KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2
KCSP SEASON 2 LUKA TAK BERDARAH


__ADS_3

Di kediaman Adam..



Adam terlihat masih tertidur,karena kebetulan ini hari minggu.


Sementara Echa seperti biasa sedang memasak membuatkan makanan buat anak dan suaminya,karena kebetulan Bi Sum sedang izin pulang kampung,jadi Echa agak sedikit kewalahan.


Baby Kinan dia tidurkan di ranjang Babynya,yang Echa simpan di ruang tamu biar Echa bisa mengontrolnya.


"Akhirnya selesai juga." Echa menghela nafasnya


Setelah cuci tangan,Echa menggendong Baby Kinan.


"Sayang,kita bangunin Papih yu." Echa membawa Kinan ke kamarnya.


Echa menyimpan Baby Kinan di dada Adam dengan posisi tengkurap,Baby Kinan terlihat senang dia terlihat tertawa mendengar dengkuran Adam.


Adam yang merasa ada yang bergerak-gerak di dadanya perlahan membuka matanya dan melihat anak cantiknya sedang tertawa melihatnya.


"Eh ada anak Papih." suara Adam serak khas bangun tidur


"Bangun Mas,sudah siang." ucap Echa


"Bidadari-bidadari Papih kok sudah cantik." ucap Adam bangun dan menggendong Baby Kinan


"Iya dong,kita kan sudah mandi." seru Echa


Adam mencium seluruh wajah Baby Kinan,membuat Baby Kinan tertawa terbahak-bahak karena geli.


"Ih,jangan cium-cium dulu jorok sana mandi." Echa mengambil alih Baby Kinan dan membawanya ke luar kamar.


Disaat Echa sedang menunggu Adam di ruamg tamu,bel rumah berbunyi Echa segera membukanya.Setelah pintu rumah di buka ternyata yang datang adalah Reno.


Setelah tadi malam Reno bertemu dengan Mira,Reno memutuskan untuk tidur di Apartemennya.


Pagi-pagi sekali Reno sudah bangun,tepatnya memang Reno tidak bisa tidur dia cepat-cepat mandi dan bersiap-siap ingin menemui Adam,karena dia yakin Adam tahu sesuatu mengenai Orang Tua kandungnya.


"Kak Reno,ayo masuk Kak." ajak Echa


"Siapa Sayang?" tanya Adam yang baru selesai mandi.


"Kak Reno Mas." jawab Echa


"Hai Ren,masuk." ucap Reno


Reno pun masuk dan duduk di kursi,ada yang beda dari Reno tidak ada lagi canda tawa yang menghiasi wajahnya kala bertemu,bahkan kebiasaannya menggoda Echa tidak terlihat lagi.


Tidak ada kata yang terucap dari mulut Reno,dia tampak menundukkan kepalanya tanda ada sesuatu yang sedang dia pikirkan.


"Di minum dulu Kak." Echa membawakan teh hangat buat Reno


"Lo kenapa Ren,ga biasanya lo seperti ini?" tanya Adam


"Apa lo tahu tentang Orang Tua gue?" tanya Reno to the point.


Adam dan Echa saling berpandangan..


"Maksud lo apa?" tanya Adam.


Kemudian Reno menceritakan semua yang dia dengar dari orang yang selama ini dia anggap sebagai Papihnya.


Adam terlihat menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya kasar.


Adam pun mulai menceritakan semuanya kepada Reno,kenapa Orang Tuanya meninggal dan alasan kenapa Adam dan Dirga merahasiakannya.


Mendengar penjelasan Adam,Reno mengepalkan kedua tangannya air matanya jatuh membasahi kedua tangannya yang ia simpan di pangkuannya.


Melihat Reno seperti itu,membuat Echa ikut menitikan air mata.Perlahan Echa mendekat dan duduk di samping Reno,di usapnya punggung Reno berharap bisa menenangkannya.

__ADS_1


"Kakak yang sabar,Kakak harus kuat masih ada kami di sini yang selalu menemani dan mendukung Kakak jadi Kakak tidak sendiri." ucap Echa dengan deraian air mata.


