KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI Season 1 & 2
KCSP SEASON 2 MENUJU PERNIKAHAN DIRGA


__ADS_3

2 bulan kemudian...


Tidak terasa sekarang usia kandungan Echa sudah menginjak 11 minggu,hari ini adalah jadwal Echa periksa kandungan.


Tapi sayang kali ini Echa harus pergi sendiri ke Rumah Sakit karena Adam harus Dinas.


Seperti biasa Echa memakaikan baju dan mengancingkannya,hal yang rutin yang selalu Echa lakukan.


"Sayang maaf,hari ini aku ga bisa nganter kamu cek up" sesal Adam


"Gapapa aku bisa sendiri kok"


"Tapi kamu harus hati-hati ya,kalau sudah sampai Rumah Sakit kasih tahu aku terus kalau mau pulang kabari juga,jangan lupa minum susunya,terus minum o...." ucapan Adam terpotong karena Echa membungkam nya dengan ciuman maut.


"Iya bawel,aku juga tahu" ucap Echa dengan berlalu membereskan tempat tidur.


Tidak tahu kenapa di kehamilan yang sekarang Adam sangat over protektif bahkan minum susu pun dia yang selalu buatkan karena tidak percaya dengan orang lain.


Berlebihan memang tapi ya bukan Adam namanya kalau ga begitu,kemudian Adam memeluk istrinya dari belakang.


"Sayang kamu mau menggoda aku ya,pagi-pagi dah cium-cium aja" goda Adam


"Kamu mah Kak,kalau ga gitu ga bakalan berhenti ngomongnya"


"Ya itu kan karena aku pengen anak dan istri ku selalu sehat" seru Adam


Echa membalikan tubuhnya dan mengalungkan tangannya ke leher Adam.


"Iya..iya calon Papih,terima kasih sudah perhatian dan sayang sama kita"


Adam kembali jongkok dan mencium perut Echa,Echa mengusap-usap kepala Adam dan tersenyum.


"Dedek baik-baik ya di dalam perut Mamih,maaf sekarang Papih ga bisa nganterin kalian,Dedek jangan nakal ya jangan buat Mamih kecapean karena nanti malam Papih mau jengukin Dedek" ucap Adam.


Echa tampak melotot dan menyimpan kedua tangannya di pinggang.


"Sudah ya Dek,Papih berangkat kerja dulu Mamih kamu sudah melotot tuh sama Papih" Adam kembali menciumi perut Echa.


Baru saja Echa akan protes dengan omongan Adam barusan,Adam sudah mendahuluinya dengan kecupan bibirnya.


"Bye Sayang" Adam langsung berlari ke luar kamar.


Sementara Echa hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala.


"Bi,Echa mau periksa ke Rumah Sakit dulu ya tolong jaga rumah" seru Echa


"Baik Nyonya"


Echa pun mengendarai mobilnya sendiri,butuh waktu 30 menit untuk sampai di Rumah Sakit.


Echa langsung menuju ruangan Dr.Dewi karena memang dia sudah janjian.


Tok..tok..tok...


"Permisi Dokter" sapa Echa


"Eh Mbak Echa ayo masuk silakan duduk,,bagaimana apa ada keluhan?? tanya Dr.Dewi


"Untuk sekarang ga da sih Dok,mualnya juga udah sedikit berkurang cuma paling pagi-pagi saja mual pas bangun tidur,pusing juga udah agak berkurang sekarang" jelas Echa

__ADS_1


"Baik,sekarang Mbak Echa tiduran yu,kita periksa dulu" seru Dr.Dewi


Echa pun berbaring,suster sudah mulai memakaikan jel di perut Echa,Dr.Dewi tampak serius melihat ke arah layar monitor.


"Sudah Mbak"


Echa merapihkan kembali dress yang di pakainya dan kembali duduk di hadapan Dr.Dewi.


"Semuanya sehat Mbak,janinnya pun sehat tidak ada masalah tapi tetap Mbak Echa jangan dulu kecapean harus banyak istirahat dan makan buah-buahan ya,susunya juga jangan lupa di minum terus" sahut Dr.Dewi


"Syukurlah kalau begitu,baik Dok..kalau begitu saya permisi dulu Dok terima kasih" Echa menjabat tangan Dr.Dewi


"Sama-sama Mbak,bulan depan ke sini lagi ya Mbak"


"Baik Dokter"


Echa pun pergi meninggalkan Rumah Sakit.


