
hari sudah sangat malam. Aliken dan Asmira tentunya sudah sangat ketakutan akan ancaman Densi yang merasuki pikiran dan hatinya. mereka terlihat agak sedikit gelisah. Aliken menceritakan kepada ku, pada saat malam itu ia sudah sangat panik, ketakutan, dan keringat yang membasahi tubuhnya karena paniknya. begitu juga Asmira yang berada di rumah orang tua Asmira, ia juga merasakan apa yang Aliken rasakan. kayaknya jika aku jadi Aliken atau Asmira, aku juga merasakan apa yang ia rasakan.
sementara itu di rumah Densi. sedang pada membuat rencana mengenai pembunuhan Asmira dengan Aliken. Densi yang saat itu sedang sebal dan muak dengar kata Aliken dan Asmira, ia sangat bersemangat sekali membuat rencana pembunuhan itu.
mereka berkumpul di ruang tamu rumah itu. Ayah Densi yang berada di ruang tamu itu di suruh Densi untuk ke kamarnya. Ayah Densi sangat sekali menyayangi anak nya. ia rela melakukan apa saja demi anaknya. bahkan jika itu kematian ia juga akan menghadapi nya, yang penting bisa membuat anak nya itu tersenyum. saat Ayahnya di suruh oleh Densi untuk pergi dari ruang tamu itu ke kamarnya, ia sangat nurut sekali. dengan sangat cepatnya Ayah Densi langsung berlari ke kamarnya.
di dalam ruang tamu itu hanya terdapat meja yang melingkar dan kursi sofa yang lumayan besar. Densi menyuruh salah satu anggota nya untuk memindahkan kursi sofa itu ke luar rumahnya "Karo sekarang kamu pundahkan kursi sofa itu ke luar rumah ini, untuk sementara ini dan kamu Darryl pindahkan meja bulat ini ke tengah tengah ruangan ini. kita sekarang melingkari meja ini untuk berdiskusi mengenai rencana pembunuhan Aliken dengan Asmira" kata Densi kepada Karo, Darryl dan semua anggotanya.
kursi sofa yang berada di ruangan itu sudah di pindahkan dari ruang tamu ke luar rumahnya untuk sementara waktu. meja bundar yang berada di rumah itu juga sudah di pindahkan pas di tengah tengah ruangan itu oleh Darryl. mereka semua akhirnya berkumpul mengelilingi meja itu dan mulai membicarakan rencana pembunuhan Aliken dan Asmira.
"sekarang kita semua mengetahui polisi yang sedang mencari kita. polisi itu tidak akan berhenti mencari kita sebelum satu dari kita di tangkap. mereka bila menemukan satu dari kita akan di tanyakan sesuatu mengenai keberadaan kita. kita di cari oleh polisi karena Aliken dan Asmira.mereka memberi tahu kepada polisi itu bahwa kita lah yang melakukan perkelahian di sekolah tadi. aku pasti sangat yakin sekali, Aliken atau Asmira mengetahui rumah ini. jika salah satu dari mereka di tanya oleh polisi mengenai salah satu tempat yang Densi tinggali, mereka pasti akan mengatakan kepada polisi itu mengenai lokasi rumah ini. pertanyaan nya. apa yang seharus nya kita lakukan?. jika sudah tidak memiliki solusi atau tidak memiliki titik terang dari semua ini. yang bisa kita lakukan ialah menghilangkan Asmira dan Aliken dari dunia ini. sekarang aku minta kepada kalian semua yang berada di tempat ini untuk memberikan solusi terbaik untuk semua ini!" kata Densi kepada anggota nya di depan meja itu.
mereka semua yang berada di tempat itu terus memikirkan hal terbaik untuk keadaan ini semua. aku tentunya juga memikirkan hal terbaik untuk masalah itu. aku di situ sudah sangat tidak bisa berfikir lagi. bagiku hal itu ialah hal yang sangat sulit untuk aku pikirkan. tetapi bukan berarti aku berhenti berfikir di keadaan seperti itu. aku tetap masih memikirkan hal yang bisa kita lakukan.
