
"Ibu ,saya ambil tas saya ya bu dan tas teman saya"
izin Aliken kepada tukang mie ayam itu. "mau tanya sedikit, itu cewek yang tadi makan di sini, bukannya pacar koko ya" tanya penasaran tukang mie ayam kepada Aliken. "ia, tadi memang pacar saya, selesai hujan berhenti , bukan lagi pacar saya" jawab Aliken kepada tukang mie ayam yang penasaran itu.
"ohh, hujan berhenti langsung putus, ada apa dengan hujan nya ko?" tanya tukang mie ayam kepada Aliken.
"bukan begitu maksud saya, dia memang tidak di takdirkan untuk bersama denganku, lagi pula agama kita berdua berbeda," jawab Aliken kepada ucapan tukang mie ayam.
"Ok ibu, saya pulang dulu ya bu , uda jam 6 sore nih bu" ucap permisi Aliken kepada tukang mie ayam. "ia,hati-hati di jalan ya nak" jawab tukang mie ayam. "oh ia bu, boleh nanya tidak, siapa nama ibu?", tanya Aliken kepada tukang mie ayam. "nama ibu , ibu kominah dek" jawab ibu kominah kepada Aliken. "makasih ya ibu Kominah" ucap terimakasih Aliken kepada ibu Kominah. "sama sama nak" jawab ibu Kominah.
Aliken pulang kerumah dengan membawa tas ia dengan tas Asmira . "tok", "tok", "tok" , suara ketukan pintu yang di ketuk oleh Aliken, karena pintu di tutup oleh orang tuanya. Bapak Situmorang membuka pintu yang di ketuk oleh Aliken. "Habis dari mana saja, kenapa baru pulang?" tanya bapak Situmorang kepada Aliken dengan membawa tongkat." "habis dari pengajian orang meninggal pah" jawab Aliken dengan gugupnya . "itu baju yang adek kenakan seperti papah kenal, itu kayak baju pak Anto, papanya Asmira, kamu habis dari situ?" tanya Pak Situmorang kepada Aliken.
"Ia pah. tadi adek kehujanan dan basah baju adek, lalu di suruh ganti baju oleh pak Anto, menggunakan bajunya" jawab Aliken kepada pertanyaan papah nya "kamu tidak boleh dekat dengan keluarganya, karena pak Anto pesaing perusahaan papa, ngerti!"
ucap bapak Situmorang dengan suara kerasnya dan membanting tongkat yang ia pegang ke tanah dengan keras nya. "ngerti pah" jawab Aliken.
Lalu Aliken naik ke lantai atas menuju kamarnyanya untuk mandi dan langsung tidur. Aliken tidur dengan nyenyak, tiba tiba Aliken terbangun dan berada di sebuah tempat yang gelap dan luas, suara ombak terdengar di kuping nya, ia menginjak pasir yang banyak di kakinya, ia menyadari ia berada di pantai saat malam hari.
Aliken melihat dari kejauhan, batu yang sangat besar yang berada di tepi pantai dan jubah hitam yang bergerak berjalan menuju ke sebuah tempat, jubah hitam tersebut turun dari batu yang besar dan berjalan menuju suatu tempat, Aliken secara diam-diam mengikuti jubah itu berjalan.
Jubah hitam tersebut berjalan melewati pepohonan yang lebat dan batang pohon yang tinggi. Aliken melihat sebuah cahaya yang lumayan terang, ternyata cahaya terang tersebut ialah lilin yang mengelilingi batu gepeng yang bercorak naga dengan gurita bersatu di lehernya dan menjadi monster naga yang di leher nya tersebut terdapat gurita raksasa .
Jubah hitam tersebut berjalan menuju tempat itu. Aliken bersembunyi di pepohonan yang lebat itu. ternyata di dalam jubah itu ialah seorang wanita. Lalu wanita tersebut melepaskan jubah yang ia kenakan dan berdiri di tengah-tengah batu gepeng bercorak naga dengan leher terdapat gurita, dengan di kelilingi lilin yang terang tersebut.
