KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
bab 6 (eps.1)


__ADS_3

"Jadi kamu datang ke tempat ini dan menemui ku ingin meminta bantuan ku untuk menyelesaikan masalah negeri mu yang tidak dapat kamu selesaikan?. ok jika kamu datang ke tempat ini untuk meminta bantuan ku, kita harus membuat sebuah kesepakatan, Bagaimana menurutmu. Walau aku dewa Darmanas dan yang menguasai seluruh isi Darmanas, moyang kalian semua, yang aku berikan kepercayaan untuk mengatur negeri- negeri yang berada di Darmanas telah berjanji kepadaku menggunakan darah yang moyang- moyang mu berikan satu tetes-satu tetes darah moyang mu di gunung Agung ini dan mereka berjanji "aku berjanji sebagai calon ratu atau raja untuk memimpin negeri yang akan dewa pilih untuk kami pimpin. Aku berjanji akan menjaga dan menjalankan tigas ku yang dewa akan berikan, aku berjanji untuk tidak meminta bantuan kepada dewa jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan atau sesuatu yang mengancam keberlangsungan kehidupan masyarakat negeri yang akan aku pimpin, karena jika aku sebagai calon raja salah satu negeri di Darmanas, aku mampu menjalankan tugasku tanpa bantuan dewa." itulah janji moyang-moyang kalian yang sombong dan angkuh itu, aku saat mendengar salah satu janjinya itu, aku hanya tersenyum, aku berfikir "jika terjadi sesuatu dalam negeri mu itu, kamu tidak akan meminta bantuan ku. Tetapi rasanya aku tidak yakin dengan ucapan mereka itu"


Setelah aku memikirkan hal itu, aku putuskan untuk memberikan satu-persatu calon yang raja dan ratu negeri di Darmanas yaitu batu Darimun. Aku berikan batu Darimun yang sudah aku berikan sebagian kekuatan ku kepada batu batu Darimun tersebut kepada calon raja dan ratu negeri negeri di Darmanas. Mereka mengucapkan hal yang sama di hadapan ku, mengucapkan hal yang sombong dan angkuh di hadapan ku, dan jika moyang mu itu dan penerusnya meminta bantuan kepada ku, tidak akan semudah itu aku berikan. Harus ada satu jiwa yang di persembahkan kepada ku." kata Dewa Darmanas kepada kelima pemimpin yang meminta bantuan tersebut. Ketika kelima raja dan ratu mendengar hal itu, mereka langsung menjadi takut dan berubah pikiran, mereka memikirkan "mending selesaikan masalah ini sendirian dari pada harus memberikan jiwa ku ini kepada dewa Darmanas." Namun pikiran itu tidak berlaku bagi ratu Sabrina, ia langsung mengucapkan kepada dewa Darmanas "biarkan jiwa ku ini yang akan aku persembahkan kepadamu, aku rela berikan jiwa ini hanya untuk tanggung jawab ku, tanggung jawab ku ialah melindungi dan menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat negeri Kinata, jika jiwaku ini bisa menjamin semua itu, aku sangat senang hati dan rela memberikan jiwa ku ini kepada mu dewa yang Agung."


Dewa Darmanas menanggapi kata-kata ratu Sabrina dan mengucapkan "untung kamu tidak terjebak oleh omongan ku tadi seperti keempat raja di sekitarmu, kunci seorang yang bisa meminta bantuan ku ialah seorang atau makhluk yang memiliki jiwa tanggung jawab dan rela berkorban, yang memiliki jiwa yang aku sukai lah yang dapat meminta bantuan kepada ku. Untungnya salah satu pemimpin negeri Kinata yang datang di hadapan ku memiliki jiwa tanggung jawab dan rela berkorban, jika saja tidak satu pun memiliki jiwa tanggung jawab dan rela berkorban, aku tidak akan membantu kalian semua untuk menyelesaikan masalah yang kalian alami, dan sebagai hukuman ke empat raja yang berani menunjukkan sifat jeleknya di hadapan ku, aku akan berikan mahkota yang kalian kenakan kepada keempat makhluk yang akan datang ke negeri ini." Ratu Sabrina menanggapi kata-kata dewa Darmanas "apa maksudnya?"

__ADS_1


"Aku rasa masalah ini tidak dapat di selesaikan oleh siapa pun makhluk di negeri ini. Masalah ini sangat rumit untuk di selesaikan, aku pun tidak dapat menyelesaikan masalah ini. Namun masalah mengenai ratu jahat mungkin bisa aku selesaikan, tetapi aku akan membawa empat makhluk yang akan menyelesaikan dua masalah langsung selesai, empat makhluk yang akan datang ke Darmanas dan ke negeri Kinata untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada ialah makhluk yang pintar dan kuat, makhluk yang di takuti dan makhluk yang terhormat dari asalnya, ia bisa menyelesaikan masalah sesulit apapun di Darmanas, ia datang tidak akan lama lagi," kata dewa Darmanas kepada kelima raja dan ratu itu.


