KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
eps. 4


__ADS_3

"Hajarr, habisi mereka semua, bila perlu sampai benjol kepalanya," ucap Densi kepada seluruh anggota geng Tarata. "tidak" "tidak" "tidak" "jangan pukul kepala ku," kata seorang geng Terosi kepada seorang anggota geng Tarata. "diam, aku tetap akan memukul kepala mu, karena kau yang memulai ini semua ''ya... " jawab seorang anggota geng Tarata kepada seseorang anggota geng Terosi, yang memohon untuk tidak di pukul kepalanya, sambil memukul kepalanya dengan kayu di tangan nya. "Aduh, sakit sekali kepala ku ini, aduh.." kata seorang geng Terosi, sesudah di pukul kepalanya dengan kayu dan langsung pingsan.


"Ayo, mau kabur kemana?" tanya seorang geng Tarata kepada seorang geng Terosi, yang mencoba untuk kabur. "ampun" "ampun" "jangan pukul aku, aku gak akan membuat kesalahan ini lagi," kata seorang geng Terosi yang mencoba untuk kabur, kepada seorang geng Tarata yang menahannya. "Udah, tidak usah banyak basa-basi" "ya.." kata seorang geng Tarata sambil memukul kepalanya dengan kayu yang di pegang nya, hingga pingsan.


Seorang geng Terosi, memukul bagian tubuh seorang anggota geng Tarata dengan diam-diam dari belakang nya, seorang anggota geng Tarata yang terpukul bagian belakang tubuh nya, terjatuh ke lantai. "Ayo,mau ngapain lagi?" tanya seorang anggota geng Terosi kepada seorang anggota geng Tarata, yang terjatuh di lantai, sambil mengarahkan tongkat yang ia pegang ke kepalanya. Lalu di tendang nya kaki seorang anggota geng Terosi yang mencoba untuk memukul seorang anggota geng Tarata yang tertidur di lantai karena jatuh nya. Hingga seorang anggota geng Terosi yang mencoba untuk memukul nya terjatuh ke lantai. Seorang anggota geng Tarata yang terjatuh, langsung bangun dari jatuh nya, dan memukul kepala seorang anggota geng Terosi yang terjatuh karena di tendang nya, hingga pingsan.


Baku hantam pun terjadi kepada kedua geng untuk memperebutkan Keni.

__ADS_1


"Kamu mengundang aku ke sini, untuk membuat sebuah kenangan, aku sekarang datang ke sini, bukan untuk membuat sebuah kenangan, aku datang ke sini, untuk melepaskan Keni, yang kamu ikat di situ, sekarang kamu mau cara halus atau kasar?." Ucap Densi kepada Evan untuk melepaskan Keni. "Sebelum kamu melepaskan Keni, kamu harus melewatkan aku terlebih dahulu, ya...", kata Evan kepada Densi dengan mengarahkan tongkat yang ia pegang ke Densi untuk memukul nya. Di tahan nya tongkat yang di arahkan kepada Densi oleh Evan, dan tongkat yang di tahan di rampas dan di lempar sejauh mungkin. "Ayo sekarang kamu mau kemana lagi? ya.." ucap Densi kepada Evan dengan memukul kepala nya dengan tongkat yang ia pegang. Evan pun pingsan, karena di pukul kepalanya oleh Densi dengan tongkat.


Densi berlari menuju Keni yang di ikat dengan tali dan membuka ikatan tersebut. "Keni tidak apa-apa kan?," tanya Densi kepada Keni saat sudah membuka ikatan tali tersebut. "ia, aku tidak apa-apa," jawab Keni kepada pertanyaan Densi yang ia tanya. "Ya sudah, sekarang kita kembali ke pondok dan tinggalkan mereka semua," ucap Densi kepada seluruh anggota geng Tarata. Geng Tarata pun kembali ke pondok mereka, yaitu tempat mereka nongkrong, berkumpul dan tinggal. Tampaknya Densi mulai ada perasaan dengan aku, ia mulai mencoba mengucapkan kepada aku bahwa ia mencintainya, hingga akhirnya Densi menyatakan perasaan nya kepada aku bahwa dia mencintainya, saat itu aku dan Densi berpacaran dan saling mencintai.


