KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2
KCSP SEASON 2 SUKA DUKA CINTA


__ADS_3

Setelah sekian lama merenung di Taman Rumah Sakit,Keysa memutuskan untuk pergi.Dia akan pergi ke rumah Echa dan menceritakan semuanya kepada Echa.


Echa sedang menemani Baby Kinan,setelah Echa menyusui Baby Kinan kembali tertidur.


Tiba-tiba suara bel berbunyi,Echa langsung beranjak dari kamar Baby Kinan karena Bi.Sum sedang pergi ke Pasar.


Pada saat Echa membuka pintu,betapa terkejutnya Echa melihat Keysa dalam keadaan menangis dan kondisinya sangat kacau.


"Ya Alloh Key,kamu kenapa?" tanya Echa


Keysa tidak menjawab pertanyaan Echa,dia langsung memeluk sahabat sekaligus adik iparnya itu.


"Ayo masuk dulu." ajak Echa


Keysa duduk di Sofa,dan Echa segera mengambilkan minuman buat Keysa.


"Minum dulu Key." ucap Echa


Keysa meminum minumannya dengan sekali tegukan.


"Ada apa Key,apa kamu sedang bertengkar dengan Bang Dirga?" tanya Echa


Keysa menggelengkan kepalanya pelan.


"Terus kenapa?" tanya Echa krmbali.


Keysa menarik nafasnya,dan mulai menceritakan apa yang sudah di jelaskan oleh Dokter.


Echa menutup mulutnya karena terkejut,sementara Keysa kembali menangis tersedu-sedu.


Echa kemudian memeluk sahabatnya itu.


"Aku takut Cha,aku takut Bang Dirga tidak bisa menerima kondisi aku." seru Keysa dengan menangis tersedu-sedu.


"Bang Dirga bukan orang yang kejam Key,aku yakin Bang Dirga sangat mencintai kamu dan akan menerima kamu apa adanya." bujuk Echa


"Tapi Cha,Bang Dirga begitu menginginkan kehadiran seorang anak." tangisan Keysa makin menjadi-jadi


"Tenang Key,kamu kan tidak mandul Key karena cuma kemungkinan hamil kamu sangat tipis,bukan berarti kamu tidak bisa hamil kamu terus berdoa kepada Alloh,tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh." Echa mrnghibur sahabatnya itu


"Aku yakin kamu akan hamil Key,percayalah." sambung Echa


"Terima kasih Cha,dari dulu cuma kamu dan Mira yang selalu ada buat aku dan selalu memberi semangat,terima kasih." Keysa kembali memeluk Echa


Setelah sekian lama Keysa mencurahkan semua isi hatinya,Keysa pun pamit pulang karena sebentar lagi Dirga pulang dan Keysa harus menceritakan semuanya pada Dirga apa pun nanti keputusan Dirga,Keysa harua bisa menerimanya.


Baby Kinan sudah bangun,dan sekarang sedang di beri ASI oleh Echa.


"Assalamualaikum." seru Adam


"Waalaikumsalam." jawab Echa


"Mana Bidadari-bidadari Papih." Adam mencium Baby Kinan dan Echa secara bergiliran.


"Kok barusan aku kaya melihat mobil Keysa." seru Adam


"Iya,dia baru pulang dari sini Mas."


Setelah mempunyai Baby Kinan,Echa memutuskan mengubah panggilannya kepada Adam.


Baby Kinan yang melihat Papihnya seolah mengerti,dia melepaskan ASI nya dan terus menatap Adam.


"Mas cuci tangan dulu sana kayanya Baby Kinan pengen di gendong deh." seru Echa


Adam pun langsung pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


"Sini mana anak Papih yang cantik." sahut Adam sembari menggendong Baby Kinan.


Echa pun tersenyum melihat Adam,dia sangat bersyukur sekali mempunyai suami yang perhatian kepada anak dan istrinya.


Di kediaman Bagaskara,Dirga baru saja selesai mandi dan Keysa baru pulang.


"Abang sudah pulang." seru Keysa


"Kamu dari mana,kok baru nyampe rumah?" tanya Dirga.


"Maaf,tadi sepulang dari Rumah Sakit aku mampir ke rumah Echa eh malah kebablasan." Keysa nyengir menunjukkan deretan gigi-giginya


"Dasar,kebiasaan kalian itu kalau sudah bertemu susah berpisahnya.Oh ya,gimana hasil pemeriksaannya?" tanya Dirga yang langsung membuat Keysa diam.


"Kenapa kok diam?" Dirga kembali bertanya.


Keysa duduk di Sofa kamarnya dan di susul oleh Dirga.


