
Dirga menghubungi Angga tanpa sepengetahuan Echa...
Sehingga Angga cepat-cepat pulang dan untungnya Clara tidak mempermasalahkan itu...
Angga dan Clara sampai di rumah,,Echa sedang membaca buku di kamarnya karena Dirga melarangnya untuk pergi ke restoran,sementara Dirga sudah berangkat kerja.
"Lho Tuan sama Nyonya sudah pulang?" tanya Bi inah
"Echa mana Bi?" tanya Angga
"Ada di kamarnya Tuan"
Angga segera berlari ke kamar Echa di susul oleh istrinya.
Pintu kamar terbuka,,membuat Echa kaget..
"Abang,,kok Abang sudah pulang bukannya baru lusa Abang pulang?" tanya Echa
"Kamu gapapa kan Dek,,coba mana yang sakit?" Angga mengecek kening Echa yang di perban.
"Ya ampun mbak,,lihat dech suami mu lebay banget" cibir Echa,,Clara tersenyum
"Echa gapapa Bang,,maaf Echa pasti sudah mengganggu honeymoon kalian..ini pasti Bang Dirga kan yang ngasih tau Abang" sahut Echa.
"Saat Dirga nelpon,,kita panik tau ga Cha bahkan mas Angga ga bisa tidur saking khawatirnya sama kamu" ucap Clara.
"Abang sudah memutuskan kerja sama dengan perusahaan Pak Rifky,bahkan Abang sudah menarik saham perusahaan kita,,Abang juga melakukan hal yang sama dengan perusahaannya Pak Subrata yang tak lain adalah perusahaan milik orang tua Dina" sahut Angga dingin.
Echa dan Clara tidak bisa berkata apa-apa lagi,,semua keputusan Angga mutlak tidak bisa di bantah.
Echa hanya bisa menghembuskan napasnya.
Sementara itu di kediaman Dimas..
"Mah...mamah" teriak papah rifky
"Ada apa sich pah teriak-teriak" sahut mamah bella
Dimas pun baru turun dari kamarnya.
"Ini semua gara-gara mamah,,perusahaan BAGASKARA GROUP memutuskan kerja sama dengan perusahaan kita dan mereka juga menarik sahamnya" bentak papah rifky
"Apa pah,,kemarin mamah sudah minta maaf sama adiknya Pak Angga kenapa sekarang tiba-tiba kaya gini" jelas mamah bella
"aarrgghhh....hancur sudah perusahaan kita mah,papah bilang juga apa mah jangan mengusik keluarga BAGASKARA akibatnya seperti ini" papah rifky pergi dengan perasaan marah.
"Dimas kok seperti ini,kemarin mamah kan sudah minta maaf sama Echa" mamah bella kesel karena merasa di permainkan oleh Echa.
Dimas tidak bicara sama sekali,,dia langsung pergi..
Di kediaman Subrata...
"Papah kenapa mah,,kok marah-marah gitu?" tanya Dina.
"Perusahaan BAGASKARA GROUP memutuskan kerja sama dengan perusahaan kita bahkan sahamnya pun di cabut padahal" ucap mamahnya Dina.
"Apaaa.....!!" Dina terkejut karena kelakuannya itu benar-benar membuat malapetaka.
Tiba-tiba...
"Maaf nyonya ada kiriman buat non Dina" kata sang pembantu.
"Kiriman apa bi?" tanya Dina
"Bibi tidak tau nona"
Saat kiriman itu di buka,,kedua bola mata Dina membulat...
"Ada apa sayang?" tanya mamahnya Dina
Di saat mamahnya Dina melihat,betapa terlejutnya dia...
"Maksudnya apa ini Dina?" bentak mamahnya Dina.
"Di..di..Dina juga ga tau mah" Ucapan Dina Terbata-bata.
Lengkap sudah semuanya,,perusahaan orang tuanya terancam hancur sekarang dia harus menerima kenyataan di gugat cerai oleh Dimas..
Dina langsung pergi dengan membawa surat gugatan cerai dari Dimas.
__ADS_1
Di saat keluarga Dimas dan Dina sedang pusing memikirkan nasib perusahaannya,,Di kediaman BAGASKARA..
"Bang,,mbak bawa oleh-oleh apa buat aku?" tanya Echa.
"Kita ga sempet beli oleh-oleh Cha kan pulangnya juga ngedadak" kata Clara
"Owh ya,aku ke dapur dulu ya mau bantuin Bi inah masak buat makan siang" sambung Clara.
"Abang,,kok udah pulang" sahut Dirga,,dia izin dinas setengah hari karena khawatir sama Echa.
"Ini semua gara-gara Bang Dirga,,ngapain coba pake nelpon-nelpon Bang Angga segala" protes Echa.
"Ya biar Bang Angga tau..!!Dek mau dong buah nya" lalu Echa menyuapi Dirga.
"Iya tapi kan akhirnya perusahaan orang tua kak Dimas sama Dina hancur Bang,,kasihan juga" ucap Echa sendu.
