
1 minggu semenjak pertunangan Echa dan Adam makin lengket saja.
Membuat iri yang melihatnya....
Begitu pun dengan malam ini,Adam mengajak Echa Dinner romantis di sebuah restoran mewah.
Tapi sayang rencananya dapat di ketahui oleh Dina.
Adam sudah menunggu Echa di restoran,,Echa masih di jalan karena kebetulan malam ini jalanan macet maklum malam minggu.
Dina berada tidak jauh dari posisi Adam,,kemudian Dina menyuruh seorang pelayan melakukan sesuatu kepada Adam.
"Tuan ini minuman yang anda pesan" ucap pelayan
"Oh ya terima kasih..."
Tidak lama kemudian,,Adam meminum minuman yang tadi dia pesan.
10 menit...15 menit...sekarang Adam merasa ngantuk berat dan dengan hitungan detik Adam sudah tertidur.
Dina dan dua orang pelayan menghampiri meja Adam,dan membawa Adam ke mobil milik Adam Dina memberikan tips yang sangat besar kepada kedua pelayan tersebut.
Dina melajukan mobilnya...
"Lihat saja Echa,,apakah sekarang kamu masih bisa tertawa?" Dina tersenyum menyeringai.
Di lain tempat,Echa baru saja sampai di restoran Echa duduk di tempat yang sudah Adam pesankan.
"Lho Kak Adam kemana?tapi ini ada minuman,apa dia sedang ke toilet ya?aku tunggu sajalah" gumam Echa
Sementara itu Dina meminta satpam apartemen untuk memapah Adam ke kamarnya.
Sampai di kamarnya Adam di baringkan di kasurnya...
Dina menelepon seseorang...setengah jam kemudian orang itu datang.
"Tolong bukain baju dia" ucap Dina
"Ya ampun kenapa bukan lo aja yang buka" ucap pria itu
"Ga mau gue,,gue kan cuman butuh fotonya saja bukan orangnya" celetuk Dina
Akhirnya pria itu membuka semua baju Adam setelah itu Dina pun membuka bajunya saja dan berfose seolah sedang tidur dengan Adam.
Setelah puas,,Dina menyudahi fotonya dan memakai kembali bajunya.
"Nih bayaran buat lo,,sekarang lo boleh pergi" ucap Dina
"Thank's..."
Dina memandang wajah Adam yang terlelap tidur.
"Maaf Kak,,aku harus memanfaatkan kamu karena aku ingin buat Echa menderita" gumam Dina.
1 jam kemudian,,Echa mulai bosen..
Dimas yang saat itu baru keluar dari toilet melihat ada Echa.
"Itu kan Echa!!" gumam Dimas
"Kemana sih Kak Adam,,di telepon ga aktif ya udah aku pulang aja bodo amat"
Saat Echa berdiri mau pulang,,tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda ada sebuah pesan.
Jedaaaaarrrrrr.....
Kaki Echa lemas,dia langsung terduduk di kursi air matanya terus keluar tangannya gemetaran.
Ponselnya berbunyi kembali ada pesan masuk.
"Kalau kamu mau melihat langsung,bisa datang ke apartemen xxx"
Echa langsung berdiri dan pergi...
Dimas yang melihat Echa seperti itu mengikutinya karena Dimas merasa khawatir.
"Kamu kenapa Cha kok nangis?" batin Dimas
Tidak lama kemudian Echa sampai di apartemen milik Dina,Echa menekan bel dengan deraian air mata.
Dina membuka pintu dengan senyum mengembang penuh kemenangan.
"Hai Cha,,apakabar?" ucap Dina
Echa tidak menjawab dan langsung masuk menuju kamar,,saat pintu kamar di buka hancur sudah hati Echa.
Melihat orang yang selama ini dia cintai tertidur di ranjang dengan telanjang Dada.
"Kak Adam kecapean makannya dia tidur,,dia itu masih sangat mencintai aku Cha jadi maaf kejadian dulu terulang kembali,kasihan banget kamu Cha" cibir Dina
__ADS_1
Plaaaakkkk....
Echa menampar Dina...
"Puas sekarang kamu Dina" teriak Echa
Echa berlari keluar aparteman Dina,,Dimas yang dari tadi mengikuti Echa mengejar Echa ke luar apartemen.
Echa terus berlari dengan air mata yang terus mengalir,hatinya hancur,dadanya sesak,sakit rasanya di khianati orang yang dia cintai untuk yang kedua kalinya.
Bahkan kali ini terasa sangat menyakitkan buat Echa.
Echa tidak sadar kalau dia sudah berdiri dan menangis di tengah jalan,dia tidak menyadari kalau di belakangnya ada mobil yang melaju sangat kencang.
"Awaaaaaasss Chaaa.." teriak Dimas dengan berlari ke arah Echa dan mendorong tubuh Echa.
BRUUUUUKKKK...
Seketika mobil itu hilang kendali dan terpental ke sisi jalan menambrak pohon.
Semua orang panik langsung berkerumun,seseorang tergeletak di tengah jalan darah mengalir kemana-mana.
Bahkan Dina pun mendengar suara teriakan dan dentuman keras,sehingga dia buru-buru keluar apartemen untuk melihatnya.
Echa membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya,terlihat seseorang terkapar di tengah jalan dengan di kerumuni banyak orang.
"Kak Dimas.." gumam Echa
Echa berlari dan dia terkejut melihat Dimas sudah terkapar dengan wajah penuh dengan darah.
Echa memangku kepala Dimas...
"Kak,,kak Dimas bangun Kak" ucap Echa dengan deraian air mata yang semakin deras
"Cha maafin aku,aku sudah membuatmu terluka" ucap Dimas terbata
Tangan Dimas yang penuh darah memegang pipi Echa.