"Bang,apa Abang akan menceraikan aku?" pertanyaan Keysa membuat Dirga terkejut.


"Maksud kamu apa Sayang?" Dirga menggenggam tangan Keysa,seketika air mata Keysa jatuh membasahi pipinya.


"Hei,ada apa sebenarnya?" Dirga terlihat khawatir.


"Tadi aku di periksa ke Rumah Sakit,Dokter mengatakan kalau aku mengalami gangguan hormon dan kemungkinan untuk hamil itu sangat tipis."


Keysa menundukkan kepalanya dan kedua tangannya menutup wajahnya,sesaat Dirga sangat terkejut dengan penjelasan Keysa tapi dengan melihat Keysa seperti itu,Dirga malah menjadi sedih dan Dirga membawa Keysa ke pelukkannya.


"Maaf,aku belum bisa menjadi istri yang baik,belum bisa memberi mu keturunan." ucap Keysa sembari menangis


"Tidak apa-apa Sayang,Dokter kan seorang manusia bukan Tuhan jadi kita harus Optimis kalau kita bakalan mendapatkan anak suatu saat nanti." jawab Dirga


Keysa terlihat kaget dengan jawaban Dirga yang sama sekali di luar dugaannya.


"Abang tidak akan menceraikan aku kan?" tanya Keysa.


"Kamu ngomong apaan sih,sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan mu bagaimana pun kondisi kamu,aku akan terima kamu apa adanya kita akan melewati ini sama-sama." sahut Dirga


Seketika air mata Keysa pecah mendengar jawaban Dirga,Keysa langsung menghambur ke pelukkan Dirga.


"Terima kasih Bang,dan maaf aku belum bisa mengabulkan keinginan kamu untuk mempunyai anak." ucap Keysa


"Tidak apa-apa,lagipula kan kita masih punya dua Baby,sepasang lagi Baby Daffin sama Baby Kinan." Dirga tampak menghibur Keysa


"Iya juga ya." jawab Keysa sembari tersenyum dan kembali memeluk suaminya.


**********


1 Bulan kemudian...

__ADS_1


Seperti biasa,kalau hari minggu sekarang ada jadwal berkumpul kalau ga di rumah Angga ya di rumah Adam.


Seperti saat ini,semuanya sedang berkumpul di rumah Angga.


Di saat semuanya sedang tertawa-tawa melihat tingkah Baby Daffin yang semakin menggemaskan,tiba-tiba David dan Adel datang.


"Maaf kita telat." sahut David dengan cengengesan.


"Wuidih,pasangan romantis baru nongol." seru Reno


"Kalian kemana aja sih,kok jarang ngumpul sama kita?" tanya Echa.


"Tanyain tuh sama suami kamu Cha,gara-gara dia jarang ke Kantor aku sama Adel yang harus sibuk mengurusnya,iya kan Sayang!!" David menoleh ke arah Adel dan hanya di balas dengan senyuman oleh Adel.


David duduk di samping Baby Kinan yang sedang tersenyum menatapnya di pangkuan Echa.


Karena gemas,David langsung menghujani ciuman di seluruh wajah Baby Kinan.


"Hai Curut,kalau baru datang dari luar itu cuci tangan dulu baru bisa sentuh anak gue." bentak Adam


"Ya elah Dam,Over protektif banget sih lo jadi Papih gue bersih kok ga bawa penyakit." jawab David dengan kesalnya.


"Tapi...." ucapan Adam terhenti karena mendapat pelototan dari Echa.


"Udah deh Mas,kenapa sih kalian itu kalau ketemu selalu berantem mulu,pusing aku ngeliatnya." sentak Echa


"Tahu nih yang baru jadi Papih belagu amat." sahut David


"Apa lo lihat-lihat." seru Adam


"Mommy,lihat deh si Adam ngajak ribut mulu." David berlari ke arah Mommy Nadia dan memeluknya dari belakang.


Semua orang tampak menepuk jidatnya dan menggeleng-gelengkan kepala,Adel mengelus-elus punggung David untuk membuat kekasihnya itu diam.


"Oh ya,Sayang berikan sama mereka." David menyuruh Adel memberikan sesuatu.


"Ini ada undangan buat kalian semua." Adel memberikan undangan dan Clara orang pertama yang melihatnya.


"Undangan dari siapa Del?" tanya Adam.


"Undangan dari tetangga lo." jawab David sewot


"Sialan lo,kalau di tanya itu jawab yang benar." Adam terlihat kesal


"Habisnya,itu kan undangan Adel yang kasih berarti itu undangan dari Adel dan gue.Minggu depan kita akan menikah." seru David


Semuanya terlihat bahagia dan bersorak-sorai.


