
Di tempat lain,Amanda sudah bangun pagi-pagi sekali dia membuat sarapan dan memasukkannya ke dalam wadah.Hari ini Amanda berencana mau menemui Reno ke Perusahaannya dan membawakan sarapan untuk Reno.
Amanda terlihat sangat bahagia,dia ingin bertemu dengan Reno.Selama perjalanan,Amanda tak henti-hentinya mengembangkan senyuman.
Tidak lama kemudian,Amanda sampai di Perusahaan Reno.Dengan langkah tergesa-gesa Amanda menghampiri Resefsionis.
"Maaf Mbak,bisa bertemu dengan Pak Reno?" tanya Amanda penuh semangat.
"Maaf,apa Ibu sudah membuat janji?" tanya Sang Resefsionis.
"Sudah,saya adalah Arsitek yang menangani pembangunan Villa Pak Reno di Puncak" Amanda membuat alasan supaya Resefsionis mengizinkannya bertemu Reno.
"Oh,maaf Bu hari ini Pak Reno tidak masuk Kantor,Pak Reno datang ke Kantor hanya pada saat ada hal penting saja kalau tidak ada hal penting,Pak Reno jarang masuk" jawab Sang Resefsionis.
Amanda terlihat mengerutkan keningnya..
"Lho,kalau jarang masuk terus Pak Reno kemana?apa dia mengurus Perusahaan yang lainnya?" tanya Amanda dengan penuh keingintahuan.
"Ibu tidak tahu ya,kalau Pak Reno itu seorang Polisi jadi kalau masalah Perusahaan Pak Reno sudah mempunyai orang kepercayaan yang mengurusnya," jelas Sang Resefsionis.
"Apa,Polisi!!" Amanda sangat terkejut,pasalnya Amanda sama sekali tidak mengetahui kalau Reno menjadi seorang Polisi.
Karena pada saat pacaran dulu,Reno tidak pernah membicarakan keinginannya untuk menjadi Polisi kepada Amanda.
"Ya sudah Mbak,terima kasih" ucap Amanda.
"Sama-sama Bu."
Amanda meninggalkan Perusahaan Reno dengan perasaan kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Reno.
Selama perjalanan,Amanda tampak kebingungan banyak pertanyaan yang memenuhi pikirannya.
"Sejak kapan Reno menjadi seorang Polisi?" gumam Amanda.
Semenjak kejadian itu,Amanda terus saja bolak-balik ke Perusahaan Reno berharap bisa bertemu dengan Reno.
Namun lagi-lagi,Amanda harus menelan kekecewaan karena Reno tidak pernah ke Kantor.Karena Amanda sudah tidak bisa menahan lagi rasa rindunya,akhirnya dengan nekatnya Amanda meminta alamat rumah Reno.
Amanda berbohong ada sesuatu hal yang penting,dan akhirnya Sang Resefsionis memberikan alamat rumah Reno.Dengan perasaan yang sangat bahagia,Amanda langsung memacu mobilnya ke alamat tersebut.
Sementara itu,Mira sedang di perjalanan menuju rumah Reno karena ada sesuatu yang mau Reno bicarakan.
Tidak lama kemudian,Mira sampai di rumah Reno.Reno langsung merentangkan kedua tangannya dan dengan senang hati Mira memeluknya.
"Ada apa Kak,tumben nyuruh aku ke sini?" tanya Mira bingung.
"Sini duduk" Reno menepuk kursi di sampingnya.
Mira duduk di samping Reno dan bersiap untuk mendengarkan apa yang akan Reno katakan.
"Tapi kamu janji jangan marah dulu ya!" sahut Reno dan Mira menganggukkan kepalanya.
"Kamu ingat wanita yang waktu di Rumah Sakit nemenin aku?" tanya Reno.
"Dia bukannya mantan kamu Kak?" jawab Mira.
"Iya,namanya Amanda.Kemarin aku dapat laporan dari Resefsionis katanya Amanda setiap hari ke Kantor ingin bertemu dengan aku,entah apa yang akan dia lakukan sampai-sampai dia tidak ada hentinya bolak-balik ke Kantor.
Aku sudah tahu bagaimana sifat dia,dia itu orangnya keras kepaladan dia akan terus seperti itu sebelum niatnya terlaksana.Jadi aku nyuruh Resefsionis,kalau ada Amanda datang lagi ke Kantor suruh saja dia datang langsung ke rumah aku,dan katanya sekarang Amanda sedang di perjalanan menuju ke sini" jelas Reno.
