
Keni adalah anak perempuan SMAN 28 yang tinggal di rumah yang besar dengan kedua orang tuanya yang tajir melintir.
"nak, papa pergi sebentar, gak boleh melanggar peraturan rumah yang papah buat ya"
perintah bapak Keni yang bernama pak Agung kepada Keni.
bapak Agung pun pergi menuju mall dan meninggalkan Keni dengan pembantunya.
peraturan yang berada di rumahnya.
tidak boleh ke luar rumah tanpa izin.
2.tudak boleh cat rambut.
3.bereskan rumah setiap jam 9 pagi dan 5 sore.
4.tidak boleh main HP di atas jam 3 sore.
5.cuci mobil setiap jam 4 sore.
6.tidak boleh tidur tiduran sebelum waktunya.
rumah Keni di awasi oleh CCTV yang tersembunyi.
aku sudah sangat muak dan tidak tahan dengan peraturan yang papah aku buat, dan timbulah pikiran yang berada di kepala ku, ("mending aku keluar dari rumah ini, daripada aku harus menuruti semua peraturan tidak jelas itu"). aku pun memulai memikirkan sebuah rencana untuk aku bisa keluar dari rumah ini.
" rencana 1 ialah melanggar semua peraturan yang berada di sekolah dan rencana 2 ialah membuat nilainya sangat jelek sampai memungkinkan ia tidak naik kelas, dengan begitu aku meninggalkan semua keburukan ku di sekolah dan tak ada yang ingat dengan aku. sementara orang tuaku di panggil di sekolah dan aku di rumah, lalu aku akan pergi dari rumah ini sejauh mungkin aku bisa berlari"
tulisan rencana Keni yang ia tulis di kertasnya.
setelah ia menulis rencana yang ia pikirkan, Keni pun langsung tidur dengan nyenyak.
suara burung bernyanyi di pepohonan dan ayam berkokok dengan indahnya, menyambut pagi hari yang sangat indah. pagi hari pun tiba.
Keni bergegas untuk berangkat ke sekolah dan menjalan kan rencana yang ia buat.
"pah aku berangkat ke sekolah ya pah" ucap izin Keni kepada bapak nya.
Keni pun sampai di sekolah dengan seragam yang tidak sesuai dengan hari itu.
"Keni mengapa seragam yang kamu kenakan tidak sesuai dengan hari selasa, hari selasa berseragam putih kotak, mengapa Keni mengenakan seragam pramuka?" tanya Seorang guru kepada Keni dengan suara tegasnya.
"sengaja bu, karna aku tidak mau mengikuti semua peraturan sekolah ini" jawab Keni kepada seorang guru.
"sekarang Keni ikut ibu" ucap guru kepada Keni.
"berdiri menatap bendera dengan posisi tegak" perintah guru dengan nada tegasnya kepada Keni.
"gak mau Buu, aku mau belajar bu" jawab Keni dengan nada menantang.
"enggak, Keni gak boleh belajar, Keni sekarang balik ke rumah dan besok balik ke sekolah untuk belajar" ucap guru kepada Keni.
aku berjalan menuju rumah dan orang tua aku di panggil ke sekolah untuk di minta penjelasan oleh gurunya.
"sebentar lagi rencanaku terwujud dan aku bakal kabur dari rumah dan sekolah" ucap aki dengan diri sendiri serta ekspresi senangnya.
Keni pun sampai di rumahnya. orang tua Keni tidak berada di rumahnya di kerenakan di panggil ke sekolah oleh gurunya untuk di minta penjelasan oleh gurunya.
"ok sekarang waktu yang tepat untuk aku meninggalkan rumah ini dan pergi sejauh mungkin semampuku" , ucap Keni kepada diri sendiri dengan senangnya.
Keni pun mengambil semua baju yang berada di lemarinya dan memasukan ke dalam tas yang ia siapkan.
ia juga mengambil semua uang yang ia punya untuk hidup di luar. aku telah siap untuk pergi dari itu.
__ADS_1
"Keni, jangan kabur, nanti bibi yang salah, membiarkan Keni keluar dari rumah ini", mohon pembantu Keni sambil menangis, karena ia mengetahui Keni akan kabur.
ia mengetahui Keni akan pergi dari rumah, karena Keni membawa tas yang besar seperti ada baju di dalam nya.
