
Tanpa menunggu jawaban dari Echa,Adam langsung menggendong Echa.Echa yang tak siap dengan perlakuan Adam,menutup mulutnya karena kaget.
"Mas apa-apaan sih,turunin ga" ucap Echa dengan memukul dada bidang suaminya itu.
"Sttt,jangan berisik nanti Kinan bangun," Adam membawa Echa ke ranjangnya.
"Mas,mau ngapain kan tadi malam sudah" rengek Echa.
Bukan Adam namanya kalau mau mendengar omongan istrinya,Echa hanya bisa pasrah kalau suaminya sudah seperti itu.
**********
Reno sampai di Puncak menjelang sore,karena selain jauh jalanan pun sedikit agak macet.Setelah bersih-bersih,tidak lupa Reno memberi kabar kepada Mira karena merasa sangat lelah akhirnya Reno tertidur.
Keesokan harinya,Reno sudah siap-siap untuk bertemu dengan Arsitek yang akan memberikan konsep mengenai Villa yang akan di bangun.
Menurut orang kepercayaan Reno,dia adalah Arsitek handal yang saat ini sedang naik daun.Kinerjanya jangan di ragukan lagi,banyak Hotel terkenal yang sudah dia tangani dan semua hasilnya sangat memuaskan.
Reno tampak sedang menunggu di sebuah Restoran.
Tidak lama kemudian,seorang wanita cantik berjalan terburu-buru karena dia terlambat bangun.Di lihatnya seorang pria tinggi,gagah,sedang menunggunya.Wajahnya belum terlihat,karena pria itu duduk membelakangi pintu masuk Restoran.
"Maaf Pak,saya terlambat," ucap wanita itu.
Reno merasa familiar dengan suara itu,Reno cepat-cepat menoleh ke arah wanita itu,dan betapa terkejutnya Reno saat melihat siapa orang itu.Begitu pun dengan wanita itu,dia mundur satu langkah karena terkejut.
__ADS_1
Deggg.....
"Amanda"
"Reno"
Cukup lama Amanda dan Reno saling menatap,bahkan mata Amanda terlihat berkaca-kaca.Bayangan Mira berkelebat di hadapannya,dan seketika Reno mengalihkan pandangannya.
"Silahkan duduk," ucap Reno datar.
"Terima kasih," Amanda terlihat canggung.
Dengan perasaan campur aduk,Amanda menjelaskan konsep yang dia rencanakan untuk membangun Villa.
Tatapan Reno,membuat Amanda salah tingkah dan merasa tidak enak.
"Apa kamu sudah sarapan?" tanya Reno.
"Apa!!mm...belum tadi aku buru-buru kesini," jawab Amanda gugup.
"Ya sudah,kita sarapan dulu kebetulan aku pun belum sarapan," ucap Reno datar.
Dulu Reno memang sangat mencintai Amanda,bahkan dia hampir gila saat Amanda tiba-tiba menghilang,namun dengan seiring berjalannya waktu perlahan rasa cinta itu pudar dan sekarang malah sudah menghilang tak berbekas.
Amanda sempat curi-curi pandang ke arah Reno,dan Reno menyadarinya itu.
"Cepatlah makan,jangan pandangi aku terus takutnya kamu bakalan jatuh cinta sama aku," ucap Reno tanpa memandang ke arah Amanda dan masih fokus dengan makanannya.
"Masih,sampai saat ini di hati aku masih nama kamu yang menempatinya," ucap Amanda liri,tapi masih bisa di dengar oleh Reno.
Reno menghentikan makannya,dan menatap Amanda.Memang benar di mata wanita itu masih tersimpan cinta untuknya,Reno cepat-cepat mengalihkan pandangannya.
"Apa di hati kamu sudah tidak ada lagi cinta untukku Reno?" tanya Amanda penuh harap.
"Maaf Amanda,kita sedang membicarakan pekerjaan bukan masalah pribadi,kalau sudah tidak ada yang di omongkan lagi aku permisi," Reno beranjak berdiri dan melangkah.
"Tidak bisakah kita seperti dulu lagi?" tanya Amanda menghentikan langkah Reno.
"Tidak bisa Amanda,saat ini ada hati yang harus aku jaga," jawab Reno dan pergi meninggalkan Amanda.
Tanpa terasa,Amanda menitikkan air matanya.
"Aku sangat mencintaimu Reno,bahkan sampai sekarang pun rasa cinta itu tidak pernah berkurang," gumam Amanda.
🖤
🖤
🖤
🖤
🖤
Hallo Reader-reader ku tercinta,ternyata banyak sekali yang meminta ceritanya di lanjut😁
Author akan melanjutkan Novel ini demi para Reader ku tercinta,sampai semuanya bahagia dan punya anak😊😊soalnya Keysa dan Dirga belum kebagian ceritanya🙏🙏
Tapi kalian tenang saja,ga bakalan panjang-panjang kok dan ga bakalan membuat kalian bosen🙏🙏
untuk di part ini Author jangan di bully,karena Reno tidak akan Author biarkan kembali pada Reno itu cuma pelengkap saja🤭🤭
Dan untuk yang meminta di ceritain anak-anaknya mereka,tergantung seberapa banyak permintaan kalian kalau banyak yang menginginkannya Author akan buatkan judul baru😊😊
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU💞💞💞