KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
eps. 4


__ADS_3

Setelah aku, Densi dan anggota geng Tarata mengetahui bahwa polisi itu akan datang ke pondok nya. Tentunya aku dan Densi tidak terlalu badoh walau memang aku, Densi dan anggota lain nya bodoh, kita langsung pergi dari pondok itu. Saat kita semua telah sampai di rumah Densi, yang aku herankan, entah ini kebetulan atau memang pertolongan dari Tuhan, sesampainya di rumah Densi. Di dalam rumah itu terdapat ayah Densi yang sedang membaca koran. Lalu Densi menanyakan kepada ayah nya mengenai rumah nya yang di sita itu. Ternyata rumah ayah nya itu sudah lunas terbayar. bertahun-tahun rumah ayah Densi di sita oleh Bank, namun pada saat itu, rumah ayah Densi sudah lunas. Aku juga tidak mengetahui dari mana ayah Densi mendapatkan uang sebanyak itu untuk membayar utang nya itu. Karena jika aku mengetahui hal itu, bukan hak aku tentunya. tanpa berpikir lama, Densi menyuruhku dan anggota nya untuk masuk ke dalam rumahnya itu, supaya polisi tidak mengetahui keberadaan aku dan semua orang yang tadi membuat kekacauan di sekolah itu.


Polisi telah sampai di pondok itu dengan Asmira dan Aliken, polisi-polisi itu mulai menggeledah tempat itu. Setelah di geledah tempat itu, polisi dengan anggotanya tidak menemukan barang satu pun yang mencurigakam di pondok itu. Tetapi salah satu polisi menyadari bahwa bagian belakang pondok itu belum di geledah. Polisi itu memanggil teman anggota lainnya untuk membantunya menggeledah bagian belakang pondok itu. Awalnya tidak ada yang terlihat mencurigakan, tetapi salah satu polisi melihat sebuah kotak yang berbentuk balok dengan ruang di dalam nya. Kotak itu memiliki panjang satu meter, tinggi tiga puluh centimeter dan lebar tiga puluh centi meter. kotak itu terkunci dengan gembok yang lumayan besar. Tentunya polisi itu curiga dengan isi kotak tersebut. Mereka membuka kotak itu dengan menembak gembok itu menggunakan pistol yang di bawa oleh polisi itu, dan di geledah isi kotak itu, yang tidak di duga isi kotak itu ialah narkoba jenis sabu-sabu dengan berat lima belas kilogram. Polisi itu sudah memastikan bahwa di tempat itu tidak ada barang yang mencurigakan lagi.

__ADS_1


Polisi-polisi itu pergi dari tempat itu menuju kantor pusat kepolisian Batavia untuk memberikan informasi itu kepada pamglima kepolisian, dan panglima kepolisian yang akan memastikan apa yang selanjutnya di lakukan mengenai narkoba itu. Polisi itu pun sampai di gedung pusat kepolisian Batavia. mereka langsung mengadakan penggeledahan lebih lanjut dengan narkoba berjenis sabu itu yang mereka temukan di pondok geng Tarata. Polisi itu ingin mengetahui motif dari pemilik barang ini, apakah pemilik narkoba ini sudah menggunakan nya, dan tentunya juga strategi untuk menangkap pemilik narkoba itu. Setelah itu, kantong pelastik hitam itu di lepaskan dari narkoba sabu itu. Sabu itu pun keluar dari kantong pelastik nya, setelah itu pemeriksaan pun di lakukan, dapat di simpulkan bahwa penggeledahan pertama itu untuk mengetahui narkoba itu sudah di konsumsi atau belum, ternyata narkoba itu belum pernah di konsumsi sedikit pun.


Kesimpulan pertama bertujuan untuk menentukan motif pemilik narkoba itu. Jika narkoba itu belum pernah di konsumsi. Maka kemungkinan besar narkoba itu akan di perjual belikan oleh pemilik nya. Polisi itu sangat cepat sekali menyimpulkan mengenai narkoba itu, kepala anggota penggeledahan menyimpulkan bahwa narkoba berjenis sabu itu adalah narkoba yang akan di perjual belikan oleh pemilik nya, ia juga berkata "besok kita akan melakukan penggeledahan rumah anak yang membawa kalian ke pondok itu" kepada polisi yang tadi bersama Aliken dan Asmira di pondok itu. Maka dengan begitu kepolisian Batavia akan melakukan kegiatan penangkapan pemilik narkoba itu di daerah rambutan. Tempat Aliken, Asmira dan sekolah nya berada. Semua lokasi pasar yang menjadi akses ke pondok itu juga akan di periksa. Besok pagi adalah hari pertama dalam kehidupan warga yang berada di pasar itu di geledah. Mereka akan pertama kalinya melihat banyaknya polisi yang akan berada di sekitarnya. Lalu di sepakatilah bahwa besok akan dilakukan pemeriksaan besar-besaran oleh kepolisian Batavia dibantu juga dengan pemangku kepentingan yang berkait.

__ADS_1


Sementara itu di rumah Densi, sedang pada membuat rencana mengenai pembunuhan Asmira dengan Aliken. Densi yang saat itu sedang sebal dan muak dengar kata Aliken dan Asmira, ia sangat bersemangat sekali membuat rencana pembunuhan itu. Mereka berkumpul di ruang tamu rumah itu. Ayah Densi yang berada di ruang tamu itu di suruh Densi untuk ke kamarnya. Ayah Densi sangat sekali menyayangi anak nya, ia rela melakukan apa saja demi anaknya, bahkan jika itu kematian ia juga akan menghadapi nya, yang penting bisa membuat anak nya itu tersenyum. Saat Ayahnya di suruh oleh Densi untuk pergi dari ruang tamu itu ke kamarnya, ia sangat nurut sekali, dengan sangat cepatnya Ayah Densi langsung berlari ke kamarnya. Mereka berkumpul di ruang tamu itu dan memberikan saran ke Densi mengenai pembunuhan Aliken dan Asmira. Setelah sekian lama mereka mencari ide mengenai pembunuhan Aliken dan Asmira, tidak ada satupun orang yang idenya dapat di lakukan dan di peraktikan, sangat tidak masuk akal sekali ide-ide semua anggota geng Tarata. dan akhirnya aku yang memberikan ide mengenai pembunuhan Aliken dan Asmira.


Aku berkata kepada mereka "kalian mengerti tidak jika banyak sekali besok polisi yang berada di luar rumah Aliken, tentunya kita semua tidak bisa melawan polisi-polisi itu. Yang bisa kita lakukan ialah menyamar menjadi sesuatu yang rutin setiap bulan nya ke rumah-rumah warga, misal menjadi pengecek listrik rumah warga, dan akhirnya rencana pembunuham Aliken dan Aira telah di rencanakan dengan sangat matang. Yang akan ke rumah Aliken hanya aku, Densi dan Kero. hanya tiga orang saja yang akan ke rumah Aliken dan Asmira. kita akan ke rumah Aliken dengan berpenampilan layaknya orang yang sering mengecek listrik rumah warga, dan kita ke rumah Aliken, setelah selesai membunuh Aliken, kita ke rumah Asmira, mengerti?" dan ide ku itu di setujui oleh Densi dan anggota geng Tarata.

__ADS_1


__ADS_2