semua anggota geng Tarata itu tidak bisa menjawab pertanyaan Densi tadi mengenai hal terbaik apa yang bisa di lakukan?. satu persatu anggota nya mengakatan kepada Densi "Densi aku untuk kali ini. aku tidak memiliki ide yang aku miliki untuk situasi seperti ini." tampak nya semua anggota geng Tarata tidak memiliki ide sama sekali. mereka semua berkata sama dengan apa yang dikatakan oleh salah satu anggota tadi kepada Densi. begitu juga aku, aku juga sudah tidak bisa lagi memikirkan hal terbaik untuk semua itu. aku juga mengatakan hal yang sama dengan apa yang anggota lain katakan.
"ok jika begitu. jika kalian semua tidak bisa memikirkan hal terbaik untuk semua ini. dengan hati yang sangat berat, aku putuskan untuk menghilangkan Densi dari dunia ini. ini bukan hanya menyangkut keselamatan aku semata, tetapi ini juga menyangkut keselamatan kalian semua. jadi dengan ini aku putuskan solusi terakhir yang kita miliki ialah menghilangkan atau membunuh Aliken dan Asmira besok pagi" kata Densi kepada semua anggota yang berada di situ. "apakah kalian semua setuju dengan keputusan ku?. jika masih tidak ada yang setuju, aku memiliki waktu lima menit untuk memikirkan hal terbaik untuk semua ini"
__ADS_1
satu persatu anggota geng Tarata mengatakan "setuju" awalnya hanya ada satu atau dua orang yang menyetujui keputusan Densi. tetapi mereka memikirkan hal yang sama "jika aku tidak mengikuti keputusan Densi. aku lah yang akan di tangkap dan di penjara oleh polisi itu." lalu semua anggota menyetujui keputusan yang Densi usulkan. semua setuju mengenai pembuatan rencana pembunuhan Aliken dan Asmira.
mereka pun membuat rencana pembunuhan Aliken dan Asmira yang akan di lakukan besok pagi. "sekarang jika keputusan kita semua ialah menghilangkan atau membunuh Aliken dan Asmira. kita hanya membutuhkan sebuah rencana yang sangat sempurna. sekarang aku meminta kepada kalian, untuk mengusulkan atau memberi pendapat kalian mengenai rencana ini" kata Densi kepada semua anggota geng Tarata yang berada di ruang tamu itu.
usulan atau pendapat pertama di usul oleh salah satu anggota geng Tarata yang bernama Joki. Joki mengusulkan "besok kita membawa Aliken dan Asmira ke rumah ini. jika ia tidak mau berjanji kepada kita mengenai polisi yang bertanya kepada dia tentang rumah ini. kita langsung bunuh dia saja" kepada Densi.
usulan atau pendapat ke dua di usul oleh anggota geng Tarata yang bernama Rama "bagaimana jika kita menculik kedua orang tua Aliken dan Asmira. dengan begitu kita memancing mereka berdua ke tempat ini. karena untuk membawa Aliken dan Asmira ke rumah ini, bukan hal yang mudah. aku sangat yakin mereka pasti di awasi oleh polisi polisi itu" kepada Densi.
usulan ke tiga di usul oleh anggota geng Tarata yang bernama Roni. Roni mengusulkan kepada Densi "bagaimana jika kita membawa Aliken dan Asmira ke rel kereta pada malam hari. dengan begitu ia hanya memiliki waktu menjawab pertanyaan kita sedikit. dan karena waktu hanya sedikit, kemungkinan besar ia akan menyetujui apa yang kita mau" kepada Densi.
usulan berikutnya di usul oleh anggota geng Tarata yang bernama Riki. Riki mengusulkan "bagaimana jika kita membawa Aliken dan Asmira ke atas puncak menara yang berada di tengah kota jakarta. jika di menara itu tidak mendukung rencana ini. kita bawa saja mereka ke tempat tinggi di lain tempat, pokoknya tempat tinggi yang memungkinkan mereka jatuh dari ketinggian. dengan begitu aku sangat yakin sekali, pasti mereka menyetujui kesepakatan atau bahkan janji yang kita inginkan kepada mereka" kepada Densi.
