KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
eps. 4


__ADS_3

Tongkat yang di pegang ratu, jika terkena sinar lampu yang menerangi ruangan pengadilan terlihat sangat berkilau, kilauan tongkat tersebut sangat cantik dan memanjakan mata. Jika tongkat yang di pegang ratu, saat ratu angkat ke atas kepalanya dan di turunkan tepat di depan perutnya, hal itu menandakan para pembela yang akan membela terdakwa di persilakan masuk dengan terhormat. Ratu melakukan hal tersebut, ia mengangkat tongkat yang di pegang nya tepat di atas kepala dan ia turunkan tongkat nya itu tepat di depan perutnya. Pintu yang megah dan tinggi itu semula tertutup, saat penjaga pintu melihat apa yang di lakukan ratu, pintu tersebut di bukakan oleh dua penjaga pintu yang sedang menjaga pintu. Terbukalah pintu yang tinggi dan megah itu. Terlihat di depan pintu masuk pengadilan empat anak kecil dari golongan masyarakat berbeda yang akan memasuki ruangan itu, empat anak itu berpakaian sama dengan warna yang berbeda, pakaian yang di kenakan itu menyambung dari leher hingga ke kaki. Anak kecil golongan Kureta yang seperti tupai itu berpakaian berwarna hijau dengan gambar sepertinya, Tanori berwarna merah dengan gambar sepertinya, Pawisu berwarna hitam dengan gambar di pakaian sepertinya, dan Dureta berwarna ungu dengan gambar Sepertinya. Mereka memasuki ruang pengadilan itu secara bersamaan dan berjalan bersama, terlihat mereka berjalan sangat lucu dan menggemaskan, seperti tidak mengetahui banyak hal.


Mereka lewati makhluk-makhluk lain di sebelah nya, dan sampailah ia di hadapan kelima hakim yang duduk dengan meja besar dan tinggi. Salah satu dari keempat pembela itu mengatakan hal yang tidak di duga kepada ratu "yang mulia, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?." Tampaknya keempat pembela itu tidak mengetahui banyak hal mengenai menjadi pembela, tetapi satu pembela yaitu si Kureta sudah mengerti dan mengetahui mengenai menjadi pembela yang benar dan baik, Lesi mengatakan kepada yang lain dan yang bertanya kepada ratu, "yang harus kita lakukan ialah kita duduk di kursi pembela yang berada di sebelah kanan dan di sebelah kiri terdakwa yang berhadapan itu, kita duduk di sebelah hakim dan terdakwa yang menghadap antara pembela dengan pembela, kamu berdua, Tanori dan Pawisu duduk di sebelah sana, sementara itu Kureta dan Dureta duduk di kursi sebelah sana." Tanpa banyak pikir, Lesi dengan makhluk anak Dureta pergi ke kanan seeta Pawisu dan Tanori pergi ke kiri.


Mereka berempat telah duduk di kursi yang terdapat meja juga di hadapan nya, posisi nya seperti ini, hakim di paling depan menghadap ke terdakwa dan penuntut, terdakwa menghadap ke Hakim dan membelakangi penuntut, serta pembela di antara Hakim dan terdakwa, dua pembela di sebelah kiri dan duanya di sebelah kanan. Sidang pun di mulai dengan dua ketukan meja hakim utama. Setelah hakim utama mengetuk mejanya, lalu hakim memulai sidang nya dengan kata-kata pembuka yang sudah tercatat di kertas yang siap di baca, "sidang pada pagi hari ini akan di mulai, masalah yang terjadi dengan terdakwa keempat makhluk asing ini ialah, sangat berani sekali mereka memasuki negeri Kinata tanpa seizin ratu, seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwa bagi makhluk hidup jenis apa saja yang berada di Darmanas, jika tidak tercatat nama makhluk hidup itu di Kerajaan negeri Kinata atau memasuki kawasan atau daerah negeri Kinata tanpa seizin atau tidak di ketahui atau berdialog terlebih dahulu, dinamakan sebagai pelanggaran atau melanggar atau tidak mematuhi ketentuan dan hukum di negeri Kinata. Bagi siapa yang sengaja atau tidak di sengaja melanggar hukum dan ketentuan yang berlaku di negeri Kinata, di namaka sebagai pemberontak atau pembuat masalah yang tentunya dapat merusak ekosistem kehidupan negeri Kinata. Dan barangsiapa yang mengaku sebagai pemberontak atau tidak menyadari dirinya pemberontak akan di tindak pidana yang berlaku. Dengan begitu, kasus sidang ini ialah mengenai pemberontakan. Kita mulai sidang ini sekarang juga." di ketuk meja dengan palu oleh ratu Sabrina, "di mulai dari yang paling kanan. Sebelum memulai sidang ini alangkah baiknya perkenalkan nama terdakwa terlebih dahulu, lalu di lanjutkan dengan pembela nya yang masih kecil dan imut itu." lanjut ratu.

