KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
Bercanda bertarung


__ADS_3

"benar, aku tidak menyerang kalian semua dengan batu, lagi pula buat apa aku menyerang kalian dengan batu. aku juga sudah melupakan semua masa lalu pahit ku dengan kamu" jawab Aliken kepada Densi dengan ekspresi takut.


"udah, aku gak mau lagi dengar omongan bohong lu. sekarang, kalian ikat anak ini dengan kencang, dan baring kan dia di jalan. aku mau lindes dia dengan gerobak yang dia gunakan untuk menghentikan kita saat kita mengejar dia" perintah Densi kepada anggota nya untuk mengikat dia, dengan suara tegasnya .


Aliken pun di ikat dengan tali yang sulit untuk di lepas, karena yang mengikat nya sebanyak lima orang.


"sekarang kamu ambilkan gerobak buah yang di gunakan anak ini saat kita mengejarnya" perintah Densi kepada seorang anggota nya untuk memgambilkan gerobak buah nya.


gerobak buah yang di gunakan Aliken, untuk melindungi diri nya saat sedang di kejar oleh anggota geng Tarata, sudah berada di samping nya.


bentuk gerobak yang akan di gunakan untuk melindes Aliken berbentuk persegi panjang, dengan panjang 2,5 meter dan tinggi sembilan puluh centimeter, gerobak tersebut di gunakan seorang warga, untuk membawa buah buahan dari pasar.


"sekarang, aku minta enam orang untuk masuk dan naiki gerobak ini, lalu aku dorong gerobak ini ke arah Aliken, untuk melindas nya" perintah Densi kepada anggotanya, sebanyak enam orang, untuk menaiki gerobak nya.


sebanyak enam orang dengan bobot di atas lima puluh kilogram menaiki gerobak yang akan di gunakan untuk melindes Aliken.


"sudah siap semua nya.aku akan menghitung mundur dari angka lima.dan sebagian membantuku untuk mendorong gerobak ini"


ucap Densi kepada anggotanya untuk melindes Aliken.


"lima" "empat" "tiga" "dua" "satu" "dorong gerobak ini" perintah Aliken kepada anggota geng nya, untuk membantu mendorong gerobak nya.


gerobak tersebut berjalan menuju Aliken dengan jarak sepuluh meter dari Aliken dan akan melewati Aliken dari samping kanan tubuh nya.


"tolong, kalian jangan gila, bukan aku yang melempar kan batu ke kalian, tolong jangan lindas aku. aku masih mau hidup" ucap Aliken kepada Densi dan anggotanya, untuk tidak melindas nya.


"jangan dengarkan kata kata Aliken. maju dan terus berjalan, untuk melindas nya" jawab Densi kepada Aliken, untuk tidak mendengar kata katanya.

__ADS_1


"sudah, setop, jangan pada berbuat hal hal yang sangat gila. cepat, lepaskan anak itu dan bebaskan dia" ucap penjual sate yang memberikan sate gratis kepada Densi, untuk melepaskan Aliken dari ikatan nya.


"tapi pak di--" jawab Densi kepada tukang sate.


"sudah, lepaskan dia, bapak bilang lepaskan dia. ngerti bahasa Indonesia kan" ucap tukang sate dengan memotong pembicaraan Densi, untuk melepaskan Aliken yang terikat dan terbaring di jalanan.


"ok pak saya akan melepaskan dia dan menyuruh nya pulang. tapi aku mohon berikan waktu kepada ku untuk berbicara dua mata dengan nya. sekarang kalian semua balik ke pondok dan tudur. aku mau berbicara dengan Aliken, dan tidak boleh ada yang mendengar nya"


ucap Densi kepada tukang sate dan anggotanya geng nya, untuk meninggalkan Densi dan Aliken.


"ok, bapak akan pergi dari tempat ini dan meninggalkan kalian berdua, dengan berjanji tidak boleh ada yang terluka sedikit pun" kata tukang sate kepada Densi.


tukang sate dan anggota geng nya, pergi meninggalkan Densi dan Aliken untuk membiarkan Densi berbicara dua mata dengan Aliken, dan tidak ada yang boleh mendengar. nya.


"untung tadi ada tukang sate, kalau misalkan tidak ada, gua pastikan elo sudah berada di bawah tanah belakang pondok gua" ucap Densi kepada Aliken.


