
❤
❤
❤
❤
Echa baru mendapat kabar dari Bi.Inah,kalau Clara satu jam lagi akan berangkat ke Rumah Sakit.
Echa cepat-cepat menuju rumah Angga dan menunggu agak jauh dari rumah Angga supaya Clara tidak curiga.Setelah sekian lama menunggu,akhirnya Clara keluar dengan di antar oleh Sopir yang di pekerjakan oleh Angga.
Echa segera mengikuti Clara ke Rumah Sakit.
"Aku tahu,pasti saat ini Mbak sedang menyembunyikan sesuatu" gumam Echa.
Setelah sekian lama mengikuti Clara,akhirnya Clara sampai di Rumah Sakit.Echa dengan cepat-cepat turun dari mobil dan mengendap-ngendap mengikuti langkah Clara.
Setelah terus mengikuti Clara,akhirnya langkah Clara berhenti di depan sebuah ruangan entah ruangan apa itu,tulisannya benar-benar membuat orang awam tidak mengerti.
Clara memasuki ruangan itu,kemudian dengan mengendap-ngendap Echa mendekat ke arah pintu dan menempelkan telinganya ke pintu berharap bisa mendengarkan pembicaraan antara Clara dan Dokter di dalam sana.
Tapi hasilnya nihil,Echa tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka.Echa mencari seorang suster untuk bisa di tanya-tanya.
"Maaf Suster,saya mau nanya kalau yang itu ruangan Dokter apa ya?" Echa menunjuk ke ruangan yang du masuki Clara.
"Oh itu ruangan Dokter Dani,Dokter yang menangani Pasien Kanker Otak" jawab Suster itu.
Jedaaaarrrrrr.....
Echa menutup mulutnya,bagai tersambar petir di siang bolong.Tiba-tiba kaki Echa lemas mendengar ucapan Suster itu.Echa perlahan duduk di kursi yang berada di depan ruangan tempat Clara di periksa.
"Ga mungkin..ga mungkin Mbak Clara mengidap Kanker Otak" Echa menggeleng-gelengkan kepalanya,air matanya sudah menetes.
Tidak lama kemudian pintu ruangan terbuka,Clara sangat terkejut melihat Echa yang sedang menatapnya.Clara menjatuhkan amplop yang berisi diagnosa prnyakitnya.
"E..Echa,sedang apa kamu di sini?" tanya Clara gugup.
"Mbak,tolong katakan apa yang sebenarnya sudah terjadi?" tanya Echa dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya yang putih mulus.
"Mak..maksud kamu apa Cha?"
"Sudahlah Mbak,tolong jujur jangan ada yang di tutup-tutupi lagi," sahut Echa.
Seketika air mata Clara tumpah dan Clara langsung memeluk Echa.
"Maafkan Mbak Cha,bukan maksud Mbak ingin menyembunyikan semuanya dari kalian,tapi Mbak tidak mau membuat kalian khawatir dan sedih" jelas Clara dengan isakkannya.
"Mbak salah,justru dengan Mbak tidak ngomong itu akan lebih menyakitkan buat kita terutama buat Bang Angga" sahut Echa.
Clara terus saja menangis dan menundukkan kepalanya.
"Sejak kapan Mbak mengidap Kanker Otak?" tanya Echa.
"Sudah lama Cha,dulu Mbak sering berobat tapi pada saat Mbak menikah dengan Mas Angga,Mbak melupakan pengobatan Mbak karena Mbak merasa sehat.Tapi akhir-akhir ini,gejala-gejala itu muncul lagi dan saat Mbak periksa,ternyata Kanker Mbak sudah masuk stadium 3 Cha" jelas Clara dengan deraian air mata.
"Bang Angga harus tahu Mbak,biar dia bawa Mbak berobat ke Luar Negeri" ucap Echa.
"Percuma Cha,meskipun Mbak berobat ke Luar Negeri pada akhirnya Mbak pasti akan pergi juga dari dunia ini" sahut Clara.
"Mbak ga boleh pesimis,bukan Mbak saja aku juga pasti akan pergi juga dari dunia ini tapi kematian itu Alloh yang ngatur,semoga saja Alloh masih memberikan kesempatan hidup lebih lama buat Mbak.Jangankan Kanker Mbak,orang yang sehat saja kalau Alloh sudah berkehendak dia harus meninggal ya akan meninggal.Mbak harus semangat,masih ada Bang Angga dan Daffin yang membutuhkan Mbak,jadi Mbak jangan egois harus semangat" seru Echa.
"Tapi Cha,Mbak ga yakin Mbak bisa bertahan lama" Clara masih saja pasrah.
