
dan saat itulah yang berada di pikiran Densi ialah Aliken adalah orang yang paling jahat di dunia ini. Densi pun di pukul habis oleh warga yang berada di sekitarnya.
bayangkan saja jika kalian di jalan bertemu sekitar sepuluh orang dewasa dan di tuduh melakukan hal yang kalian sendiri tidak pernah lakukan, jangankan melakukan, memikirkan nya saja tidak pernah terlintas di pikiran mu. setelah di tuduh yang tidak kamu lakukan, ada teman mu yang tidak menganggapmu sedikitpun saat melewati mu yang tidak bisa membela dirimu sendiri.
teman mu di tanya sedikit tentang kamu, dan kamu tidak menoleh apalagi membelanya. saat teman mu tidak membelanya kamu langsung di pukul habis habisan oleh sepuluh orang dewasa dan kamu merasakan kesakitan yang paling sakit dalam hidup. di situ kamu merasakan memar, pedih, pokoknya segala kesakitan yang baru kali itu kamu rasakan.
pasti yang berada di pikiran mu adalah menganggap teman mu itu, yang melewati mu ialah musuh atau orang yang akan kamu akan habiskan dalam hidup mu. begitu juga yang Densi pikirkan tentang Aliken. ia berfikir orang itu tidak memiliki hati sedikit pun, ia berfikir jika Aliken tidak mau memaafkan semua kesalahan yang Densi lakukan tidak masalah, tetapi ia tidak membela ku sedikit pun.
mulailah banyak rencana, pikiran jahat yang muncul di benaknya. ia berfikir suatu hari nanti akan melakukan kepada Aliken apa yang Aliken lakukan kepada nya.
Asmira yang berada di gerobak sampah yang bau dan menjijikkan itu langsung secepat mungkin dari gerobak itu dan meninggalkan nya. saat Asmira sedang menuju ke sekolah nya. ia bertemu dua orang yang mencari nya, Asmira dan dua orang anggota Tarata berhadapan dan memikirkan apa yang harus mereka lakukan.
tanpa berfikir panjang Asmira langsung menghadap ke belakang dan kabur ke tempat yang ia sendiri tidak tau. dua orang anggota geng Tarata langsung mengejar nya. Asmira dan dua orang anggota geng Tarata ia melakukan kejar kejaran menjauh dari daerah itu.
Aliken yang bingung harus melakukan apa di depan gerbang sekolah nya yang terdapat Densi berdiri di hadapan nya.
orang orang yang berada di pintu belakang sekolah nya yang akan menyerang dan mengusir semua anggota geng Tarata sedang menunggu batu yang di pegang Aliken di lemparkan ke sisi gerbang sekolah untuk menandakan penyerangan di mulai.
__ADS_1
semua murid yang berada di sekolah itu langsung di suruh oleh seorang guru untuk naik ke lantai dua sekolah nya, untuk memastikan tidak ada murid yang terluka dan celaka. seorang guru yang menyuruh murid murid itu naik ke lantai dua ia mengetahui bahwa akan ada serangan dari pihak SMAN 77 dengan orang orang yang berada di depan sekolah nya.
lalu seluruh murid yang berada di lapangan dan di lantai dasar dari sekolah itu, langsung menuruti perkataan guru yang menyuruh nya naik. hingga di lapangan yang luas dengan panjang dua puluh enam meter dan lebar empat belas meter hanya Aliken yang berdiri di lapangan itu. semua murid yang berada di sekolah itu menyaksikan dan melihat Aliken yang seorang diri yang berdiri di lapangan yang lumayan luas.