__ADS_1


Yang paling kanan dari keempat terdakwa ialah Aliken, lalu sebelah Aliken adalah Densi, sebelahnya Asmira dan sebelahnya aku. Aliken mulai berdiri dan memperkenalkan dirinya, "baiklah perkenalkan nama saya Aliken, saya tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya, intinya saya ingin pulang dan balik dari tempat ini." Tampaknya Aliken tidak mengetahui apa yang terjadi dengan nya itu. Setelah Aliken memperkenalkan dirinya, di lanjut dengan pembela nya yaitu makhluk Tanori yang imut, ia berkata "baiklah hakim-hakim dan ratu terhormat, aku berada di tempat ini karena menjadi pembela terdakwa yang bernama Aliken, dan saya sebagai pembela Aliken, saya tidak mengetahui harus berkata-kata apa di tempat ini, tetapi intinya saya mau yang terbaik untuk Aliken." Setelah itu di lanjut dengan Densi, Densi berdiri dari kursinya dan memperkenalkan dirinya itu "perkenalkan nama saya ialah Densi, kata-kata ku sama dengan Aliken, aku tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, tetapi intinya aku ingin pulang dari tempat ini." Di lanjut dengan pembela nya yaitu makhluk Pawisu yang lucu dan imut itu, ia mengatakan "sama halnya dengan teman ku, aku ingin yang terbaik untuk terdakwa yang aku bela. Dan di lanjut dengan Asmira, ia mengatakan hal yang sama dan pembela nya mengatakan hal yang sama.


Setelah Asmira, waktunya aku berbicara kepada hakim dan penuntut "baiklah sekarang waktunya aku berbicara. Aku akan mulai dari namaku, perkenalkan namaku ialah Keni Putri Lestari, atau jika kepanjangan bisa memanggil aku Keni. Aku tidak seperti kawan-kawan ku yang tidak mengetahui hal apa yang sedang terjadi dengan nya, ia tidak mengetahui di mana ia sekarang, dan seharusnya mereka harus mengetahui nya, hal yang terjadi sebenarnya ialah aku dan kawan-kawan ku bukan berasal dari Darmanas, tetapi aku dan kawan-kawan ku berasal dari Bumi atau planet biru. Aku mengetahui hal itu dari Lesi, Lesi ialah salah satu masyarakat negeri Kinata golongan Kureta, ia anak yang pintar dan pemberani. Sama halnya dengan teman-teman pembela kita, hanya ia yang memiliki jiwa pemberani dan pintar. Sekian dari ku." kata-kataku di lanjut dengan pembela, "yang mulia para hakim-hakim dan ratu Kinata, aku berada di tempat ini tentunya sebagai pembela, sebagai pembela ialah membela terdakwa tentunya, apa saja akan saya lakukan untuk membela terdakwa yang aku pilih. Hal pertama yang akan aku lakukan ialah, aku mohon kepada hakim-hakim dan hakim utama, tolong bebaskan mereka semua dari hukuman ini, karena mereka berempat bukanlah pemberontak, yang aku kenal ialah mereka itu orang yang bingung mengenai sedang di mana mereka berada, jadi dengan hal itu tolong di pertimbangkan hal-hal tersebut dengan teliti dan seksama dan---" kata-kata Lesi yang belum selesai itu di potong oleh hakim utama, ia mengatakan "sudah cukup waktu yang anda miliki untuk membela terdakwa, sekarang waktunya untuk hakim termasuk aku menentukan keputusan mengenai terdakwa," kata hakim ratu Sabrina.


Dengan sejenak dan hening, para hakim mencatat beberapa hal di kertas yang di pegang nya itu, hakim-hakim tersebut sedang mempertimbangkan hal terbaik apa yang harus di berikan terdakwa. Dengan waktu yang cukup lama dan membosankan, akhirnya waktu yang di miliki hakim telah habis, saatnya hakim menentukan nasib mengenai aku dan kawan- kawan ku. "Baiklah waktu telah habis untuk para hakim, sekarang saatnya memberikan nasib terbaik yang kalian miliki kepada terdakwa-terdakwa tersebut." kata ratu Sabrina kepada keempat hakim yang berada di depan nya. Hakim yang mulai pertama ialah hakim paling kanan, hakim paling kanan ialah makhluk Kureta, di sebelahnya Tanori, di sebelahnya Pawisu dan di sebelahnya ialah Dureta. Di mulai dengan raja Kureta, ia mengusulkan "dengan pertimbangan yang saya lakukan, dengan begitu empat terdakwa yang berada di pengadilan ini di jatuhkan hukuman gantung mati." Setelah hakim Kureta mengucapkan itu, Aliken, aku, Densi dan Asmira tentunya ketakutan.

