
Awan di atas pulau itu menakutkan sekali, berbeda dengan awan di luar pulau itu, hanya awan di pulau itu yang berwarna hitam. Ratu Sabrina dan ke empat raja dan ratu turun dari kapalnya menuju pulau itu. Tertulis di catatan lama negeri Kinata "pulau yang di diami oleh dewa Darmanas adalah pulau yang menakutkan dan selamanya gelap. Tidak ada terang di pulau itu, tidak ada siang di pulau itu, dan tidak ada cahaya di pulau itu, hanya ada pepohonan yang menakutkan dan tanah tak terlihat. Dewa Darmanas itu berada di sebuah tempat di pulau itu, ia berada di sekitar gunung "Lakapi" yang tingginya tiga ratus dua puluh meter di atas permukaan laut, tempat itu tidak sembarang orang bisa memasukinya. hanya orang yang memiliki batu Valita. Hanya yang memiliki batu Valita yang dapat memasuki tempat di mana dewa Darmanas menetap.----
kelima raja dan ratu tersebut memiliki batu Valita yang di berikan oleh moyang mereka. mereka pun memasuki pulau menakutkan itu untuk mencari kediaman dewa Darmanas. lima raja itu berjalan mendekati pulau itu. seketika gelap pada pulau itu terasa. semakin mereka masuk ke dalam pulau itu, akan semakin gelap yang mereka rasakan. sudah sangat dekat mereka dengan gunung Lakapi. tetapi mereka belum menemukan sebuah tempat kediaman dewa Darmanas. mereka mengelilingi gunung itu untuk mencari dewa Darmanas. sudah sekian kali mereka mengelilingi gunung Lakapi itu, tetapi belum bertemu juga dengan tempat yang di maksud kediaman dewa Darmanas. salah satu raja golongan masyarakat atau raja Kureta melihat salah satu bagian gunung, ada tulisan "lima batu Valita harus di letakan di sebelah sini, supaya dapat menemukan Dewa Darmanas. di sebelah tulisan itu ada seperti tempat lima batu Valita yang seharusnya di letakan di situ. kelima batu Valita itu berada di mahkota yang mereka simpan di bagian pakaian yang di kenakan. Valita itu dapat dengan mudah di lepaskan dari mahkota nya, jadi tidak harus menghancurkan mahkota itu supaya dapat mengambil batu Valita. raja golongan Kureta pun memanggiln keempat raja dan ratu lain yang sedang mencari tempat kediaman dewa Darmanas.
"coba kalian ke sini dulu deh, aku menemukan sebuah petunjuk untuk bisa menemukan dewa Darmanas. aku rasa kalian semua harus membaca petunjuk ini" ucap raja Kureta kepada keempat ratu dan raja yang sedang mencari petunjuk juga. keempat raja itu pun mendekati raja Kureta dan ratu Sabrina menanyakan kepada raja Kureta "apa yang kamu temukan di tempat itu?" raja Kureta menjawabnya "aku menemukan sebuah tulisan yang tertulis di bagian badan gunung ini dan di sebelah tulisan itu, ada sebuah tempat, tempat di mana kita di suruh meletakkan batu Valita yang kita miliki. ratu Sabrina pun melihat dan membaca tulisan yang di maksud raja kureta. ia membaca dengan seksama dan teliti. lalu ia berpikir "sepertinya tempat dewa Darmanas bukan di sekitar gunung ini, melainkan di sebuah tempat sekitar gunung ini yang tak dapat di lihat langsung dengan mata" ratu Sabrina terus membaca berulang kali tulisan itu dan memikirkan nya. ratu Sabrina melakukan itu selama satu jam. dan akhirnya ia dapat menyimpulkan "batu Valita yang di mikirnya dan keempat raja itu, sepertinya harus di masukan ke dalam cetakan Valita itu."
