KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
eps. 3


__ADS_3

Aliken pulang ke rumahnya untuk beristirahat, walau waktu itu sudah sedikit terlihat matahari dari timur tetapi Aliken tetap akan beristirahat di rumahnya hingga besok pagi. pagi haripun tiba. kepolisian jakarta pusat akan segera melakukan operasi besar-beaaran di daerah rambutan, hal pertama yang kepolisian itu lakukan ialah mencoba meyakinkan warga untuk tidak berjualan di jalan, karena jalan-jalanan yang di gunakan warga untuk berjual beli barang akan di lalui polisi-polisi untuk mencari buronan narkoba. ada yang tidak mengizinkan polisi-polisi untuk melakukan operasi itu, tetapi ada juga yang mengizinkannya.


tetapi daerah lain warga mengizinkan dan memperbolehkan kegiatan operasi besar besaran untuk menangkap pengedar narkoba dan pembuat kekacauan di daerah itu, yaitu ialah anggota geng Tarata dan Densi. lebih banyak daerah yang di izinkan warga untuk melakukan kegiatan operasi penangkapan Densi, di banding daerah yang di larang warga. setalah mendapatkan izin dari warga dan warga mematuhi untuk tidak melakukan jual beli di Jalanan, polisi polisi itu kembali ke lapangan kepolisian jakarta pusat untuk memberikan info itu kepada komandan kepolisian jakarta pusat.


setelah polisi-polisi yang berupaya meyakini warga untuk tidak melakukan jual beli di jalanan ia memberikan info yang ia dapat kepada komandan kepolisian, dan di setujuilah oleh komandan kepolisian jakarta pusat untuk segera melakukan operasi besar besaran untuk menangkap buronan Densi dan anggotanya. setelah mendapatkan izin dari komandan, di mulailah operasi itu. operasi itu di kenal dengan operasi "Naden" operasi Naden adalah salah satu operasi besar yang di lakukan kepolisian Indonesia selain operasi terorisme. operasi Naden melibatkan seribu personil polisi, dua helikopter, seribu motor kepolisian dan dua puluh lima mobil berat. daerah rambutan nyatanya merupakan daerah terbesar ke dua di jakarta pada saat itu. luas daerah itu sekitar seratus kilometer persegi. karena luas itulah maka di perlukan operasi besar besaran untuk menangkap sekelompok orang. sangat besar kemungkinan jika buronan itu di tangkap akan di hukum mati.


suara bising motor memenuhi lapangan kepolisian jakarta pusat. seribu motor yang terdapat di luar lapangan, di dalam lapangan dan bagian kepolisian itu bernyala secara bersamaan. mereka hanya membutuhkan aba aba dari komandan kepolisian jakarta pusat. dan komandan kepolisian pun menurunkan bendera yang di pegang nya itu di hadapan seribu motor yang akan melakukan kegiatan operasi Naden. setelah bendera yang di pegang oleh komandan kepolisian jakarta pusat itu di turunkan, secara bersamaan semua motor yang akan melakukan kegiatan operasi Naden itu berjalan menuju tempat yang sudah di perintahkan itu. ada sekitar seratus titik yang di persiapkan oleh komandan itu. karena pada saat itu tidak ada gedung gedung tinggi, maka operasi Naden itu bisa di bilang sangat mudah di lakukan. jalanan yang teratur itu juga merupakan kemudahan berjalannya operasi Naden itu.


motor motor kepolisian jakarta pusat setelah cukup jauh dari kepolisian jakarta pusat, berpencar lah motor motor itu. ada yang masuk kedalam jalan jalan kecil, ada yang turun dari motornya karena jalan yang tidak mendukung, ada juga yang melewati jalan jalan besar. dengan sangat terpaksa polisi itu jika memasuki rumah warga akan melemparkan gas air mata ke dalam rumah warga itu. polisi memang tidak mengetahui bahwa di dalam rumah itu ialah buron yang di cari atau bukan, mereka hanya mengetahu bahwa perintah komandan ialah "jika kalian memasuki rumah warga kalian lemparkan gas air mata ke dalam nya, dan jika kalian melihat pergerakan yang mencurigakan, sergap dan tangkap orang itu" karena mendengar perintah komandan nya itu mereka berani melemparkan gas air mata ke dalam rumah rumah warga. tidak sedikit warga yang di lihat mencurigakan, maka dari itu banyak warga yang di tangkap dan di sergap oleh polisi itu untuk di saring dan di saring, hingga mendapatkan buronan itu. sudah sekitar dua puluh warga yang di tangkap oleh polisi polisi itu karena terlihat mencurigakan, mereka di kumpulkan di lapangan kepolisian jakarta pusat. satu per satu di saring dari lapangan untuk mengetahui buronan itu, semua warga yang berada di lapangan itu di nyatakan tidak bersalah dan tidak bersangkutan sedikitpun oleh masalah itu.


