
"ok Pak, terimakasih pak" jawab Asmira dengan nada ketakutan dan panik kepada polisi.
"kayak nya perempuan tadi ada di gerobak sampah ini" kata seorang pria Tarata yang sedang mengejar Asmira.
"sekarang kalian semua, murid SMAN 77,jika kalian melihat seorang di kepala nya, ada bekas sebuah luka yang tidak akan pernah hilang, kalian bawa ia ke depan ku, dan aku langsung pergi dari sekolah ini" ucap Densi kepada semua murid SMAN 77.
"siapa ya, yang punya luka di kepalanya"
"siapa"
"siapa ya"
"ada yang lihat tidak"
kata semua murid bertanya satu sama lain.
"di depan kita sudah ada kayu, jadi bagaimana rencana Aliken, untuk mengusir mereka semua orang orang itu?" tanya Alex kepada Aliken, mengenai cara mengusir orang yang berada di depan sekolah nya.
"jadi rencana yang aku pikirkan ialah, kalian semua sebanyak dua puluh orang, pegang kayu ini dan ikut Alex ke depan sekolah lewat pintu belakang sekolah, sementara aku menunjukan diriku kepada Densi, karena yang Densi cari ialah aku. sebelum kalian menghabisi mereka, kalian kumpulkan batu di taman sekolah untuk melemparkan batu ke arah mereka, jika mereka hilang fokus, kalian langsung serang menggunakan batu. kalian mulai menyerang mereka jika aku melemparkan batu ke arah gerbang sekolah "mengerti kalian semua?"
tanya Aliken kepada semua murid yang berada di kelas bersama nya, mengenai rencana yang Aliken berikan.
"mengerti" jawab semua murid dikelas yang bersama Aliken sebanyak dua puluh orang.
"ok, sekarang kalian langsung ke taman dan kumpulkan batu sebanyak mungkin yang berada di taman" kata Aliken kepada semua murid.
__ADS_1
Aliken dan murid murid yang akan menyerang orang orang yang berada di depan sekolah nya, pergi ke taman sekolah untuk mengumpulkan batu, sementara Aliken ke taman untuk mengambil satu batu yang akan di gunakan untuk di lempar ke gerbang sekolah nya, sebagai tanda penyerangan akan di mulai.
"apakah sudah ketemu, orang yang memiliki luka di kepalanya yang tidak akan hilang?" tanya Densi kepada semua murid yang berada di depan nya.
"kami semua belum menemukan orang yang Densi maksud, kami semua sedang mencari nya" jawab seorang murid kepada Densi.
"ok, kalau begitu, aku kasih kalian waktu sekitar dua puluh menit lagi, jika belum ketemu juga, aku dan teman teman ku yang akan mencari orang itu di dalalan sekolah ini" ucap Densi kepada semua murid SMAN 77 mengenai waktu yang ia berikan kepada semua murid SMAN 77.
"Densi sebutkan saja nama orang itu, maka kita langsung bawakan orang itu ke hadapan Densi, dan Densi dengan orang itu pergi dari sekolah ini" kata seorang murid kepada Densi.
lalu Densi menyebutkan nama orang itu
"ok, aku akan menyebutkan nama orang itu kepada kalian semua, nama orang itu ialah Al--"
"baru saja aku mau menyebutkan nama Aliken, tetapi anak itu memotong pembicaraan ku, itu sangat tidak sopan sekali"
"tetapi yang sangat terpenting ialah Aliken berani menampakkan diri nya di depan ku"
ucap Densi kepada Aliken yang berada di depan nya.
"apa yang kamu mau dariku"
"aku sudah bilang kepada kamu, bahwa kemarin malam itu hanya bercanda, tetapi kamu menganggap ini semua benar, jadi semua ini bukan aku yang salah" ucap Aliken kepada Densi di depan muka nya.
"ia memang bukan kamu yang salah, tetapi ucapan mu yang salah. ok, jangan banyak basa basi lagi, kamu keluar dari sekolah ini dan berjalan menuju lapangan belakang warnet, yang aku tunjukan kamu kemarin malam" jawab Densi kepada Aliken mengenai siapa yang salah dalam situasi seperti ini.