sebenarnya masih sangat banyak sekali usulan usulan yang di usulkan oleh anggota geng Tarata. tapi tidak mungkin aku sebutkan usulan itu di cerita ini. usulan selanjutnya ialah usulan yang sangat mengerikan sekali. bahkan sampai ada usulan mengenai "belah saja kepala mereka" aku juga di situ merinding sekali mendengarnya. mau aku seliar apa pun tetapi aku di tempat itu rasanya sangat merinding sekali mendengarnya. entah apa yang memberi tahu kepada mereka atau mereka lihat dari mana apa yang mereka ucapkan itu, intinya aku di tempat itu sangat merasa merinding sekali.
aku di sana juga agak bingung dengan saran saran itu. maksudnya bukan bingung dengan saran nya mereka. tetapi yang aku bingung kan ialah, mengapa hampir mereka semua bisa menjawab apa yang Densi minta tentang rencana pembunuhan Aliken dan Asmira. sedangkan hal yang lebih mudah di jawab ialah hal terbaik untuk selesaikan ini semua tanpa ada darah yang tertumpah, mereka tidak dapat dan sangat kesulitan untuk menjawab nya. tentunya aku juga begitu. aku juga bisa menjawab rencana pembunuhan Aliken dan Asmira. aku tentunya memiliki rencana yang mereka semua tidak pikirkan.
saat itu aku langsung mengusulkan satu rencana yang sangat efektif mengenai pembunuhan Aliken dan Asmira. aku mengusulkan "apakah kalian semua tidak memikirkan satu hal yang aku pikirkan. aku memikirkan dan menilai serta mengoreksi pendapat yang kalian usulkan kepada Densi. apakah kalian tidak memikirkan bahwa sudah banyak polisi yang berada di depan rumah Aliken dan rumah Asmira?. kita melewati polisi polisi itu lewat mana?. jika kita ingin membawa atau setidaknya membunuh Aliken dan Asmira, kita harus bisa melewati polisi polisi yang berada di depan rumah Asmira dan Aliken" kata Keni kepada Densi dan anggotanya.
__ADS_1
"betul sekali pendapat Keni" kata Densi kepada Keni "kita harus bisa melewati polisi polisi yang menjaga rumah Aliken dan rumah Asmira tanpa ada perkelahian. tidak mungkin juga kita berkelahi dengan orang memakai seragam polisi, bersenjata lengkap dan tentunya polisi itu juga sudah terlatih untuk menghadapi orang yang akan menyerangnya, apalagi kita, kita belum sedikitpun pernah mengalahkan satpam komplek. apalagi melawan polisi itu, yang memiliki senjata super lengakp" kata Densi kepada semua anggota geng Tarata "jadi sekarang yang harus kita pikirkan ialah, bagaimana cara nya untuk mengahadapi polisi yangenjaga rumah Aliken dan rumah Asmira tanpa harus ada perlelahian"
apa yang kamu(pembaca) pikirkan betul. semua anggota geng Tarata tidak dapat bisa menjawab pertanyaan Densi itu. mereka hanya bisa membuat kejahatan dan kekacauan. tetapi jika mereka di suruh berfikir, mereka semua tidak dapat bisa. karena apa mereka tidak bisa, karena mereka hanya tamat dan mendapatkan ijazah SD.
lalu di situ aku mendapatkan sebuah ide yang muncuk di kepala ku. setelah aku mendapatkan ide itu, aku langsung memberikan ide itu kepada Densi dan tentunya memberi tahu kepada semua anggota geng Tarata yang berada di sekeliling meja bundar itu.
