
Pagi-pagi di kediaman BAGASKARA...
Semuanya sedang sarapan,Echa turun dari kamarnya sudah rapi...
"Mau kemana Dek,sarapan dulu" seru angga
"Echa mau ke Restoran Bang,Echa sarapan di jalan aja soalnya Echa lagi pengen makan Bubur Ayam" jawab Echa
"Tumben!!" sahut Dirga
"Iya Bang,,aku berangkat dulu ya" Echa mencium pipi Angga,Dirga dan Clara
Echa pun berangkat ke Restoran tidak lupa dia mampir membeli dulu bubur ayam untuk sarapan.
Sesampainya di Restoran..
"Rani tolong bawakan lemon tea satu ya,bawa ke ruangan saya" ucap Echa
"Baik Mbak"
Echa menuju lantai 2 dimana sahabat-sahabatnya belum datang karena ini masih pagi.
Echa langsung melahap bubur ayam yang dia beli tadi.
Rani mengantarkan lemon tea pesenan Echa.
Disaat Echa sedang melahap bubur,2 sahabatnya datang...
"Tumben kamu makan bubur" ledek Keysa
"Lagi pengen makan bubur" jawab Echa
Tidak lama kemudian,Rani datang...
"Maaf Mbak,ada orang yang mencari Mbak Echa" seru Rani
"Siapa Ran?" tanya Echa
"Itu lho pria tampan yang kemarin kesini yang pengawalnya banyak" jawab Rani
"Kak Rafa" gumam Echa
"Mau ngapain lagi dia kesini?" tanya Mira ketus
"Kamu harus hati-hati Cha sama dia" ucap Keysa
Echa menganggukan kepala dan turun untuk menemui Rafa.
Rafa sudah duduk manis menunggu sang pujaan hatinya.
"Kak Rafa,ada apa Kakak mencari aku?" tanya Echa datar
"Emangnya ga boleh ya kalau aku kesini pengen ketemu sama kamu?" ucap Rafa santai
"Maaf Kak,,Kakak kan tau kalau aku sudah menikah jadi sebaiknya Kakak jangan terlalu sering kesini ga enak takutnya timbul Fitnah" sahut Echa yang masih berdiri
Rafa sedikit mengepalkan tangannya..
"Maaf Cha aku tidak bermaksud membuatmu tidak nyaman" Rafa berdiri depan Echa,Echa selangkah mundur.
"I..iya tidak apa-apa" Echa agak gugup melihat tatapan Rafa yang tajam.
"Kalau begitu aku permisi dulu" Rafa pergi dengan perasaan kesal.
Didalam mobil...
"Sial,kenapa Echa jadi berubah kaya gitu?pasti Echa mendapat pengaruh jelek dari kedua temannya itu,dari awal mereka memang memperlihatkan sikap ketidak senangannya padaku" batin Rafa
.......................
Echa sedang merebahkan dirinya di sofa ruang kerjanya.
"Mir,beli rujak sana kayanya panas-panas kaya gini makan rujak enak" sahut Echa
Mira dan Keysa langsung menatap Echa dengan intens...
"Kalian kenapa kok lihatnya gitu amat?" tanya Echa
Mira dan Keysa mendekati Echa...
"Kamu hamil Cha?" tanya Mira
"Ga,aku ga hamil" kata Echa
__ADS_1
"Tapi aneh lho,biasanya kamu kan ga pernah sarapan bubur tapi tadi pagi tiba-tiba kamu makan bubur terus sekarang pengen rujak" seru Keysa
Echa mengangkat bahunya...
"Ayolah Mir beliin rujak" rengek Echa
"Beli dimana Cha?males ah panas keluarnya juga" tolak Mira
"Ayolah Mir,please" rengek Echa
"Ok..ok aku beliin jangan nangis" ledek Mira
Seketika Echa pun tersenyum lebar
Dengan malas Mira mencari rujak buat Echa.
Disisi lain....
Adam,David dan Adel baru saja selesai meeting...
"Vid,apa semuanya sudah beres?" tanya Adam
"Belum Dam,tinggal satu lagi kita ada pertemuan dengan pihak Perusahaan Wiratama group" sahut David
"Bukannya itu perusahaan Rafa?" tanya Adam
"Iya Dam,Pak Rafa adalah Investor terbesar dalam proyek pembangunan Hotel yang sedang kita garap kita harus bisa menyakinkan Pak Rafa untuk tetap menjadi Investor kita" jelas David
"Memangnya keuangan perusahaan kita tidak mampu untuk membangun proyek ini?" tanya Adam
"Kita membutuhkan banyak Dana Dam,ini bukan proyek ecek-ecek tapi ini sebuah Mega proyek makannya kita harus bisa menyakinkan Pak Rafa karena kalau perusahaan Pak Rafa tidak mau menjadi Investor maka perusahaan lainnya biasanya suka ikut-ikutan" seru David
Adam tampak berpikir...
