
Dina sudah mendengar kalau Adam sudah masuk perusahaan.
"Permainan akan segera di mulai Echa" gumam Dina dengan senyum menyeringai.
Di perusahaan "G" CORPORATION....
"Vid kata Echa lo sakit ya?" tanya Adam
"Iya Dam,,gue sedikit pusing tapi sekarang sudah mendingan kok" jawab David
Adam dan David memang sudah sepakat tidak mempermasalahkan lagi mengenai Echa,karena Adam percaya kalau David tidak mungkin merebut Echa dari nya.
"Dam,,berkas-berkas yang harus lo pelajari sudah gue simpen di meja lo" seru David
"Ok....gue ke dalam dulu"
Adam memeriksa satu per satu berkas yang numpuk.
Sementara itu,,Dina menemui Adam ke POLRES tapi tidak ada akhirnya dia mendatangi kantor Adam.
Sesampainya di perusahaan Adam..
"Pak Adam nya ada?" tanya Dina dengan angkuhnya
"Maaf apa nona sudah membuat janji?" tanya sang resepsionis
"Sudah..." bohong Dina
"Silahkan nona naik ke lantai 7,nanti di sana ada Pak David nona tanya saja sama Pak David" ucap resepsionis
"Oh ok..."
Dina langsung naik ke lantai 7 dimana Adam berada.
"Siapa wanita itu?bukannya pacar Pak Adam adalah nona Resya" gumam resepsionis
Sesampainya di depan meja kerja David..
"Maaf ,,apa Adam nya ada?" tanya Dina
David menoleh dan mengkerutkan keningnya.
"Bukannya kamu yang sudah menyelakakan Echa waktu itu?ada apa kamu nyari Adam?" tanya David sinis
"Hei songong banget kamu jadi orang,,Adam itu bos kamu seharusnya kamu manggil dia dengan sebutan Pak" seru Dina
"Lebih baik kamu pulang sana Adam sedang banyak pekerjaan apalagi dia pasti bakalan marah kalau tau kamu kesini" sahut David
"Aku ga peduli" Dina langsung masuk ke ruangan Adam
"Maaf Pak saya sudah melarang nya tapi orang ini tetap memaksa" ucap David
"Tau dari mana kamu aku ada di sini?" tanya Adam sinis
"Ga penting aku tau dari mana?aku kangen sama kamu Kak" ucap Dina dengan manjanya
"Cih menjijikan" cibir David
Tapi sayangnya David mendapatkan telpon yang meharuskan dia pergi.
"Maaf Pak,saya harus pergi dulu ada masalah di bagian akutansi kalau bapak merasa terganggu panggil saja sekurity" sahut David
Adam menganggukan kepala,,David pun pergi dari ruangan Adam.
"Ada perlu apa kamu kesini?cepat ngomong aku ga punya banyak waktu" seru Adam dan kembali ke kursinya.
Dina menghampiri Adam dan duduk di meja depan Adam.
"Kamu apa-apaan duduk di situ?" bentak Adam sambil berdiri
"Kak,kok jadi galak gitu sama aku bukannya Kakak dari dulu mencintai aku ya" Ucap Dina dengan memgelus pipi Adam
Adam menghempaskan tangan Dina..
"Jangan lancang kamu Dina" bentak Adam
"Kak,aku ternyata salah sudah menolak Kakak waktu itu ternyata orang yang benar-benar mencintai aku itu ternyata Kakak"
"Sudahlah Dina semuanya sudah berlalu,aku sudah melupakan kamu sekarang hanya Echa satu-satunya wanita yang aku cintai,aku sangat mencintai Echa"
Dina yang mendengar itu merasa emosi tapi dia tahan.
Tiba-tiba Dina memeluk Adam dengan mengeluarkan air mata buaya nya.
Adam kaget dan berusaha melepaskan pelukan Dina.
"Kak,aku sadar kalau aku juga mencintai Kakak jadi mau kan Kakak jadi pacar aku"
Adam berhasil melepaskan pelukan Dina.