Densi aku memiliki ide yang kemungkinan besar berhasil untuk membunuh Aliken dan Asmira, tetapi ingat ya , kemungkinan besar. itu tandanya pasti ada lagi yang bernama kemungkinan kecil. jadi intinya rencana atau ide yang aku miliki ini kemungkinan besar akan berhasil dan hanya kemungkinan kecil tidak berhasil"
lalu Densi menjawab kata kata ki tadi kepadanya. ia mengatakan "ya sudah kalau begitu. sebutkan saja rencanamu Keni, yang kamu katakan kemungkinan besar berhasil !"
"ok aku akan menjelaskan dan memberi ide ini, satu persatu. Ayah Densi memiliki mobil di garasi rumah ini. lalu di kamar ayah Densi terdapat pakaian orang dewasa. setelah itu aku tadi memasuki kamar Densi dan aku temukan kacamata dan topi." kata Keni kepada Densi.
"lalu apa rencana Keni dengan keberadaan barang barang itu semua?" tanya Densi kepada Keni mengenai rencana yang Keni miliki.
"ternyata masih pada belum memikirkan apa yang akan di gunakan okeh barang itu. ya sudah aku akan memberikan ide nya. dengan semua barang yang dimiliki di rumah ini. kita jadikan semua ini penyamaran. entah penyamaran tukang pengecek air, atau pengecek listrik tau apa saja yang Aliken atau Asmira dan juga polisi itu tidak mencurigakan dengan kita saat kita datang ke rumah mereka. mungkin perlu satu satu yang harus kita bunuh. kita tidak dapat langsung membunuh Aliken dan Asmira dalam waktu bersamaan. dan yang harus di ingat lagi, ketika kita selesai dengan rencana ini. kita bawa jasad Aliken dan Asmira itu dengan karung yang akan kita bawa nanti" kata Keni kepada Densi dan semua anggota geng Tarata.
mereka pun bahagia dengan rencana yang aku berikan itu. mereka semua tentunya juga langsung menyetujui rencana yang aku usulkan itu. tertawa dengan sangat riang terdengar di ruangan itu, walaupun itu tawaan orang jahat. senyuman juga terlihat di tempat itu dan betul, senyuman senyuman itu juga terlihat seperti senyuman orang orang jahat. Densi merasa bangga dengan keberadaan ku di tengah tengah geng Tarata. senyuman Densi sangat beda dengan senyuman anggota lain nya. Densi senyum kepada dan terus mengarah kepada ku, aku masih membayangkan dan masih mengingatnya senyuman itu. senyuman yang sangat manis dari antara laki laki yang pernah aku temui, senyuman itu juga seperti ada perasaan mencintai kepada ku. aku juga sebagai perempuan tentunya akan senyum kepada Densi juga. pokoknya aku di sana itu sangat merasakan bagaimana rasanya mencintai sesungguh nya.
__ADS_1
tetapi senyuman dan kebahagian yang berada di ruangan itu tidak berlaku bagi Darryl. Darryl di sana terlihat seperti biasa biasa saja, tidak seperti orang orang yang bahagia di tempat itu. terlihat dari wajah nya itu ada persaan menyesal, dan juga wajahnya itu sangat muram sekali. gambaran dari situasi di ruangan itu seperti lingkaran warna putih yang terdapat titik kecil berwarna hitam. lingkaran putih itu sangat besar dan luas, tetapi masih bisa di katakan lingkaran putih itu belum sempurna jika ada titik hitam sekecil pun berada di lingkaran itu. sama halnya dengan lingkaran putih itu, kebahagiaan, senyuman dan riang gembira memenuhi ruangan itu. tetapi menurut pandangan mataku sendiri, kebahagiaan itu tidak ada artinya bagiku. karena ada salah satu orang yang berada di ruangan itu tidak merasakan kebahagiaan. aku juga tentunya seketika kebahagiaan itu hilang dari tubuhku. begitu aku melihat Darryl yang muram itu, wajahku langsung mengikuti dengan wajah Darryl. aku diempat itu pokoknya langsung merasakan hal yang tidak pernah aku rasakan, yaitu perubahan bahagia menjadi tidak bahagia dalam diriku. aku berusaha bertanya kepada Darryl apa yang terjadi dengan dirinya. tetapi dia tetap tidak memberi tahu kepadaku.