KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
eps. 2


__ADS_3

Aku pun masuk ke dalam lorong yang bertulis daerah Kureta itu, aku berjalan memasuki lorong itu, tidak lama kemudian di hadapan ku, ada perumahan masyarakat Kereta. Makhluk yang aku lihat hanya makhluk menyerupai tubuh manusia, mempunyai tangan layak nya manusia, memiliki kaki yang juga seperti manusia tetapi berbulu lebat berwarna cokelat, dan tubuh seperti manusia, makhluk itu memiliki ekor di bagian bokong belakang nya, ia memakai pakaian layaknya manusia, dan kepala makhluk itu ialah seperti hewan tupai, dengan rambut tipis, tidak terlalu banyak dan putih yang berada di bagian mulutnya, hampir semua makhluk itu aku lihat mengenakan topi yang seperti di kenakan koboi, tinggi makhluk tersebut rata-ratanya sekitar satu koma lima meter, makhluk tersebut di namakan makhluk Kureta, maka dari itu tulisan di bagian luar lorong itu ialah daerah Kureta. Saat aku berada di bagian perumahan Kureta tersebut, mereka semua langsung mengarah dan memandangi ku dengan seksama. Oh ia satu lagi, rumah-rumah Kureta yang ku lihat ialah seperti rumah pada umumnya, tetapi bagian sisi rumah itu melingkar dengan atap yang berbentuk segitiga, rumah- rumah tersebut kulihat itu tidak terlalu besar, dan tidak terlalu kecil, bagi makhluk Kureta yang memiliki keluarga, rumah tersebut sedikit besar, tetapi bagi makhluk Kureta yang hanya tinggal sendiri, rumahnya itu cukup untuk di tinggal sendiri atau dengan kata lain, rumah tersebut lebih kecil di banding rumah yang memiliki keluarga.


Makhluk-makhluk Kureta itu terus memperhatikan aku dan tidak henti, mereka merasa ada makhluk asing yang tentunya belum pernah mereka lihat di daerah nya. Aku terdiam dan tidak bisa berkata-kata, dan aku memberanikan diri untuk berkata "Hallo." kepada Kureta-Kureta itu. Ada salah satu Kureta yang menanggapinya dan berkata "Hallo juga. ada yang bisa aku bantu?," kepada ku, yang menanggapi bicara aku itu seperti makhluk Kureta yang masih anak-anak, dengan polosnya dan suara lucunya menjawab ucapan singkat aku itu. Aku menjawabnya "iya Hallo, aku datang ke tempat ini bukan untuk membuat kerusuhan atau hal sepertinya, tetapi aku datang ke tempat kalian tinggal hanya untuk mencari salah satu dari kalian untuk membela aku di pengadilan Kerajaan nanti. Aku sebenarnya juga tidak mau datang ke tempat ini, tetapi aku di perintahkan oleh makhluk seperti kalian juga, tetapi kepalanya itu seperti binatang banteng, makhluk menyeramkan itu menyuruhku memasuki yang aku anggap seperti lorong yang besar dan belum pernah aku lihat sebelum nya, dan mencari salah satu dari kalian untuk menjadi pembela atau yang aku kenal seperti pengacara di pengadilan nanti."


Salahsatu Kureta itu yang sudah seperti orang tua mengatakan kepada aku "kamu makhluk asing yang kami semua tidak mengetahui dari negeri mana kamu berasal, dan kamu di perintahkan oleh salah satu Tanori ke tempat di mana kami tinggal untuk mencari salah satu dari kami yang akan menjadi pembela di pengadilan Kerajaan nanti atas kesalahan memasuki daerah negeri Kinata, sudah jelas kami semua makhluk Kureta yang berada di hadapan mu ini tidak akan dan tidak mau membela makhluk yang kami sendiri tidak mengenalinya, kami hanya mau membela salah satu bagian dari kami pada saat di pengadilan nanti." tampak nya seluruh makhluk Kureta yang berada di hadapan aku tidak ada yang mau membela aku di pengadilan nanti. Namun tidak lama kemudian, salah satu Kureta yang menanggapi aku saat mengucapkan Hallo, yang seperti anak anak, belum dewasa dengan mendadak dan tidak di sadari mengucapkan kepada aku "untuk menjadi pembela di pengadilan mu, apakah ada batas usia, aku bersedia menjadi pembela kamu di pengadilan, tetapi aku sendiri masih berusia lima belas tahun, namun jika tidak ada batas usia untuk menjadi pembela, aku bersedia." Saat anak itu berkata kepada ku, orang tua Kureta itu berkata kepada nya "apa-apaan kamu ini, jangan gila deh, kamu jangan membela makhluk asing yang tidak kita kenal."