Aku ngundang sampeyan monster sing adoh banget lan dikunci ing dunyo sing adoh saka kene kanggo mbantu aku ngrebut tanah kinata
(Aku memanggil kamu monster yang jauh di sana dan yang terkunci di alam yang jauh dari sini untuk membantu aku menaklukan negri kinata) ,ucap wanita tersebut dengan bahasa jawa.
"Sepertinya nya aku mengetahui sedikit ucapan yang perempuan itu ucapkan. apa itu KINATA" ucap Aliken dalam hatinya.
lalu turunlah cahaya dari langit berwarna biru yang sangat besar menuju batu yang di injak oleh wanita tersebut.
"haha" "haha" "haha," akhirnya selama ini yang aku tunggu sekian lama berhasil juga" ucap wanita tersebut dengan ekspresi senang menakutkannya .
Wanita itu terangkat ke langit, seolah olah terangkat oleh cahaya tersebut. dan sesampainya di langit ia berubah wujud menjadi gambar yang Aliken lihat di batu tersebut.
"hachii" suara bersin Aliken yang gak bisa di tahannya, karena gatalnya hidung Aliken. Terdengar nya suara bersin Aliken oleh wanita yang telah menjadi naga, yang di lehernya terdapat gurita raksasa dan beterbangan di langit.
"ohh tidak, monster tersebut mendekati ku"
ucap Aliken dengan ekspresi tegang dan ketakutan. semakin lama naga tersebut semakin mendekati pohon yang di belakangnya terdapat Aliken yang sedang bersembunyi dengan tubuh berkeringat karena tegangnya.
di bakarnya pohon yang di belakang terdapat Aliken, dengan api yang di keluarkan dari mulutnya serta mengeluarkan suara yang sangat besar seperti singa yang siap memangsa.
pohon tersebut habis terbakar. Aliken terlihat sedang bersembunyi seolah-olah terdapat pohon di belakangnya "ya tuhan, aku harus bagimana?" ucap Aliken dengan suara pelannya dan ekspresi paniknya.
naga itu mendekati wajah Aliken secara perlahan, Aliken pun membalikan tubuh nya seratus delapan puluh derajat dan mengambil batu yang ada di bawah kaki nya serta menutup matanya, berharap naga tersebut sudah tiada. "ok jika ia berada tepat di hadapan ku, aku langsung melempar batu yang aku pegang ke matanya" ucap Aliken dalam hatinya dengan jantung berdebar sangat kencang karena paniknya.
Aliken sudah membalikan tubuhnya sebanyak 180 derajat dan perlahan membuka matanya
Naga itu mengaum tanpa mengeluarkan api di mulutnya saat Aliken membuka matanya.
__ADS_1
saat naga itu mengaum di hadapannya, Aliken langsung melempar batu yang ia pegang sekencangnya ke mata naga itu, saat naga tersebut sedang meregangkan sakit mata nya, Aliken berlari sekencangnya melewati pohon yang tinggi dan daun lebar ke arah pantai, tepat ia berdiri sebelumnya dan berharap dapat kembali ke kamarnya, usaha yang ia lakukan pun tak berhasil, sementara naga tersebut sedang terbang ke langit bertujuan melihat Aliken dengan mudah di langit.
Aliken pun melihat gua di tepi pantai yang hanya seukuran dia yang dapat masuk. Aliken berlari menuju gua itu. naga tersebut melihat pergerakan Aliken dari langit. Goa itu sudah ada di depan mata Aliken, tetapi naga tersebut sangat kencang mendekati Aliken dengan sayapnya yang lebar tersebut, naga itu menyemburkan api di mulutnya ke arah Aliken.
Dengan tubuh yang berkeringat dan jantung yang berdebar kencang serta menarik nafas sedalam-dalamnya berulang kali, Aliken berhasil masuk ke dalam goa itu.
