
1 Minggu kemudian...
Hari ini Echa dan Baby Kinan sudah di perbolehkan pulang,semuanya terlihat antusias kebetulan hari ini bertepatan dengan hari minggu.
Keysa menggendong Baby Kinan,sementara Clara sudah menunggu di rumah Adam karena Baby Daffin tidak bisa masuk Rumah Sakit karena masih Bayi.
Mira terlihat tidak seceria biasanya,hari ini wanita cantik itu tampak murung dan semuanya menyadari itu.
Adam,Dirga,dan David membawa barang-barang Echa dan Baby Kinan sementara Adel mendorong kursi roda Echa.
Reno tidak terlihat hari ini,karena dia sedang ada urusan dengan Papihnya melihat lokasi yang akan di bangun sebuah Villa.
Reno sudah ngomong kalau dia akan menyusul ke rumah Adam.
Tidak lama kemudian,semuanya sudah sampai di rumah Adam dan Echa.
Baby Daffin yang berada di gendongan Angga tampak meronta melihat kedatangan Echa,Daffin terus meronta ingin di gendong oleh Echa.
"Mana gantengnya Aunty,satu minggu ga ketemu kangen banget."
Echa menggemdong Baby Daffin dan menghujani Baby Daffin dengan ciuman di seluruh wajahnya,membuat Baby Daffin tertawa karena geli.
Mommy Nadia dan Clara sedang menyiapkan makan siang.
Melihat kedatangan cucu nya,Mommy Nadia menghentikan kegiatannya.
"Mana cucu Oma yang cantik." Mommy Nadia mengambil alih Baby Kinan dari gendongan Keysa.
Semuanya bahagia menyambut kehadiran Baby Kinan,apalagi melihat tingkah Baby Daffin yang semakin gemas dengan ocehan-ocehan ala Bayinya.
Saat ini semuanya sedang berkumpul di ruangan keluarga,berbincang-bincang dan tertawa bersama.
Sementara Baby Kinan dan Baby Daffin sudah tertidur di kamar yang di sediakan untuk Baby Kinan.
"Hai semuanya." teriak Reno
"Kamana aja lo baru datang." sahut Adam
"Sorry-sorry tadi gue tadi ada urusan dulu mengenai pembangunan Villa yang sedang Perusahaan gue tangani." jelas Reno
Mira yang melihat kedatangan Renk langsung berdiri,semua nya menoleh ke arah Mira.
"Maaf,semuanya aku pulang duluan ya." Mira langsung pergi meninggalkan rumah Adam dan Echa
Reno yang melihat Mira pergi,berlari mengejar Mira semuanya tampak bingung dengan adegan sepasang kekasih itu.
Memang semenjak kejadian Mira bertemu dengan Orang Tua Reno,Mira seolah menjauh dari Reno setiap Reno mengajak ketemu Mira selalu membuat alasan yang membuat Reno bingung dengan perubahan Mira.
"Tunggu Mir." Reno menarik lengan Mira
"Maaf Kak,aku buru-buru." Mira menepis tangan Reno
Tapi dengan sigap,Reno menarik Mira dan membawanya ke dalam mobil Reno.
"Kakak apa-apaan sih." Mira tampak berontak tapi tenaga Mira kalah dengan tenaga Reno
Reno mendorong Mira masuk ke dalam mobilnya,dan Reno cepat-cepat ikut masuk dan segera melajukan mobilnya.
"Kakak mau bawa akh kemana?" tanya Mira
Tidak ada jawaban dari Reno,dia terlihat sangat emosi karena Mira berubah mengacuhkannya.Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga membuat Mira ketakutan.
Mira tampak memejamkan matanya selama perjalanan dan berpegangan kuat-kuat pada sabuk pengaman.
Reno menghentikan mobilnya di sebuah Apartemen mewah,perlahan Mira membuka matanya saat Reno membukakan pintu mobil untuknya.
Baru saja Mira ingin bicara,Reno sudah menarik tangannya membawa masuk ke dalam Apartemen yang entah milik siapa.
Pasalnya Mira tidak pernah mengetahui kalau Reno mempunyai Apartemen,Mira tidak berani bertanya dia takut melihat wajah Reno yang terlihat tidak bersahabat.