__ADS_1


Kureta yang kecil itu menjawabnya "sudah mah, untuk kali ini, jangan mengubah apa yang aku kehendaki, aku sudah saatnya untuk tidak mendengar kata-kata mamah." dan aku mengatakan nya kepada Kureta yang kecil itu, "sepertinya tidak ada batas usia untuk menjadi pembela. Makhluk menyeramkan yang menyuruhku ke tempat ini, tidak mengatakan batas usia, tetapi jika kamu ingin membelaku, tidak ada salahnya untuk mencoba." Kureta yang kecil itu mengatakan "baiklah kalau begitu, aku akan menjadi pembela mu di pengadilan nanti." Di sepakatilah kesepakatan antara aku dan makhluk Kureta yang kecil itu. Semua Kureta yang berada di hadapan ku itu tidak mempermasalahkan apa yang di lakukan oleh Kureta yang kecil itu. Mereka semua setuju-setuju saja dengan semua itu, termasuk kedua orang tuanya. Lalu semua Kureta itu kembali berkegiatan semulanya, ada yang mencuci baju, ada yang sedang membetulkan rumah nya, dan ada yang sedang berjualan dan membeli jualan nya itu, kembali melakukan kegiatan sebelum nya. Sementara itu, Kureta yang kecil itu menghampiri aku dan berkata "apakah aku boleh kenal nama mu, begitu juga denganmu, kamu boleh mengenali nama ku." Aku menjawabnya "hai nama aku Keni putri lestari atau kamu bisa memanggilku Keni saja, dan pasti kamu akan bertanya dari mana aku berasal?. Aku berasal dari daerah rambutan yang berada di Batavia."


"Hai juga Keni, namaku Roriami Lesi ruarita, atau jika kepanjangan, kamu bisa memanggilku Lesi saja. Tadi aku mendengar kamu berasal dari daerah rambutan di Batavia?," kata Lesi kepada ku. "Ia, aku berasal dari daerah rambutan tepatnya di Batavia selatan, dan aku ingin bertanya sedikit, dimana sekarang aku berada?," kataku kepada Lesi. "Sekarang kamu berada di negeri Kinata, tepatnya di Darmanas." Aku terkejut dan bingung saat mendengar kata-kata Lesi tentang Darmanas dan Kinata. "Sebelumnya aku belum pernah mendengar nama negeri Kinata dan Darmanas di dunia," kata ku kepada Lesi. "Iya, kamu ini berada di Darmanas tepatnya di negeri Kinata. Dan aku belum pernah mendengar nama dunia." jawab Lesi kepada ku. Saat aku mendengar ucapan Lesi, aku langsung sadar mengenai Darmanas dan Kinata, ternyata aku dan kawan-kawan aku bukan lagi berada di Bumi atau dunia, melainkan di sebuah negeri yang bernama Kinata dan semacam planet yang bernama Darmanas. "Jangan bilang aku berada di luar Bumi," kataku kepada Lesi. "Kamu ini sekarang berada di Darmanas, bukan di Bumi" jawab Lesi kepadaku. "Ok jika ini benar aku berada di luar Bumi, bagaimana cara aku kembali ke Bumi atau tempat tinggal aku berasal, mohon untuk jawab pertanyaan ku ini!" kata ku kepada Lesi. Lesi berhenti berbicara sejenak dan seperti memikirkan sebuah hal.


"Hal pertama yang harus kita lakukan ialah melihat seberapa cantik mahkota itu, melihat seberapa ketat penjagaan mahkota itu, melihat hukuman apa yang akan di Terima jika kita mengambilnya." kata Lesi melanjutkan omongan nya tadi. Kebetulan aku dan kawan- kawan aku akan di sidang di pengadilan yang berada di Kerajaan negeri Kinata, aku dapat melihat sekeliling ruangan demi ruangan Kerajaan itu, aku juga dapat memastikan seberapa ketat penjagaan mahkota itu. Setelah aku berbicara sekian lama dengan Lesi, aku dan Lesi pergi ke luar dari tempat itu, ke luar lorong besar, di mana tempat aku berada semula, "ya sudah jika begitu, kita harus segera ke luar dari tempat ini ke pengadilan, sepertinya aku sudah di tunggu oleh teman-temanku," kataku kepada Lesi. Aku dengan Lesi berjalan secara bersamaan menuju luar lorong besar itu. Sesampainya aku di luar lorong besar, aku dengan Lesi belum melihat kawan-kawan ku berada di tempat aku berada, belum ada Densi, Aliken, dan Asmira, hanya ada aku dengan Lesi dan para Tanori yang menunggu. "Apakah kamu telah mendapatkan pembela di pengadilan" kata salah satu Tanori dari tiga Tanori yang berada, kepada ku."Aku telah mendapatkan pembela di pengadilan nanti, karena kamu tidak mengatakan mengenai usia pembela yang di perbolehkan, maka dari itu, aku membawa pembela di bawah umur, tetapi jika ketentuan mengenai umur kamu katakan sekarang, sepertinya sudah telat dan terlambat, aku akan tetap menggunakan pembela yang masih kecil ini di pengadilan nanti," jawab aku kepada Tanori yang bertanya itu, "baiklah jika begitu, memang tidak ada ketentuan mengenai usia pembela, tetapi yang ada ialah pengetahuan mengenai Pembela, jika anak ini tidak memiliki pengetahuan mengenai pembela, aku rasa siap-siap saja kalah dari sidang nanti" ucap Tanori kepada ku.

