
Kapal Tanori pun berjalan melewati lautan yang luas menuju pusat negri Kinata, di mana di situlah kegiatan ekonomi berputar, pemerintahan berada dan masyarakat tinggal. Yang akan mereka tuju ialah salah satu pulau terbesar di negri Kinata, pulau itu bernama pulau "Korina" seperti apa yang aku catat di atas, pulau Korina adalah pusat aspek kehidupan negri Kinata. Di pulau itulah berdiri istana yang megah dan indah, istana itu berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat. Masyarakat negri Kinata hanya mengenal satu kepercayaan, satu yang mereka sembah dan satu yang mereka puja, itu semua ialah siapa yang memimpin negri itu. Jika pemimpin negri itu ialah perempuan maka akan di sebut ratu yang Agung, dan jika itu laki laki ialah raja yang Agung.
Sistem pemerintahan negri Kinata ialah raja atau ratu lah yang menjadi pemimpin dan pengendali negri itu. Di bawah raja atau ratu ada pemimpin lagi, pemimpin di bawah raja terdiri dari empat raja atau ratu. Empat raja itu tugasnya ialah melindungi, mensejahterakan, memperdamaikan masyarakat yang terdiri dari empat golongan. Satu golongan di pimpin oleh satu raja atau ratu, empat golongan itu terdiri dari golongan Kureta, golongan Tanori, golongan Pawisu dan golongan Durita. Empat raja atau ratu golongan masyarakat memiliki yang namanya "Valita". valita ialah semacam mahkota yang biasanya di kenakan oleh raja dan ratu pada umum nya. Satu Valita terdiri dari lima puluh berlian putih, dua puluh berlian merah dan yang tidak ada di dunia ialah "Suritaka" suritaka sendiri terbentuk dan di ciptakan oleh dewa Darmanas. Dewa Darmanas adalah makhluk tak kasat mata yang tinggal di salah satu pulau yang berada di Darmanas. Dewa Darmanas hanya membuat dua puluh Valita yang ia berikan kepada pemimpin-pemimpin negri-negri yang berada di Darmanas.
__ADS_1
Dari banyaknya negeri di Darmanas, negri Kinata lah yang memiliki Valita terbanyak di Darmanas, karena pemimpin yang hebat lahir dan besar di negeri Kinata. Ada lima Valita yang berada di Kinata, satu di miliki oleh ratu Agung Kinata, dan empat di miliki oleh empat raja atau ratu pemimpin golongan masyarakat negeri Kinata. Namun empat pemimpin golongan masyarakat tetap harus tunduk oleh kekuasaan ratu Agung negeri Kinata, karena ratu Agung negeri Kinata lah yang mereka sembah dan puja, tidak ada satupun yang mereka sembah selain pemimpin negeri Kinata. Jika salah satu pemimpin golongan masyarakat ingin membuat kebijakan untuk masayarakat nya, kebijakan itu harus di setujui oleh ratu Kinata. Tetapi kekuasaan empat raja golongan itu tidak dapat di cabut oleh ratu semaunya saja, berdasarkan perjanjian Raratika, kekuasaan empat golongan masyarakat negeri Kinata hanya bisa hilang jika raja atau ratu itu memberikan kekuasaan nya itu kepada seseorang yang menurutnya layak mendapatkan nya. Jadi walaupun ratu Agung negeri Kinata berkuasa dan di sembah, nyatanya kekuasaan empat raja atau ratu itu tidak dapat di atur oleh nya. Perjanjian Raratika itu telah di sepakati oleh masyarakat dan pendahulu-pendahulu yang membangun dan mendirikan negeri Kinata. Jika perjanjian Raratika itu di langgar atau di ganggu, akan terjadi perpecahan dan kehancuran negeri itu.
Sudah sangat lama sekali masyarakat negeri Kinata itu bermusuhan Antar golongan, misalkan golongan masyarakat Kureta sering menjelekan masyarakat golongan Tanori, begitu halnya dengan masyarakat golongan lain. Hingga kebisan itu terus berkembang dan menjadi masalah besar negeri Kinata. Pada suatu saat, ratu negeri Kinata membuat keputusan dan kebijakan yang di setujui oleh empat raja golongan masyarakat, kebijakan itu ialah membangun tembok-tembok penyekat yang besar untuk menghalangi bertemu nya antar sesama masyarakat golongan lain. Pada sepuluh tahun berikutnya, tembok penyekat itu sudah jadi dan sudah berdiri kokoh. Antar golongan tidak dapat bertemu antar golongan lain nya. Tembok penyekat itu sudah terpasang dan berdiri dengan gagah, tetapi hal yang sama masih terus terjadi, sudah ada banyak masyarakat yang tidak bertengkar dan bermusuhan lagi, tetapi juga banyak masyarakat yang masih bertengkar dan bermusuhan. Bahkan waktu itu ada yang sampai mati karena hal itu, hingga masalah itu adalah masalah yang tidak dapat di selesaikan di negeri itu. Bukan hanya masalah itu, ada satu masalah yang cukup serius di negeri Kinata. Masalah itu ialah mengenai keutuhan dan keberlangsungan kehidupan di negeri Kinata.
__ADS_1
Dengan kedua maslah yang sangat sulit di hadapi oleh ratu atau raja negeri Kinata, maka dari itu ratu negeri Kinata pergi dan menemui dewa Darmanas yang berada di suatu pulau yang berada di Darmanas. Oh ia satu lagi, nama ratu negeri Kinata pada saat itu ialah ratu Sabrina. Ratu Sabrina pergi meninggalkan negerinya dan menemui dewa Darmanas. Ia mencari pulau yang terdapat Darmanas di dalam nya. Ia menanti dewa Darmanas selama tiga tahun menggunakan kapal yang terdapat di negeri Kinata, dan ia mencari dewa Darmanas dengan keempat raja golongan masyarakat. Pada suatu hari, kelima raja dan ratu negeri Kinata memulai perjalanan ke pulau yang berada di Darmanas di dalam nya menggunakan sebuah kapal yang di miliki negeri Kinata. Mereka lewati lautan yang ganas itu, mereka lewati badai yang ngamuk, mereka lewati hujan yang tak henti dan mereka lewati segala kesulitan yang di dapatkan. Mereka lewati semua itu selama tiga tahun, ratu Sabrina dan empat raja bawahannya itu melakukan hal itu karena mereka memiliki rasa tanggung jawab terhadap negeri Kinata.
Hingga pada suatu hari ditengah lautan, kelima raja dan ratu itu melihat sebuah pulau yang tampak menyeramkan dan menakutkan. Di pulau itu memiliki satu pegunungan yang tingginya sekitar tiga ribu tiga ratus meter di atas permukaan laut. Bagian atas gunung itu di keliingi awan hitam yang mekutkan, di dalam awan hitam itu terdapat juga petir yang saling terhubung di awan itu, terdengar suara petir yang berada di awan itu saling menyambar.
__ADS_1