KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2
KCSP SEASON 2 BAHAGIA BERSAMA MU


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat,hari-hari mereka lalui dengan kebahagian dan suka cita.


Perut Echa pun sudah mulai kelihatan buncit,saat ini Echa sedang rebahan di kamarnya bersama Adam yang sedang berkutat dengan Laptopnya.


"Sayang,masih lama kerjaannya?" tanya Echa


"Sedikit lagi selesai Sayang." jawab Adam


"Lapar Sayang pengen makan sesuatu." rengak Echa dengan manjanya.


"Mau makan apa?" tanya Adam


"Pengen makan Pasta tapi Kakak yang masakin." ucap Echa manja


"Sekarang?"


"Iyalah sekarang,masa tahun depan." jawab Echa manyun.


Adam pun menutup Laptopnya dan beranjak dari ranjangnya untuk turun menuju dapur,Echa mengikuti nya dari belakang.


Echa ingin melihat suami nya memasak dan menunggunya di meja makan sembari menopang wajah nya dengan kedua tangannya.



"Ikhlas ga masaknya,kok cemberut kaya gitu kaya yang ga semangat." ucap Echa


Kemudian Adam menoleh ke arah istrinya dan memberikan senyuman nya yang paling manis.



"Awas ya kalau Kakak senyum-senyum gitu di depan perempuan lain." ancam Echa


"Ya ampun Sayang,cemberut salah,senyum juga salah." Adam menarik nafasnya pelan.


"Udah lanjutin sana masak nya." seru Echa


"Siap Komandan laksanakan."


Echa menahan senyumannya..


Tidak lama kemudian masakan Adam selesai,Adam menyimpan piring berisi Pasta itu di depan istri nya tercinta.


"Silahkan di cicipi Nyonya." seru Adam


"Wah,harum sekali masakannya." ucap Echa


Tanpa menunggu lagi,Echa langsung melahap Pasta buatan sang suami.


Adam memperhatikan istrinya,wajah nya terlihat tegang.


"Bagaimana rasa nya Sayang?" tanya Adam.


Echa mengunyah makanannya dan Echa tampak mengkerutkan keningnya.


"Hmmmm...enak banget Sayang." Echa mengacungkan kedua jempolnya.


"Syukurlah."


"Sini makan sama-sama."


Akhirnya Adam dan Echa pun menghabiskan malam ini dengan makan bersama.


Sementara itu di lain tempat,tampak sepasang kekasih sedang melalukan Dinner Romantis.


David dan Adel malam ini sedang Dinner bersama di sebuah Restoran mewah.


"Makasih Kak,karena sudah mengajak Adel makan malam yang sangat romantis ini." ucap Adel.


"Sama-sama,kamu bahagia Sayang?" tanya David.


"Sangat bahagia." jawab Adel


"Oh ya,aku ke toilet dulu sebentar." seru David


"Jangan lama-lama."


"Ok"


David pun pergi meninggalkan Adel sendirian.


15 menit kemudian,David belum muncul juga membuat Adel merasa gelisah.


Di saat Adel berdiri ingin menyusul David ke toilet,tiba-tiba David muncul dengan memegang gitar di tangannya.


David mulai memainkan gitar nya dan menyanyikan sebuah lagu buat Adel.


 


❤MELAMARMU❤


 


Di ujung cerita ini


Di ujung kegelisahan mu


Ku pandang tajam bola mata mu


Cantik,dengarkanlah aku


Aku tak setampan Don Juan


Tak ada yang lebih dari cintaku


Tapi saat ini ku tak ragu


Ku sungguh memintamu


Jadilah pasangan hidup ku


Jadilah Ibu dari anak-anak ku


Membuka mata dan


Tertidur di samping ku


Aku tak main-main


Seperti lelaki yang lain


Satu yang ku tahu


Ku ingin melamar mu


Adel sangat terkejut,kemudian David menyimpan gitarnya dan berlutut di hadapan Adel.


David mengambil kotak kecil berwarna merah dan membukanya di hadapan Adel,sebuah cincin berlian yang sangat indah.


"Adelia Maharani,WILL YOU MARRY ME." ucap David.


Adel menutup mulutnya karena kaget,dan mulai meneteskan air mata.


"Yes,I WILL." jawab Adel mantap.


David tampak bahagia dan memasangkan cincin berlian ke tangan Adel,David berdiri dan memeluk Adel.


Sementara itu di kediaman Reno...