"Terus buat apa Kakak nyuruh aku ke sini?" tanya Mira agak sedikit kesal.
Reno tersenyum melihat calon istrinya cemberut seperti itu,Reno tahu kalau saat ini Mira sedang cemburu.Kemudian Reno menarik Mira dan membawanya ke dalam dekapannya.
"Sebentar lagi kita akan menikah,aku ga mau terjadi salah paham di antara kita.Tujuan aku menyuruh kamu ke sini,untuk melihat apa yang akan Amanda lakukan.Biar tak ada lagi kata-kata salah paham,lagi pula aku ingin mengakhiri semuanya biar dia juga bisa bahagia dengan orang yang dia cintai,tapi bukan aku" jelas Reno.
Mira yang mendengar kata-kata Reno barusan membuat Mira merasa lega sekaligus bahagia,ternyata Reno benar-benar ingin membuktikan ketulusan cintanya terhadap Mira.
Tidak lama kemudian,terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Reno.
"Itu pasti Amanda,lebih baik sekarang kamu sembunyi dulu biarkan Amanda mengungkapkan semua unek-uneknya terlebih dahulu," seru Reno.
Mira pun melepaskan pelukkannya dan dengan segera bersembunyi di balik dinding ruang tamu itu.Pengawal Reno membawa Amanda masuk.
"Reno" Amanda berlari dan langsung memeluk Reno.
"Ih,sembarangan aja main peluk-peluk calon suami orang" batin Mira.
"Amanda,dari mana kamu tahu rumah aku?" tanya Reno berpura-pura,dan berusaha melepaskan pelukkan Amanda.
"Aku sudah seminggu ini bolak-balik ke Kantor kamu,tapi kamu tidak pernah datang" sahut Amanda dengan bergelayut manja di lengan Reno.
"Ayo silahkan duduk ,Man" ucap Reno.
"Terima kasih"
"Ada apa kamu mencari aku Amanda?" tanya Reno.
"Kok kamu ngomongnya gitu sih,ya aku khawatirlah sama kamu gara-gara kamu nyelamatin aku,kamu jadi celaka" sahut Amanda.
Mira menutup mulutnya,ternyata waktu di Rumah Sakit Reno berbohong kepadanya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa,tapi kamu jangan salah paham meski pun orang itu bukan kamu,aku akan tetap menyelatkannya" ucap Reno.
"Oh iya Ren,sejak kapan kamu jadi Polisi?" tanyan Amanda.
"Semenjak kamu menghilang," jawab Reno datar.
"Maafkan aku Ren,karena waktu itu aku di ancam sama Mamih kamu" sahut Amanda.
"Ya sudahlah ,ga usah di bahas itu kan sudah menjadi masa lalu," seru Reno.
"Ren,dari dulu sampai sekarang aku masih sangat mencintai kamu di hati aku hanya ada kamu.Bisakah kita kembali seperti dulu lagi?" Amanda memegang tangan Reno,tapi Reno menepisnya dengan lembut.
"Maaf Amanda aku tidak bisa,kamu kan tahu kalau sebentar lagi aku akan menikah," jawab Reno tegas.
"Kamu pasti bohong kan Ren,kamu melakukan semua ini karena kamu ingin membuatku cemburu kan?" tanya Amanda dengan PD nya.
"Buat apa aku bohong sama kamu,dulu aku memang sangat mencintai kamu bahkan aku hampir gila karena mencari keberadaan kamu tapi dengan seiring berjalannya waktu,akhirnya aku bisa melupakan kamu,dan sekarang aku sudah menemukan wanita hebat yang sangat aku cintai.Dia adalah orang yang selalu ada aku,bahkan di saat kejahatan Mamih aku terulang lagi,Mira masih tetap setia berada di samping aku,sekali lagi aku minta maaf" ucap Reno.
Reno beranjak dari duduknya,tapi dengan tidak di sangka-sangka Amanda memeluk Reno dari belakang dengan tangisan yang tersedu-sedu.
"Tolong jangan lakukan ini sama aku Ren,aku sangat mencintai kamu,aku tidak bisa hidup tanpa dirimu Ren" sahut Amanda.
Reno memberi isyarat kepada Mira untuk keluar dan mendekat ke arahnya.
