KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
kekacauan di sekolah.


__ADS_3

"aku juga habis lagi pulsa yang ku punya di HP ku, jadi gimana ini?" tanya Asmira kepada Aliken mengenai cara menelfon polisi.


"ya sudah kalau begitu sekarang kamu sekarang membeli pulsa di depan sekolah melewati pintu belakang, usahakan jangan sampai terlihat oleh seorang pun, jika sudah di beli pulsanya, langsung telepon polisi secepat mungkin, sementara itu aku urus Densi dan teman teman nya" jawab Aliken kepada Asmira mengenai menelfon polisi.


"tes" "tes" "tes" "apakah semua mendengar suara ku" ucap Densi menggunakan toa yang ia ambil dari guru yang sedang pingsan kepada seluruh murid SMAN 77.


"sudah lama tidak bertemu teman teman SMAN 77, yang ganteng dan cantik cantik, tapi yang di sayangkan, aku berada di sini bukan mau sekolah lagi, tetapi mau membuat sedikit kekacauan di sekolah ini, anak anak SMAN 77 yang ganteng dan cantik, ada yang masih mengenal ku tidak?" kata Densi kepada murid murid yang sedang ketakutan dan bersembunyi untuk menghindari batu yang mengarah kepada nya, menggunakan Toa.


lalu seluruh murid SMAN 77 keluar dan melihat siapa yang sedang berbicara menggunakan Toa di depan sekolah.


"ini bukan nya Densi, anak sekolah ini dulu" kata seorang murid kepada Densi.


"iya ini Densi" "iya" "ini Densi" "itu yang berada di depan sekolah, itu Densi" ucap semua murid SMAN 77 kepada yang lain nya.


"Densi, mengapa kamu berbuat seperti ini di sekolah kamu dulu nak?, ada maslah apa sekolah ini dengan mu nak?, coba jelaskan sedikit saja ke pada ibu mengenai sekolah ini" tanya seorang guru kepada Densi.


"ok, tenang semua, tenang semua" "aku berada di sini, karena ada yang memanggil ku datang ke sini, jika aku tidak di panggil ke sekolah ini, aku juga tidak akan menginjak kan kaki ku di sekolah ini, apalagi menyerang sekolah ini" "sekarang yang memanggil ku ke sini, silakan menampakan diri nya di hadapan ku, aku tidak akan menyebutkan namanya, tapi yang aku mau, tampakan lah dirimu di depan ku" ucap Densi kepada semua murid SMAN 77 yang menatap nya.


"siapa yang memanggil Densi ke sekolah ini"


"ia, siapa yang memanggil nya"


"siapa"


"siapa"


"menurut mu siapa yang memanggil Densi ke sekolah ini"


"di mana orang yang memanggil Densi ke sini"


tanya semua murid SMAN 77 satu sama yang lain mengenai orang yang memanggil Densi ke sekolah ini.

__ADS_1


"sudah Densi, ucapkan saja siapa yang memanggil mu ke sekolah ini, kami para guru dan murid murid SMAN 77,akan melanjutkan kegiatan belajar mengajar di sekolah ini, karena waktu KMB belum selesai, jika sudah kamu juga tidak boleh membuat keributan di sekolah ini" kata seorang guru SMAN 77 kepada Densi, untuk mengatakan siapa yang memanggil nya ke sekolah nya.


"ok Bu, baik bu, santai saja, baru juga saya datang, ibu sudah menyuruh saya pergi dari sekolah ini"


"timpuk batu ke arah itu ibu itu" perintah Densi kepada seorang geng nya, untuk menimpuk batu ke arah guru yang berbicara tadi.


guru yang berbicara tadi, di timpuk menggunakan batu, hingga pingsan, oleh seorang geng Tarata yang di perintahkan oleh Densi.


"Alex, sekarang kamu ikut aku, untuk mengumpulkan kayu sebanyak mungkin di gudang sekolah, lalu yang lain nya tunggu di sini sampai aku balik" ucap Aliken kepada teman teman nya yang berada di ruang kelas nya dan meminta teman nya, yang bernama Alex, untuk mengumpulkan kayu di gudang sekolah.


lalu Aliken dan Alex mengumpulkan kayu yang berada di gudang sekolah untuk di berikan kepada teman teman nya.


Alex dan Aliken sampai di gudang sekolah.


