KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2
KCSP SEASON 2 KELAHIRAN


__ADS_3

3 Bulan kemudian....


Tidak terasa Clara tinggal menghitung hari sebentar lagi dia akan melahirkan,kata Dokter Clara di perkirakan melahirkan 1 minggu lagi.


Hari ini seperti biasa,Clara sedang nonton Tv sendiri karena Angga dan Dirga sudah berangkat kerja.


"Aduh,kok perut aku sakit banget ya" gumam Clara dengan memegang perutnya.


Di saat Clara berdiri mau mengambil air minum,tiba-tiba air ketubannya pecah Clara kaget dan menjatuhkan gelas yang dibpegangnya.


"Ya Alloh Nyonya kenapa?" tanya Bi Inah panik


"Cepat bawa aku ke Rumah Sakit Bi,kayanya aku mau melahirkan" ucap Clara lirih


"Sebentar Nyonya Bibi panggilkan Pak Udin dulu"


Tidak lama kemudian Pak Udin datang dan memapah Clara dan membawanya ke Rumah Sakit,sementara Bi Inah mrngambil peralatan Bayi dan Clara yang jauh-jauh hari sudah Clara siapkan dan tidak lupa menghubungi Angga.


"Apa Bibi sudah menghubungi Mas Angga?" tanya Clara dengan menahan sakitnya.


"Sudah Nyonya kata Tuan,Tuan Angga langsung menyusul ke Rumah Sakit" jawab Bi Inah.


Sesampainya di Rumah Sakit,Clara langsung di bawa ke ruangan bersalin.


Angga berlari mencari ruangan Clara,Bi Inah tampak sedang menunggu di ruang tunggu dengan wajah yang khawatir.


"Bi,dimana Clara?" tanya Angga panik


"Sudah di bawa ke dalam Tuan"


Angga langsung masuk ke dalam untuk menemui Clara.


Tidak lama kemudian Echa datang bersama Keysa dan Mira.


"Bi,bagaimana keadaan Mbak Clara?" tanya Echa


"Nyonya sudah ada di dalam Non,Tuan Angga juga sudah datang dan menemani Nyonya di dalam"


"Ya sudah sekarang leboh baik Bibi pulang saja,kan di sini sudah ada kita" ucap Echa


"Baiklah Non,kalau begitu Bibi pamit pulang"


Echa,Keysa dan Mira menunggu di depan ruangan bersalin dengan perasaan cemas,tidak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan.


"Alhamdulillah" ucap ketiganya bersamaan


Angga keluar dengan perasaan bahagia,terharu,dan tidak percaya kalau hari ini dia sudah menjadi seorang Daddy.


"Abaaaangg" Echa langsung memeluk Angga


"Akhirnya,selamat ya Bang sekarang sudah menjadi seorang Daddy" Echa tampak kegirangan


"Selamat Bang" ucap Keysa


"Ciee..ciee..Papah muda" goda Mira


Angga mengacak-ngacak rambut kedua wanita cantik yang sudah dia anggap sepertu adik sendiri.


"Terima kasih adik-adik ku yang cantik"


"Baby Boy apa Baby Girl Bang?" tanya Echa


"Baby Boy dong" jawab Angga bangga


Tidak lama kemudian suster mendorong blangkar Clara untuk di pindahkan ke ruang inap.


"Mbak Clara" teriak ketiga wanita cantik itu


Clara menyimpan telunjuknya di bibirnya pertanda mereka harus diam jangan berisik,ketiganya langsung menutup mulut bersamaan sembari cekikikan.


"Dasar kalian ini"seru Angga dan langsung pergi menyusul Clara.


Sesampainya di ruang inap..


"Kamu makan dulu ya Sayang"seru Angga,lalu Angga menyupi Clara makan.


"Bang Baby Boy namanya siapa?" tanya Echa


"Namanya DAFFIN PUTERA ANGGARA" seru Angga


"Bagus banget namanya" ucap Keysa


Tiba-Tiba pintu terbuka...


"Maaf Nyonya,ini bayi nya di kasih ASI dulu" seru suster.

__ADS_1


Kemudian Clara menyusil anak nya ,Echa tampak memperhatikan bayi Abangnya yang sedang minum ASI.


Setelah selesai menyusui...


"Mbak sini aku ingin menggendong Baby Boy" ucap Echa


Clara memberikan Daffin kepada Echa..


"Hallo Baby Boy,ini Aunty ganteng sih kamu" Echa mencium seluruh wajah Daffin



Tidak lama kemudian Adam,Dirga dan Reno datang.


"Mana keponakan Uncle yang ganteng" seru Dirga


"Lihat deh Bang,Daffin ganteng banget kan?" ucap Echa


"Ya iya lah siapa dulu dong Uncle nya" seru Dirga bangga


Adam mendekati istrinya yang sedang menggendong Baby Daffin.


"Seandainya tidak keguguran,mungkin sekarang kita juga sedang menunggu kelahiran anak kita ya Kak" gumam Echa


"Jangan ngomong seperti itu,kita juga pasti akan segera mendapatkannya" Adam menghibur istrinya yang sedang sedih.


Hari ini Baby Daffin tampak menjadi piala bergilir karena semua orang berebut bergantian menggendong Baby Daffin.


Clara dan Angga hanya tersenyum melihat kelakuan semuanya,Clara dan Angga sangat bersyukur karena semua orang tampak menyayangi anaknya itu.