__ADS_1
lalu ketika ratu Sabrina menemukan sebuah petunjuk dan pikiran yang masuk dalam kepalanya. ia mengatakan kepada empat raja di sekitarnya "sepertinya kita semua harus meletakan batu Valita yang kita miliki ke dalam lubang itu. aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya, tetap yang harus kita lakukan ialah memasukan batu Valita yang kita miliki ke dalam lubang batu Valita itu." keempat raja itu mendengar kata-kata ratu Sabrina dan mereka juga memikirkan "ketika aku memasuki batu Valita ini ke dalam lubang itu, apakah kekuasaan aku akan hilang." tetapi dengan berat hati, mereka akan memasukan batu Valita yang di miliki nya itu, untuk menyelamatkan negeri Kinata. keempat raja itu sepakat dengan apa yang dikatakan oleh ratu Sabrina. mereka akan melakukan apa yang harus di lakukan untuk menyelamatkan negeri Kinata.
yang pertama memasukan Valita itu ke dalam lubang Valita ialah raja Kureta, ia meletakan batu Valita itu ke dalam lubang Valita, tetapi sebelum ia masukan nya, ia mengatakan "atas nama masyarakat Kureta, masyarakat yang ku pimpin, masyarakat yang ku lindungi dan masyarakat yang ku jaga, aku serahkan batu Valita ini ke dalam lubang Valita itu, lubang yang akan menyelamatkan negeri Kinata dan masyarakat Kureta dengan senang hati" setelah ia mengatakan kata-kata itu, ia langsung memasukan Valita yang di miliki nya itu ke dalam lubang Valita. begitu juga yang di lakukan keempat raja lainnya, dan setelah keempat baru Valita itu telah di masukan ke dalam lubang, saatnya ratu Sabrina yang meletakannya.
"atas nama kerajaan Kinata dan masyarakat Kinata, dengan senang hati, aku akan serahkan batu Valita ini ke dalam lubang Valita yang akan menghantarkan aku dan keempat raja yang ikut dengan ku ke hadapan dewa Darmanas yang akan kami minta bantuan ke padanya mengenai negeri Kinata" setelah ratu Sabrina mengatakan hal itu, ia langsung meletakan batu Valita yang di milinya itu di tengah tengah keempat batu Valita yang sudah terpasang. setelah ratu Sabrina selesai meletakan batu Valita yang dimilikinya ke dalam lubang Valita, gunung di hadapan kelima raja itu terbelah menjadi dua. seketika lautan api yang berada di gunung itu menghilang di hadapan kelima raja itu. api-api yang ada di gunung itu menghilang entah kemana, dan setelah gunung itu terbelah menjadi dua, ada sebuah tangga yang cantik menuju bawah gunung itu. tangga itu membawa seseorang yang melewati ke dalam gunung itu, di dalam gunung itu terdapat sebuah ruangan yang cukup besar. ruangan itu gelap dan menakutkan.
__ADS_1
dengan sangat terkejut mereka melihat ada sebuah lorong yang terdapat api menyala-nyala. hanya ada satu lorong yang menyala terang dan menuju ke suatu tempat. "sepertinya kita harus ikuti nyala api itu entah kemana arahnya" kata ratu Sabrina kepada raja yang berada di sebelahnya. mereka pun mengikuti nyala api itu dan berjalan entah apa jalan itu tertuju. kelima raja itu berjalan menuju nyala api Obor itu terarah. di sekeliling tempat itu gelap dan tidak terlihat sedikitpun. hanya lorong yang mereka lalui yang terang. hingga akhirnya lorong itu menuju sebuah ruangan yang luas dan megah. saat mereka berjalan, kelima raja itu melihat di bawah kakinya itu ada garis merah yang panjang. di Darmanas, garis merah menandakan tidak boleh melewatinya, tidak boleh di lalui dan tidak boleh di lewati. mereka menyadari bahwa garis merah itu tidak boleh dilewati.