"gak bisa Bi, Keni harus pergi, karena Keni sudah sangat muak dengan peraturan yang papah buat, maaf ya Bi" ucap Keni untuk terakhir kalinya dengan Bibinya, sambil meloncat dari jendela kamarnya yang tidak terlalu tinggi.
"jangan Keni, Keni jangan pergi dari rumah ini,
"Keni", "Keni", "Keni", teriak Bibi Keni dengan air mata yang keluar banyak dari matanya.
Keni pun kencang berlari meninggalkan rumah dengan hati yang lega dan ekspresi bahagia.
"tok", "tok" , "tok" , suara orang mengetuk pintu rumah Keni. "ia bentar, ini lagi mau membuka pintu" ucap Bibi Keni, sambil mengusap bekas ai mata sehabis menangis.
Bibi Keni membuka pintu yang di ketoknya.
"Bibi, Keni sudah pulang dari sekolah belum?" , tanya Bapak Agung kepada Bibi sehabis di buka pintunya .
"Keni tadi sudah balik pak , tapi--" jawab Bibi Keni dengan berbelit belit .
"Tapi apa Bibi, tapi apa?" , tanya pak Agung kepada Bibi dengan ekspresi penasaran.
"tapi Keni kabur dari rumah ini pak", jawab Bibi Keni dengan pasrah.
"apa, kenapa bisa Keni kabur dari rumah ini, pintu rumah kan di kunci, dia lewat mana Bi?",
tanya pak Agung kepada Bibi dengan heran.
"Keni keluar dari jendela kamar pak" jawab Bibi Keni .
lalu pak Agung berlari, ke kamar Keni dan mengecek jendela kamarnya untuk memastikan perkataan Bibi Keni benar.
"oh ia betul, kenapa Keni kabur dari rumah ini ya, apa yang terjadi dengan Keni?", tanya Pak Agung dengan diri sendiri sambil melihat jendela yang terbuka lebar di depan matanya.
"maaf Pak, tadi Keni bicara kepada Bibi, ia mengatakan "sudah sangat muak dengan peraturan yang bapak berikan", bicara Bibi, menjelaskan mengapa Keni pergi dari rumah ini.
aku kelelahan, karena berlari meninggalkan rumah dengan sangat kencang.
"itu, ada warung di depan, beli minum yang mengandung istonic ah, supaya tubuhku tambah energi, untuk berjalan mencari tempat, untuk aku tinggal sementara" ucap Keni dengan diri sendiri.
aku mendekati warung yang aku lihat dari kejauhan.
"ibu, aku beli minuman ini ya bu, berapaan bu satu minuman ini?", tanya Keni kepada ibu penjaga warung yang sedang berjualan.
" minuman itu tiga ribu rupiah dek" jawab penjual.
"aku beli satu ya bu, uang nya pas ya bu" ucap aku kepada ibu penjual minum tersebut dengan memberi uang yang ada di tangannya.
aku melanjutkan perjalanan nya ,aku tidak tau harus kemana lagi.
perut aku berbunyi yang menandakan aku membutuhkan makanan sebagai energi yang di gunakan untuk seluruh aktivitas yang aku lakukan.
"nah, di situ ada warteg, aku makan di warteg dulu ah, laper sekali tubuhku ini" ucap aku kepada diri sendiri karena lapar .
aku berjalan memasuki warteg yang aku lihat.
"ibu, aku pesan nasi, tempe dan kentang ya bu, minumnya es jeruk saja bu" ucap Keni memesan makanan di warteg.
"ok dek, tunggu sebentar ya, ibu siapkan dulu makanan nya" jawab ibu warteg.
"ini dek makanan nya dan minuman adek"
kata ibu warteg dengan meletakan makanan dan minumannya ke atas meja yang Keni gunakan.
"ia bu, maksih ya bu" jawab Keni kepada ibu warteg.
aku memakan makanan dan minumannya dengan pelan-pelan sambil memikirkan, sehabis di warteg aku mau berjalan ke mana lagi.
__ADS_1
"sudah bu saya makannya, semua jadi berapa duit bu?" tanya Keni kepada ibu warteg.