"Alex dan Aliken, mengapa kalian berdua ada di gudang sekolah?, mau ngapain kalian berada di gudang sekolah ini?" tanya seorang guru yang melewati gudang sekolah kepada Alex dan Aliken.


"ok pak saya akan jujur, saya bersama Alex berada di gudang ini, sedang mengumpulkan kayu sebanyak mungkin untuk kami bagikan kepada teman teman ku yang akan menyerang dan mengusir orang orang di depan sana, melewati pintu belakang" jawab Aliken kepada guru yang bertanya kepada nya.


"kalau tidak bersama bapak" "ya sudah kalau begitu, bapak bantuin kalian membawa kayu ini kepada teman teman kalian" ucapan seorang guru kepada Aliken dan Alex untuk membantu menyerang dan mengusir orang orang yang sedang menyerang sekolah nya.


Aliken, Alex dan seorang guru, membawa kayu yang akan di gunakan untuk menyerang dan mengusir orang orang di depan sekolah nya, menuju kelas Aliken.


"ayo cepat masukin kayu nya ke kelas, sebelum ia menyerang sekolah ini lagi" kata Alex kepada Aliken dan seorang guru yang membawa kayu.


lalu Asmira berhasil keluar dari sekolahnya melewati pintu belakang sekolahnya tanpa di ketahui seorang pun. ia langsung menuju tempat di mana orang berjualan pulsa.


"ibu saya beli pulsa nya dua puluh ribu bu" ucap Asmira kepada ibu penjual pulsa.


"ok dek, sebentar ya" jawab ibu penjual pulsa kepada Asmira.


lalu seorang geng Tarata melihat murid SMAN 77 sedang berada di luar sekolah nya, anggota geng Tarata di perintah Densi, untuk mengawasi dan melihat murid SMAN 77 untuk tidak keluar dari sekolah nya, sebelum Densi dan anggotanya pergi meninggalkan sekolah itu.

__ADS_1


Asmira menyadari bahwa seorang geng Tarata sedang menuju ke arah nya.


"ayo bu cepat bu isi pulsa ku bu" kata Asmira kepada ibu penjual pulsa.


Asmira langsung kabur dari tempat itu dan lari secepat mungkin menghindari dua orang yang sedang mengarah ke arah nya.


"woi tunggu, jangan kabur, aku akan menangkap mu" kata seorang geng Tarata yang sedang mengejar nya.


Asmira melihat tidak jauh dari tempat nya, ada gerobak sampah di depan nya. ia pun masuk ke dalam gerobak itu dan menyelip sampah sampah itu.


"kemana tadi, perempuan itu, pokok nya kita harus menangkap perempuan itu"


kata seorang geng Tarata kepada teman nya yang mengikut dengan nya untuk mengejar Asmira.


Asmira tidak memikirkan bahwa di HP nya ada pulsa atau tidak. ia pun langsung menelfon polisi dengan nomor yang ia dapatkan di tempat rongsokan mobil tersebut.


"mudah mudahan nomor ini bisa di telfon untuk memanggil polisi"


ia pun memasukan nomornya dan menelfon dengan nomor itu.


"halo pak" "halo pak" halo pak" ucap Asmira kepada telephone yang ia pegang dan berharap polisi tersebut menjawab telephone nya dengan ekspresi panik dan ketakutan.


"ia" (polisi)


"ada yang bisa di bantu" (polisi)


"alhamdulillah akhirnya di jawab juga oleh polisi nya (Asmira)


"ia, ada yang bisa saya bantu (polisi)


"ia pak, saya sangat sekali membutuhkan bantuan bapak, sekarang di sekolah saya sedang di serang menggunakan batu, oleh sekelompok orang yang saya tak kenal, ia semua melukai benyak orang, dan membuat semua orang yang berada di sekolah menjadi panik, sekarang saya minta kepada bapak untuk cepat datang ke sekolah ini, oh ia satu lagi, semua orang yang berada di sekolah, tidak boleh ke luar sekolah, dan saya berhasil ke luar sekolah, lalu saya sedang di kejar oleh dua orang yang saya tak kenal, saya mohon bapak untuk datang secepat mungkin ke sekolah ini" (Asmira)

__ADS_1


"ok dek, saya dan bersama tim kepolisian jakarta pusat, akan secepat mungkin menuju sekolah adek (polisi).


__ADS_2