"Ya sudah,kapan kita bisa bertemu dengan dia?" tanya Adam
"Besok siang,karena nanti malam Pak Rafa baru mau berangkat ke sini"
"Sial..jadi kita masih harus nginap disini?" tanya Adam kesal
David menganggukan kepala...
Adam beranjak dari duduknya,dia mau ke kamarnya ...
Karena hotel yang mereka tempati berhadapan dengan laut,Adel ingin memanfaatkannya sebelum besok mereka harus kembali lagi ke Jakarta.
Dia tampak senang,angin pantai berhembus menerbangkan rambutnya.
David yang melihat dari kejauhan tanpa sadar melengkungkan senyuman...
Adel duduk di bawah pohon kelapa sambil memandang luas ke arah lautan.
Tidak di sangka David tiba-tiba duduk di samping Adel dengan membawa 2 minuman kelapa muda...
"Pak David" ucap Adel
"Jangan panggil Pak,ini di luar jam kerja panggil David saja"
"Tapi ga enak kalau harus panggil nama,Bapak kan kelihatannya sudah tua" ledek Adel
"Apa lo bilang,gue tua" David melotot ke arah Adel
"Hehehe..bercanda Pak,habisnya Bapak kaku amat jadi orang" Adel tampak nyengir
"Nih kelapa muda buat lo" seru David
"Terima kasih,aku panggil Kakak saja deh gimana?" tanya Adel
David menganggukan kepalanya..
"Lo suka pantai?"
"Suka banget,pantai adalah kenangan terakhir aku dengan almarhum Ayah aku"
"Kalau Kakak?"
"Gue suka ke pantai di saat gue merasa jenuh dengan rutinitas gue..gue ga punya keluarga ataupun teman dekat jadi di saat gue merasa kesepian gue suka pergi ke Pantai" David menerawang jauh ke lautan.
"Emang keluarga Kak David kemana?" tanya Adel
"Papah gue meninggal karena kecelakaan dan 2 tahun kemudian Mamah gue meninggal karena penyakit yang di deritanya,untung oramg tua Adam baik mau mengangkat gue jadi anaknya dan menjadikan gue orang yang sedikit berguna" David tersenyum miris
Adel yang mendengar cerita David merasa terharu.
"Memang Kakak tidak punya orang yang dekat,misalnya pacar?" tanya Adel
__ADS_1
David menoleh ke arah Adel dan tersenyum..
"Kalau gue punya pacar,gue ga bakalan kesepian seperti ini"
Adel kembali tersenyum...
"Lo sendiri gimana,cowok lo ga marah lo tinggalin lama kerja?" tanya David
"Boro-boro cowok,calon cowok saja ga punya..mana ada cowok yang mau sama cewek miskin kaya aku" celetuk Adel
"Hei,kalau cowok itu benar-benar mencintai lo dia bakalan nerima lo apa adanya" ucap David
Tampak hening seketika,David dan Adel tampak melamun dengan pikiran masing-masing....
Sementara itu Adam sedang Video Callan dengan Echa.
"Kamu lagi ngapain Sayang?" tanya Adam
"Aku lagi di Restoran Kak,,Kakak kapan pulang?"
"Besok pulang tapi paling nyampe Jakarta agak malaman"
"Cepet pulang aku kangen" rengek Echa
"Iya aku juga kangen sama kamu"
"Hei..hei...bisa ga sih mesra-mesraannya ga didepan aku panas nih hati aku serasa pengen ke POLRES saja" teriak Keysa
"Syirik aja" ucap Echa
Tiba-tiba pintu terbuka,Mira tampak kelelahan mencari-cari rujak...
"Nih rujaknya" Mira mrnjatuhkan dirinya di sofa samping Echa
"Ih makasih banget lho,kamu memang sahabat terbaik deh" ucap Echa kegirangan
"Tuh muka si Mira kenapa Yang,kusut amat kaya pakaian yang belum di setrika" ledek Adam
"Kak Adam,lihat nih aku panas-panas kaya gini habis nyari rujak buat istri tercintamu" keluh Mira
"Rujak" ucap Adam heran
Mira merebut ponsel Echa karena Echa sedang asyik makan rujak sama Keysa juga.
"Kak Adam tahu ga,tadi pagi Echa itu sarapan bubur ayam padahal dia itu jarang banget lho makan bubur ayam terus siang-siang kaya gini minta di beliin rujak apa mungkin istrimu hamil Kak?" tanya Mira
"Apa...kamu hamil Yang?" tanya Adam
"Ga Kak,aku ga hamil aku cuma pengen aja makan bubur dan rujak" seru Echa
"Hei Kak Adam,pokoknya aku ga mau tahu ya karena hari ini istrimu sudah buat aku keliling nyari rujak aku pengen oleh-oleh yang banyak"
"Siap"
Mira memberikan ponselnya kepada Echa dan Mira ikut makan rujak juga.
"Kak,udah dulu ya aku mau makan rujak dulu bye LOVE YOU" ucap Echa
"LOVE YOU TOO"
...........
π€
π€
π€
π€
π€
Masih semangatkah reader-readerku semua??ππ
Jangan bosen ya tunggu kelanjutannyaππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