Pintu lift terbuka,Reno kembali menarik tangan Mira tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Reno.Kemudian Reno membuka password Apartemennya dan membawa Mira masuk dan langsung menguncinya.
"Kakak mau ngapain?" Mira terus mundur hingga langkahnya terhenti karena terhalang oleh dinding.
Reno mengunci pergerakan Mira,Reno menatap tajam Mira.Mira memalingkan wajahnya karena tidak sanggup bertatapan dengan Reno.
"Tatap aku Mira." seru Reno
Mira tidak mendengarkan omongan Reno,dia tetap memalingkan wajahnya.
"Tatap mata aku Mira." bentak Reno
Akhirnya Mira menatap mata Reno dengan berlinang air mata,Mira kaget karena bentakan Reno.
"Kenapa kamu menghindar dari aku?" Reno terlihat emosi.
Mira hanya bisa menundukkan wajahnya yang berlinang air mata tanpa bisa menjawab pertanyaan Reno.
Reno merasa frustasi,karena Mira tidak bicara sedikit pun.Kemudian Reno mengambil gelas dan melemparnya ke arah cermin yang ada di depan pintu kamar hingga pecah berantakan.
Mira terkejut,dia menutup telinga nya dan ambruk di lantai sembari menangis tersedu-sedu.
"Jawab pertanyaan aku Mira,jangan menangis terus apa salah aku hingga kamu menghindari ku selama ini." teriak Reno emosi
__ADS_1
Reno memegang kedua bahu Mira yang sedang menangis tersedu-sedu.
"Apa semua ini ada hubungannya dengan Orang Tua aku?" tanya Reno
"Jawab Mira jangan diam saja." bentak Reno
Mira tetap bungkam,dia bingung harus bicara apa.
"Aaaaarrrrggghhh...." teriak Reno sembari mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
"Ok,aku anggap diam kamu sebagai jawaban kalau ini semua gara-gara Orang Tua aku,aku akan menemui mereka sekarang." Reno beranjak ingin menemui Orang Tua nya.
Baru saja dua langkah,Mira berlari ke arah Reno dan memeluknya dari belakang.
"Jangan pergi Kak,aku mohon."
Reno membalikan tubuhnya,di lihatnya wajah kekasihnya itu matanya sembab karena terlalu lama menangis Reno membawa Mira ke dalam pelukkannya.
Cukup lama mereka berpelukan,bahkan Reno pun ikut menitikan air mata,setelah Mira sudah mulai tenang,Reno membawanya untuk duduu di sofa.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Reno sembari mengelus kepala Mira.
Mira menarik nafas dan menghembuskannya perlahan,Mira mulai menceritakan dari awal dia datang ke rumah Reno hingga ancaman-ancaman yang Mamih Reno lakukan.
Mira memperlihatkan pesan-pesan yang di kirim oleh Mamihnya Reno,Reno mengepalkan tangannya dia begitu emosi setelah membaca semua isi pesan yang di kirim Mamihnya itu.
"Sudah ku duga,sialan dasar Nenek Sihir selalu membuat anak nya menderita.Aku harus menemui dia sekarang." Reno ingin beranjak tapi Mira mencegahnya.
"Jangan Kak aku mohon,aku ga mau kamu jadi marahan dengan Mamih kamu gara-gara aku." seru Mira
"Tapi Sayang,kali ini Mamih sudah keterlaluan dia berusaha ingin memisahkan kita berdua." sahut Reno
"Aku yakin Kak,kalau kita berjodoh sekeras apa pun orang yang akan memisahkan kita,kita ga bakalan terpisahkan." seru Mira
Reno langsung memeluk Mira,cukup lama mereka berpelukan melepaskan rasa rindu yang selama ini bersarang di hati mereka.
Reno melepaskan pelukkannya,sesaat Reno menatap wajah kekasihnya perlahan Reno mendekatkan wajahnya dan akhirnya kedua bibir itu bersentuhan,Mira meneteskan air mata di sela-sela pungutannya.
Reno yang menyadari Mira menangis,menghentikan kegiatannya.
"Kenapa Sayang?" tanya Reno
"Aku sangat memcintai kamu Kak,aku ga tahu bagaimana jadi nya kalau akh harus berpisah sama kamu." ucap Mira sembari menangis
Reno langsung memeluk kekasihnya itu.