"Mbak jangan ngomong seperti itu,masih banyak cara pengobatan yang bisa Mbak jalani jadi Mbak jangan menyerah,jangan mengalah sebelum berperang" Echa memberikan semangat untuk Clara.
Clara tampak berpikir,hingga akhirnya dia menganggukkan kepalanya.Echa memeluk Clara dengan sangat erat.
"Mbak pasti bisa dan Mbak pasti sembuh," ucap Echa.
Echa dan Clara pun akhirnya pulang.Echa menjemput dulu Baby Kinan ke Kantor,habis itu Echa pergi ke rumah Angga untuk menemani Clara.
Echa menceritakan semuanya kepada Adam,David,dan Adel,mereka sangat terkejut apalagi Adel yang tidak berhenti menangis.
Tidak lupa,Mira dan Reno pun Echa kasih tahu dan mereka tampak kaget dan merasa kasihan kepada Clara.
__ADS_1
Sore pun tiba,Echa masih setia menemani Clara untuk menunggu Angga.Clara meminta Echa yang menjelaskan semuanya karena Clara benar-benar tidak sanggup berbicara kepada Angga.
Sementara Adam,sedang mengajak Kinan dan Daffin bermain.
Tidak lama kemudian,Angga pun pulang.
"Lho Dek,kamu di sini?apa kalian mau menginap di sini?" tanya Angga dengan senyum mengembang.
"Ga kok Bang,sebentar lagi Echa juga mau pulang tadi Echa cuman nemenin Mbak Clara," jawab Echa.
"Sayang,kamu kenapa?kaya yang lagi sedih," tanya Angga dengan duduk di samping Clara.
Clara tidak menjawab hanya air mata yang terus mengalir di pipi Clara.
"Kamu kenapa Sayang,kok nangis?Dek,ada apa ini sebenarnya?" tanya Angga yang mulai bingung.
Echa menyodorkan amplop coklat ke arah Angga.
"Bukalah Bang!!" ucap Echa lirih.
Dengan perasaan bingung,perlahan Angga membuka isi amplop coklat itu.Seketika mata Angga melotot,tangannya mulai bergetar,sementara Clara sudah menangis tersedu-sedu di pelukkan Echa.
"Maksudnya apa ini?" tanya Angga
"Mbak Clara mengidap Kanker Otak stadium 3 Bang" jawab Echa.
Lemah sudah pertahanan Angga,akhirnya air matanya lolos juga dari matanya.
Kemudian Angga melihat ke arah Clara yang terus saja menundukkan kepalanya tidak berani menatap ke arah Angga.
Angga menghampiri Clara,dan membawanya ke dalam dekapannya.Mereka berdua menangis bersama-sama,Echa yang melihat itu ikut menitikkan air matanya.
"Maaf Mas,aku tidak memberi tahu kamu dari awal aku tidak mau membuat mu khawatir dan sedih" ucap Clara di tengah-tengah isakkannya.
"Tidak Sayang,Mas yang harus minta maaf sama kamu karena selama ini Mas jarang memperhatikan kamu karena Mas sibuk dengan pekerjaan Mas" sahut Angga.
Melihat Daddy dan Mommy nya menangis,Daffin menghampiri dan memeluk kedua Orang Tuannya itu.
"Kalian kok nangis?" tanya Daffin dengan bahasa khas bayinya.
Angga dan Clara tak bisa menjawab pertanyaan anaknya itu,mereka langsung memeluk Daffin bersamaan.
"Tapi Mas.."
"Mbak yang di katakan Bang Angga benar,Mbak harus berobat ke Luar Negeri biar Mbak sembuh dan sehat kembali seperti biasanya," seru Adam.
"Bagaimana dengan Daffin?" tanya Clara.
"Kita bawa Daffin ke sana,karena Mas tidak akan pernah tahu seberapa lama kamu menjalani pengobatan.Soal Perusahaan,kamu jangan khawatir Mas sudah mempunyai orang kepercayaan pengganti Rey,dan Mas juga akan memantaunya dari sana" jelas Angga.
Semuanya pun tampak senang dan sedih secara bersamaan.
3 Hari kemudian,hari ini Angga,Clara,Daffin berangkat ke Amerika.Angga juga membawa Bi.Inah ikut serta dengan mereka untuk membantu menjaga Daffin.
Begitu juga dengan Dirga dan Keysa,semenjak Echa memberi tahukan penyakit Clara,mereka berdua langsung memutuskan untuk pulang.
"Dek,jaga diri kamu baik-baik Abang pergi dulu,doakan Clara supaya Clara sembuh dan cepat-cepat kembali lagi ke sini" seru Angga.
"Iya Bang,Echa selalu mendoakan yang terbaik buat Abang dan Mbak Clara" Echa memeluk Abangnya itu.