"Maaf,Dina lebih baik kamu pergi dari sini aku ga mau sampai terjadi salah paham lagi sama Echa" bentak Adam
Tapi bukannya Dina pergi,,dia malah memeluk Adam kembali.
__ADS_1
Dan saat itu bersamaan Echa membuka pintu ruangan Adam.
Adam sangat terkejut.
"Kak Adam..." Echa menjatuhkan makan siang yang dia bawa.
"Sayang,,ini ga seperti yang kamu lihat" Adam mendorong Dina dengan paksa sehingga Dina jatuh ke lantai.
Echa cepat-cepat berlari dan menghapus air mata nya,,di depan lift Echa berpapasan dengan Echa.
"Cha kamu kenapa kok nangis?" tanya David
Tapi Echa tidak menjawab dan cepat-cepat masuk lift,,Adam berlari untuk mengejar Echa tapi lift keburu tertutup.
"Aaarrrggghhh sial"
"Ada apa Dam?" tanya David
"Lo urus wanita ular itu,,ini semua gara-gara dia" bentak Adam
Adam langsung pergi menggunakan tangga darurat.
Sementara itu Dina tersenyum
"Ini baru main-main Cha,,belum yang sesungguhnya" gumam Dina
Di saat Dina mau keluar,,David sudah berada di depan pintu.
David langsung mencengkram lengan Dina dengan kuat.
"Dasar wanita tidak tau malu" seru David
"Sakit..lepasin" teriak Dina
"Kalau sampe terjadi kenapa-napa lagi sama Echa,,gue ga bakalan ngelepasin lo sampai ke ujung dunia pun gue bakalan kejar lo" David menghempaskan tangan Dina
Dina yang merasa ketakutan langsung pergi meninggalkan David.
Adam berhasil mengejar Echa.
"Sayang tunggu kamu salah faham,aku sudah berusaha ngusir dia tapi dia ga mau pergi please aku mohon aku sudah ga da perasaan apa-apa lagi sama Dina yang aku cintai cuma kamu seorang" Adam berusaha menjelaskannya.
Adam tidak peduli semua karyawannya sedang memperhatikan nya.
Echa tidak bicara sedikit pun hanya air mata yang terus keluar dari mata indahnya.
"Please sayang jangan nangis kaya gini,,aku sudah janji ga bakalan buat kamu menangis lagi" Adam sungguh tidak tega melihat wanita yang sangat dia cintai menangis karena dia.
Echa tetap bungkam,,hingga akhirnya Echa menghempaskan tangan Adam dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
Tapi Echa tidak memperdulikannya dan langsung menancap Gas.
Adam menjambak rambutnya frustasi,,dengan amarah yang memuncak Adam menghampiri resepsionis.
"Siapa tadi yang membiarkan wanita itu masuk ke ruangan saya" teriak Adam yang menggema di seluruh Lobby perusahaan.
Semua karyawan tertunduk takut,,karena bosnya begitu sangat marah.
"Ma..ma..maaf Pak,,ta..tapi wa..wanita itu bilang su..sudah ada janji dengan Bapak" ucap resepsionis gugup dan ketakutan.
"Lain kali jangan biarkan sembarangan orang masuk ke ruangan saya kecuali kekasih saya" bentak Adam
"Ba..ba..baik Pak"
Adam segera menuju mobilnya untuk mengejar Echa.
Sesampainya di Restoran Adam beruntung karena mobil Echa berada di sana.
"Echa mana" tanya Adam
"Ada di atas" jawab Mira
Mira dan Keysa memang sengaja tidak banyak bertanya biarkan mereka menyelesaikan masalahnya.
Echa sedang menangis sesegukan di meja kerjanya dengan kedua tangan menjadi alasnya.
Adam begitu sakit melihat wanita yang sangat dia cintai menangis gara-gara dirinya.
Perlahan Adam mendekati Echa dan mengelus kepalanya.
"Sayang maaf,,sungguh kamu salah paham Dina yang sudah meluk aku duluan aku sudah berusaha melepaskannya tapi kamu keburu datang" ucap Adam lembut
Echa tetap dengan posisinya dan masih sesegukkan.