__ADS_1


Aku tidak menanggapi kata-kata Tanori itu, yang aku pikirkan ialah "biarkan saja aku kalah dari sidang nanti, intinya masih ada orang baik dan pemberani yang membela aku di pengadilan nanti." Setelah beberapa waktu, akhirnya Densi, Asmira, Aliken keluar juga dari lorong-lorong besar itu, sama halnya dengan ku, yang menjadi pembela mereka di pengadilan nanti ialah anak-anak dari golongan masyarakat yang mereka temui, tetapi tidak seperti orang tuanya, mereka semua terlihat lucu dan menggemaskan. Ternyata di negeri Kinata itu, anak-anak kecil yang memiliki jiwa pemberani dan baik hati, tidak ada satupun orang dewasa masyarakat negeri Kinata yang bersedia menjadi Pembela di sidang itu, anak-anak itu tidak memiliki pengetahuan mengenai pembela di sidang nanti, tapi yang aku suka ialah mereka itu memiliki hati yang baik dan pemberani. Setelah aku, Densi, Asmira dan Aliken berkumpul dan berhadapan, anak-anak pembela itu dibawa lebih awal ke pengadilan yang berada di Kerajaan negeri Kinata. Pembela dahulu yang pertama di bawa oleh salah satu Tanori ke pengadilan, sementara itu aku dan kawan-kawanku di bawa oleh salah satu Tanori mengelilingi negeri Kinata. "Baiklah jika begitu, pembela lah yang pertama kita bawa ke pengadilan, sementara itu kalian makhluk asing yang tidak mengetahui mengenai negeri Kinata, akan di bawa mengelilingi kawasan ini."


Aku dan kawan-kawan di ajak oleh salah satu Tanori untuk mengelilingi negerinya itu. Dari tempat itu kami di bawa ke bagian lain tempat itu, pertama kami di bawa ke bagian luar istana kerajaan negeri Kinata. Ada satu jalan menuju luar istana, kami lewati jalan itu menuju istana, di kanan dan kiri jalan itu terdapat bagunan lingkaran-lingkaran yang besar dan tinggi, rumah penduduk masyarakat negeri Kinata terdapat di dalam bagunan lingkaran itu yang besar dan tinggi, tetapi di dalam bangunan itu terdapat seperti dinding penyekat yang tinggi dan panjang, karena dinding penyekat itulah, dinding penyekat yang terdapat di lingkaran itu berguna untuk memisahkan antar golongan masyarakat, maka dengan itu seperti lorong besar yang terdapat penduduk di dalam nya, karena lorong itulah aku menyebut bagunan itu ialah "perumahan yang berada di dalam lorong." Aku lewati bagunan-bangunan lingkaran itu, sampai akhirnya samapai kami telah sampai di luar istana negeri Kinata tersebut.


Tanori itu tidak memperlihatkan keseluruhan negeri nya, kami semua di suruh masuk ke dalam Kerajaan negeri Kinata menuju pengadilan yang terdapat di lantai ke dua, sebelum kami ke pengadilan tersebut, kami di bawa ke salah satu menara yang berada di dekat gerbang keluar-masuk istana, kami memasuki gerbang itu. Membuka gerbang itu saja membutuhkan sepuluh makhluk Tanori yang di tugaskan, karena besarnya gerbang istana itu. Di putarlah roda kayu yang besar untuk membuka gerbang istana itu, membutuhkan sekitar tiga puluh lima detik untuk gerbang itu terbuka dengan semestinya, bunyi kayu yang saling terhubung terdengar di luar gerbang itu. gerbang itu terbuka, terdapat menara yang besar dan tinggi yang menyambut aku dan kawan-kawan di hadapan kita. Setelah gerbang itu terbuka, terlihat sekali banyaknya prajurit penjaga Kerajaan dari berbagai golongan masyarakat dengan seragam yang sama berwarna biru, menjaga istana itu, penjaga Kerajaan tersebut memegang tombak yang ujungnya beracun, hanya dengan tombak yang ujung nya beracun mereka menjaga Kerajaan dengan sangat aman.

__ADS_1


__ADS_2