
"ayo latihan yang betul,karna besok sudah mulai pertandingan nya",ucap seorang pelatih futsal SMA 77 jakarta. Aliken ikut dalam pertandingan futsal tersebut, Aliken bertugas menjadi seorang kiper tim SMAN 77.latihan di mulai mulai pukul 14.00 sampai pukul 16.00,waktu yang di habiskan untuk berlatih futsal sekitar 2 jam.
saat sedang waktu istirahat latihan futsal, Aliken penasaran dengan cincin yang ia temukan kemarin di jalan, Aliken pun mengenakan cincin tersebut yang ia simpan di tasnya , "cocok juga dengan jariku ini cincin," ucap Aliken kepada cincin tersebut, Aliken pun mengenakan cincin tersebut saat sedang latihan futsal.
latihan jam kedua di mulai. "priiiiiit" suara peluit yang di tiup pelatih berbunyi sangat kencang,hingga Aliken yang di toilet mendengar nya. "ayo anak anak sekarang kumpul berbaris menghadap gawang yang di jaga Aliken" perintah pelatih futsal bernama bapak Kasim.
anak anak pun berbaris ke belakang,
menghadap ke gawang dengan jarak 4 meter dari gawang. "ok ,anak anak ,sekarang kalian menendang bola satu per satu ke arah gawang dan memasuki bola ke gawang yang di jaga Aliken" kata pak Kasim kepada murid yang ikut latihan futsal.
lalu seluruh anak anak yang mengikuti pertandingan futsal sebanyak 15 pemain, menendang bola ke arah gawang yang di jaga oleh Aliken,yang berhasil memasukan bola ke gawang sebanyak lima orang saja, lalu anak anak menendang kedua kalinya dan yang masuk hanya empat orang,dan bapak Kasim pun menyuruh untuk menendang ke tiga kalinya ,dan tidak ada yang berhasil masuk. "ok ,pertahanan sudah ok ,tinggal regu penyerang saja yang harus berlatih lebih giat." kata pak Kasim.
latihan futsal pun selesai "ok ,anak anak latihan hari ini sudah cukup sampai di sini saja,bapak rasa ini sudah cukup "besok kasih yang terbaik ya untuk sekolah ini ya" ucap pak Kasim kepada anak anak yang mengikuti turnamen futsal tersebut.
Aliken pun pulang menuju rumahnya yang berjarak tiga ratus meter dari sekolahnya, sambil memperhatikan cincin yang ia kenakan.
__ADS_1
Aliken bertemu dengan pacarnya yaitu Asmira
"Asmira tunggu, Asmira mau pergi ke mana,aku temankan Asmira ya" ucap Aliken kepada Asmira di jalan. "ini mau balik ke rumah ,tapi mau makan mie ayam dulu di jalan "Aliken mau ikut makan gak ,sama aku" tanya Asmira kepada Aliken mengenai makan bareng. "boleh ,aku juga lapar nih ,hehehe" jawab Aliken kepada Asmira.
Aliken dan Asmira pun makan mie ayam di samping gereja "bu, saya pesan dua ya mie ayam nya minumnya teh hangat tawar saja bu"
ucap Asmira memesan mie ayam kepada seorang ibu penjual mie ayam.
"Aliken itu apa yang ,kamu kenakan di jarimu?" tanya Asmira kepada Aliken. "oh ini, kemarin kan aku habis jemput kamu pulang, trus aku balikin motor yang aku pakai ke teman aku,dan aku jalan ke rumah dengan jalan kaki, di jalan aku lihat ada cincin yang aku kenakan ini tergeletak di jalanan yang sepi dan gelap,aku coba dan cocok di tangan ku, dan aku pikir sayang kalau di tinggalin di jalanan, aku ambil dan aku bawa pulang ke rumah, jadi gitu ceritanya" jawab Aliken mengenai cincin yang di kenakan kepada Asmira, "oh gitu " jawab Asmira kepada Aliken.
"ini mba sudah jadi mie nya" ,ucap ibu penjual mie ayam, sambil meletakan mie ayam yang di pesan Asmira di atas meja. Aliken dan Asmira pun menyantap mie ayam dengan lahapnya.saat sedang lahapnya memakan mie ayam tersebut ,hujan pun turun dengan derasnya,untung tempat mie ayam tersebut di tutup dengan spanduk bekas gereja.
paksa Asmira kepada Aliken. Asmira pun berlari menuju rumah nga melewati hujan yang deras dari langit.
"ibu , aku titip tas kita berdua di sini ,nanti aku balik lagi bu" ucap Aliken ke penjual mie ayam. Aliken pun langsung melepaskan seragam sekolah yang ia kenakan ,Aliken mengenakan pakaian dalam yang tipis dan tak berlengan berwarna putih. "Asmira tunggu", ucap Aliken dengan berlari membawa seragam yang ia lepaskan dari tubuhnya, setelah sampai mendekati Asmira, Aliken menaruhnya seragam sekolah ia dia atas kepala Asmira sambil berlari ke tempat pengajian.
__ADS_1
sesampainya di tempat pengajian, di depan tenda yang di buatnya untuk menghalang air hujan yang akan masuk ke dalam tempat pengajian, di lihat nya Aliken dan Asmira yang basah kuyup. "kurasa kita tidak telat" ucap Aliken dengan suara kecilnya dan senyuman manisnya kepada Asmira.
di panggilnya Aliken dan Asmira oleh orang tua Asmira ke dalam rumahnya untuk mengganti pakaian yang basah kuyup tersebut.
Asmira dan Aliken mengganti baju yang basah dengan baju yang kering dan mengikuti jalannya pengajian orang meninggal.
selesainya acara pengajian ,Aliken di panggil oleh kedua orang tua Asmira untuk di tanya beberapa pertanyaan mengenai hubungan Asmira dengan Aliken tersebut.
"Aliken ,Aliken sudah tidak ada hubungan dengan Asmira kan?" tanya kedua orang tua Asmira tentang hubungan Aliken dengan Asmira kepada Aliken "masih pak" jawab Aliken kepada kedua orang tua Asmira. "maksudnya apa Aliken ,kata Asmira kalian sudah tidak ada hubungan lagi. maksudnya gimana nih Asmira?" ucap ibu Asmira dengan nada kesalnya bertanya kepada Asmira
"maksud Aliken, aku dan Aliken masih ada hubungan pertemanan dan tidak ada hubungan pacaran atau mencintai lagi" ucap Asmira membelokan ucapan Aliken, "oh , hubungan pertemanan , kalau pertemanan Asmira boleh dengan siapa saja, dikira mamah hubungan
percintaan" kata mama Asmira dengan leganya.
"om ,tan, saya pulang langsung ya om ,saya sudah di tunggu kedua orang tua saya" pamit Aliken kepada kedua orang tua Asmira dan tidak berkata kata lagi dengan Asmira.
__ADS_1
"kenapa Asmira ,tega mengucapkan itu di depan ku" ucap Aliken dengan dirinya yang patah hati.
"aku tidak bermaksud mengucapkan seperti itu ,aku hanya tidak mau orang tua ku mengetahui jika kita pacaran" ucap Asmira dalam hatinya sambil melihat menghadap jendela yang terguyur hujan.