KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2
RUMAH SAKIT


__ADS_3

Adam buru-buru turun dari mobil dengan menggendong Echa...


"Suster,,dokter,,bantu saya" teriak Adam yang membuat semua orang menoleh ke arah Adam.


Beberapa Suster membawa Echa dan Angga,,Angga segera mendapat penanganan sementara Echa di larikan ke ruang operasi.


Semuanya tampak tegang tidak ada yang bicara.


Clara tiba di Rumah Sakit dengan terburu-buru di temani Keysa dan Mira.


"Bagaimana keadaan Mas Angga?" tanya Clara dengan berurai air mata.


"Tenang mbak,,Bang Angga sudah di tangani Dokter" ucap Dirga


"Terus Echa bagaimana Bang?" tanya Keysa


"Echa...Echa..masih di ruang operasi dia terkena tembak" jawab Dirga


Keysa dan Mira menutup mulutnya dan menangis.


Tidak lama kemudian Dokter yang menangani Angga keluar.


"Bagaimana Dok keadaan suami saya?" tanya Clara


"Suami ibu baik-baik saja,,beliau hanya mengalami luka luar saja tidak ada luka yang serius" jawab dokter


"Alhamdulillah" seru semuanya serempak


"Apa saya sudah bisa melihat suami saya?" tanya Clara


"Oh silahkan,tapi harap bergiliran jangan di ganggu dulu ya bu pasien baru saja di beri obat biarkan pasien istirahat,,kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dokter


"Terima kasih Dokter"


"Mbak ke dalam dulu ya" ucap Clara


Semuanya mengangguk....


Di depan ruangan operasi Adam dan David tampak sedang menunggu.



"Bagaimana?" tanya Dirga


"Dokter belum keluar" jawab Adam lirih


"Ya Alloh Cha" Mira menangis dan tanpa di sangka-sangka Reno memeluk Mira.


3 Jam berlalu,,semua orang tampak khawatir Akhirnya lampun ruangan operasi padam menandakan operasinya sudah selesai.


Di saat Dokter keluar semuanya berhamburan menghampiri Dokter.


"Bagaimana Dok keadaan adik saya?" tanya Dirga.


"Saya sudah berhasil mengeluarkan peluru yang ada di perutnya,,tapi adik anda mengalami pendarahan sekarang kondisinya masih kritis saya sarankan kalian banyak-banyaklah berdoa supaya pasien keluar dari masa kritisnya kalau begitu saya permisi" ucap dokter


Dirga terlihat frustasi dia memukul-mukul dinding Rumah Sakit.


Keysa berusaha menenangkan Dirga,Mira makin sesegukan di pelukan Reno,Adam terlihat pasrah dadanya begitu sakit.


Adam masuk ke dalam ruang rawat Echa terlihat beberapa alat menempel di badan Echa,wajahnya yang cantik terlihat pucat terdapat luka lebab di pipi mulusnya.


"Sayang,,maaf aku tidak bisa lindungi kamu aku memang orang yang tidak berguna"


Adam sungguh tidak tega melihat kondisi wanita yang sangat ia cintai,,tak terasa air matanya menetes.


"Sayang bangun jangan seperti ini,,please" Adam mencium tangan Echa pundaknya bergetar menahan sesak yang dia rasakan.


Sementara itu di ruangan rawat Angga..


"Echa...Echa...." ucapnya lirih


"Mas ini aku mas istrimu"


"Echa dimana dia?"


"Echa masih kritis mas belum sadarkan diri"

__ADS_1


Angga meneteskan air matanya...


"Aku memang Abang yang tidak berguna Clara,,aku tidak bisa melindungi adikku sendiri"


Clara memeluk suaminya itu,,Clara baru melihat kalau suaminya yang Dingin,tegas,bisa serapuh ini...


"Ini sudah takdir mas kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri"


"Ga Clara,,mamih sama papih pasti marah sama aku karena tidak becus menjaga adik aku sendiri"


Tangisan Angga pecah,,terbukti sekuat apa pun orang itu,sekeras apa pun orang itu akan rapuh juga saat orang yang mereka sayangi terluka.


Dirga yang melihat dari balik pintu,,ikut menitikan air mata..


Pundaknya bergetar begitu sakit rasanya melihat orang-orang yang dia sayangi terluka.


Keysa menepuk pundak Dirga...


"Bang....."


Dirga berbalik dan menangis si pelukan Keysa.


"Sakit Key,,aku ga bisa jagain mereka" ucap Dirga bergetar.


Keysa tidak bisa ngomong apa-apa dia cuma bisa menenangkan kekasihnya itu meski dirinya pun begitu sakit melihat sahabatnya sekarang sedang bertaruh nyawa.


Di kediaman Dina...


Dina dan mamahnya histeris saat jenazah Subrata tiba di rumah duka bahkan mamahnya sampai tak sadarkan diri.