__ADS_1
Asmira yang berada di dalam gerobak sampah, ia keringatan karena engap dan bau, ia kepanikan, merasa sangat takut sekali karena dia orang yang sedang mencarinya, sedang berada di samping gerobak sampah itu.
pasti kalian bisa merasakan apa yang Asmira rasakan di gerobak sampah itu. ketakutan, panik di tambah sekeliling nya yang sangat bau. tetapi jika kalian berada di posisi Asmira saat itu, pasti yang kalian lakukan ialah berharap. berharap Tuhan bisa menolong nya, berharap ada bantuan yang datang, pokok nya pasti yang bisa kalian lakukan di sana ialah hanya berharap.
begitu juga Asmira, ia sangat berharap adanya bantuan, dan ia juga tidak lupa berdoa kepada Tuhannya. lalu Asmira berdoa kepada Tuhan nya dan berharap ada bantuan yang datang kepada nya.
setelah beberapa lama ia berada di dalam gerobak sampah itu, ia sudah tidak tahan lagi dengan bau sampah yang berada di sekitar nya, panas engap yang ia rasakan. ia pun mulai mengeluarkan keringat yang di hasilkan karena engap dan bau sampah itu.
tanpa berfikir panjang, Asmira memberanikan diri nya keluar dari gerobak sampah itu, tetapi sebelum ia keluar dari gerobak sampah itu ia berfikir "tadi aku sudah menelfon kepolisian terdekat yang berada di daerah itu, dan polisi itu berkata ia akan datang ke sekolah itu secepatnya dan bersama anggota lain nya. jadi buat apa aku di tempat yang bau dan panas ini lama lama, aku keluar dan menampakan diriku, aku pasti akan selamat"
dua orang yang mencari dan mengejar Asmira pun pergi meninggalkan gerobak sampah itu dan melanjutkan ke tempat lain yang ia bisa tuju, untuk menemukan Asmira yang kabur dari sekolah itu.
Densi melarang dan memerintahkan anggota gengnya, untuk tidak ada anak anak yang boleh keluar dari sekolah nya karena dapat di pastikan, anak yang keluar dari sekolah nya, akan meminta bantuan kepada siapa yang ia temukan di jalan dan menggagalkan rencana nya. rencana Densi adalah melakukan Aliken seperti Aliken melakukan ia pada waktu dulu.
sebenar nya pada waktu Densi di tangkap oleh warga dan suruh tiarap. seorang warga yang meneriakan ia maling ialah orang suruhan bapak Situmorang bapak nya Aliken. bapak Situmorang melakukan itu semua, karena ia tidak senang ada orang yang berani mencelakakan Aliken.
tetapi yang Densi lakukan kepada Aliken ialah bertanggung jawab atas kelakukan yang ia lakukan. ia mendonorkan darah yang ia miliki kepada Aliken yang saat itu sedang kritis, ia berusaha membiayayai biaya pengobatan Aliken di rumah sakit itu. semua yang Densi bisa lakukan ia lakukan untuk bertanggung jawab atas yang ia lakukan, jika perlu ia mati untuk menyelamatkan Aliken, ia akan melakukan nya.
tetapi bapak Situmorang tidak melihat sedikit pun kebaikan yang Densi lakukan, ia hanya memikirkan semua perbuatan jelek yang Densi lakukan kepada Aliken, ia hanya memikirkan bagaimana ia bisa menghancurkan Densi, ia memikirkan bagaimana ia bisa membuat Densi celaka dan menderita.
maka dari itu, bapak Situmorang melakukan semua yang ia bisa lakukan untuk mencelakakan Densi, bahkan jika ia harus mengeluarkan uang sebanyak mungkin, ia akan lakukan.
dan saat Aliken berjalan melewati Densi yang sedang tiarap di jalan, Aliken mengenakan masker, kacamata, dan headset di telinganya. ia sedang menangis karena apa yang Densi lakukan kepada nya berlebihan, Densi memohon bersujud di kaki Aliken supaya ia di maafkan, tetapi Aliken tidak memaafkan nya.
dan saat ia di panggil warga, untuk di minta keterangan, apakah ia mengenali orang yang di tuduh seorang warga, melakukan maling di daerah nya. ia sedang banyak pikiran, maka ia tidak menoleh ke belakang dan terus berjalan ke rumah nya.
__ADS_1