
Angga perlahan membuka matanya,semuanya tampak gelap kepalanya sangat pusing.
Samar-samar kesadaran Angga mulai muncul,Angga tidak bisa bergerak karena tangannya di ikat.
Angga mulai memperhatikan sekelilingnya,betapa kagetnya Angga melihat Adam,Rey,Keysa,dan Mira yang sama-sama terikat di kursi dengan keadaan yang sangat memprihatinkan.
"Sebenarnya siapa mereka?mengapa mereka melakukan semua ini?" gumam Angga
Tidak lama kemudian Adam mulai sadar...
"Dam,bangun Dam" seru Angga
Perlahan Adam mengangkat kepalanya dan melihat semu orang yang dia kenal dalam keadaan terikat dan kondisi nya sangat kacau dan memprihatinkan.
"Bang,kenapa kita semua ada disini?" tanya Adam
"Abang juga bingung Dam,seingat Abang tadi mobil Abang di hadang oleh sekeompok orang yang ga Abang kenal,Abang dan Rey berkelahi dengan mereka hingga akhirnya salah satu dari mereka memukul kepala Abang dan Rey" jelas Angga
"Ini semua ulah Rafa Bang" sahut Adam
"Apa!!"
"Rafa menginginkan Echa Bang,makannya dia menghancurkan orang-orang yang berusaha menghalangi keinginan dia" jelas Adam
"Brengsek..bagaimana ini Echa dalam bahaya" seru Angga
Tidak lama kemudian Rey,Keysa dan Mira mulai sadar...
"Kita ada dimana?" tanya Keysa
"Lho kenapa kalian juga ada disini?" sambung Mira
"Panjang ceritanya,yang jelas ini perbuatan Rafa" seru Adam
Tiba-tiba suara langkah kaki mulai mendekat,pintu terbuka semuanya menoleh ke arah pintu dan muncullah Rafa dengan membawa beberapa pengawal.
Para pengawal itu di lengkapi dengan senjata laras panjang.
"Ternyata kalian sudah sadar" Rafa tersenyum ke arah mereka
"Lepaskan mereka lo cuma punya masalah sama gue mereka tidak tahu apa-apa" ucap Adam
"Lo salah besar Dam,justru mereka sangat mengetahui apa yang gue inginkan yaitu istri lo yang tak lain adalah adik kesayangan Tuan Angga Bagaskara,dan mereka adalah orang yang menghalangi keinginan gue" sahut Rafa dengan tawanya yang menggelegar
"Dadar gila,dari awal kita emang ga suka sama kamu Rafa" bentak Mira
Rafa tertawa terbahak-bahak....
"Aku yakin sebentar lagi Bang Dirga akan segera datang menyelamatkan kami dengan teman-temannya" ucap Keysa
Lagi-lagi Rafa kembali tertawa terbahak-bahak...
"Gue ga takut sama mereka,mereka semua ga ada apa-apanya buat gue mereka hanya butiran debu yang sekali gue tiup langsung hilang tak berbekas" jelas Rafa
"Sebentar lagi Echa akan mengetahui semuanya,gue sudah ga sabar bagaimana reaksi Echa melihat orang-orang yang dia sayangi hancur.
apa Echa bakalan mengorbankan kalian atau Echa yang akan berkorban untuk kalian?
Gue yakin,kalau Echa bakalan berkorban untuk kalian karena kalian adalah orang-orang yang dia sayangi" sambung Rafa
"Lo jangan macam-macam Rafa" teriak Adam
Rafa memukul kepala Adam dengan senjata yang di bawa oleh pengawalnya,seketika darah mengalir dari kepalanya dan Adam langsung tak sadarkan diri.
"Kak Adam" teriak Keysa dan Mira bersamaan.
"Brengsek lo Rafa" teriak Angga
"Tenang Pak Angga sebentar lagi gue bakalan jadi adik lo,jadi gue ga bakalan ngelukain lo kecuali kalau lo ngelawan sama gue" ucap Rafa dengan tersenyum Devil
"Sampai kapan pun gue ga bakalan sudi nyerahin Adik gue sama psyco kaya lo" bentak Angga
Sementara itu Keysa dan Mira hanya bisa menangis karena ketakutan.
DI KEDIAMAN BAGASKARA...
Clara dan Echa tampak gelisah karena belum mendapatkan kabar dari suami mereka.
"Kok perasaan aku ga enak banget ya Mbak" seru Echa
"Sama,perasaan Mbak juga..mudah-mudahan mereka baik-baik saja" sahut Clara
__ADS_1
Di lain sisi,Reno dan Dirga sudah tahu dimana Rafa menyembunyikan orang-orang terdekatnya.
Mereka membawa pasukan lumayan banyak karena Rafa memiliki anak buah dimana-mana.
Selain itu,anak buah Rafa juga semuanya di bekali senjata jadi mereka harus hati-hati menghadapi Rafa.
Reno dan Dirga memantau dari kejauhan...
"Gila Dir,pengawalnya banyak banget mana ketat lagi" seru Reno
"Pasukan kita tidak sebanding dengan pengawalnya Rafa" sahut Dirga
"Gimana ini,apa kita minta bantuan lagi?gue yakin kita ga bakalan menang ngelawan orang segitu banyaknya" ucap Reno
Dirga tampak berpikir....
Belum juga Dirga mendapat jawaban suara tembakan sudah terdengar.
Dor..dor..dor...
"Gawat Pak kita ketahuan" seru anak buah Dirga
"Ah sialan"
Dan akhirnya terjadilah saling tembak antara pasukan Dirga dan pengawal Rafa.
