
KEESOKAN HARINYA....
Adam baru saja selesai mandi di kamar mandi Rumah Sakit.
Saat keluar dari kamar mandi Echa nampak murung dan melamun.
"Sayang,kok melamun?makan ya aku suapin?" Adam mengambil mangkuk bubur yang ada di atas nakas.
"Ayo buka mulutnya" seru Adam
Echa menggelengkan kepalanya,pandangannya terlihat kosong...
"Aku tidak lapar Kak" ucap Echa datar
Adam membalikan tubuh Echa yang dari tadi membelakanginya.
"Dengerin aku,kalau kamu seperti ini aku jadi merasa sangat bersalah" ucap Adam
Air mata Echa jatuh tanpa di minta,tatapannya tepat ke arah mata Adam.
"Maaf Kak,aku ga bisa menjaga anak kita" Adam menghapus air mata Echa dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak Sayang ini bukan salah kamu tapi salah aku"
Echa menyentuh wajah Adam yang sekarang penuh dengan luka dan kepalanya di perban.
"Apa ini sakit?" tanya Echa dengan berlinang air mata
Adam menggenggam tangan Echa dan menciumnya berulang-ulang.
"Tidak Sayang,luka ini tidak seberapa jika di bandingkan dengan rasa sakit yang harus kita rasakan akan kehilangan calon anak kita" jawab Adam
Echa memeluk Adam....
"Kita pasti akan mendapatkan anak lagi,jadi kamu jangan terus bersedih" Echa nampak menganggukan kepalanya.
Kemudian pintu ruangan terbuka munculah Keysa,Mira,Reno,Dirga,David,dan Adel.
"Ya ampun pagi-pagi mata gue dah perih aja,tolong dong hargai yang jomblo" sahut David
Adam melepaskan pelukan Echa...
"Masih jomblo aja lo,tuh cewek yang di samping di anggurin mulu" ledek Adam
"Tahu nih si David,lama-lama gue ambil juga nih cewek" sahut Reno yang langsung mendapat pukulan di kepalanya.
"Bercanda Sayang gitu aja marah" Reno langsung memeluk Mira.
Semua orang tersenyum,sementara Adel merasa malu wajahnya tampak memerah.
"Kak David nunggu apa lagi,ada cewek cantik di depan mata masih aja di anggurin" ledek Keysa
"Tahu nih ga gentle banget jadi cowok" cibir Mira
"Cha tolongin,aku di serang sama Netizen-netizen yang suka nyinyir" rengek David menghampiri Echa
"Apa-apaan sih lo,gue jijik lihat kelakuan lo" sahut Adam
__ADS_1
"Del,kok diam saja?" tanya Echa
"Gapapa Mbak....oh ya Mbak,bagaimana keadaannya sudah sehat?aku turut bersedih Mbak yang sabar ya!" seru Adel
"Iya Del makasih" jawab Echa
"Abaaaaaang" Echa merentangkan tangannya dan Dirga langsung memeluk adiknya
"Adik Abang emang yang paling kuat" ucap dirga
"Bang Angga sama Mbak Clara mana?kok ga ikut kesini?" tanya Echa
"Mbak Clara sakit,jadi Bang Angga nemenin Mbak Clara" jelaa Dirga
Mereka semua ngobrol bersama,bercerita dan tidak lupa menggoda Adel dan David sehingga wajah mereka berdua sudah kaya kepiting rebus.
Tok..tok...tok...
Pintu ruang inap Echa ada yang mengetuk..
"Boleh tante masuk!!" tanya Mamah Selly
"Boleh tante,ayo silahkan masuk" seru Dirga
Mamah Selly melihat ke arah Echa dan langsung memeluk Echa sembari menangis.
"Maafkan anak tante Nak" seru Mamah Selly
"Iya tante"
Mamah Selly melepaskan pelukannya...
"Iya tante,bahkan Echa harus kehilangan janin yang ada dalam kandungannya" sahut Keysa dengan sedikit kesal.
"Benarkah?jadi kamu sedang mengandung Nak?" tanya Mamah Selly merasa sangat bersalah.
Echa menganggukan kepala dan menitikan lagi air matanya.
"Maaf..maafkan Rafa Nak,dia sudah membuat kamu menderita" Mamam Selly menangis tersedu-sedu
"Rafa sekarang sudah berada di Rumah Sakit Jiwa Nak" ucap Mamah Selly lirih dan menundukan kepalanya.