"Pak,mengapa Papah saya bisa begini?" tanya Dina


"Pak Subrata sudah menculik putri bungsu keluarga Bagaskara,Pak subrata menembak korban dan sekarang korban dalam keadaan kritis,Pak subrata terpaksa kami tembak karena melakukan perlawanan bahkan mengancam petugas" tegas Pak Polisi


Dina tidak bisa bicara lagi...


Dimas dan orang tua nya melayat,bagaimanapun Pak subrata adalah mantan mertuanya...


Dimas yang tidak sengaja mendengar obrolan Dina dan Polisi sangat terkejut dia langsung pergi ke Rumah Sakit.


Di samping jenazah papahnya Dina tak henti-hentinya menitikan air mata.


Rumah yang sekarang mereka tempati harus segera di kosongkan karena sudah di sita oleh Bank,dan yang paling menyakitkan sekarang dia kehilangan papahnya.


Sungguh lengkap sudah penderitaannya..


"AKU AKAN MEMBALAS NYA...." batin Dina dengan deraian air mata


Di Rumah Sakit semuanya sedang berada di ruangan rawat Angga kecuali Adam,,dia tidak beranjak dari samping Echa.


Mira datang dengan Reno membawa 2 kantong keresek besar..


"Ayo sekarang kita makan dulu" seru Reno


"Sayang kamu makan dulu,,kamu kan sedang hamil jangan sampe telat makan" ucap Angga


"Tapi makannya sama kamu ya mas"


Angga menganggukan kepala...


Akhirnya mereka semua makan kecuali Adam.


"Aku mau bawain dulu makan buat Kak Adam ya" sahut Mira yang mendapat anggukan dari semuanya.


Diruang rawat Echa...


Mira menepuk pundak Adam.


"Kak,,makan dulu ya..kakak dari tadi belum makan"


"Ga Mir,aku ga lapar"


"Kak,,Echa pasti bakal marah kalau kakak ga makan..kakak kan mau jagain Echa kalau kakak ga makan nanti kakak sakit terus siapa yang bakalan jagain Echa" bujuk Mira


"Ayolah Kak makan dulu,,biar Echa aku yang jagain"


Akhirnya Adam makan walaupun cuma sedikit...

__ADS_1


KEESOKAN HARINYA...


Adam tidur di samping Echa...


Adam bangun dan merentangkan tangannya,,Adam melihat ke arah Echa yang masih setia memejamkan matanya.


"Sayang bangun sudah pagi aku kangen sama senyum kamu" Adam mengusap kepala Echa


Tiba-tiba pintu terbuka,,Clara datang bersama Angga yang duduk memakai kursi roda.


Sementara yang lainnya menunggu di luar ruangan.


"Abang sudah sehat?" tanya Adam


Angga menganggukan kepala.....


Clara membawa Angga mendekat ke arah Echa.


Angga menggenggam tangan Echa,,di lihatnya wajah adik yang sangat dia sayangi terbaring lemah.


"Maaf Dek,,abang tidak bisa melindungi kamu mamih sama papih pasti bakalan marahin abang karena sudah membuat Tuan puterinya terluka" air mata Angga tiba-tiba menetes


"Bangun Dek,,Abang rela kalau kamu mau marahin Abang,pukul aja Abang..ayo Dek bangun" tumpah sudah air mata Angga


Clara dan Adam yang menyaksikan Angga,ikut menitikan air mata.


Tiba-tiba Dokter datang...


"Maaf,,silahkan kalian keluar dulu karena saya mau periksa pasien" ucap Dokter


Kemudian semuanya keluar bergabung dengan yang lainnya.


Setengah jam berlalu,,Dokter pun keluar.


"Bagaimana keadaan adik saya Dok?" tanya Angga.


"Maaf Tuan,,sepertinya pasien mengalami koma" jawab Dokter


Jedaaaarrrr.....


Semuanya kaget,,Adam lemas dan terduduk di kursi,Dirga menjambak rambutnya sendiri,Mira dan Keysa menangis saling berpelukan,Clara memeluk erat suaminya.


"Berapa lama adik saya koma?" tanya Angga dengan nada bergetar


"Maaf,,saya juga tidak tau Tuan hanya keajaiban yang akan membuat pasien sadar tolong bantu doa dan rangsang pasien dengan cara ajak pasien bicara,,kalau begitu saya permisi" ucap Dokter dan pergi


Dirga terus saja memukul dinding.


"Sabar Dir,lo harus sabar" seru Reno


Sementara itu di balik dinding Dimas hanya bisa mendengarkan obrolan mereka.


"Kamu wanita hebat Cha,,kamu wanita kuat pasti kamu akan sadar kembali" batin Dimas.


*


*


*


*


*


Sesak banget dada Author😩😩


Tetap setia ya tunggu kelanjutannya😘😘


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU💞💞💞


__ADS_2