kelima raja itu pun berhenti sejenak menunggu sesuatu terjadi. saat mereka sedang menunggu apa yang terjadi selanjutnya. sangat terkejut, dari arah belakang kelima raja dan ratu itu, ada api yang menyala berwarna biru sedang seperti melayang untuk melewati garis merah itu. api berwarna biru itu semakin banyak dari arah belakang mereka itu, tidak di ketahui dari mana arah api itu, intinya api-api berwarna biru melayang-layang menuju sebuah ruangan besar dan megah melewati garis merah. saat satu api berwarna biru sudah berada di depan garis merah itu, api yang lain menyatu ke api yang pertama itu. hingga api itu menjadi besar dan menjadi sosok manusia dengan tubuh yang besar dan tinggi, wajah sosok manusia api itu tidak terlihat sangat jelas, ia tinggi, besar, bertanduk dua di kepalanya. ternyata sosok api itu ialah dewa Darmanas. dewa yang menguasai seluruh isi Darmanas. dewa yang memilih seorang pemimpin untuk mengatur daerah di Darmanas, dewa yang di hormati pada zaman nya. dewa Darmanas tinggal di dalam gunung Lakapi. ia tinggal di gunung Lakapi karena rupanya itu ialah api. namun api di gunung Lakapi itu dapat berubah wujud menjadi sosok manusia yang besar dan tinggi, jika ada yang behasil memasuki ruangan di bawah gunung Lakapi tersebut.
dewa Darmanas yang besar dan tinggi itu bertanya kepada kelima raja itu yang mendatangi dan ingin menemuinya. "ada apa kamu datang dan menemuiku di tempat aku beristirahat?" ratu Sabrina pun mengatakan hal yang sebenarnya kepada dewa Darmanas yang menanyakan itu "sebenarnya aku sebagai ratu negeri Kinata datang dan menemui mu di tempat ini karena ada hal yang cukup serius mengenai keberlangsungan kehidupan masyarakat Kinata yang mulia dan Agung. kami hanya ingin meminta bantuan kepada yang mulia dan Agung. ada dua masalah yang tidak dapat aku selesaikan bersama keempat raja yang membantu ku menjadi ratu. masalah pertama ialah mengenai ketidakharmonisan antara golongan masyarakat lain kepada yang lain nya. karena masalah itu ada banyak sekali kematian karena hal itu, bukan hanya itu saja, banyak masyarakat meninggalkan negeri Kinata dan berani menghianati tempat nya itu, yang meninggalkan negeri Kinata pergi ke ratu jahat untuk mengabdi kepadanya. mereka yang mengabdi kepada ratu jahat akan digunakan untuk menghancurkan negeri Kinata. sudah banyak sekali upaya dan masukan dari keempat raja golongan masyarakat. dan salah satu upaya terbesar ialah membangun penyekat tembok raksasa. proyek itu sudah berjalan selama sepuluh tahun dan telah rampung. tetapi yang belum selesai ialah masyarakat yang belum kunjung berdamai. jika ini tidak di selesaikan dengan cepat, aku sebagai pemimpin dan ratu Kinata sangat khawatir masalah itu akan menjadi awal perpecahan negeri Kinata.
__ADS_1
masalah kedua ialah mengenai batu permata Darimun. batu yang engkau berikan kepada moyang ku dan akhirnya berada di tangan ku yang mulia. aku sangat berminta maaf sebesar besarnya kepada yang mulia, aku tidak dapat menyimpan batu yang hanya ada satu di negeri Kinata. dan menjadi batu yang paling mulia untuk menjaga seluruh aspek kehidupan dan keberlangsungan masayarakat negeri Kinata hilang di ambil oleh ratu jahat. aku sampai sekarang masih sangat bingung sekali yang mulia. batu Darimun itu di jaga oleh makhluk tak kasat mata yang memiliki kekuatan ghaib dan di jaga oleh prajurit terbaik di Kerajaan bisa hilang dan di ambil oleh ratu jahat. aku hanya menyangka bahwa bukan hanya ratu jahat yang mengambil batu Darimun, aku sangat yakin sekali bahwa ratu jahat di bantu oleh seorang yang sangat kuat dan pintar, karena seorang yang dapat melewati makhluk makhluk ghaib penjaga batu Darimun adalah orang yang pintar dan kuat. yang aku tau tentang ratu jahat ialah dia itu orang yang tidak terlalu pintar dan orang yang juga tidak terlalu kuat. dapat aku simpulkan bahwa bukan hanya ratu jahat yang mengambil batu Darimun, melainkan sosok yang kuat dan pintar yang ikut bersamanya. aku datang ke tempat ini dan menemui mu Dewa yang Agung dan mulia, aku dan keempat raja yang ikut bersama aku menemui mu ini tidak dapat menyelesaikan masalah ini dengan apa yang kita miliki sekarang. batu Darimun pun aku rasa jika masih ada juga tidak dapat menyelesaikan masalah ini."