"Ke rumah Abang dulu ah,aku kangen sama Daffin" gumam Echa sembari tersenyum lebar


Sesampainya di rumah Angga,Clara sedang menyusui Baby Daffin di usianya yang menginjak 3 bulan Baby Daffin sudah mulai mengoceh.


"Baby Boy,Aunty cantik datang" teriak Echa


Seakan mengerti Baby Daffin langsung menghentikan kegiatannya dan langsung meronta-ronta ingin di gendong.


Echa langsung menggendong Baby Daffin dan menghujani wajahnya dengan ciuman karena gemas.


"Hallo Baby Boy,Aunty kangen banget sama kamu" Baby Daffin tertawa dan mengoceh ala bayi membuat Echa makin gemas.


"Tumben,pagi-pagi sudah ke sini?" tanya Clara


"Bagaimana kandungannya?" tanya Clara


"Alhmdulillah sehat Mbak"


Seperti biasa,kalau sudah bertemu dengan Baby Daffin Echa selalu lupa waktu.


Seperti saat ini,Echa sampai ketiduran dengan Baby Daffin di depan ruang Tv.


Clara yang melihat mereka hanya tersenyum dan dia pun pergi memasak karena sebentar lagi Angga dan Dirga pulang.


Clara memang suka membantu Bi Inah memasak,seperti saat ini setelah selesai masak Clara melihat Echa dan anaknya masih terlelap tidur.


Clara menuju ke kamarnya untuk mandi sejenak.


Tidak lama kemudian Angga,Dirga,dan Adam sampai di rumah,Adam sudah menyangka kalau istrinya berada di sini karena Adam menghubungi rumah kata Bi Sum Echa belum pulang.


Begitu pun dengan Angga,semenjak mempunyai Baby Daffin Angga selalu pulang cepat tidak pernah lembur.


"Asslamualaikum" seru mereka bertiga


"Waalaikumsalam" jawab Clara yang menyimpan telunjuknya di bibir


"Ada apa Daffin sedang tidur ya?" tanya Angga


"Tuh" Clara menunjuk ke arah karpet bulu di depan TV


"Ya ampun,mereka itu ya kalau sudah ketemu pasti nempel" sahut Angga sambil tersenyum.

__ADS_1


Karena mendengar suara Daddy nya,Baby Daffin pun terbangun dan meronta-ronta ke arah Angga.


"Wah,jagoan Daddy sudah bangun" seru Angga menggendong Daffin dan menghujani Daffin dengan ciuman membuat Daffin tertawa.


Echa pun menggeliat dan perlahan membuka matanya.


"Lho kalian sudah pulang?" tanya Echa dengan suara khas bangun tidur


"Kebiasaan kalau sudah ke sini suka lupa waktu" ledek Adam


"Maaf" Echa nyengir


Semuanya pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri,setelah itu mereka makan bersama.


Saat ini mereka sedang berbincang-bincang di ruangan keluarga.


"Dir gimana rencana pernikahan lo?" tanya Angga


"Sudah beres semuanya tinggal menunggu hari H saja" jawab Dirga


"Syukurlah,akhirnya adik-adik Abang sudah mempunyai orang-orang yang tepat jadi Abang tidak khawatir lagi" seru Angga


"Abang harus jaga Keysa sebaik-baiknya,jangan sakitin dia" ucap Echa


"Pastilah Dek"


"Mudah-mudahan lo langsung dapat baby biar kita semua barengan punya Baby" sahut Adam.


Echa menyandarkan kepalanya ke pundak Dirga.


"Abang bakalan jauh dari Echa dong dan bakalan segera menjadi milik orang lain" rengek Echa


"Kamu bakalan tetap jadi adik kecil Abang Dek,walau pun Abang sudah menikah rasa sayang Abang tidak akan pernah hilang buat kamu Dek" Dirga mengelus kepala Echa dan menciumnya.


๐Ÿ–ค


๐Ÿ–ค


๐Ÿ–ค


๐Ÿ–ค


๐Ÿ–ค


Jangan lupa terus dukung karya-karya Author dengan memberikan like dan vote sebanyak-banyaknya๐Ÿ™๐Ÿ™


Dan buat Reader-reader ku tercinta terima kasih sudah setia dan sabar menunggu kelanjutannya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž

__ADS_1


__ADS_2