KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
Densi dan Keni.


__ADS_3

Anggota Densi yang tidur, terbangun mendengar Densi dan Keni berbincang bincang mengenai kehidupan keduanya.


"aduh laper nih, uda ada makan belum?", tanya Seorang anggota kepada Densi tentang makan, begitu ia bangun dari tidur nya.


"itu ada cakwe, tadi aku beli banyak, untuk kalian semua" jawab Densi mengenai makanan yang ia beli.


"Keni kamu harus tetap waspada ya di tempat ini, karena geng seperti kita di tempat ini banyak dan saling bermusuhan, satu sama lain" ucap Densi kepada Keni untuk tetap waspada dengan tempat yang ia tinggali.


"ok, aku akan tetap waspada , dengan tempat ini" jawab Keni kepada Densi mengenai kewaspadaan dengan tempat yang ia tinggali saat ini.


ternyata saat Keni sudah berada di tempat itu, sejak kemarin malam, Keni di mata matai, oleh anggota geng anggota lain, yang bermusuhan dengan geng Tarata.


lalu anggota geng tersebut yang memata matai Keni , menuju ke tempat, dimana pemimpin nya berada.


geng yang memata matai keberadaan Keni, bernama geng Terosi.


"bos.. ternyata geng Tarata memiliki anggota baru, yaitu perempuan yang bernama Keni" , ucap anggota geng Terosi kepada pemimpin nya yang bernama Evan.


"menurut kalian semua, kalau kita bawa Keni ke sini, untuk membebaskan nya kita meminta kepada Densi, selaku pemimpin geng Tarata apa ya?" tanya evan kepada seluruh anggotanya, yang berjumlah sepuluh orang bersama Evan.


"bagaimana, jika kita meminta pondok jelek itu,


karena begitu kita mendapatkan pondok jelek itu, secara otomatis mereka tidak memiliki tempat untuk berkumpul dan nongkrong, jika mereka tidak berkumpul, maka mereka bukan lagi sebuah geng di tempat ini" jawab seorang anggota geng Terosi yang bernama Koli kepada Evan.


"apakah ada yang memiliki saran lagi, atau sebuah ide untuk melumpuhkan geng Tarata?"


tanya Evan kepada seluruh anggota nya.


"kalau saran saya, bagaimana jika kita mengikuti ide nya Koli, kita tidak memiliki ide sama sekali karena kita tidak tamat SD, cuman Koli yang tamat SD" jawab seorang anggota kepada pertanyaan Evan.


"ok, kalau begitu, kita ikutin saran dan ide yang Koli berikan" ucap Evan kepada seluruh anggotanya.


"sekarang, kalian semua, tangkap Keni sekarang juga, bawa ia ke tempat ini, bilang ada sebuah acara ulang tahun" perintah Evan kepada seluruh anggotanya untuk menangkap Keni.


"ok Keni, kamu tetap waspada di sini ya bersama anggota lain nya, aku mau membeli makan, untuk makan siang nanti" ucap Densi kepada Keni untuk tetap waspada, karena ia mau membeli makanan untuk makan siang nanti.


Densi pun pergi membeli makanan untuk di makan nanti siang.


"itu Densi sudah pergi" ucap seorang anggota geng Terosi kepada seorang anggotanya, dengan suara pelan nya.


"sekarang kita bagi tugas, aku menangkap Keni, dan yang lainnya menahan seluruh anggota geng Tarata, jangan ada yang biarkan Keni di jaga, alihkan seluruh anggota untuk tidak menjaga Keni" perintah Koli kepada seluruh anggotanya.


pondok Densi berada di tengah tengah rumah warga dan di dalam gang yang lumayan besar.


"ayo , sekarang jalankan rencana nya" ucap Koli kepada anggotanya.


lalu seluruh anggota Terosi berjalan secara perlahan melewati rumah warga ke rumah warga lainya, hingga sampai di pondok tersebut.


rencana yang di buat oleh Koli, untuk menangkap Keni pun di jalankan satu demi satu.


geng Terosi pun menyerang geng Tarata dengan kayu yang di tangan nya.

__ADS_1


"ada geng Terosi sedang mengarah kepada kita, semuanya pegang kayu yang berada di belakang pindok, "seraang" ucap seorang geng Tarata kepada anggotanya.


geng Tarata dan geng Terosi pun saling serang menyerang menggunakan kayu yang berada di tangan nya.