__ADS_1


Hukuman Rairamia adalah hukuman paling mengerikan di Darmanas. Hukuman Rairamia biasa di berikan oleh dewa Darmanas untuk raja-raja yang menghianatinya. Hukuman Rairamia berbentuk hukuman tontonan. Hukuman ini di lakukan di stadion lapangan yang besar dan mengerikan. Empat terdakwa akan di ikat kakinya di dua papan dengan tangan terbuka. Rairamia adalah makhluk besar dan mengerikan, kepala makhluk tersebut seperti serigala, tubuh seperti beruang putih, dan gigi gigi tajam nya seperti pedang baru di asah. Gambaran hukuman Rairamia seperti berikut; terdakwa akan di ikat kedua kakinya di dua papan yang terdapat di kaki kanan dan kiri, jika hanya satu orang yang berada di papan itu, mungkin sangat mudah menghindari makhluk Rairamia tersebut, tetapi kemungkinan selamat dari ganas nya Rairamia tersebut hanya satu per seratus, atau hampir tidak mungkin selamat dari Rairamia tersebut, tetapi hanya ada satu terdakwa yang dulu selamat dari hukuman Rairamia. Dari ribuan terdakwa zaman dulu hingga sekarang hanya satu terdakwa yang selamat. Maka dari itu ratu saat mendengar Lesi mengusulkan untuk hukuman Rairamia, ia sangat terkejut dan kaget.


Ratu bertanya untuk sekali lagi kepada empat terdakwa tersebut, "apakah setuju dengan usulan pembela Kureta?," setelah keempat terdakwa mendengar hal itu, Lesi mencoba meyakinkan aku dengan mata dan mulutnya yang bergerak-gerak, seakan-akan menyuruhku untuk berkata setuju. Aku mengetahui apa yang di maksud Lesi, aku langsung mengucapkan "setuju" kawan-kawan ku yang mendengar aku berkata setuju, mereka juga mengatakan "setuju," dengan bersamaan, keempat terdakwa pun telah setuju untuk di berikan hukuman Rairamia. Hakim utama atau ratu negeri Kinata mengetuk palu pengadilan sambil mengatakan "dengan begitu keempat terdakwa atas kesalahan pemberontakan di jatuhui hukuman paling mengerikan di Darmanas yaitu hukuman Rairamia." "tok" "tok" "tok" palu pengadilan pun sudah di ketuk, yang artinya tidak bisa di ganggu gugat.


Seluruh penuntut yang berada di belakang kita merasa bahagia dan tertawa-tertawa, mereka pun meninggalkan ruangan pengadilan, hakim- hakim juga meninggalkan ruangan pengadilan, pembela-pembela juga meninggalkan ruangan pengadilan, dan tentunya aku, Aliken, Asmira, dan Densi di bawa oleh penjaga kerajaan ke penjara bawah tanah kerajaan, aku dan kawan kawan akan di tahan sementara di penjara bawah tanah hingga menunggu besok pagi. Sesampainya aku di penjara bawah tanah, secara langsung pikiran ku berkata "apa itu hukuman Rairamia?." Sesudah memikirkan hal tersebut, aku langsung menanyakan kepada Aliken, Asmira, dan Densi "apa itu hukuman Rairamia?." Saat aku menanyakan hal itu kepada kawan-kawan, mereka semua mengatakan hal yang sama yaitu "aku tidak mengetahui hukuman tersebut, tetapi intinya kita semua tidak di penjara seumur hidup di negeri ini." tampaknya aku, Asmira, Aliken dan Densi belum mengetahui hukuman Rairamia, yang kita tahu pada saat di penjara itu ialah, "yang penting kita tidak di penjara seumur hidup di negeri ini."

__ADS_1


Di dalam penjara tersebut sangat gelap dan tidak ada cahaya sedikitpun masuk ke dalam penjara itu, hanya ada satu lubang yang sangat kecil dan dari lubang kecil itu, sinar matahari bisa memasuki nya, selebihnya hanya ada bau busuk dan gelap, kita semua di penjara itu hampir mati karena bau tersebut. Setelah sekian lama, kawan-kawan ku akhirnya tidur di dalam penjara itu, dan hanya aku yang masih belum tidur. Aku tidak mengetahui bahwa di luar sudah malam atau masih siang, tetapi lubang kecil yang tadi terdapat sinar matahari, tidak terdapat sinar matahari yang masuk tidak ada lagi cahaya yang masuk ke lubang kecil itu, sepertinya di luar sana sudah malam dan gelap. Aku kaget dan terkejut ada suara seseorang sedang seperti membuka sel penjara itu, karena gelap nya penjara itu aku tidak bisa melihat sesuatu di luar sel penjara. Tetapi sepertinya yang membuka sel penjara itu bukan penjaga kerajaan negeri Kinata, melainkan seseorang yang menyusup masuk ke dalam penjara, karena seseorang tersebut membuka sel penjara itu biasanya jika menggunakan kunci langsung terbuka, tetapi sel penjara itu tidak terbuka juga. Dan setelah beberapa lama, orang yang mencoba membuka sel penjara akhirnya berhasil membuka sel penjara dengan besi kecil. Makhluk tersebut adalah pembela aku di pengadilan itu, makhluk Kureta yang kecil dan imut, ia tanpa lama-lama langsung pada inti mengapa ia di situ, ia mengatakan kepada aku "aku sangat yakin sekali bahwa kamu dan kawan-kawan mu bisa berhasil keluar dari hukuman Rairamia dengan kerja sama." Sesudah ia mengatakan hal tersebut, ia langsung pergi dari penjara itu menuju keluarganya.


__ADS_2