Suara tembakan saling bersautan,,anak buah Dirga dan Reno banyak yang terluka.
"Lebih baik kita mundur,kita bakalan kalah lagipula anak buah kita banyak yang terluka" seru Reno
"Sebaiknya kita mundur dulu,bawa mereka ke Rumah Sakit" teriak Dirga
Akhirnya semuanya mundur,tapi pada saat mobil Dirga dan Reno mau melaju salah satu dari pengawal Rafa berhasil menembak ban mobil mereka.
Seketika mobil Dirga hilang kendali dan menabrak sebuah pohon.
Tapi kebetulan Dirga dan Reno tidak mengalami luka serius...
"Ayo cepat kita keluar" teriak Dirga
Tapi terlambat,mobil mereka sudah di kepung dengan puluhan pengawal Rafa dan semuanya menodongkan senjata ke arah Dirga dan Reno.
Dirga dan Reno menjatuhkan senjatanya dan mengangkat tangan mereka tanda menyerah.
DI KEDIAMAN BAGASKARA...
"Mbak perasaan di luar sepi amat,bukannya para Polisi menjaga rumah ini ya" seru Echa tampak heran.
"Iya kaya ga ada orang"
Tiba-tiba pintu di buka paksa,dan muncullah sekelompok orang berpakaian hitam-hitam.
"Siapa kalian?" Echa dengan reflek berdiri di hadapan Clara
"Kalian ikut kami dengan suka rela atau kami paksa?" tanya sang pengawal
"Mau apa kalian?kita ga mau ikut kalian" bentak Echa
"Jangan salahkan kami,kalau kami bertindak kasar" seketika para pengawal itu menyeret Echa dan Clara.
"Tolong pelan-pelan Kakak aku sedang mengandung" bentak Echa
Echa dan Clara di bawa ke dalam mobil...
Clara tampak ketakutan,Clara memegang erat tangan Echa sembari menangis.
.....................
Rafa duduk di kursi dengan meminum wine yang di bawakan oleh pengawalnya.
Tiba-tiba pintu terbuka,para Pengawal menyeret Dirga dan Reno..
"Waw...ada 2 orang lagi yang menyerahkan dirinya ke sini" seru Rafa
"Bang Dirga" seru Keysa
"Kak Reno" seru Mira
Dirga dan Reno yang melihat wanita-wanita yang di cintainya tampak kacau dan terluka mengepalkan tangannya.
Begitu juga dengan Angga,Adam,dan Rey yang tampak sudah lemas tak berdaya dengan penuh luka.
__ADS_1
"Ikat mereka" perintah Rafa
Kemudian Dirga dan Reno di ikat di atas kursi sama seperti yang lainnya.
"Bagus,semuanya sudah berkumpul sekarang tinggal menunggu Bidadari gue" Rafa tertawa terbahak-bahak.
Semuanya tidak bisa berkata-kata lagi,karena sudah lemas sementara Adam tampak belum sadarkan diri.
Beberapa kemudian,Echa dan Clara tampak berjalan di depan di kawal oleh para pengawal memasuki ruangan.
"Hallo,selamat datang Bidadari ku" ucap Rafa
Echa tampak terkejut melihat semuanya terluka dan babak belur matanya beralih kepada suaminya wajahnya penuh dengan darah dan tak sadarkan diri.
Tiba-tiba air matanya jatuh dan hendak menghampiri suaminya tapi Rafa dengan sigap mencengkram tangan Echa.
"Mau kemana Sayang" seru Rafa
"Ternyata kamu jahat Kak,aku menyesal sudah mengenal kamu dan yang di omongkan semuanya ternyata benar kamu adalah orang yang sangat kejam" Echa tampak histeris
Perlahan kesadaran Adam mulai muncul setelah mendengar teriakan istrinya.
"Sa...sayang" ucap Adam terbata
"Kak Adam" Echa semakin menangis histeris.
Sementara Clara sudah lemas..
"Lepaskan Clara brengsek,kalau sampai terjadi kenapa-napa sama anak gue..gue bakalan bunuh lo Rafa" teriak Angga
Rafa tertawa terbahak-bahak...
Rafa mengelus pipi mulus Echa,tapi Echa menepis tangan Rafa...
"Aku bakalan melepaskan semua orang yang ada di sini,kalau kamu mau bersedia menjadi istriku dan ceraikan laki-laki tidak berguna itu" sahut Rafa
Adam tampak menggelengkan kepalanya,dia sudah tidak kuat lagi untuk berbicara.
"Kamu laki-laki kejam Kak Rafa,aku benci sama kamu" bentak Echa dengan berurai air mata.
"Kamu jangan bicara seperti itu sayang,aku ga sanggup kalau kamu benci sama aku" ucap Rafa
"Dasar gila" teriak Echa namun tiba-tiba perut Echa merasa sakit.
"Aw..sakit" rintih Echa
"Dek,kamu gapapa Dek" Dirga tampak khawatir
Semua tampak khawatir melihat Echa merintih kesakitan begitu pun dengan Adam Emosinya sudah di ubun-ubun tapi apa daya dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Brengsek" teriak Angga yang sudah bersiap-siap berdiri karena tidak tega melihat adiknya merintih kesakitan.
Tapi dengan cepat....
Dor...dor....dor....
Rafa melepaskan tembakan,semua orang melotot...
๐ค
๐ค
๐ค
๐ค
๐ค
Waduh siapa yang tertembak?๐ฑ๐ฑ
Author deg-degan menulis part ini๐คญ๐คญ
Penasaran kan siapa yang tertembak,,sabar di tunggu kelanjutannya๐๐
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU๐๐๐