Echa sudah menganggap Reno sebagai Kakaknya sendiri,dari dulu Reno adalah orang yang selalu menghibur dan selalu ada buat Echa selain Abang-abangnya.


Mendengar ucapan Echa,Reno malah semakin terpuruk pundaknya bergetar hebat kedua tangannya menutup wajahnya,betapa sakitnya dia menerima kenyataan kalau ternyata Orang Tuanya sudah meninggal.


Dan yang lebih parahnya lagi yang membuat Reno sakit luar biasa adalah orang yang selama ini Reno hormati,orang yang selama ini Reno anggap sebagai Mamihnya ternyata yang telah membunuh Orang Tuanya.


Echa pun memeluk Reno dari samping,memberikannya semangat.Adam yang melihat semua itu ikut menitikkan air matanya.


Dengan emosi yang memuncak,Reno bangkit dari duduknya.


"Lo mau kemana Ren?" tanya Adam


"Gue akan buat perhitungan." ucap Reno dingin


"Ren,tunggu lo jangan gegabah lo jangan ngelakuin hal gila." teriak Adam yang sama sekali tidak di gubris oleh Reno


Reno cepat-cepat masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Sayang,aku harus susul Reno aku takut dia ngelakuin hal bodoh." ucap Adam


"Iya Mas hati-hati." seru Echa khawatir


Di perjalanan Adam menghubungi Dirga dan memintanya untuk menyusul dirinya ke rumah Reno.


Sesampainya di rumah Reno,Reno terlihat sangat emosi dia mencari keberadaan Mamih palsunya.


Sementara itu di dalam kamarnya,Mamih Reno terlihat mondar-mandir dia merasa gelisah kalau Reno sudah tahu yang sebenarnya,dia bisa mati di bunuh Reno.


Pintu kamar terbuka sangat kencang membuat Mamih Reno kaget,di lihatnya Reno yang sudah di selimuti amarah itu menatap tajam ke arah Mamihnya.


"Re..Re..Reno." ucap Mamih Reno terbata


Dengan cepat Reno menghampiri Mamih palsunya itu dan langsung mencekik lehernya.


"Re..Reno am..ampuni Mamih." ucapnya terbata-bata


Mamih Reno sudah tidak bisa bicara lagi,cekikan Reno semakin kuat.Tiba-tiba Adam dan Dirga datang,dan kemudian melepaskan cekikan Reno.


"Reno,lo jangan gegabah." bentak Dirga


"Minggir kalian,gue mau bunuh orang itu orang seperti dia ga pantes hidup di dunia ini." teriak Reno


"Ren,selesaikan dengan kepala dingin jangan seperti ini." sahut Adam


Mamih Reno memanfaatkan situasi ini untuk melarikan diri,denga cepat Mamih palsu Reno berlari ke luar berharap bisa kabur.


"Woi mau kemana kamu,jangan kabur." teriak Reno dan menghempaskan tangan Adam dan Dirga kemudian berlari mengejar Mamihnya Reno itu.


Adam dan Dirga ikut mengejar Reno.


Mamih Reno berlari sekuat tenaga,dan di belakang Reno sudah mengejarnya.Mamihnya Reno itu berlari dan terus melihat ke belakang,karena tidak melihat ke arah jalan Mamihnya Reno tidak sadar kalau dia sudah menyebrang di jalan raya.


Di saat Mamihnya itu menyebrang,di arah yang berlawanan sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi,karena tidak sempat mengerem akhirnya mobil itu menabrak Mamih palsu Reno.


Bruuuuggggg...


Mamih nya Reno terseret beberapa meter oleh mobil itu,mobil yang merupakan mobil Papih Reno yang berniat pulang akhirnya berguling di jalanan.


Benturan keras terdengar,Reno,Adam,dan Dirga melotot ke arah jalan.


"Astagfirulloh haladzim." Dirga mengusap wajahnya kasar.