Malam hari tiba dan Densi memikirkan makan apa mereka pada malam itu, akhirnya ia pergi dari pondok itu untuk mencari makan. Densi pun pergi dari pondok dan mencari makan yang murah tapi cukup untuk sepuluh orang. Lalu Densi bertemu bencong yang sedang meminta uang di dekat nya. "Mas, boleh minta uang nya tidak, sedikit saja" ucap bencong tersebut kepada Densi untuk meminta uang yang Densi miliki. Kebiasaan bencong ialah meminta uang kepada orang yang berada di dekat nya, dengan berpenampilan seperti perempuan, padahal ia laki laki. Biasanya bencong memiliki sifat yang memaksa kepada orang yang dia anggap lemah, tetapi karena Densi di anggap di tempat itu bersama geng nya ialah paling di takuti di tempat itu. "Enggak ya.. aku tidak memiliki uang lebih untuk aku berikan kepadamu," jawab Densi kepada bencong yang meminta uang dengan nya. "Ya sudah kalau begitu, aku pergi saja dari sini, bayy," ucap bencong kepada Densi dengan nada laki laki berbicara seperti perempuan.


ucap Densi kepada diri sendiri. Densi pun menuju gerobak sate tersebut. Sesampainya di hadapan gerobak itu, Densi menawar harga dengan penjual sate itu. "pak satu bungkus berapa duit pak?" tanya Densi kepada tukang sate itu. "satu bungkus isi sepuluh tusuk harganya dua belas gulden saja dek" jawab tukang sate tersebut mengenai harga sate yang di jual nya. "pak, satu bungkus sepuluh ribu gulden saja pak, satu bungkus sepuluh gulden, saya beli tiga bungkus, karena teman-teman saya belum makan pak," ucap Densi kepada tukang sate tersebut mengenai harga satenya untuk di kurangkan sedikit. "ok lah kalau begitu, karena bapak kasihan dengan teman mu yang belum makan, saya kasih lima bungkus dengan gratis," kata penjual sate itu kepada Densi dengan memberikan sate gratis. "Terimakasih banyak ya pak, bapak jika butuh bantuan saya, saya siap membantu bapak,dan saya doakan supaya bapak di lancarkan rezekinya," ucap terimaksih Densi kepada penjual sate itu.

__ADS_1


"ia sama-sama, semoga teman-teman adek kenyang dengan memakan sate ini," kata tukang sate menanggapi ucapan terimaksih Densi. "Ini dek satenya sudah jadi" ucap tukang sate kepada Densi. "Sekali lagi saya berterimakasih sebesar-besarnya kepada bapak," kata Densi berterimakasih kepada tukang sate kesekian kalinya. Densi pun menuju pondok dengan membawa sate yang di kasih oleh tukang sate itu. Awan di langit berubah menjadi hitam yang menandakan malam hari sudah tiba.


"Aliken" "Aliken" "Aliken," suara ibu Reni memanggil Aliken yang berada di kamar di lantai atas. "Ia mah, ada apa mah" jawab Aliken menanggapi panggilan mamanya. "ini....tolong belikan daun pandan di pasar malam yang berada di gang besar, daun pandannya mamah mau pake untuk membuat kacang ijo. Teman mamah beli kacang ijo dadakan, katanya ia mau langsung ada saat pagi hari" ucap ibu Reni kepada Aliken untuk meminta tolong membelikan daun pandan. "ok mah, pasarnya berada di gang besar ya mah?" tanya Aliken mengenai lokasi pasarnya. "Ia.. nanti Aliken keluar rumah, lalu lurus saja sejauh lima puluh meter, setelah itu belok kiri, setelah belok kiri Aliken lurus saja sampai menemukan gang besar yang berada di sebelah kanan, nanti Aliken masuk saja ke gang itu, dan cari daun pandan" jawab ibu Reni mengenai lokasi pasar gang besar tersebut.


Aliken menuju pasar gang besar itu. setelah perjalanan yang lumayan jauh, ahkirnya Aliken sampai di pasar malam tersebut. "Pak, yang berjualan daun pandan di mana ya pak?" tanya Aliken kepada tukang bayam yang berjualan di sana. "adek tinggal lurus, Lalu ada perapatan, nah di daerah itu yang berjualan daun pandan, jika adek kebingungan, adek tanya saja kepada orang sekitar yang berada di sana," jawab tukang bayam tersebut mengenai pertanyaan Aliken tentang lokasi orang yang berjualan daun pandan. Aliken menuju perapatan dan mencari orang yang berjualan daun pandan. Aliken belum menemukan orang yang berjualan daun pandan, karena Aliken tidak pernah melihat daun pandan.


"pak, disini yang berjualan daun pandan tidak?," tanya Aliken kepada seorang yang berada di sekitarnya. "Itu di sana, di depan tukang bawang," jawab seorang yang di tanya Aliken, "Terimaksih ya pak, karena sudah menunjukan tempat orang yang berjualan daun pandan," ucap terimakasih Aliken kepada orang yang mengasih petunjuk kepada orang yang berjualan daun pandan. Aliken mendekati orang yang berjualan dau pandan.

__ADS_1


"Ibu... ada jual daun pandan tidak?" tanya Aliken kepada orang yang di tunjukannya. "oh daun pandan, ini daun pandan, mau beli berapa dek?" tanya orang yang berjualan daun pandan kepada Aliken. "emm.. beli satu gulden bu," jawab Aliken kepada orang yang berjualan daun pandan. "ok, bentar ya, ini daun pandan nya dek," ucap orang yang berjualan daun pandan dengan memberikan daun pandan.


__ADS_2