
bapak Albern dan Darryl selesai berpelukan. lama mereka berpelukan sekitar dua puluh menit. tapi entah apa waktu yang lumayan lama itu sangat terasa cepat. "anak ku, maukah kamu ikut ayah pulang ke rumah ayah dan mamah. Ayah sangat yakin sekali mamah akan bahagia sekali melihat kamu di rumah" kata bapak Albern kepada Darryl. "tapi aku sangat minta maaf sekali, untuk kali ini aku tidak bisa pulang ke rumah dulu. karena aku ada urusan penting dengan temanku ini. masih ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan bersama Aliken teman ku ini. tetapi aku berjanji selesai aku bereskan urusan ini, aku akan langsungenuju rumah papah" jawab Darryl kepada papanya.
"ok jika begitu. papah tunggu kamu secepatnya menyelesaikan urusan kamu ini. tetapi jika kamu butuh bantuan papah, kamu tinggal bicara saja kepada papah. dan jika kamu terseaat di jalan saat menuju rumah papah, kamu tinggal lihat di kartu nama ini. di kartu itu tertulis alamat lengkap rumah dan perusahaan papah. jika papah tidak berada di rumah itu tandanya papah berada di kantor perusahaan papah. dan kamu Aliken aku mohon kamu jaga anak papah tersayang ini dengan sangat. dan papah tidak ingin melihat anak papah ini sedikitpun luka di tubuhnya ini. mengerti?" kata bapak Albern kepada Darryl dan Aliken. bapak Albern juga memberikan kartu nama yang tertulis di kartu tersebut alamat rumah nya dan alamat kantor perusahaan nya itu.
bapak Albern bersama supirnya itu bergegas untuk pergi menuju rumah bapak Albern. tidak lupa pengemudi yang memarahi Aliken dan Darryl meminta maaf kepada nya "bapak sungguh minta maaf ya dek. bapak tidak bermaksud memarahi atau membentak kalian. tetapi bapak hanya ingin mengingatkan kalian berdua untuk selalu hati hati saat sedang berada di jalanan seperti ini. mungkin beda ceritanya jika bapak tidak melihat dari kejauhan ada dua anak di jalanan. intinya jika kalian berada atau sedang menyebrangi jalan hati hatilah" kata pengemudi mobil bapak Albern kepada Aliken dan Darryl.
pengemudi mobil itu sudah di tunggu oleh bosnya yang sudah berada di mobilnya. pengemudi itu langsung menuju tempat ia mengemudi dan mengemudi mobilnya itu. mobil milik bapak Albern pun melaju menuju rumah nya. dan tidak lupa bapak Albern melambaikan tangan sebagai tanda selamat tinggal anak ku. mobil itu pun pergi dari tempat itu dan Aliken dan Darryl melanjutkan perjalanan nya itu ke rumah Asmira. ia terus berjalan melewati jalan jalan yang gelap itu. matahari belum menampakan wujudnya. jam menunjukan sudah pukul 02.00 mereka belum sampai juga. hingga akhirnya mereka sampai di rumah Asmira. di depan pintu masuk rumah nya Aliken mengetuk pintunya "tok" "tok" "tok."
__ADS_1
tetapi belum ada yang membuka pintunya. mereka terus mengetuk pintu rumah nya dengan berulang kali.
tidak lama kemudian pintu rumah Asmira di buka oleh orang tuanya Asmira. ibunya Asmira menanyakan kepada mereka "ada butuh apa kalian datang ke rumah ini dengan awan di langit yang masih berwarna hitam?" kepada Aliken dan Darryl. "kami berdua datang ke rumah ini ada buru sedikit kepada Asmira yang tidak bisa menunggu besok hari. karena keperluan aku dengan Asmira sangat penting sekali. aku mohon untuk izinkan aku dan Darryl berbicara dengan anak ibu detik ini juga" kata Aliken kepada ibunya Asmira.
"karena kalian mengatakan ini penting. maka aku izinkan kalian berbicara dengan anak ku yang berada di dalam kamarnya. tetapi kalian tidak boleh masuk ke dalam kamarnya Asmira. bagaimana jika kalian masuk ke ruang tamu dan aku akan memanggil anak ku untuk berbicara yang kalian katakan penting itu" jawab ibunya Asmira kepada Aliken dan Darryl. "baik bu jika itu mau ibu, aku dan Darryl akan berbicara hal penting ini di ruang tamu ibu. tetapi karena ini rahasia dan tidak boleh di ketahui orang tua sekalipun, maka aku Darryl teman ku ini dan Asmira akan berbicara di luar rumah ibu. aku harap ibu mengerti kata kataku ini" ucap Aliken kepada ibunya Asmira.
"bukan begitu maksud aku bu. ibu boleh mengetahui apa yang harus ibu ketahu---" ucap Aliken kepada ibunya Asmira dengan ucapan di potong oleh ibunya Asmira "ya jika begitu hal penting apa yang kamu akan bicarakan kepada anak ku. aku sudah sangat emosi kepada kalian ini, kalian berdua ini telah membuat saya emosi malam malam ini. memangnya kalian tidak memiliki etika. aku yang awalnya baik baik bicara dengan kalian, kalian buat aku emosi. sekarang kalian pergi dari rumah ini. balik lagi jika aku sudah berubah pikiran." kata ibunya Asmira kepada Aliken dan Darryl dengan nada keras dan emosi.
__ADS_1
bapaknya Asmira yang mendengar keributan di luar rumah nya tidak tahan lagi. ia langsung menuju luar rumahnya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. sesampainya di luar rumah nya ia mengucapkan "apa yang terjadi sih malam menjelang pagi ini. apa yang di ributkan sih. ada apa mah?" kepada istri nya.
"ini pah dua anak ini datang ke rumah kita buat emosi saja. masa dia ingin bicara dengan anak kita tetapi mamanya sendiri tidak boleh tau." jawab istrinya kepada suaminya itu. "yah memang begitu. jika anak itu berkata kepada mamah untuk tidak boleh mengetahui hal yang akan di sampaikan kepada anak kita, mamah seharusnya tidak harus mengetahui. anak kita lagi pula sudah berusia tujuh belas tahun. pasti dia mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk. aku ingin tanya keoada mama, jika rahasia mamah atau mamah tidak memiliki rahasia hal yang seharusnya orang tidak ketahui ingin di ketahui orang, pasti mamah memarahi orang itu." kata suaminya itu kepada istrinya dengan santai dan pelan.
"ia juga sih. pasti mamah akan memarahi orang itu yang memaksanya untuk mengetahui apa yang seharusnya orang itu tidak ketahui. ya sudah jika begitu. kalian tunggu di sini, aku akan panggil Asmira untuk bisa kamu berikan hal penting yang Asmira harus ketahui" kata mamanya Asmira kepada Aliken dan Darryl.
setelah melalui perdebatan yang panjang itu akhirnya Aliken da Darryl di izinkan untuk berbicara hal yang penting kepada Asmira. ternyata tidak mudah untuk melewati mamanya Asmira. mereka harus berdebat entah siapa yang akan menang, untungnya bapaknya Asmira keluar dari rumah nya itu. bayangkan jika bapaknya Asmira tidak keluar. pasti Asmira tidak mengetahui bahwa besok hari di mana ia dan Aliken akan di bunuh. hal bodoh yang Aliken pikirkan itu terus melewati kepalanya. pasti jika kalian mengetahui hal bodoh itu. pasti kalian akan menganggap Aliken itu orang bodoh. mengapa bisa begitu?.
__ADS_1