"Itu akibatnya jika berani main-main dengan keluarga BAGASKARA,,iya kan Bang?" sahut Dirga.
Angga hanya mengangukan kepala tanda setuju...
Tiba-tiba terdengar suara Clara muntah...
"Mbak Clara kenapa?" tanya Dirga
"Sayang kamu kenapa?" tanya Angga
"Ga tau mas,,kok aku mual ya melihat bumbu-bumbu itu" kata Clara sambil menutup hidungnya.
"Owalah Tuan,,mungkin nyonya sedang ngidam" ucap Bi inah.
"APA NGIDAM.." ucap Angga,Dirga,dan Echa berbarengan.
Echa dan Dirga saling berpandangan...
"Bang,,berarti kita bakalan dapat keponakan...yeaayyy" Echa jingkrak-jingkrak karena bahagia.
"Wow...hebat juga lo Bang,tokcer" sahut Dirga dengan mengacungkan dua jempolnya.
Angga masih tidak percaya...
"Benarkah sayang,,kamu sedang hamil?" tanya Angga
"Ya sudah ayo kita periksa sekarang" ajak Angga,,,dia sudah tidak sabar.
"aku ikut" ucap Echa
Tidak lama kemudian,,mereka sampai di Rumah Sakit,,Echa menunggu di luar sementara Angga dan Clara masuk ke ruangan Dokter Kandungan.
"Aduwhh kok aku pengen ke toilet ya" gumam Echa.
Echa beranjak pergi ke toilet...
Echa sudah selesai dari toilet,,saat mau kembali ke ruangan dimana Angga dan Clara berada,,Echa berpapasan dengan Dina yang saat itu baru keluar dari ruangan Dimas.
Dina tampak kacau sekali...
mereka bertatapan.
"Apa sekarang kamu puas Cha!!hidup aku sekarang hancur gara-gara kamu,aku akan buat hidup mu menderita Cha" sentak Dina dan berlalu meninggalkan Echa..
Di saat akan pergi,,Dimas keluar dari ruangannya...
"Echa...bisa kita bicara sebentar Cha" ucap Dimas penuh harap.
"Mau bicara apa Kak?" tanya Echa tanpa menoleh sedikit pun.
"Tidak di sini,,ayo kita ke kantin Rumah Sakit" ajak Dimas.
Akhirnya Echa pun mengikuti Dimas,,Saat ini suasana kantin sepi memang waktunya jam makan siang sudah berlalu.
Hening sejenak,,Dimas menghembuskan napas nya pelan...
"Maaf...." kata Dimas
"Untuk apa?"
"Untuk semuanya,,maaf karena mamah dan Dina sudah membuatmu seperti ini" ucap Dimas.
"Aku sudah memaafkan mereka"
__ADS_1
"Kakak kamu sudah memutuskan kerja sama dengan perusahaan papah aku"
"Maaf,,itu di luar perkiraan aku..aku tidak tahu kalau Bang Angga melakukan semua itu" ucap Echa sambil menunduk.
Tiba-tiba Dimas memegang tangan Echa..
"Kamu tidak perlu minta maaf,,karena kami pantas mendapatnya kami memang sudah jahat sama kamu termasuk aku" sahut Dimas
Echa perlahan menarik tangannya...
"Sudahlah Kak,,itu semua sudah berlalu"
"Tidak adakah kesempatan kedua buat aku Cha?" tanya Dimas
"Maaf Kak,,aku harus pergi Bang Angga sama Mbak Clara pasti nungguin aku" Echa pergi meninggalkan Dimas tanpa menjawab pertanyaannya.
Echa menelpon Angga..
"Bang,,Echa duluan ya Echa ada perlu sebentar Abang tidak usah khawatir" ucap Echa dan menutup telponnya.
Echa pergi ke taman biasa dengan menggunakan Taxi,,ia duduk dan merenung di sana...
Tidak terasa air matanya menetes,Echa mengingat saat dulu dia masih pacaran sama Dimas...
"Kenapa perjalanan cinta kita harus seperti ini Kak" gumam Echa.
*
*
*
*
*
Ini visualnya David ya....
๐ผ
๐ผ
๐ผ
Hallo Reader-reader ku tercinta๐๐
Author mau nanya,,ceritanya mau sampai nikah apa ga nich??๐๐
Kedepan nya ceritanya agak sedikit menyesakan dada karena konflik demi konflik segera OTW nich๐คญ๐คญ
Tapi tenang aja cerita ini HAPPY ENDING kokโบโบ
Owh ya,,buat kalian yang mempermasalahkan visual Adam,Author sudah menggantinya kalian tinggal lihat saja di chapter visual ya semoga kalian suka๐๐
Kalau visual Echa,Author tidak menggantinya karena menurut Author visualnya cocok dengan karakter Echa yang ceria,dan murah senyum๐๐
TERIMA KASIH...
*
*
*
*
*
Jangan lupa
like
vote n
komen
LOVE YOU๐๐๐
__ADS_1