"Aku juga sangat mencintai kamu Mir,kita tidak akan berpisah aku jamin itu." sahut Reno
"Mira sama Kak Reno kenapa ya?" tanya Echa
"Iya,kayanya ada masalah deh." sambung Keysa
"Sepertinya Orang Tua Reno sudah mengetahui hubungan antara Reno dan Mira." seru Dirga
"Orang Tua Reno itu egois banget,mereka tidak berkaca pada kejadian masa lalu,Reno hampir gila akibat perbuatan Mamihnya itu." sahut Adam
"Emang apa yang sudah Mamih Kak Reno lakukan?" tanya Echa
Adam dan Dirga saling berpandangan...
"Tapi kalian janji ya jangan bilang-bilang sama Mira kasihan dia." seru Adam
Semuanya mengangguk dan terlihat penasaran dengan cerita Adam dan Dirga.
Kemudian Adam dan Dirga menceritakan masa lalu Reno,berawal dari Kuliah hingga Reno bertemu dengan seorang wanita yang bernama Amanda,wanita sederhana yang bersahaja yang mampu memikat hati seorang Reno.
"Hingga akhirnya Reno harus kehilangan Amanda akibat ulah Mamihnya.Reno hampir gila mencari Amanda kemana-mana,hingga akhirnya Reno menyerah dan memulai lagi kehidupannya." jelas Dirga
"Itu salah satu alasan kenapa Reno menjadi seorang Playboy,karena dia berpikir untuk apa menjalin hubungan kalau ujung-ujungnya harus berpisah." sambung Adam
"Tapi saat Reno bertemu dengan Mira,Reno kembali merasakan jatuh cinta yang dulu pernah hilang,tapi mirisnya Mamihnya kembali menjadi penghalang hubungan Reno." sahut Dirga
"Ya Alloh kasihan banget Mira sama Kak Reno." seru Keysa
"Sekarang di saat Reno mulai membuka hati lagi untuk wanita lain,Mamihnya kembali mematahkan harapan Reno." sahut Adam
"Kejam banget sih Mamihnya Kak Reno." Echa tampak kesal
"Iya,kan kasihan Mira sahabat kita." Keysa ikut geram
"Memang Tuan Atmadja terkenal angkuh di antara Pebisnis yang lain." sahut Angga
"Abang ga kerja sama kan dengan Perusahaan Atmadja?" tanya Echa
"Kebetulan Abang ga ada kerja sama apa pun dengan Perusahaan Atmadja." seru Angga
"Syukurlah,awas kalau Abang menjalin kerja sama dengan Perusahaan Atmadja,Echa ga bakalan ngizinin." ucap Echa
Adam geleng-geleng kepala mendengar ucapan istrinya itu.
"Kakak juga,jangan senyum-senyum awas kalau menjalin kerja sama dengan Perusahaan Atmadja." ancam Echa
"Siap Komandan." Adam memberikan hormat kepada istrinya itu.
__ADS_1
Tidak terasa hari mulai gelap,semuanya mulai meninggalkan kediaman Adam dan Echa.
Malam pun tiba...
Setelah menidurkan Baby Kinan,Echa dan Adam duduk di ranjang.Echa menyenderkan kepalanya ke bahu Adam.
"Sayang,sebenarnya ada rahasia besar mengenai Reno dan itu hanya aku dan Dirga yang tahu." ucap Adam
"Rahasia apa Kak?" tanya Echa
"Tapi jangan sampe ada orang lain yan tahu ya,cukup kamu saja yang tahu." seru Adam
Echa menganggukan kepalanya...
"Sebenarnya Tuan dan Nyonya Atmadja itu bukan Orang Tua Reno,Mamah nya Reno merupakan Kakak dari Nyonya Atmadja,karena Nyonya Atmadja menyukai Papahnya Reno makannya Nyonya Atmadja meracuni makanan Mamahnya Reno supaya Mamahnya Reno meninggal dan Papahnya bisa menikah dengannya.