Mira dan Reno sedang santai ngobrol-ngobrol sembari nonton TV,Mira menyandarkan kepala nya di bahu Reno.


"Sayang,kalau seandainya aku melamar kamu apa kamu sudah siap?" tanya Reno.


"Aku selalu siap Kak,kapan pun itu." jawab Mira dengan menggenggam tangan Reno.


Reno mencium kepala Mira.


"Kamu yang sabar ya,sebentar lagi aku pasti melamar kamu soalnya Orang Tua aku masih di Kanada." seru Reno


"Iya Kak,aku akan selalu menunggu Kakak" jawab Mira.




__ADS_1




*********


5 Bulan kemudian..


Echa sedang menunggu kelahiran anak pertama nya yang akan segera ladir dalam waktu dekat ini.


Perutnya sudah terlihat besar bahkan untuk berjalan pun sudah susah,Adam semakin Protektif terhadap istrinya dia selalu saja menghubungi istrinya bahkan 1 hari tidak terhitung berapa kali Adam nelpon.


Saat ini,seperti biasa Adam selalu menitipkan Echa sama Mbak Clara di kala dia bekerja karena Adam khawatir kalau harus meninggalkan Echa sendirian di rumah,walau pun ada Bi Sum yang menemani.


Adam lebih tenang kalau bersama Mbak Clara.


"Cha,titip Daffin ya Mbak mau mandi dulu gerah." ucap Clara


"Ok Mbak,tenang saja." jawab Echa


Baby Daffin saat ini sudah berusia 9 bulan,sudah bisa mengoceh ala Baby yang kadang-kadang Orang Tua nya pun bingung apa yang di inginkan anaknya itu.


Tiba-tiba,Echa merasakan perutnya mulai mules.


"Kok perut aku sakit ya." gumam Echa


Sedangkan Baby Daffin terus saja mengoceh sambil memberikan mainan ke arah Echa.


"Sebentar ya Sayang,kamu mau main ya perut Aunty nya lagi sakit Sayang." ucap Echa sembari meringis.


Seperti yang sudah mengerti akan ucapan Echa,Baby Daffin akhirnya main sendiri.


Sementara Echa terus saja memegang perutnya,rasa sakit nya makin menjadi-jadi.


"Aaarggghh sakit banget." batin Echa


Clara yang baru saja turun dari kamar nya sangat kaget melihat Echa yang duduk selonjoran dengan tangannya memegang erat sofa menahan sakit.


Keringat nya bercucuran dari keningnya.


"Ya Alloh Cha,kamu kenapa?" tanya Clara.


"Perut aku sakit Mbak." jawab Echa lirih.


"Mungkin kamu mau melahirkan Cha,sebentar Mbak mau titipin Daffin dulu sama Bi Inah."


Clara berteriak memanggil Bi Inah dan tidak lama kemudian,wanita paruh baya itu tergopoh-gopoh menghampiri.


"Bi,tolong titip Daffin ya saya mau bawa Echa ke Rumah Sakit kaya nya dia mau melahirkan." seru Clara


"Baik Nyonya."


"Ayo Cha kamu masih kuat jalan kan." seru Clara.


Echa mengangguk pelan,Clara memapah Echa naik mobilnya.


"Pak Udin cepat ke Rumah Sakit ya." sahut Clara.


"Baik Nyonya."


Di dalam perjalanan Clara menghubungi Adam.


Sementara itu,Adam sedang ada Meeting karena hari ini Adam tidak ke POLRES ada urusan penting di Perusahaan.


"Kok ga di angkat-angkat sih." gumam Clara


"Mungkin sedang Meeting Mbak,karena katanya hari ini Kak Adam ada Meeting penting." ucap Echa lirih menahan sakit.


Sesampainya di Rumah Sakit,Clara langsung memanggil perawat untuk menolongnya membawa Echa.


Tidak lama kemudian,dua orang perawat membawa blankar dan membawa Echa ke ruangan Dr.Dewi.


"Bagaimana Dok?" tanya Clara.


"Mbak Echa memang mau melahirkan,segera bawa dia ke ruangan bersalin." ucap Dr.Dewi


Echa segera di bawa ke ruangan bersalin.


Clara terus saja menghubungi Adam,tapi tetap saja sama tidak di angkat kemudian Clara menghubungi Angga dan Dirga.


"Mas" Clara langsung memeluk suaminya.


"Bagaimana keadaan Echa?" tanya Dirga.