"Bagaimana cara dewa membawa empat makhluk itu ke Darmanas dan ke negeri Kinata. Galaksi di alam semesta ini sangat luas dan banyak, banyak sekali planet yang berada di galaksi alam semesta ini, planet apa yang akan dewa pilih, semoga makhluk yang dewa pilih ialah makhluk yang betul dan benar di ucapkan dewa," kata ratu Sabrina kepada dewa Darmanas. "Aku akan memanggil ke empat makhluk itu dengan kunci dan cincin yang akan aku jatuhkan di alam semesta ini, jika cincin dan kunci yang aku jatuhkan jatuh ke tangan makhluk yang benar dan tepat, keempat makhluk itu akan masuk ke dalam negeri Kinata, keempat makhluk itu akan menyelesaikan masalah yang ada di negeri mu, keempat makhluk itu akan mendamaikan masyarakatmu dan akan mengalahkan ratu jahat. Dan jika keempat makhluk itu ingin kembali ke asalnya ia berasal, ia akan mengenakan mahkota ke empat raja golongan masyarakat, dan ke empat makhluk itu akan menjadi raja golongan masyarakat selamanya dan tidak bisa di gantikan." Kata dewa Darmanas kepada kelima raja dan ratu itu.


Kelima raja dan ratu itu masih di belakang garis merah dan tidak berani melewati garis merah itu untuk ke ruangan yang luas dan megah itu, mereka masih berada di lorong menuju ruangan megah dan besar. Lalu dewa mengambil cincin dan kunci yang akan di jatuhkan ke alam semesta yang luas dan banyak. Ia berjalan menuju seperti mangkok yang lumayan besar, mangkok itu berada di atas tiang yang membuat mangkok itu berada di atas permukaan. Mangkok itu berisi air yang tidak tau dari mana asalnya, air itu dapat memperlihatkan alam semesta yang sangat luas, bisa sesuatu apa saja di jatuhkan di mangkok itu dan barang itu akan jatuh di salah satu planet yang berada di alam semesta. Ketika dewa telah sampai di hadapan mangkok, air yang berada di mangkok itu berubah menjadi hitam, setelah berubah menjadi hitam, muncullah galaksi galaksi yang berada di alam semesta, galaksi-galaksi yang berada di alam semesta muncul, di jatuhkanlah kunci dan cincin yang di pegang nya itu ke dalam mangkok semesta itu. Cincin dan kunci itu pun telah berada di alam semesta, ia jatuh di antara galaksi-galaksi yang berada di alam semesta, di lewati nya galaksi yang tak terpilih itu, dari ratusan miliar galaksi di alam semesta, yang terpilih ialah galaksi Bima Sakti, di mana di galaksi Bima Sakti terdapat bumi di dalam nya. Tidak sampai di situ saja, harus ada pemilihan planet yang terdapat di galaksi Bima Sakti, dan di lalui lah planet-planet yang terdapat di Bima Sakti oleh cincin dan kunci dewa Darmanas itu. Dewa Darmanas terus mengamati pergerakan cincin dan kunci itu.

__ADS_1


Ada begitu banyak planet di alam semesta, tetapi cincin dan kunci memilih planet biru atau bumi tempat ia mendarat. Kunci dan cincin itu jatuh di bumi, tepatnya di Indonesia, Batavia, daerah rambutan. Kunci dan cincin itu di temukan oleh dua remaja yang tidak sengaja menemukan nya, pertemuan keempat remaja itu tidak di sengaja atau tidak di rencanakan. Bahkan keempat remaja itu saling bermusuhan satu sama lain, dan mengapa dari miliaran manusia di bumi, harus keempat remaja itu yang terpilih?. Itulah mengapa Aliken, Asmira, Densi, dan Keni bisa ke Darmanas dan ke negeri Kinata. Ternyata merekalah yang akan menyelesaikan masalah yang tidak dapat di selesaikan, merekalah yang akan menjadi keempat raja golongan masyarakat, merekalah yang akan memimpin golongan masyarakat dan merekalah yang akan mendamaikan masyarakat negeri Kinata, merekalah yang akan mengalahkan ratu jahat yang akan menyerang dan menaklukan negeri Kinata, merekalah takdir yang akan mengubah segalanya yang terdapat di negeri Kinata. Namun aku dan kawan-kawan ku pada saat itu belum menyadari hal itu. Aku, Aliken, Densi, dan Asmira belum menyadari bahwa kita berada di sana bukan sebuah kebetulan, tetapi aku dan kawan-kawan ku lah yang di pilih oleh dewa Darmanas untuk mengubah, menyelesaikan, mendamaikan semua yang buruk di negeri Kinata.