Batu goa itu bergerak sangat kencang seperti goa tersebut ingin rubuh. naga tersebut sedang berusaha menghancurkan goa itu dengan tubuh besar nya. Aliken berusaha keluar dari goa itu demi menghindari batu yang akan jatuh menimpa tubuhnya.
goa tersebut berhasil di robohkan dan Aliken berhasil keluar dari goa itu . Aliken pun berlari sekencang mungkin yang ia bisa.
naga tersebut menyadari dan melihat Aliken berlari menghindarinya.
Aliken terjatuh karena tersandung batu yang ada di pantai itu. Naga pun mendekati Aliken yang terjatuh. Aliken berusaha untuk berlari. Namun naga tersebut mendarat di pantai dan berjalan menuju Aliken.
Aliken terbangun dari sandungan, dan terduduk di pasir dengan kaki memanjang dan berjalan mundur ke belakang. Naga itu menyemburkan api yang ada di mulutnya dan menghanguskan Aliken.
Aliken terbangun dari tidurnya dengan wajah dan tubuhnya basah ,karena di siram oleh bapak situmorang dengan air sebaskom, di sebabkan Aliken susah di bangunkan.
"Kenapa bisa ya tadi aku mimpi seperti itu?" ucap Aliken kepada diri sendiri. Baju dan kasur yang Aliken kenakan basah di siram oleh bapak Situmorang yang kesulitan membangunkan Aliken.
Ibu Reni pun masuk ke dalam kamar Aliken,
"Sudah dek, cepat mandi, sarapan dan berangkat ke sekolah, supaya mama saja yang bereskan kasur yang basah itu" kata ibu Reni.
Aliken mandi, sarapan dan bersiap berangkat ke sekolah. "pah-mah, adek berangkat sekolah dulu ya" izin Aliken kepada kedua orang tuanya untuk berangkat ke sekolah. "ia, hati hati ya dek di jalan" jawab ibu Reni kepada Aliken.
Aliken berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki . "Aliken" , ucap Asmira kepada Aliken yang bertemu di jalan
"mau apa lagi Asmira, kita sudah tidak pacaran lagi, kita kan cuman teman saja, jadi mau apa?" tanya Aliken dengan nada kesalnya kepada Asmira.
"Aku, sebenarnya masih sangat mencintai mu Aliken, tapi orang tuaku tidak setuju, mau gimana lagi. atau kita pacaran diam-diam saja"
kata Asmira ke Aliken.
"Aku sebenarnya juga masih sangat cinta dengan mu, tapi orang tuaku melarang aku untuk mendekati keluarga mu, karena Perusahaan bapak kamu pesaing perusahaan papaku" jadi kita pacaran diam diam saja ya"
jawab Aliken menanggapi ucapan Asmira. lalu di disepakatinya bahwa Aliken dan Asmira berpacaran secara diam-diam.
Turnamen futsal yang di adakan oleh gubernur Batavia, dengan tujuan menghasilkan pemain- pemain futsal yang baik dan hebat pun tiba harinya.
Aku tidak mengetahui jalan nya pertandingan futsal antara SMAN 77 dengan sekolah-sekolah lain yang diadakan oleh gubernur Batavia, jika aku mengetahuinya, aku tidak juga menuliskan di ceritaku ini, karena aku tidak mengerti tentang futsal dan Sejenisnya, tetapi intinya, SMAN 77 tidak memenangi turnamen futsal tersebut.
SMAN 77 pun tak bisa membawa pulang piala gubernur tersebut. anak-anak yang mengikuti pertandingan berkumpul di ruang guru.
"tidak masalah anak anak, tadi bapak lihat anak anak bertanding sebisa mungkin, mungkin lain hari bisa lebih baik dari ini, semangat anak anak" ,ucap bapak kasim kepada anak anak.
"sekarang anak anak , kembali ke kelas masing masing, untuk mengikuti KMB yang berlangsung. perintah pak Kasim kepada anak anak untuk kembali ke ruang kelas masing masing.
anak anak kembali ke ruang kelas masing masing, untuk mengikuti KMB yang sedang berlangsung . "sekarang anak-anak mengumpulkan PR yang kemarin di beri", perintah guru kepada anak anak untuk mengumpulkan PR yang di berikannya.