Kemudian Adam berjongkok.
"Maaf Sayang maafkan aku,,aku sangat mencintai kamu aku ga mau kehilangan kamu"
Tapi Echa tetap tidak bergeming...
"Tolong jangan begini,aku lebih senang kamu marah-marah,aku lebih senang kamu pukul aku ayo sayang lakukan aku tidak apa-apa"
__ADS_1
"Jangan diam kan aku seperti ini aku ga kuat,,apa yang harus aku lakukan supaya kamu mau memaafkan aku?" sambung Adam
Tapi Echa tetap diam saja...
"Ok,,kalau kamu tidak mau maafin aku percuma aku ada di dunia ini aku rela mati kalau itu mau kamu" Adam beranjak dari ruangan Echa.
Echa yang mendengar pintu ruangannya di banting sangat keras perlahan bangun dari duduknya.
Tiba-tiba...
"Gawat Cha,,Kak Adam berdiri di tengah jalan tuh" ucap Keysa panik.
"Apa kamu bilang" Echa langsung berlari ke tempat Adam berdiri.
"Apa kamu sudah gila Kak?" teriak Echa
"Iya aku sudah gila,,aku memang sudah tergila-gila sama kamu" teriak Adam
"Jangan lakuin hal bodoh seperti itu Kak,,ayo cepat minggir dari sana" teriak Echa dengan deraian air mata
"Kalau kamu tidak mau memaafkan aku,,biar aku mati saja"
Dari depannya muncul sebuah truk yang mau mendekat dengan suara klakson yang sangat nyaring.
"Awas Kaaaaaaak...." teriak Echa dengan berlari ke arah Adam.
Dan Bruuggkk...
Echa menarik Adam dan akhirny mereka berguling-guling di jalan.
"Echaaaaaaa..." teriak Keysa dan Mira
Echa yang berada tepat di atas tubuh Adam,perlahan membuka matanya melihat ke arah Adam yang memejamkan matanya.
"Kak bangun Kak,,jangan tinggalin aku Kak" Echa menangis sambil menepuk-nepuk pipi Adam.
"Kak ayo bangun,,aku sangat mencintai kamu Kak aku ga mau kehilangan kamu Kak" Echa terus mengguncangkan tubuh Adam
"Benarkah?" sahut Adam tiba-tiba
Echa membuka matanya dan melihat Adam yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Jadi Kakak cuman pura-pura?" Echa langsung berdiri
Adampun sama langsung berdiri...
"Coba katakan sekali lagi,,kalau kamu mencintai aku" goda Adam
Echa langsung menghapus air matanya dan berbalik,,Echa sedikit kesal karena ternyata Adam hanya pura-pura.
"Eiitt mau kemana?" tanya Adam dengan menarik lengan Echa.
"Kakak nyebelin,bisa-bisa nya melakukan hal gila seperti itu apa kamu tau betapa takutnya aku melihat Kakak tadi ga bangun-bangun,aku takut kehilangan Kak...."
Ucapan Echa terpotong karena Adam langsung menarik tengkuk leher Echa dan mencium bibir Echa di depan banyak orang.
Adam sudah tidak peduli lagi dengan tatapan orang-orang yang penting saat ini dia ingin mencurahkan segala cintanya kepada Echa.
*
*
*
*
*
Hai reader,,di sini Author jelasin ya Echa hanya menganggap David sebagai Kakaknya ga lebih😁😁
Terus yang berpikiran kalau David bakal sekongkol dengan Dina itu salah besar ya,,kalian sudah suudzon lho sama David kalau David tau bisa marah dia🤭🤭
Pokoknya Reader cukup mengikuti saja alur yang Author buat,,sebelum menuju pernikahan pasti banyak aral yang melintang.
Karena di sanalah ketulusan cinta seseorang di uji,,pokoknya pada intinya Echa bakalan sama Adam.
Jadi tetap setia ya menunggu kelanjutannya🙏🙏
*
*
*
*
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU💞💞💞