"Sayang" ucapan Reno membuat Amanda melepaskan pelukkannya.
Di lihatnya di hadapannya berdiri seorang wanita cantik yang sedang menatapnya dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Reno merangkul bahu Mira,dan itu membuat Amanda semakin terluka.
"Amanda,kamu adalah wanita yang cantik kamu pasti bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik daripada aku," sahut Reno.
"Tapi aku maunya kamu Ren," teriak Amanda histeris.
"Maafkan aku Amanda" seru Reno.
"Kamu,dasar wanita penggoda kamu pasti sudah menyerahkan tubuh kamu kan untuk mendapatkan Reno," bentak Amanda.
"Amanda jaga mulut kamu," bentak Reno.
"Maaf Mbak,aku tidak perlu menyerahkan apa pun untuk mendapatkan cinta Kak Reno,karena cinta yang tulus akan menerimanya dengan tanpa syarat.Dan untuk Mbak,Mbak Amanda adalah wanita yang cantik,sayang kan kalau mempunyai wajah cantik harus berakhir jadi Pelakor,Mbak pasti tahu kan apa maksud aku?" jelas Mira dengan tersenyum ramah.
Hati Amanda benar-benar hancur kali ini,karena dia harus mengalami patah hati untuk kedua kalinya dan yang lebih mirisnya lagi,Amanda harus patah hati oleh orang yang sama untuk kedua kalinya.
Air mata Amanda terus mengalir,dengan perasaan sakit dan kecewa Amanda pergi meninggalkan rumah Reno.
Setelah Amanda pergi,Mira langsung menepis tangan Reno yang dari tadi merangkul bahunya,kemudian Mira duduk di Sofa dengan kedua tangannya di lipat di perut dan wajah yang di tekuk.
"Kenapa Sayang,kok tiba-tiba cemberut kaya gitu?" Reno menggenggam tangan Mira,tapi Mira menepisnya.
"Aku sebel sama Kakak," jawab Mira ketus.
"Sebel kenapa lagi sih Yang?" tanya Reno.
"Pertama tadi Kakak peluk-pelukkan,terus pegang-pegang tangan,dan yang terakhir Kakak sudah berbohong sama aku.Katanya Kakak kecelakaan karena Kakak kurang fokus kerjanya,tapi buktinya Kakak celaka gara-gara nolongin cewek barusan" Mira tampak manyun.
Reno yang melihat calon istrinya merajuk akibat cemburu yang tidak masuk akal hanya bisa tersenyum.
"Oh jadi ceritanya kamu cemburu gitu," goda Reno.
"Ih Kakak emang nyebelin"
"Hai dengar,yang peluk dan pegang tangan itu Amnada bukan aku terus aku bohong waktu itu karena aku ga mau sampai kamu salah paham sama aku" jelas Reno.
"Tapi kan....." ucapan Mira terpotong,karena Reno dengan cepatnya mencium bibir tipis Mira.
Cukup lama mereka saling menyalurkan rasa rindu dan cinta mereka,hingga akhirnya Reno melepaskan pungutannya karena di rasa pasokan oksigen sudah mulai menipis.
"Kenapa hari ini kamu begitu cerewet,sudahlah jangan di bahas lagi karena sekarang yang ada di hati aku cuma kamu," seru Reno dengan masih menempelkan keningnya di kening Mira.
Mira tidak bisa berkata apa-apa lagi,sudah cukup dia membuktikan ketulusan cinta seorang Reno.
************
Hari ini,Echa memutuskan untuk berkunjung ke rumah Bang Angga dia ingin bertemu dengan Baby Daffin dan melihat kondisi Clara juga.
Sesampainya di rumah Angga,rumah terlihat sepi.Echa memasuki rumah,dan terlihat Baby Daffin sedang bermain di Taman belakang rumahnya dengan Bi.Inah.
Karena Kinan tertidur,Echa pergi ke kamar Daffin dan menidurkannya di ranjang milik Daffin.Setelah menidurkan Baby Kinan,Echa menghampiri Daffin dan Bi.Inah.
"Hallo Boy!" sapa Echa.
"Hallo Onty!" jawab Daffin.
"Eh,Non Echa..Non Kinannya ga di bawa?" tanya Bi.Inah yang celingukkan mencari keberadaan Baby Kinan.
"Kinan tidur Bi,barusan Echa sudah tidurkan dia di kamar Daffin.Oh iya,Mbak Clara kemana Bi?" tanya Echa.