"Akhirnya lo pensiun juga jadi jomblo." Adam menghampiri David dan memeluknya


Adam dan David,meskipun mereka tidak pernah akur kalau bertemu tapi di hati masing-masing mereka saling menyayangi dan membutuhkan.


Semuanya memberi selamat kepada David dan Adel,tinggal satu pasangan lagi yang harus berjuang.


Mira terlihat tersenyum,padahal di hatinya dia merasa iri kepada David dan Adel karena kisah cinta mereka beruntung,tidak seperti dirinya dan Reno.


Reno yang melihat Mira,mengerti akan perasaan kekasihnya itu.Reno pun menggenggam erat tangan Mira sebagai penyemangat buat mereka.


Tiba-tiba Ponsel Mira berbunyi.


"Hallo Mah,ada apa?" tanya Mira


"..............."


"Apa." Mira kaget dan kakinya seakan tidak bertulang lemas.


Semua orang melihat ke arah Mira,begitu pun Reno yang melihat gerak-gerik Mira langsung menghampirinya.


"Ada apa Sayang?" tanya Reno yang khawatir melihat Mira sudah berlinang air mata.


Semua orang menoleh ke arah Mira dan Reno.


"Ya ampun Mir,kamu kenapa?ayo duduk dulu." Echa memapah sahabatnya itu


"Ada apa Mir?" tanya Keysa


"Pe..Perusahaan Papah mengalami masalah,padahal kemarin masih baik-baik saja dan sekarang Mamah ada di Rumah Sakit,karena Papah tiba-tiba kena serangan jantung." air mata Mira jatuh deras membasahi pipinya


Semuanya terkejut dengan penjelasan Mira.


"Kurang ajar,pasti ini perbuatan Mamih gue." Reno mengepalkan tangannya dan langsung pergi meninggalkan semuanya.


Tidak ada yang berani menghentikan Reno.


"Aku ke Rumah Sakit dulu." seru Mira dan beranjak dari duduknya


"Tunggu,kita ikut." sahut Keysa


Dan akhirnya pergi ke Rumah Sakit menemani Mira,Baby Daffin dan Baby Kinan di titipkan kepada Mommy Nadia dan Bi.Sum.


Sesampainya di rumah,Reno cepat-cepat keluar dari mobilnya dan berlari masuk ke rumahnya dengan amarah yang sudah memuncak.


Mamih Reno terlihat sedang duduk di Taman belakang.


"Sayang,akhirnya kamu pulang juga." seru Mamih Reno


"Apa yang Mamih lakukan kepada Perusahaan milik Orang Tuanya Mira?" bentak Reno.


"Maksud kamu apa Reno,Mamih tidak mengerti." Mamih Reno terlihat santai menanggapi pertanyaan Reno


"Mamih jangan pura-pura lagi,Reno sudah cape Mih terus-terusan di atur sama Mamih,kenapa Mamih tidak pernah mengerti dengan perasaan Reno?tidak puaskah Mamih dulu sudah menghancurkan hati dan perasaan Reno.Dan sekarang apa Mamih mau menghancurkan lagi hati dan cinta Reno." teriak Reno penuh emosi


"Reno kalau ngomong sama Orang Tua itu yang sopan,jangan teriak-teriak." bentak Mamih Reno


"Selama ini Mamih tidak pernah mengurus Reno,tidak pernah memperhatikan Reno,Mamih dan Papih selalu sibuk dengan urusan kalian sendiri,tapi kenapa di saat Reno menemukan orang yang menyayangi dan mencintai Reno,Mamih selalu ikut campur." bentak Reno


"Karena Mamih ingin kamu mendapatkan pendamping yang tepat buat kamu." sahut Mamih Reno


"Pendamping seperti apa yang Mamih inginkan?dulu Mamih memisahkan Reno dan Amanda dan sekarang Mamih juga mau memisahkan Reno dan Mira,jangan harap impian Mamih tercapai." seru Reno dan beranjak meninggalkan rumah


Baru saja beberapa langkah...


"Tinggalkan perempuan itu,dan Mamih akan mengembalikan Perusahaan Orang Tuanya seperti semula." ancam Mamih Reno


Deg...

__ADS_1


Hati Reno bagai di tusuk ribuan jarum,mendengar ucapan Mamihnya.Tidak terasa air mata Reno menetes.


"Reno sangat benci sama Mamih."


Reno pun pergi meninggalkan rumahnya tanpa menoleh sedikit pun ke belakang.


Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,pikirannya kacau,hatinya hancur.


Sementara itu,Mamihnya Reno memegang dadanya dan menjatuhkan dirinya ke kursi.