Setelah sekian lama aku dan kawan-kawan ku di dalam kapal itu, akhirnya kita pun sampai di sebuah pulau yang besar dan luas. Ternyata aku dan kawan-kawan ku telah sampai di pusat negeri Kinata, pusat dari segala kehidupan negeri Kinata, di mana seluruh masyarakat negeri Kinata tinggal. Tanori-Tanori yang berada di kapal itu menyadari bahwa mereka telah sampai di tempat yang di tuju, mereka membuka ikatan ku dari tiang itu, mereka juga membuka ikatan Densi dengan Asmira. Sesudah ikatan aku, Asmira, Densi, dan Aliken di buka, kita di perintah oleh salah satu Tanori untuk turun dari kapalnya dan menuju pusat negeri Kinata. Aku di atas kapal itu melihat ke arah pulau itu, hanya ada pepohonan yang sama dengan pulau sebelumnya. Pohon itu sama tingginya dengan yang berada di pulau sebelum nya, tidak terlihat masyarakat melakukan kegiatan di pulau itu. Lalu aku, Asmira, Densi dan Aliken berkumpul kembali, kita bediri berdekatan di kapal itu untuk turun dari kapalnya. Kitapun turun secara bergantian dari kapal itu dengan tangan terikat. Aku dan kawan kawan ku telah turun dari kapal itu, aku bertanya kepada salah satu Tanori "kemana aku dan kawan-kawan ku harus pergi?, di tempat ini hanya ada pohon yang tinggi, sama dengan di pulau sebelumnya," Tanori itu menjawabnya "sekarang kamu jalan saja melewati pohon pohon itu."


Aku mendengar hal itu, aku bersama kawan- kawan ku berjalan melewati pepohonan yang berada di hadapan kita. Pohon-pohon tinggi pun kami lewati satu demi satu. Setelah sekian lama berjalan di pepohonan itu, betapa terkejut nya aku dengan kawan-kawan ku melihat pemandangan di hadapan kita, kami melihat bangunan berbentuk lingkaran yang sangat besar. Di lingkaran itu terdapat lorong-lorong besar yang di tinggali masyarakat. Sangking besarnya lorong tersebut, ada beberapa rumah warga di dalam nya, ada banyak sekali bangunan lingkaran-lingkaran itu di hadapan kita. Dan bangunan lingkaran-lingkaran itu seperti mengelilingi kerajaan yang sangat besar dan megah, di Kerajaan itu terdapat beberapa lapisan menara. Lapisan terluar terdapat lima menara yang besar mengelilingi lapisan menara ke dua nya, lapisan menara ke dua terdapat sepuluh menara yang kecil di banding menara terluar, dan lapisan menara ketiga terdapat dua puluh menara yang kecil di banding menara ke dua, dan di dalam lapisan ketiga menara itu, terdapat satu menara yang besar dan tidak tinggi di banding menara ketiga lapisan itu, karena bentuknya itu, aku melihat nya sangat mewah dan indah istana itu.

__ADS_1


Lalu salah satu Tanori di belakang kita berkata kepada kita "sekarang yang harus kamu lakukan ialah masuk ke dalam lorong-lorong lingkaran itu dan temui salah satu masyarakat yang akan menjadi pembela kamu di pengadilan nanti." Kita di suruh memasuki lorong-lorong lingkaran itu dan temui salah satu masyarakat yang akan menjadi pembela di pengadilan nanti. Satu lingkaran itu terdapat empat lorong yang tembok-tembok lorong itu menjulang ke atas dan tinggi. Aku, Asmira, Densi dan Aliken di perintahkan oleh salah satu Tanori untuk memasuki lorong-lorong itu secara terpisah, maksudnya tidak boleh bersamaan memasuki lorong itu. Satu lorong hanya satu orang yang dapat memasuki lorong itu. Bangunan lingkaran itu di sebut juga penyekat antara golongan masyarakat yang berbeda. Tanpa pikir lama, aku dan kawan- kawan ku memasuki lorong besar itu secara terpisah dan tidak bersamaan. Terdapat tulisan di lorong yang akan aku masuk ialah daerah Kureta. Aku memasuki lorong Kureta untuk menemukan seorang yang akan membela aku di pengadilan nanti.


__ADS_2