1 Minggu kemudian,Clara sudah di perbolehkan pulang membawa Baby Daffin pulang ke istana nya.


Sesampainya di rumah Clara dan Angga sangat terkejut,karena rumahnya sudah di hias sedemikian rupa oleh Adiknya.


"SELAMAT DATANG BABY DAFFIN" ucapan mereka serempak.


"Wah,indah sekali" seru Clara


"Sini biar aku yang gendong Baby Daffin" ucap Echa


Adam terlihat bahagia melihat istrinya sangat antusias dengan kehadiran Baby Daffin.


"Ya ampun Baby Daffin ganteng banget" seru Adel


"Apa kamu mau punya Baby?" tanya David


"Ya udah,yu kita bikin yang kaya gitu" ajak David yang membuat semuanya melotot termasuk Adel.


Tiba-tiba Adam menggeplak kepala David..


"Nikah dulu,baru bikin bayi" bentak Adam


"Ya ampun,gue cuma bercanda kali kalian serius amat sih" ucap David dengan mengusap-usap kepalanya.


Semuanya tertawa...


"Oh ya,Bang Mbak aku sudah mendekor kamar buat Baby Daffin lho" seru Echa


"Wah,makasih ya Cha kamu jadi sibuk sendiri" ucap Clara


"Ga kok Mbak,malahan aku senang banget bisa menyiapkan semuanya buat Baby Daffin" jawab Echa.


Waktu berjalan dengan cepat,tidak terasa waktu sudah sore


Baby Daffin pun sudah terlelap tidur.


Semuanya pamit untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Sayang aku pengen bubur kacang" seru Echa


"Hah,tumben"


"Tuh di depan ada tukang bubur kacang" ucap Echa


Adam menghentikan mobilnya dan keluar untuk membeli bubur kacang,setelah membeli bubur kacang mereka pun pulang ke rumah mereka.


"Nih Sayang bubur kacangnya" Adam memberikan bubur yang sudah di masukan ke dalam mangkok.


Baru saja satu suap,Echa merasa mual dan langsung berlari ke toilet.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Adam yang menyusul ke toilet


"Ga tau Kak,kok perut aku mual banget ya" ucap Echa.


Echa kembali memuntahkan semua isi perutnya sampai cairan kuning keluar,Echa begitu lemas sampai tak kuat berjalan.

__ADS_1


Adam menggendong Echa ke kamarnya.


"Bi tolong buatkan Teh manis hangat ya,dan langsung bawa ke kamar" teriak Adam


"Baik Tuan"


Adam membaringkan Echa di tempat tidur..


"Apa kita perlu ke Rumah Sakit?" tanya Adan


"Ga usah Kak,palingan aku cuma masuk angin istirahat sebentar juga sembuh" jawab Echa


Tok..tok..tok..


"Tuan ini teh manisnya"


"Oh ya,makasih Bi" Adam memberikan teh manis kepada Echa.


"Ya sudah kamu istirahat dulu ya" seru Adam


"Peluk" rengek Echa dengan manjanya


Echa akhirnya tidur dipelukan Adam,,Adam bangun pelan-pelan karena takut membangunkan istrinya.


Adam langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,tidak membutuhkan waktu lama Adam sudah selesai mandi.


"Sayang kok sudah bangun lagi?" tanya Adam


Tapi Echa tidak menjawab dan langsung berlari ke kamar mandi,Echa kembali muntah Adam memijat tengkuk leher Echa.


"Kita ke Rumah Sakit saja ya,aku khawatir liat kamu kaya gini terus" Adam terlihat sangat khawatir.


Echa mengangguk pelan,di saat Echa berdiri tiba-tiba kepalanya sakit dan pandangannya gelap,Echa pingsan untung Adam dengan sigap menangkap tubuh Echa.


Adam menggendong Echa dan membaringkannya di tempat tidur,Adam menelpon Dokter untuk datang ke rumahnya.


Setelah sekian lama Adam menunggu,Dokter pun akhirnya datang.


Dokter langsung memeriksa Echa..


"Istri saya kenapa Dokter,kenapa dia dari tadi muntah-muntah terus?" tanya Adam khawatir.


Dokter hanya tersenyum dan mengulurkan tangannya kepada Adam,,dengan rasa bingung Adam menjabat tangan Dokter.


"Selamat Pak Adam,sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah,istri anda sedang hamil" seru Dokter


Adam menutup mulutnya,matanya berkaca-kaca saking bahagianya Adam memeluk sang Dokter.


"Terima kasih Dokter terima kasih" ucap Adam senang


"Sama-sama Pak Adam,untuk lebih mengetahui detilnya lebih baik Pak Adam membawa istri anda ke Dokter Kandungan" seru Dokter


"Baik Dokter,terima kasih" Adam kembali menjabat tangan Dokter


"Kalau begitu saya pamit dulu"


"Silakan Dokter"


Adam menghampiri Echa yang tertidur akibat obat yang di berikan Dokter,,Adam tidur di samping istrinya dan memeluknya dengan erat.


"Akhirnya kamu hamil lagi,,terima kasih Sayang"


Adam mencium seluruh wajah Echa,dan akhirnya ikut terlelap juga di samping Echa.


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


Selamat pagi semuanya,,ayo dong mana dukungannya buat Novel AuthorπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Biar Author makin sangat lagiπŸ˜‡πŸ˜‡


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_2