"Mengapa kata-kata Reno kali ini begitu sakit dan menyesakkan dada." gumam Mamih Reno


Reno menghentikan mobilnya di Rumah Sakit tempat Orang Tua Mira di rawat.


Reno mencari ruang rawat Papahnya Mira,pada saat Reno mulai mendekat isak tangis Mira dan Mamahnya begitu terdengar.


Reno memilih untuk mendengarkan pembicaraan Mira dan Mamahnya,semuanya ada di sana untuk menenangkan Mira dan Mamahnya.


"Bagaimana ini Mira,Perusahaan Papah kamu langsung anjlok kaya gini." Mamah Mira menangis sesegukkan di pelukan Mira


"Mira juga ga tahu Mah."


Semua yang ada di sana ikut merasakan sedih melihat kondisi keluarga Mira.


"Mamah masuk dulu,mau nemenin Papah." Mamah Mira pun masuk ke ruangan rawat suaminya.


"Bagaimana ini Mir?" tanya Keysa


"Sepertinya aku tahu penyebab Perusahaan Papah ku hancur." seru Mira dengan deraian air mata


Semuanya menoleh ke arah Mira mencari jawaban atas omongannya.


"Ini semua perbuatan Mamihnya Kak Reno,dia ingin aku meninggalkan Kak Reno." Mira semakin menangis di pelukkan Echa


"Aku sangat mencintai Kak Reno Cha,aku ga sanggup harus pisah sama dia." ucap Mira


Reno yang dari tadi menguping pembicaraan mereka di balik dinding ikut meneteskan air mata,dadanya begitu sakit.


Reno tidak sanggup lagi melihat wanita yang sangat di cintainya menderita gara-gara ulah Mamihnya.


Reno memutuskan untuk pergi dari Rumah Sakit.


Reno pulang ke Apartemennya,dia membeli benerapa botol minuman.Reno benar-benar hancur kali ini,dia mulai meminum minuman beralkohol itu.


Sementara itu di Rumah Sakit,Mira tampak melamun sendirian di kursi tunggu di depan ruang inap Papahnya,semua orang sudah pulang ke rumahnya masing-masing.


"Apa kali ini,aku harus mengorbankan cinta aku demi menyelamatkan Perusahaan Papah." gumam Mira


Air matanya terus mengalir hingga matanya pun sembab.


"Aku harus temui Kak Reno,aku harus ngomong sama dia." batin Mira


Kemudian Mira pergi untuk menemui Reno di Apartemennya.


Reno benar-benar sudah mabuk,dia sudah menghabiskan beberapa botol minuman.


Mira sampai di Apartemen Reno dan dengan mudah membuka pintu,karena Reno memberitahu Password Apartemennya.


Sesampainya di dalam,Mira mengkerutkan keningnya karena melihat Apartemen Reno begitu berantakan.


Mira melihat ke arah Balkon yang terbuka,perlahan Mira mendekat dan betapa kagetnya Mira melihat keadaan Reno yang sangat kacau.


"Kak Reno,Kakak mabuk?" tanya Mira


"Mira apa benar itu kamu."


Mira berjongkok di hadapan Reno.


"Kenapa Kakak mabuk seperti ini?"


Tiba-tiba Reno memeluk Mira sangat erat dan menangis di pelukan Mira.


"Aku sangat mencintai kamu Mir,jangan tinggalkan aku."


Mira yang mendengar ucapan Reno ikut menangis.


"Aku juga sangat mencintai Kakak,tapi bagaimana dengan Mamih Kakak yang tidak merestui hubungan kita." ucapan Mira membuat Reno melepaskan pelukkannya dan mengambil botol minuman lagi.


"Sudah Kak,jangan minum lagi Kakak sudah mabuk." Mira menahan tangan Reno


"Lepaskan Mira,biarkan aku mati saja." sahut Reno


"Ya sudah kita mati sama-sama." Mira merebut botol minuman dari tangan Reno dan langsung meminumnya.


Reno yang memang masih punya kesadaran,melarang kekasihnya itu dan seketika Mira mabuk karena pada dasarnya Mira belum pernah mabuk.


Mira mulai bicara ngelantur,kadang tertawa,kadang juga menangis.


Reno yang melihat Mira begitu terpuruk,langsung menarik tengkuk Mira dan menciumnya.


Lama-kelamaan,ciumannya berubah panas dan penuh gairah.Karena Mira dan Reno sama-sama sedang dalam pengaruh Alkohol,akhirnya tanpa sadar mereka melakukan hal yang dilarang.


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


πŸ–€


Kok dada Author nyesek ya melihat kisah cinta Mira dan Reno😭😭


Bagaimana kelanjutannya?tetap setia dan sabar yaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_2