"Ren,maaf kalau Abang ga bisa menghadiri pernikahan kamu dan Mira,Abang doakan semoga kalian bahagia selalu" seru Angga.
"Iya Bang gapapa,hati-hati" jawab Reno.
Sementara itu,Keysa masih menangis memeluk Daffin.
"Sayang jangan lupain Bunda ya!!Bunda pasti bakalan kangen banget sama Daffin" ucap Keysa.
"Bunda jangan nangis" Daffin menghapus air mata Keysa.
"Kamu jangan nakal di sana ya Sayang!!kamu harus nurut sama Mommy dan Daddy kamu ya,Ok Boy!!" ucap Echa.
"Ok Aunty" jawab Daffin.
Semuanya berpelukkan dan menangis,harus merelakan orang-orang yang mereka sayangi pergi jauh.Daffin tak henti-hentinya melambaikan tangan mungilnya yang berada di gendongan Angga.Sementara Keysa terus menangis di pelukkan Dirga.
__ADS_1
❤
❤
❤
Waktu berjalan cepat dan hari ini adalah tepat adalah hari pernikahan Mira dan Reno.
Semua terlihat bahagia,akhirnya lengkap sudah kebahagiaan mereka semuanya.Di acara Resefsi pernikahan Mira dan Reno,banyak yang hadir,di saat semuanya sedang suka cita,tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri pengantin.
Siapa lagi kalau bukan Amanda,dengan tatapan sendu Amanda menghampiri Reno dan langsung memeluk Reno.Semuanya melongo,Reno melirik ke arah Mira dan Mira menganggukkan kepala dan tersenyum menandakan mengizinkan Amanda memeluk Reno.
Amanda melepaskan pelukkannya,dan mengusap air matanya.
"Maaf,aku cuma ingin mengucapkan selamat atas petnikahan kalian semoga kalian bahagia," ucap Amanda.
"Terima kasih Amanda,kamu juga semoga bahagia dan menemukan laki-laki yang akan membahagiakan kamu," sahut Reno.
Kemudian Amanda beralih memeluk Mira.
"Selamat ya,maaf denga ucapan ku tempo hari semoga kalian bahagia dan aku titip Reno sama kamu," seru Amanda.
"Pasti,kamu jangan khawatir" jawab Mira dengan senyumannya yang mengembang.
Amanda pun pergi meninggalkan acara pernikahan Mira dan Reno,sebelum benar-benar pergi,Amanda menoleh lagi ke arah Reno di lihatnya Reno sedang tertawa bahagia.
"Berbahagialah Reno,kamu berhak mendapatkan kebahagiaan dan selamat tinggal" gumam Amanda dan menghapus air matanya.
Semuanya terlihat larut dalam kebahagiaan,meskipun tanpa kehadiran Angga dan Clara.
Keesokkan harinya,Reno dan Mira langsung berangkat Honeymoon.Tak tanggung-tanggung mereka berencana akan pergi Honeymoon mengelilingi Benua Eropa.
Semuanya menjalani kehidupan masing-masing dengan penuh kebahagiaan.Keysa secara rutin menjalani terapi untuk bisa mendapatkan momongan.Tak jarang Echa selalu menemani Keysa dan selalu memberi semangat buat sahabat sekaligus Kakak iparnya itu.
Saat ini,mereka sedang berkumpul di Restoran milik Keysa dan yang lainnya.
"Perhatian semuanya,hari ini ada kabar gembira yang akan kita sampaikan," ucap David.
Semua melihat ke arah David menunggu kabar yang akan David sampaikan.
"Cepetan deh Vid ngomong,lo bikin penasaran aja" celetuk Adam.
"Sabar..sabar!!begini,saat ini di dalam perut Adel sedang tumbuh janin David junior" teriak David kegirangan dengan mengusap-ngusap perut rata Adel.
"Wow...Amazing!!" sahut Adam.
"David ukuran sachet segera launcing nih" sambung Dirga.
Semuanya bersorak-sorai dan memberi selamat kepada David dan Adel.
Tidak ketinggalan,Baby Kinan ikut bertepuk tangan bersorak dia mengikuti kelakuan para orang dewasa,membuat semua orang gemas melihat tingkah Baby Kinan.
David mengambil Baby Kinan dari pangkuan Echa dan menggendongnya mengangkat tubuh Kinan ke atas dan berputar-putar,bukannya takut Baby Kinan malah tertawa terbahak-bahak.
🖤
🖤
🖤
🖤
🖤
Hallo semuanya selamat pagi😇😇
Ayo dong mana dukungannya,ini episode-episode menuju End jadi jangan bosen-bosen,tetap setia menunggu kelanjutannya ya🙏🙏😇😇
Jangan lupa
like
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU💞💞💞