Semua orang yang ada di sana tampak terkejut,Echa menutup mulutnya karena merasa tidak percaya.
"Rafa di bawa ke Rumah Sakit Jiwa,kok bisa tante?" tanya Reno.
Mamah Selly menarik nafas dalam-dalam dan mulai menceritakan masa lalu Rafa dengan deraian air mata.
πΌ
πΌ
πΌ
"Ini berawal pada 7 tahun yang lalu,Rafa mempunyai kekasih yang bernama Risa di saat 1 bulan lagi Rafa dan Risa mau menikah,Risa di temukan meninggal di apartemennya dengan luka tusuk di sekujur tubuhnya.
"Setelah di selidiki ternyata Risa di bunuh oleh musuh Rafa dari golongan Mafia dan yang lebih menyakitkan lagi sebelum di bunuh,Risa di perkosa terlebih dahulu.Dari saat itu Rafa menjadi orang yang sangat kejam dan bisa di katakan pembunuh berdarah dingin Rafa membantai musuh-musuhnya tanpa Ampun.
__ADS_1
"1 tahun semenjak meninggalnya Risa,sifatdan prilaku Rafa mulai berubah di saat sendiri dia suka tertawa bahkan menangis tiba-tiba tak jarang dia juga suka mengajak ngobrol foto Risa apalagi dia juga suka ngamuk tiba-tiba dan mencoba bunuh diri berkali-kali.
"Karena khawatir tante bawa Rafa periksa ke Psikiater dan ternyata Rafa di nyatakan mengidap defresi akut,selama 2 tahun dia di rawat di Rumah Sakit Jiwa hingga dia di nyatakan sembuh oleh pihak Rumah Sakit,tante begitu bahagia hingga akhirnya tante memutuskan membawa Rafa pindah ke Bandung.
"Di Bandung Rafa mulai masuk lagi Perusahaan karena memang dasarnya Rafa anak yang cerdas,Perusahaan kami maju dengan pesat bahkan Rafa mampu mengembangkan Perusahaan cabang hingga menjalar dimana-mana.
"Hingga 4 tahun berlalu,Rafa sudah bisa melupakan Risa dan menjalani hidupnya dengan normal.Risa wanita yang cantik,polos,ramah,dan ceria persis mirip dengan kamu Nak,makannya pas pertama Rafa melihat kamu di rumah Oma Ranti,Rafa langsung jatuh cinta sama kamu.
"Tante juga tidak menyangka kalau defresi Rafa akan muncul lagi dengan kehilangan kamu Nak,kemarin semenjak keluar dari gedung tua itu Rafa kembali ngamuk tidak terkendali.
"Rafa kembali defresi dan sekarang harus di rawat lagi di Rumah Sakit Jiwa"
Mamah Selly menutup wajahnya pundaknya bergetar hebat betapa sakit nya hati seorang Ibu yang harus melihat anak satu-satunya mengalami defresi seperti itu.
Echa langsung memeluk Mamah Selly...
"Tante yang sabar,Kak Rafa pasti bakalan sembuh lagi dan nanti akan ada wanita yang dengan tulus mencintai Kak Rafa" seru Echa
"Amin,mudah-mudahan saja terima kasih ya Nak" ucap Mamah Selly
Echa mengangguk dan tersenyum...
"Ya sudah kalau begitu tante permisi dulu,kasihan Rafa tante mau menemani Rafa dan untuk semuanya sekali lagi atas nama Rafa tante minta maaf yang sebesar-besarnya"
"Iya tante kita sudah memaafkan Rafa kok" sahut Dirga yang di angguki oleh semuanya.
"Terima kasih kalau begitu tante permisi dulu"
Mamah Selly pun pergi meninggalkan Rumah Sakit.
"Ya ampun aku ga nyangka Kak Rafa seperti itu" seru Mira
"Kasihan ya Kak Rafa" sambung Keysa
Echa yang mendengar cerita Mamah Selly merasa terenyuh dengan keadaan Rafa sebenarnya,Echa memeluk Adam yang berada di sampingnya dengan erat.
π€
π€
π€
π€
π€
Menyedihkan sekali masa lalu mu Rafaπ’π’
Tetap bersabar ya menunggu kelanjutannya,jangan bosen-bosen terus dukung Novel Authorππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