"aku ucapkan satu kali lagi kepada mu" kata Aliken "aku hanya bercandan bahwa aku akan bertarung dengan mu, untuk memastikan perkataan ku kemarin itu benar, bahwa bukan aku yang menimpuk atau melempar batu ke arah teman teman mu dan kamu"
lalu seluruh murid yang berada di lorong sekolah lantai kedua, yang sedang melihat Aliken. mengatakan satu sama lain "oh ternyata ini masalah nya, mengapa ia berada di sekolah ini dan menyerang sekolah ini"
Densi yang sedang ingin mengatakan sesuatu kepada Aliken merasa terganggu oleh suara murid murid yang berada di lorong sekolah lantai dua. ia pun menyuruh salah satu anggota nya dan berkata "lempar kan batu ke arah salah satu murid yang paling banyak ngomong yang berada di lantai dua atau di lantai tiga, sebagai peringatan."
ia pun sudah memegang batu di tangan nya dan siap melemparkan baru tersebut. sangking banyak nya murid murid yang berkumpul di antara perempuan yang ia lihat. ia sampai membidik batu tersebut. lalu Densi berkata "cepat! lempar kan batu ke arah murid yang kamu anggap paling cerewet"
ia pun langsung melempar batu ke arah perempuan yang ia anggap paling banyak ngomong. seorang murid menyadari bahwa perempuan yang berada di sebelah nya, akan terkena batu yang mengerah kepadanya. ia pun langsung mendorong perempuan sasaran batu tersebut dengan semua tenaga yang di miliki dan berkata "awas ada batu yang mengarah kepada mu."
perempuan sasaran batu tersebut langsung terdorong sejauh mungkin. dan batu terkena kaca salah satu ruangan kelas nya. batu yang terkena kaca kelas nya langsung di ambil dan di lemparkan kembali oleh seorang murid ke arah orang yang melempar nya.
"dasar jahat" kata seorang murid perempuan yang akan melemparkan batu tersebut ke arah orang yang melempar nya. batu tersebut lansung di lempar ke arah orang yang melempar nya. dan batu tersebut mengarah ke arah gerbang sekolah dan gerbang sekolah berbunyi.
__ADS_1
sebanyak dua puluh orang yang berada di pintu belakang sekolah mendengar sisi gerbang sekolah berbunyi,seperti di lempar batu, ia pun menganggap yang melemparkan batu ke gerbang adalah Aliken. "kayak nya gerbang sekolah sudah berbunyi deh, apa yang harus kita lakukan?" tanya seorang murid yang ikut menyerang orang orang yang berada di depan sekolah.
"apa lagi yang kita tunggu" kata guru laki laki yang juga ikut menyerang orang orang yang berada di depan sekolah nya "seraaang."
mereka pun mengambil batu yang mereka kumpulkan di taman sekolah, dan berjalan secara perlahan lahan. satu demi satu langkah kaki mereka melewati sisi luar sekolah. mereka pun sampai di sisi terakhir sekolah yang jika lurus akan sampai di depan gerbang sekolah yang berada orang orang yang menyerang sekolah itu berkumpul.
lalu Aliken berfikir dan berkata dalam hati nya "aduh, rencanaku pasti akan gagal. pasti mereka mendengar suara gerbang yang mereka kira, aku yang membunyikan nya"
Asmira yang kelelahan karena di kejar dua orang geng Tarata memutuskan untuk mengumpat di balik tembok rumah warga yang ia lihat dari kejauhan "mending aku ngumat dulu ah, cape bangat tubuh ku ini" kata Asmira kepada diri sendiri.
Asmira pun langsung mengumpat di balik tembok rumah warga yang ia anggap tempat yang cocok untuk ia bisa bersembunyi.
lalu dua orang geng Tarata mengarah ke tempat Asmira berdiri sebelum ia ngumpat. "tadi kayak nya perempuan itu berada di tempat ini deh" kata seorang anggota geng Tarata kepada teman nya yang ikut membantu mengejar Asmira.
"pokok nya kita jangan pergi langsung dari tempat ini dengan buru buru. aku sangat yakin sekali, perempuan itu berada di sekitar tempat ini" kata seorang anggota kepada teman nya.
lalu kedua orang yang mencari Asmira mencari di daerah itu, dimana Asmira bersembunyi.
__ADS_1