Seketika orang-orang berkerumun,Reno perlahan berjalan ke arah Mamihnya yang terlihat masih hidup.


"Re..Reno,ma..maafkan Mamih." itulah kata-kata terakhir Sang Mamih sebelum dia menghembuskan nafasnya yang terakhir.


Reno meneteskan air mata dan hanya melihat Mamihnya tanpa mau menyentuhnya.

__ADS_1


Sementara Adam dan Dirga menyelamatkan Papih Reno yang terhimpit mobil yang terbalik itu.


Papih Reno sudah terlihat lemah,walau pun nafasnya masih ada.Butuh waktu yang lumayan lama untuk Adam dan Dirga mengeluarkan Papihnya Reno dari dalam mobil.


Akhirnya Papihnya Reno bisa di keluarkan,Adam dan Dirga segera memasukan Papih Reno ke dalam Ambulance.


Reno,Adam,dan Dirga ikut masuk ke dalam Ambulance sementara Jenazah Mamihnya Reno sudah di bawa ke Rumah Sakit.


Di dalam Ambulance...


"Reno." ucap Papih Reno lirih


Reno memegang tangan Papihnya tanpa berbicara sedikit pun,hanya air mata yang terus menetes dari mata Reno.


"Maafkan Papih,walaupun kamu bukan anak kandung Papih tapi Papih sangat menyayangi mu,maaf.." tangan Papih Reno jatuh dari genggaman Reno pertanda Sang Papih juga menyusul Sang Mamih.


"Inalillahi wainailaihi roji'un." ucap Adam dan Dirga berbarengan


Reno menundukkan kepalanya,air matanya terus mengalir,pundaknya bergetar hebat.Adam dan Dirga menepuk-nepuk pundak Reno memberi kekuatan untuk sahabat mereka itu.


Sesampainya di Rumah Sakit,Jenazah Mamih dan Papihnya Reno segera di urus untuk di bawa pulang ke rumah duka.


Setelah sekian lama,akhirnya Jenazah Mamih dan Papih Reno di bawa ke rumah duka.Di rumah duka semuanya sudah menunggu kedatangan Adam,Dirga,dan Reno.


Sesampainya di rumah duka,ketiga pria tampan itu turun dari mobil dan di sambut oleh pelukkan istri mereka masing-masing.


Mira berlari dan langsung memeluk kekasihnya itu,seketika tangisan Reno pecah semua orang yang melihat itu tampak menitikkan air mata.


Setelah sekian lama,akhirnya semuanya ikut ke pemakaman,Papih dan Mamih Reno di makamkan di samping makam Papih dan Mamih kandung Reno.


Reno menoleh makam yang ada di sampingnya,tertulis nama Winda Agustina dan Beni Pratama.


Reno tahu kalau itu makam kedua Orang Tua nya,karena nama Pratama sama dengan nama panjang dirinya.


Reno bersimpuh di depan makam kedua Orang Tua nya,tangisannya kembali pecah bahkan sekarang lebih keras lagi.


"Mamih..Papih..maafkan Reno." ucap Reno


Tangisan Reno begitu pilu,membuat siapa pun yang mendengarnya ikut menitikkan air mata.


Semuanya membiarkan Reno menumpahkan segala kekesalan dan kesedihannya,biarlah semua kesakitan Reno hilang bersama jatuhnya air mata Reno.


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


Hallo Reader-reader ku tercinta,masih setiakah dengan kelanjutan kisah Para Polisi dan Para Pendampingnya yang hebat 🀭🀭


Novel ini paling lambat akhir bulan ini sudah tamat ya dan paling cepat seminggu ke depan lagi tergantung dukungan dari Para Reader-reader setia ku πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jadi tetap setia ya,saran dan kritik boleh tapi tolong kata-katanya yang membangun jangan membuat Author drop dan akhirnya otak jadi bleng untuk berpikirπŸ€­πŸ€­πŸ™πŸ™


Belajarlah menghargai karya orang lain,karena Author di sini tidak sembarangan nulis,Author juga cari-cari dulu info sebelum menulis😊😊


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_2