"awas ada kayu nya mengarah ke kepala mu" ucap seorang anggota geng Tarata kepada seorang anggota nya dengan cepat.


"pukul kepalanya higga benjol" , ucapan geng Terosi kepada temannya.


sementara yang lain lagi serang menyerang. Koli anggota geng Terosi menculik Keni dengan sangat mudah dan meletakan surat di pondok tersebut.


Koli pun membawa Keni menuju gudang rongsokan, dimana disitu ada Evan yang menunggunya.


"lepaskan" "lepaskan" "lepaskan" , ucap Keni kepada Koli, untuk melepaskan nya.


"tenang kamu mau di bawa ke tempat acara ulang tahun" ucap Koli kepada Keni dengan nada senang nya.


"ayo, mundur, Densi sudah datang" ucapan seorang anggota geng Terosi kepada seluruh anggota geng Terosi, untuk kembali ke tempat tongkrong nya.


seluruh geng Terosi pun mundur, menuju tempat tongkrong nya.


"ini ada apa, apa yang terhadi?" tanya Densi kepada seluruh anggotanya.


"gak tau bos apa yang terjadi, tiba tiba mereka menyerang kita dan kita....lawan" jawab seorang anggota kepada pertanyaan Densi.


"ia betul bos"


"betul"


"betul bos"


"betul bos"


"ok, terus dimana Keni?, ada yang lihat Keni"


tanya Densi kepada anggotanya.


"kayak nya di bawa kabur deh bos, sama geng Terosi" jawab seorang anggota kepada Densi.


"bos, ini ada surat dan tulisan nya dari Evan, untuk Densi" ucap seorang anggota kepada Densi.


"coba, sini, mana lihat" jawab Densi kepada seorang geng yang menemukan surat tersebut.


Densi pun membuka surat tersebut dan membacanya, di depan anggotanya.


surat tersebut berisi


"Densi teman baik ku, ini Evan, teman tapi musuhan, apa kabarnya Densi, mudah mudahan selalu baik dan sehat, aku sangat merindukan Densi sejak lima menit yang lalu, apakah Densi merindukan ku. pasti jawaban nya ia, dulu kita suka main bareng, dengan tongkat yang kita punya, dengan anggota mu, sangking senang nya, kepala ku sampai benjol terkena tongkat yang kamu pegang. di masa seperti itu, yang aku kangen kan, semoga bisa terulang lagi, aku menulis surat ini karena hal hal yang aku tulis di atas akan terulang lagi, pasti senang dong , dengar kabar ini, aku tunggu hari ini juga pukul 12.00 siang, untuk menjemput putri Cinderella yang kehilangan sepatunya, dengan ini akan ada kenangan yang tertulis untuk minggu depan.


begitulah isi surat yang di tulis oleh Evan untuk Densi.


"apa yang Evan mau dari kita?" tanya Densi dalam hatinya.

__ADS_1


"ok, sekarang kita membagi tugas"


"aku datang menghadapi Densi"


"kita semua berjumlah sepuluh anggota"


"tiga orang mengincar bagian depan"


"dua orang bagian belakang"


"dua orang bagian samping kanan"


"dua orang bagian samping kiri"


"aku menghadapi Evan"


"aku membawa tongkat yang aku simpan di bajuku"


"saat aku melemparkan tongkat ke keluar atau ke kaca, kalian semua langsung masuk ke dalam menyerang sekuat tenaga kalian dengan tongkat yang kalian pegang"


"mengerti semua"


"ngerti bos", jawab seluruh anggotanya.


Densi pun menuju tempat tongkrong geng Terosi.


"tok" "tok" "tok" suara ketukan pintu yang di ketuk oleh Densi.


tempat tongkrong yang di di diami Evan dengan anggotanya seperti rumah pada umum nya, rumah tersebut membentuk persegi dan atap berbentuk segitiga.


bagian sudut rumah terdapat jendela.


"silakan di buka pintu yang di ketuk itu"


"mungkin itu pangeran yang akan menjemput putri nya" ucap Evan kepada anggotanya


pintu pun di buka dan Densi masuk mendekati Evan.


"Evan apa yang kamu mau dariku"


tanya Densi kepada Evan.


"aku mau pondok kamu aja, gak banyak kok"


jawab Evan mengenai pondok nya.


"aku tidak akan memberikan pondok itu kepadamu"


ucap Densi sambil melempar tongkat nya ke kaca.


anggota geng Tarata pun langsung menyerang geng Terosi dengan tongkat nya.

__ADS_1


__ADS_2