"Nyonya katanya mau periksa dulu ke Rumah Sakit,jadi Bibi di suruh jagain Den Daffin" jawab Bi Inah.
"Sebenarnya Mbak Clara sakit apa sih Bi?" tanya Echa.
__ADS_1
"Bibi kurang tahu Non,tapi Bibi perhatikan akhir-akhir ini Nyonya sering mimisan dan sering pusing juga,malah kadang-kadang suka muntah Bibi jadi khawatir,tapi setiap Bibi tanya kenapa?Nyonya selalu bilang tidak apa-apa katanyanya" jelas Bi Inah.
Echa merasa curiga,pasti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Kakak Iparnya itu.
Echa memeluk erat tubuh kecil Baby Daffin.
Cukup lama Clara pergi ke Rumah Sakit,malahan sekarang Daffin pun sudah tertidur di pangkuan Echa.
Echa menidurkan Daffin di samping Kinan yang masih tertidur dan belum bangun.
"Echa,sejak kapan kamu ke sini?" tanya Clara.
"Sudah dari tadi Mbak,Mbak dari habis periksa ya!!" seru Echa.
"Iya Cha,biasalah" jawab Clara dan berjalan keluar kamar Daffin yang di susul oleh Echa.
Mereka berdua duduk di ruang keluarga.
"Mbak sakit apa?" tanya Echa.
"Cuma pusing biasalah Cha," jawab Clara santai berharap Echa tidak curiga.
"Tapi aku lihat,akhir-akhir ini badan Mbak kurusan ya!!"
"Iya,mungkin cape Cha ngurus Daffin" Clara tampak memaksakan senyumannya.
Echa hanya membalasnya dengan senyuman,melihat Clara salah tingkah malah membuat Echa semakin curiga dengan Clara.
**********
Adam baru selesai mandi,dengan memgusap-ngusap rambutnya yang basah,Adam menghampiri Echa yang sedang melihat Kinan sudah tertidur dengan lelapnya di Box Bayinya.
"Kenapa Yang,kok kamu kelihatan sedang memikirkan sesuatu!!" seru Adam.
"Kayanya ada yang aneh deh sama Mbak Clara,ada sesuatu yang dia sembunyikan Mas tentang penyakitnya" jawab Echa.
"Sudahlah jangan terlalu banyak berpikir,kita doakan saja yang terbaik buat Mbak Clara mudah-mudahan dia baik-baik saja," seru Adam.
"Amin..semoga saja"
Keesokkan harinya...
Adam hari ini pergi ke Perusahaan,karena ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani.Tak lupa Echa dan Baby Kinan pun ikut ke Kantor.
"Kamu yakin Sayang,mau mengikuti Mbak Clara ke Rumah Sakit?" tanya Adam.
"Yakin Mas,perasaan aku mengatakan ada sesuatu yang Mbak Clara sembunyikan dan aku harus tahu itu," jawab Echa
"Ya sudah,terserah kamu sajalah" ucap Adam.
Sesampainya di Kantor,banyak yang memandang gemas kepada Baby Kinan.
Adel yang saat ini sedang fokus bekerja,menoleh ke arah lift yang terbuka.
"Pagi Pak,Bu!!" sapa Adel.
"Pagi,Del aku mau titip Kinan ya sebentar soalnya aku ada keperluan semua kebutuhan Kinan sudah ada di tas ini," seru Echa.
"Baik Bu,,cantik sini mainnya sama Aunty ya!!" ucap Adel.
Baby Kinan tampak senang,memang pada dasarnya Kinan termasuk anak yang anteng tidak pernah rewel.
"Sayang,Mamih tinggal dulu ya sebentar jangan rewel jangan nyusahin Aunty Adel ya" ucap Echa dan mencium seluruh wajah Kinan.
"Mas,aku pergi dulu ya" Echa mencium tangan Adam dan cipika-cipiki.
Echa sudah bekerja sama dengan Bi.Inah,kalau Clara mau ke Rumah Sakit cepat-cepat hubungi Echa karena Echa ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Clara.
๐ค
๐ค
๐ค
๐ค
๐ค
Hallo semuanya,,masih setiakah menunggu kelanjutannya๐๐
Jangan bosen-bosen ya,terus dukung Novel Author karena kalian adalah salah satu penyemangat Author๐๐๐
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU๐๐๐