"pake tanya lagi, ada salah apa, emang elo belom puas waktu itu membiarkan gua di hajar habis habis oleh warga. terus tadi, kamu yang menimpukan batu kepada aku dan teman teman ku, saat kita lagi makan sate dengan nikmat. aku tau, kamu tidak mau melihat aku dengan teman teman ku hidup dengan tenang dan bahagia" jawab Densi kepada pertanyaan Aliken.


"aku, bilang sekali lagi kepada mu, bukan aku yang melemparkan batu ke arah kamu dan teman teman mu. lagi pula buat apa aku melempar batu kepada mu" ucap Aliken kepada Densi, dengan tangan terikat dan terbaring di jalan.


"sudah.. tidak usah bohong lagi. tadi aku dan teman teman ku melihat seorang yang mengenakan baju merah, sedang melemparkan batu ke arah makanan ku dan ke arah aku dengan teman teman ku. setelah ia melemparkan batu ke arah kita, orang tersebut mengarah ke perapatan dan bingung mau lari ke mana lagi" kata Densi kepada Aliken.


"aku berani sumpah, bahwa bukan aku yang melemparkan ke arah kamu dan teman teman mu. dan...aku berani bertarung dengan kamu Densi" ucap Aliken dengan bercanda bahwa ia akan bertarug dengan Densi.


"ok, aku tunggu besok kamu, sekitar jam 09.00am di lapangan belakang warnet"


"jika kamu tidak datang juga, aku dengan anggota geng ku, akan menuju sekolah mu dan memaksa kamu untuk ke lapangan belakang warnet untuk bertarung. aku juga akan membawa anak anak jalanan lain nya, sebanyak tiga puluh orang ke sekolah mu"

__ADS_1


jawab Densi dengan serius kepada candaan Aliken.


"Densi, tadi aku cuman bercanda, bahwa aku akan bertarung dengan mu. supaya kamu yakin, bahwa bukan aku yang melempar batu ke arahmu. jangan, anggap serius ya" ucap Aliken ke Densi untuk tidak menganggap serius ucapan nya tadi.


"ok, tapi kamu telat ngomong, aku sudah menganggap hal ini dengan sangat serius sekali. aku akan tetap menunggu kamu di lapangan belakang warnet, untuk bertarung dengan ku. jika tetap tidak datang, aku yang datang ke sekolah mu dengan membawa kurang lebih dua puluh orang, untuk menyerang sekolah mu", jawab Densi dengan nada serius.


"aku mohon kepada mu Densi, untuk menganggap ucapan ku tadi hanya bercanda, aku hanya ingin memastikan kepada mu bahwa bukan aku yang melempar batu ke arahmu" ucapan mohon Aliken kepada Densi untuk menganggap hal yang dia ucapkan itu hanya bercanda.


"aku tetap akan bertarung dengan mu,


sekarang sini tangan mu, aku akan lepaskan ikatan itu" jawab Densi dengan membuka ikatan nya.


"sekarang kamu pulang ke rumah mu, dan istirahat untuk mengumpulkan energi yang akan di gunakan bertarung besok" ucap Densi kepada Aliken untuk pulang beristirahat.


"ok, sekarang aku akan pulang, tapi aku akan berfikir secara kritis untuk menghindari pertarungan besok, di lapangan belakang warnet" jawab Aliken kepada Densi.


Aliken pun pulang menuju rumah nya dan Densi pulang ke pondok untuk beristirahat.


"tok" "tok" "tok" , suara ketukan pintu rumah Aliken yang di ketuk oleh Aliken.


"ia bentar, ini mau membuka pintunya"


jawab ibu Reni kepada suara ketukan pintunya.


"oh, ternyata anak mamah yang ganteng ini" ucap ibu Reni kepada Aliken saat membuka pintunya.


"mulai hari ini, aku tak akan membeli daun pandan lagi mah, cukup hari ini saja" kata Aliken kepada mamah nya.

__ADS_1


"kenapa, adek tidak mau membeli daun pandan lagi, ada apa dengan daun pandan nya. adek alergi dengan daun pandan ya" jawab ibu Reni menanggapi ucapan Aliken.


__ADS_2