Densi yang berada di rumah nya telah siap ke rumah Aliken untuk membunuh nya. jam saat itu sudah pukul 08.20. Densi sudah berpakaian layaknya orang yang sering mengecek listrik di rumah warga. dia mengenakan baju berwarna merah dari atas kaki hingga leher, ia juga mengenakan kacamata, kumis palsu dan alis palsu. nyaris sekali tidak seperti Densi. sampai aku juga tidak mengenali Densi sedikitpun. bukan hanya Densi yang mengenakan seragam, tetapi ada dua orang yang sama sepertinya, dua orang itu juga aku seperti tidak mengenalinya. aku di situ juga sangat riang gembira dan sangat yakin bahwa rencana pembunuhan itu dapat berjalan dengan lancar. mobilnya pun seperti mobil yang biasa di pakai oleh orang yang selalu mengecek listrik rumah warga.

__ADS_1


Aliken yang sedang berada di rumah nya di tanyakan oleh ibu nya "adek mengapa tidak sekolah hari ini? kan adek harus tampil di sekolah sebagai pemamdu acara natal," kata ibu Reni kepada Aliken, "mama sudah di pilih oleh sekolah adek sebagai kepala sekolah SMAN 77. pasti adek senang mendengar hal itu. mama sebenarnya ingin memberikan kejutan itu saat adek di sekolah. ya, tapi adek belum berangkat sekolah juga, akhirnya mama kasih kejutan ini di rumah. ya sudah jika begitu, mamah berangkat sekolah duluan ya, nanti Aliken menyusul ke sekolah. ingat ya acara natal di mulai pada pukul 10.00. sekarang sudah pukul 08.25. jadi tidak ada kata telat untuk menghadiri acara natal nanti." acara Natal di SMAN 77 di bagi menjadi dua sesi, sesi pertama ialah acara Natal pada umumnya yaitu pertunjukan bakat-bakat murid yang di miliknya, dan sesi kedua di adakan pada malam hari jam delapan malam, pada jam delapan malam adalah acara malam Natal dimana semua murid SMAN 77 memgang lilin di tangannya dengan di iringi paduan suara dan penyanyi vokal.


"Ia mah, mamah pergi duluan saja ke sekolah. nanti adek berangkat dengan Asmira tepat waktu" jawab Aliken kepada mamanya itu yang hendak meninggalkan nya. "ok jika begitu. mamah akan pergi ke sekolah duluan" kata mamanya menjawab kata katanya Aliken itu.


saat ibu Reni hendak keluar dari rumah nya, ia terkejut melihat lima polisi yang sedang berada di luar rumah nya. kelima polisi itu memakai seragam lengkap dengan pistol dan helm polisi yang khas. ia menanyakan kepada polisi itu "pak ada masalah apa ya dirumah ku ini. mengapa banyak polisi yang berada di luar rumah ku ini" polisi itu menjawab "kami hanya mengikuti arahan komandan kami. intinya ibu tidak perlu khawatir akan semua ini. tetapi izinkan kami masuk ke dalam rumah ini untuk melihat pergerakan yang mencurigakan"


lalu polisi itu masuk kedalam rumah ibu Reni dan mulai melemparkan beberapa gas air mata ke dalam nya. banyak nya asap putih itu memenuhi rumah ibu Reni. ibu Reni yang hendak masuk ke dalam rumahnya itu sampai sampai ia tidak melihat sedikitpun di dalam nya. dan ibu Reni keluar dari rumah nya itu untuk berangkat ke sekolah nya. Aliken yang berada di kamarnya mengetahui bahwa polisi itu berada di luar kamarnya. ia langsung mengumpat di bawah ranjang kasurnya itu untuk menghindari polisi yang akan menangkap nya. polisi itu masuk ke dalam kamar Aliken dan langsung melemparkan gas air mata itu. kamar Aliken pun di penuhi oleh gas yang berwarna putih di sekitarnya. polisi polisi itu tidak menemukan orang di dalam ruangan-ruangan rumah nya itu. hingga akhirnya polisi itu dapat memastikan jika tidak ada orang di dalam rumah nya itu.


Aliken yang berada di kamarnya itu sudah menyiapkan tali yang akan ia gunakan menggantung dirinya. ia juga sudah menyiapkan tali yang berada di sebelah nya untuk Asmira. pada saat Aliken hendak menggantung dirinya, ia melihat Asmira yang sedang berlari ke rumah nya itu dari jendela kamarnya. betapa bahagianya Aliken melihat Asmira yang berlari menuju rumah nya itu. sesampainya di luar jendela kamar Aliken, Aliken langsung membukakan jendela itu dan mengangkat Asmira yang berada di luar jendelanya menuju kamarnya itu.