"Baru masuk ruangan bersalin." jawab Clara.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Dr.Dewi keluar dari ruangan.


"Bagaimana keadaan adik saya Dok?" tanya Angga.


"Apa Pak Adam sudah datang?soalnya Mbak Echa terus saja memanggil suaminya." seru Dokter.


"Belum Dok,Adam belum juga mengangkat telponnya." sahut Clara.


"Tolong terus hubungi Pak Adam,karena Mbak Echa butuh sosok suaminya." seru Dr.Dewi


Dr.Dewi pun kembali masuk ke ruangannya,Dirga terus saja menghubungi Adam tapi masih sama tidak ada jawaban.


"Masih ga di angkat Bang." seru Dirga


"Coba hubungi David." ucap Angga


"Ya Alloh,kenapa aku ga inget sama David ya dari tadi..coba Dir hubungi David." ucap Clara


Dirga pun menghubungi David.


Sementara itu Adam dan yang lainnya baru saja selesai Meeting,Ponsel David berbunyi.


"Dirga,tumben nelpon." gumam David


"Hallo Dir,ada apa?" tanya David


"............"


"Apa,Ok gue bilangin sama Adam." David menutup Ponselnya.


"Ada apa?" tanya Adam


"Ponsel lo dimana?"


"Di ruangan gue,emangnya kenapa?"


"Pantasan saja,cepetan lo ke Rumah Sakit Echa mau melahirkan." seru David


Tanpa menjawab lagi,Adam langsung berlari pergi dan meninggalkan David.


Tidak butuh waktu lama,Adam sampai di Rumah Sakit karena Adam menjalankan mobilnya dengan sangat kencang.


Dengan nafas ngos-ngosan Adam sampai di depan ruangan tempat Echa mau melahirkan.


"Ya ampun Adam,cepetan masuk ke dalam Echa sudah nungguin kamu." seru Clara


Tanpa menjawab Adam langsung masuk ke dalam ruangan.


Di saat Adam masuk,Adam melihat Echa sedang meringis kesakitan dengan keringat yang terus keluar.


"Maaf Dok baru datang." sesal Adam


"Tidak apa-apa Pak Adam,kayanya anak nya ga mau keluar sebelum Papihnya datang." ucap Dr.Dewi


Adam mengganti pakaiannya dengan pakaian steril dan menghampiri Echa yang sedang kesakitan.


"Maafin aku Sayang,tadi aku sedang Meeting dan Ponsel aku ketinggalan di ruangan aku jadi ga tahu kalau ada yang ngehubungi." seru Adam dan memcium kening Echa.


Echa hanya mampu mengangguk lemah dan tersenyum.


Dan benar saja seketika perut Echa kembali kontraksi,Echa meringis kesakitan.


"Ayo Mbak tarik nafas terus buang perlahan." ucap Dr.Dewi


Echa mengikuti perintah Dr.Dewi dan kontraksi nya semakin terasa,Echa menggenggam erat tangan Adam keringat mulai bercucuran.


"Ayo Mbak sedikit lagi."


"Oek..oek...oek..."

__ADS_1


"Alhamdulillah,selamat Pak Adam Bayi nya perempuan dan sangat cantik seperti Mamihnya." seru Dr.Dewi


Echa menitikan air mata saat Dr.Dewi menyimpan Bayi nya di dada Echa.


"Hei Sayang,ini Mamih." ucap Echa lirih.


Adam menciumi seluruh wajah Echa dan Baby nya.


"Terima kasih Sayang,kalian adalah Bidadari-bidadarinya Papih." Adam pun ikut menitikan air mata.


Adam keluar dari ruangan itu karena Echa dan Baby nya mau di bersihkan dahulu.


"Bagaimana Kak,Baby Boy apa Baby Girl?" tanya Keysa antusias


"Baby Girl."


"Wah,asyik kita jadi punya sepasang keponakan Sayang." ucap Keysa memeluk Dirga.


"Iya,selamat ya Dam." seru Dirga


Sekarang Echa dan Baby nya sudah di pindahkan ke ruang inap,Clara dan Keysa terlihat heboh.



"Ya ampun cantik banget Cha,ih gemas." ucap Keysa.


"Mirip banget sama kamu Cha." sahut Clara


"Siapa namanya Dam?" tanya Angga


"KINAN ADITYA GUNAWAN." jawab Adam


"Nama yang cantik." Echa tersenyum.