"Tapi sayang waktu itu,makanan yang sudah di racuni oleh Nyonya Atmadja di makan oleh Orang Tua nya Reno dan seketika Orang Tua Reno meninggal,kasusnya di tutup dan tidak di selidiki." jelas Adam
"Astagfirullah,Nyonya Atmadja itu jahat banget ya pantesan saja aku ngerasa heran,Kak Reno kan namanya Reno Pratama bukan Reno Atmadja." sahut Echa
"Iya,aku dan Dirga mengetahuinya saat Nenek Rina belum meninggal kebetulan waktu itu Nenek Rina mendengar pembicaraan Nyonya Atmadja dengan seseorang di telpon,kemungkinan Nenek Rina juga meninggal akibat serangan jantung mendengar kenyataan itu." seru Adam
"Ya ampun kasihan banget Kak Reno,terus apa Tuan Atmadja belum mengetahui kejahatan istrinya?" tanya Echa
"Kayanya sih belum,Tuan Atmadja sangat mencintai istrinya meskipun istrinya di vonis mandul dia tetap setia,makannya Tuan Atmadja sangat menyayangi Reno meski pun Reno bukan darah daging nya."
"Bagaimana kalau sampai Kak Reno tahu yang sebenarnya,pasti dia bakalan hancur banget." Echa terlihat sedih
"Makannya aku dan Dirga sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya sama Reno."
"Semoga Kak Reno bisa menerima kenyataannya."
"Amin"
Adam dan Echa pun akhirnya tidur dengan saling berpelukan.
KEESOKAN HARINYA...
Di Taman belakang rumah Reno,Mamihnya Reno sedang meminum teh seorang diri.
"Kak,maaf kan aku karena sudah membuat anak mu menderita.Aku tidak bisa mendapatkan Papahnya Reno,dan sekarang aku bisa mendapatkan anak kalian yang merupakan tambang emas buat ku,kalau sampai Reno menikah aku tidak akan mendapatkan apa pun,Perusahaan Atmadja pun bisa maju karena sokongan dana dari Perusahaan "R" Gruop yang tidak lain Perusahaan milik Reno,aku butuh Reno jadi aku ga bakal biarin Reno menikah sampai kapan pun." batin Mamih Reno dengan senyum sinisnya.
Semenjak Reno tahu kalau Mira menjauh gara-gara ulah Mamihnya,Reno memutuskan untuk tinggal di Apartemennya.
Di kediaman Bagaskara...
Dirga dan Keysa memang tinggal bersama Angga selain rumahnya yang besar,Angga juga meminta supaya Clara ada teman di rumah.
Seperti biasa,Keysa membantu Dirga memakaikan baju Dinasnya.
"Bang,nanti siang aku mau ke Rumah Sakit cek kandungan soalnya aku ingin konsultasi mengenai kandunganku,sudah lama kita menikah tapi aku belum juga hamil" seru Keysa
"Tapi Abang ga bisa anter Sayang,soalnya Abang banyak kerjaan sekarang." sahut Dirga
"Gapapa,aku bisa sendiri." jawab Keysa
Hari ini Keysa,pergi ke Rumah Sakit sekedar untuk cek kandungan dia sudah membuat janji dengan Dr.Dewi,Dokter Kandungan yang menangani Echa.
Keysa baru selesai di periksa...
"Bagaimana Dok?" tanya Keysa
"Apa Mbak Keysa haid nya teratur?"
"Justru itu Dok,haid nya tidak teratur pernah dulu sampai 2 bulan ga haid." jelas Keysa
"Mbak Keysa mengalami gangguan hormon,yang mempengaruhi alat reproduksi kemungkinan untuk hamil sangat tipis tapi bukan berarti Mbak Keysa tidak bisa hamil,Mbak Keysa yang sabar banyak-banyak berdoa." jelas Dr.Dewi
Penjelasan Dr.Dewi bagaikan petir di siang bolong,hati Keysa hancur mendengarnya.
Bagaimana dia harua menjelaskan semua ini pada Dirga,apa Dirga mau menerimanya kalau seandainya Keysa tidak bisa memberi nya keturunan.
Keysa meninggalkan Rumah Sakit dengan perasaan sedih,sejenak dia duduk di Taman Rumah Sakit,air mata nya jatuh juga betapa kurang beruntungnya dia sebagai wanita.
"Apa kamu akan menerima kondisi aku Bang." batin Keysa dengan air mata yang terus mengalir.
π€
π€
π€
π€
π€
Hallo Reader-reader ku tercinta,maaf baru Update soalnya Author sedang sibukππ
Sekali lagi maaf ya,semoga kalian tidak bosen dengan Karya Author dan tetap memberi dukungannyaππππ
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1