"semua jadi dua puluh ribu rupiah dek", jawab tukang warteg. "ini bu, uangnya pas ya bu" ucap Keni dengan menemberikan uangnya. "terimakasih ya dek sudah makan di sini", ucap terimaksih ibu warteg kepada Keni.
warteg ialah kepanjangan dari warung tegal, tetapi berjalan nya waktu, warteg bukan hanya berada di tegal saja, melainkan sudah berada di seluruh Indonesia.
warteg ialah tempat makan yang sederhana dan pastinya murah. di warteg terdapat banyak jenis makanan(tergantung dengan warteg nya).
"sama sama ibu" jawab Keni dengan ucapan terimakasih ibu.
"sekarang, aku harus kemanan lagi ya?" tanya Keni kepada diri sendiri.
aku berjalan terus ke depan dengan berharap ada pertolongan dari Tuhan.
"aduh capek bangat, aku istirahat dulu ah", ucap Keni kepada diri sendiri.
aku beristirahat dengan duduk di trotoar jalanan dan memikirkan harus berjalan kemana lagi. saat aku sedang duduk,aku melihat ada barang unik di sebelahku.
"ini apa ya, penasaran aku, aku ambil aja ah"
ucap Keni kepada kotak itu.
lalu aku membuka kotak yang berwarna coklat itu.
"wahh, ternyata cuman sebuah kunci" kata Keni.
lalu aku membawa kunci itu dan meneruskan jalan yang tidak tahu mau mengarah kemana aku berjalan.
awan berganti warna menjadi hitam yang menandakan malam hari tiba.aku melihat dari kejauhan ada sebuah pasar terbuka di gang besar, lalu aku berjalan menuju pasar itu berharap ada orang yang ingin memberikan tumpangan untuk aku tidur saat tengah malam.
saat aku sedang berjalan aku di goda oleh segerombolan bapak bapak preman pasar.
"neng mau kemana, malam malam gini"
tanya seorang preman kepada aku.
"ini mau nyari teman saya yang berada di tempat ini" , jawab aku kepada preman itu dengan rasa takut dan cemas.
"rumah teman neng di mana, jalan mana, RW mana, RT mana, mau abang antarin gak?" tanya preman itu mengenai rumah temannya.
"ini saya tidak tau pasti alamat rumah teman saya, tetapi dia bilang masuk ke dalam gang besar dan terdapat orang orang sedang berjualan" jawab aku dengan mengarang kepada preman preman itu.
"boleh abang antarkan tidak menuju rumah teman neng?" tanya preman itu untuk mengantar nya ke rumah temannya.
"tidak usah bang, saya bisa jalan sendiri menuju rumah teman saya bang" jawab aku untuk tidak di antaranya menuju rumah temannya.
preman-preman itu mengelilingi Keni dengan memegang rambut Keni dan meraba tubuh aku.
"bang ngapain bang megang megang saya bang?" tanya Keni kepada preman itu karena mereka memegang tubuh aku.
"jangan khawatir, saya tidak ngapa-ngapain eneng ko, cuman abang bagi jatah kepada neng untuk malam ini saja" ucap preman itu kepada aku.
"maksud abang apa, saya tidak mengerti ucapan abang", tanya Keni kepada preman itu dengan rasa bingungnya.
Lalu Keni di pukul bagian leher belakang hingga pingsan.
"lepaskan dia atau kita habisi kalian" , perintah seorang pemimpin geng yang cukup di takuti oleh masyarakat di daerah itu.
"mending kamu, tidak usah ikut campur urusan gua deh" ucap preman kepada seorang pemimpin geng itu dengan nada menantang.
"sekarang lepaskan perempuan itu sekarang juga!" perintah pemimpin geng itu kedua kalinya.
"habisi mereka, cepat!" perintah pemimpin preman tersebut kepada teman teman nya.
"kami gak berani bos, karena kami waktu itu berkelahi dengan mereka dan kami kalah" jawab seorang preman kepada pemimpinnya.
"oh, ya sudah kalau begitu, kita kali ini kita menyatakan bahwa kita kalah" ucap pemimpin preman pasar tersebut.
__ADS_1
lalu preman-preman itu melepaskan aku dari ikatannya dan mereka semua pergi meninggalkan aku.