Ceklek..


Pintu ruangan terbuka.


"Mana keponakan Aunty." teriak Mira


"Stop..jangan mendekat cuci tangan dulu." bentak Adam


"Ih Kak Adam aku bersih kok." rengek Mira


"Sini mana tangan kalian berdua."


Mira dan Reno menyodorkan tangan mereka,Echa geleng-geleng kepala melihat Adam yang makin Over Protektif.


"Ya ampun,cantik banget kamu Nak kaya Aunty." ucap Mira


"Sembarangan,ya kaya Mamih nya lah." sahut Echa


Semuanya tampak bahagia dengan kehadiran Baby lagi.


Waktu berjalan cepat,tidak terasa sudah Maghrib,semuanya pamit pulang sementara Angga dan Clara sudah pulang duluan karena takut Baby Daffin nangis.


"Semuanya sudah pulang jadi sepi deh." seru Echa


"Lihat deh Yang,anak kita cantik banget kaya kamu." ucap Adam dengan terus memperhatikan Puteri cantiknya itu.


Echa tersenyum,Adam mendekati Echa dan memeluknya.


"Terima kasih sudah hadir di kehidupan aku,dan sekarang sudah memberikan satu lagi Bidadari yang sangat cantik." ucap Adam


"Sama-sama,aku juga terima kasih karena selama ini sudah menjadi suami yang siaga dan selalu ada buat kita berdua." ucap Echa


Adam mencium bibir Echa.


"I LOVE YOU MAMIH."


"I LOBE YOU TOO PAPIH."


🌼


🌼


🌼


KEESOKAN HARINYA..


Adam terlihat masih terlelap tidur di Sofa,perlahan Echa turun dari atas ranjang hendak ke kamar mandi.


Ceklek..


Pintu ruangan terbuka.


"Sayang." teriak Mommy Nadia


Echa kaget dengan teriakan Mommy mertuanya itu,bahkan Adam pun langsung terbangun.


"Mommy,kapan pulang?" tanya Echa


"Baru saja sampai,Mommy sama Daddy langsung ke sini karena pengen cepat-cepat melihat cucu kami." Mommy Nadia langsung mendekati ranjang Bayi.


"Tunggu Mommy." teriak Adam


Mommy dan Daddy menghentikan langkah mereka.


"Mana tangan kalian berdua." seru Adam


Mommy dan Daddy menyodorkan tangannya,Adam memberikan hand sanitizer.


Lalu Adam kembali meneruskan tidurnya di Sofa.


"Ya ampun Dam,jadi kamu bangun cuma untuk itu?" Daddy Rudi geleng-geleng kepala


Echa berjalan pelan menuju kamar mandi,Mommy Nadia memggendong Baby Kinan.


"Ya Alloh Dad,cucu kita cantik banget." Mommy Nadia mencium seluruh wajah Baby Kinan.


"Sini gantian,Daddy juga ingin gendong." sekarang giliran Daddy Rudi yang menggendong Baby Kinan.


"Sayang,ini Opa." Daddy Rudi pun menghujani Baby Kinan dengan ciuman.


Echa yang baru keluar dari kamar mandi tersenyum melihat tingkah laku Mertuanya yang sedang berebut ingin menggendong Baby Kinan.


"Sayang,bangun apa hari ini ga Dinas?" tanya Echa.


"Ga,izin hari ini ga masuk." ucap Adam dengan tetap memejamkan matanya.


Sementara itu di kamar Dirga,Keysa sedang mengancingkan baju Dinas Dirga.


"Kenapa Sayang kok crmberut?" tanya Dirga


"Aku iri sama Echa dan Mbak Clara,mereka sudah mempunyai Baby terus kita kapan padahal kita sudah 5 bulan menikah tapi belum ada tanda-tanda aku hamil." keluh Keysa


"Sayang,kok ngomongnya kaya gitu?kita harus sabar,mungkin Alloh belum mempercayakannya sama kita lagi pula kita masih baru nikahnya jadi nyantai aja ga usah banyak pikiran." sahut Dirga


Dirga pun memeluk istrinya dan mencium pucuk kepala Keysa berkali-kali.


🖤


🖤


🖤


🖤


🖤


Maaf Reader-reader ku baru Up,ini spesial 2000 kata lho buat kalian para Reader ku tercinta🙏🙏😘😘


Jadi terus kasih dukungannya dong buat Author biar lebih semangat lagi🙏🙏


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2