Densi yang berada di luar rumah nya harus menunggu polisi yang menjaga rumah Aliken menoleh ke lain arah. hingga akhirnya Densi tidak dapat menunggu polisi itu menoleh ke lain arah. ia mulai berjalan menuju polisi itu dan mulai membicarakan pelan pelan supaya ia dapat masuk ke dalam rumahnya itu yang di jaga posisi "pak polisi, kami bertiga datang ke rumah ini hendak mengecek listrik yang berada di rumah ini. apakah bisa kami memasuki rumah ini?" tanya Densi kepada polisi itu.

__ADS_1


"sebelum kamu memasuki rumah ini, akan ada pengecekan super ketat yang akan di lakukan anggota ku. apakah bapak bapak betsedia untuk di periksa oleh anggota kami?" tanya balik polisi itu kepada Densi. Densi kebingungan menjawab pertanyaan polisi nya itu. "ya sudah jika itu sebuah peraturan. kami siap untuk di periksa" kata Densi kepada polisi yang bertanya tadi.


Densi berani menjawab seperti itu karena polisi yang sedang mencari dia tidak mengenali wajah orang yang sedang di cari. karena yang polisi ingin temukan ialah pergerakan mencurigakan yang akan di lakukan Densi dan dua orang yang mengikutinya. kemudian di suruhlah polisi itu kepada Densi dan kedua teman nya itu untuk melepaskan seragam yang di kenakan itu. bagi Densi jika hanya melepaskan seragam yang dikenakan itu ialah hal yang mudah. mereka bertiga lalu melepaskan seragam yang dikenakan itu. terlihat di tempat itu, Densi dan kedua orang yang sedang di periksa itu hanya mengenakan kaos kutang dan celana pendek. mereka melepaskan seragam dan celananya. yang anehnya ialah kulit Densi beda dengan kulit luarnya, itu tidak aneh sih.


setelah mereka melepaskan seragam nya itu, mereka di suruh oleh seorang polisi untuk mengangkat tangan nya ke atas dan kaki tegak. Densi dan anggotanya pun mengikuti apa yang polisi itu perintahkan. ia mengangkat tangan nya ke atas dan kaki tegak lurus. setelah Densi dan dua teman nya itu mengangkat tangan nya ke atas kepalanya, tiga polisi yang berada di hadapan nya langsung meraba seluruh tubuhnya tanpa terkecuali. polisi itu mulai meraba tubuh nya itu mulai dari atas hingga bawah nya. setelah polisi polisi itu meraba seluruh tubuh nya, tidak di temukan sedikitpun barang barang yang mencurigakan. saat satu polisi yang sedang memeriksa Densi, ia menemukan sebuah pisau di dalam celananya Densi.


"polisi itu menanyakan "ini pisau gunanya untuk apa ?" lalu Densi menjawabnya "ini gunanya untuk..... " Densi tidak selesai berbicara dan ia langsung lari ke mobil yang di kendarakan oleh aku. aku di mobil melihat Densi yang sedang berlari ke mobil yang aku kendarakan itu, ia juga di kejar oleh polisi polisi yang tadi bersamanya. dua orang yang bersamanya tidak ikut bersama Densi. dua orang yang bersama Densi tadi lari ke lain arah untuk menghindari polisi yang mengejarnya. polisi itu sudah berani menembakan pistol nya itu ke arah Densi, tujuan nya ialah menghentikan Densi yang sedang berlari. tetapi pistol yang di tembakan nya itu tidak kena Densi, hingga akhirnya Densi berhasil naik ke dalam mobil yang aku kendarakan itu.


saat Densi sudah masuk ke dalam mobil yang aku kemudi itu. aku langsung menancapkan gas dan mengemudi mobil itu dengan liar. aku hampir tertabrak apa yang aku temukan di jalan itu. hingga beberapa saat aku melihat ada jalan kecil yang aku pikir jika aku dan Densi ke jalan kecil itu, polisi itu tidak dapat mencarinya. aku langsung mengeremkan mobil itu secara dadakan. aku dan Densi keluar dari mobil itu. kita berlari menuju jalan kecil itu. ternyata jalan kecil itu yang aku tidak sangka ialah jalan itu menuju jalan besar yang di mana banyak sekali orang yang sedang melakukan jual beli di jalan itu.


tanpa pikir panjang aku dan Densi lewati jalan itu. saat aku dan Densi sedang berjalan melewati jalan itu, ada polisi yang melihat aku dan Densi. di situ aku mulai panik, aku dan Densi langsung berlari ke tempat yang aku anggap aman untuk bersembunyi. terpaksa aku harus menginjak dagangan orang yang sedang berjualan. buah jeruk, tomat, sayur-sayuran aku tidak sengaja menginjak nya. lalu aku dan Densi melihat jalan yang bisa aku gunakan untuk bersembunyi. aku dan Densi memasuki jalan itu dan berlari menemukan tempat bersembunyi. sangat mengejutkan sekali, ternyata jalan itu buntu. hanya ada seperti gudang yang terkunci di hadapan aku dan Densi. aku dan Densi bingung harus kemana lagi aku pergi.

__ADS_1


__ADS_2