"Jangan menangis lagi,,carilah kebahagiaanmu kamu pantas bahagia" ucapanya lagi.
"Tolong aku bawa dia ke Rumah Sakit" teriak Echa
Dina yang melihat kerumunan orang langsung menghampiri dan betapa terkejutnya Dina melihat orang yang sangat dia cintai terluka di pangkuan Echa.
"Kak Dimas" teriak Dina
Tidak lama krmudian ambulance pun tiba
Di dalam ambulance Echa terus menangis dan memegang tangan Dimas.
"Bertahan Kak,,sebentar lagi kita sampai di Rumah Sakit"
Dimas menggelengkan kepalanya...
"Aku sudah tidak kuat Cha,,sekali lagi maafin aku..aku sangat men..cin..*** ka..mu.." seketika tangan yang Echa genggam jatuh dan Dimas menutup matanya.
"Ga Kak,,Kakak harus kuat sebentar lagi kita sampai Rumah Sakit..Kak bangun Kak" teriak Echa dengan mengguncangkan tubuh Dimas.
Tidak lama kemudian ambulance sampai di Rumah Sakit,,perawat langsung menurunkan tubuh Dimas.
Dokter yang menangani Dimas langsung keluar...
"Maaf nona sepertinya korban sudah meninggal dunia" ucap Dokter
"Tidak Dokter,pasti Dokter berbohong kan" teriak Echa dan langsung masuk ke ruangan.
Echa menutup mulutnya,,hancur sudah hati Echa berkeping-keping baru saja Echa mendapatkan pengkhianatan dari tunangannya.
Sekarang dia melihat orang yang sempat mengisi hati nya meregang nyawa di depan mata kepalanya sendiri.
"Kak bangun Kak,,Kakak tidak boleh seperti ini kakak juga harus bahagia" tangisan Echa terdengar sangat pilu.
Dina baru sampai dengan membawa mamah bella dan papah rifky.
Seketika mereka berteriak anak mereka satu-satunya harus meninggal dengan cara yang sangat tragis.
Dina pun tak kuasa menahan tangisannya..
Perlahan Echa mundur,,dengan deraian air mata Echa berjalan tertatih meninggalkan Rumah Sakit tatapannya kosong.
Echa memesan Taxi dan pulang ke rumahnya,,waktu menunjukan pukul 11 malam Echa langsung membersihkan tubuhnya yang penuh dengan darah.
Echa mengemas baju-bajunya ke dalam koper,,tak henti-hentinya air matanya keluar setelah mengemas baju.
Echa mengambil selembar kertas dan menuliskan sesuatu di kertas itu.
Setelah selesai,Echa menyimpan kertas di atas kasur berharap besok pagi Abang-abangnya menemukannya.
Echa memutuskan untuk pergi dari rumahnya dia ingin menenangkan hati dan pikirannya ke suatu tempat.
__ADS_1
"Maaf Bang,,Echa pergi dulu" batin Echa
Akhirnya Echa pergi meninggalkan rumahnya,dengan terus menangis perlahan Echa melaju membelah kota jakarta.
Jalanan begitu lengang karena saat ini sudah menunjukan tengah malam.
"Ya Alloh sakit sekali rasanya" batin Echa dengan menepuk-nepuk dadanya.
Tepat pukul 2 pagi,Echa sampai di sebuah rumah mewah rumah itu tampak sepi.
Satpam rumah menghampiri gerbang..
"Tolong bukain gerbangnya Pak" ucap Echa
"Ya Alloh neng Echa,,beneran ini teh neng Echa?" tanya satpam yang bernama Dodo itu
Echa hanya mengangguk...
"Dari mana neng jam segini?" tanya pak Dodo
"Dari rumah Pak,Omah ada ga pak?"
"Ada neng jam segini biasanya omah sudah bangun untuk shalat tahajud" ucap Pak Dodo
"Ya sudah Pak,,Echa ke dalam dulu"
Echa masuk ke dalam,dan langsung menuju kamar omahnya.
"Omah..." panggil Echa
Omah Ranti yang baru selesai shalat menoleh ke arah suara.
"Ya Alloh Echa.." Omah Ranti berdiri dan langsung memeluk cucu kesayangannya itu
Ya,Echa pergi ke Bandung ke rumah omahnya..
Echa menangis sesegukan di pelukan omahnya..
Omah Ranti tidak banyak bicara,dia tau kalau cucunya ini sedang ada masalah tapi Omah tidak mau banyak bertanya biarkan Echa sendiri yang nantinya bicara.
"Sudah cucu omah kok nangis,,nanti cantiknya hilang lho" goda Omah Ranti
"Sekarang mending istirahat pasti kamu cape kan" Omah Ranti mengantarkan cucunya ke kamarnya.
"Omah..Echa mohon jangan kasih tau siapapun kalau Echa ada di sini termasuk Bang Angga dan Bang Dirga please.."
Omah Ranti mengangguk sambil tersenyum..
"Iya sayang,,sekarang kamu tidur ya" Omah Ranti mencium kening Echa dan pergi meninggalkannya.
Air mata Echa pun kembali menetes...
"Ya Alloh Sakit banget rasanya" batin Echa
Echa menutup mulutnya dengan selimut supaya suara tangisannya tidak terdengar oleh Omahnya.
*
*
*
*
*
Bersiap-siaplah,,kali ini habis kamu Dina😡😡
Untuk para reader-reader ku,,tetap setia ya nunggu kelnjutannya🙏🙏
Dina bakalan dapat hukumannya,,apa yang akan Dina dapatkan??🤔🤔
Ditunggu kelanjutannya....
*
*
*
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU💞💞💞