"Triiiing" suara bel pulang sekolah, yang menandakan KMB selesai. Aliken keluar dari kelasnya. dan menuju ke toilet untuk buang air kecil. lalu Aliken bertemu Asmira saat sudah selesai buang air kecil. Asmira melewati toilet menuju ke kantin untuk makan.
__ADS_1
"Asmira, mau kemana?" , tanya Aliken kepada Asmira yang melewati toilet. " aku mau makan di kantin sebelum pulang ke rumah." jawab Asmira kepada Aliken.
"Aku boleh ikut tidak?, aku juga mau makan" tanya Aliken kepada Asmira. "boleh" jawab Asmira . lalu Aliken dan Asmira menuju kantin untuk makan. mereka mencari tempat untuk duduk dan makan.
"Ibu pesan dua baksonya ya bu, minumnya teh tawar saja bu" kata Aliken kepada tukang bakso untuk memesan bakso.
Mereka memakan bakso dan menikmatinya. "Asmira nanti ada waktu gak?, aku mau ngajak kamu ke menara yang berada di tengah kota Batavia, bisa tidak?, supaya tidak egang hidup kita, dan menghirup udara segar di atas menara itu" tanya Aliken kepada Asmira .
"ada" , jam berapa berangkatnya, aku selesai semua jam 3 sore, bisa tidak?" jawab Asmira.
"ok , kalau begitu jam 3 sore ya" jawab Aliken.
Yang di maksud menara tinggi yang berada di tengah kota jakarta ialah, sebuah menara yang di bangun oleh Belanda untuk kebutuhan nya, sampai sekarang belum di ketahui tujuan menara itu di bangun, tetapi jika kamu mencari menara itu di tengah kota jakarta sekarang, menara itu sudah runtuh dan tidak ada lagi yang tersisa. tinggi menara itu sekitar seratus tiga pulih tujuh meter di atas permukaan laut.
Aliken dan Asmira pulang ke rumah masing masing untuk siap-siap ke menara itu.
Aliken tidak kembali ke rumah nya, Aliken menuju rumah temannya yang bernama Kero. "tok" "tok" "tok" , suara ketukan pintu rumah Kero yang di ketuk oleh Aliken.
Di bukanya pintu yang di ketok Aliken oleh Kero .
"Hey bro, boleh minjam motornya tidak?" tanya Aliken kepada Kero.
"Ambil saja, kalau mau pinjam, kuncinya di atas meja" jawab Kero kepada Aliken.
"Aku boleh mandi sebentar di sini tidak?, aku males pulang ke rumah."
"ya sudah, silakan mandi di rumah aku." kata Kero kepada Aliken.
Aliken mandi di rumah Kero dan meminjam baju Kero untuk ia kenakan bersama Asmira .
"Suda bro, aku sudah selesai mandi, sudah cakep belum?," tanya Aliken kepada Kero mengenai penampilannya.
"Sudah bro, uda cakep untuk di lihat Asmira," jawab Kero mengenai penampilan Aliken.
"ok bro, gua berangkat pergi dulu ya, jemput pacar gua ya, gua pamit ya" ucap pamit Aliken kepada Kero temannya.
"ia ,hati-hati di jalan ya" jawab Kero.
Aliken berangkat menuju rumah Asmira, untuk menjemput nya.
"Asmira kalau suda siap, aku tunggu di luar warung ibu Tati ya," ucap Aliken menelpon Asmira di jalan menggunakan headset sambil mengendarai motornya.
"ok" , jawab Asmira dengan telpon Aliken.
Aliken sampai di luar warung ibu Tati.
"Dimana ya Asmira kenapa belum muncul juga" bicara Aliken dengan sendirinya sambil meminum minuman yang ia beli.
Asmira datang mendekati Aliken . "ayo Aliken berangkat sekarang" ucap Asmira kepada Aliken, menyuruhnya berangkat sekarang juga.
Aliken dan Asmira berangkat menuju menara yang berada di tengah kota Batavia untuk menaik ke atas menara tersebut.
__ADS_1