
Aliken langsung pergi menuju rumahnya dan melanjutkan tidurnya. Pagi hari tiba, ayam berkokok dan burung bernyanyi di sebelah rumah Densi. Tampak nya anggota geng Tarata belum bangun dari tidurnya. Aku yang tidur di salah satu kamar mamanya Densi bangun dari tidurku, aku menarik nafas sedalam-dalamnya dan mengehbuskan nya. Udara di sekitar rumah Densi sangat sejuk, udara sejuk itu masuk ke dalam rumah Densi yang membuat aku bangun dari tidurku. Rasanya badan ku ini saat bangun dari tidur enak sekali, entah karena kemarin aku kelelahan atau entah apa, intinya tubuhku ini sangat enak sekali untuk beraktivitas di hari itu. Aku keluar dari kamarku dan aku menuju ruang tamu, tempat sebagian anggota geng Tarata tidur. Awalnya aku tidak menyadari bahwa Darryl tidak ada di ruang tamu itu. Sehabis dari ruang tamu, aku menuju kamar Densi dan membangunkan nya dari tidurnya. Aku ketok kamar Densi untuk membangunkan nya, tetapi belum di respon juga, aku ketok berulang kali kamarnya itu, barulah di respon oleh Densi sendiri.
Setelah aku membangunkan Densi aku merasa tenggorokan di leherku ini kering, mungkin karena kehausan. Aku ambil minum di dapur rumah Densi dan aku meminum airnya itu di ruang tamu rumah Densi. Aku menatap ke arah anggota geng Tarata yang sedang tidur, di ruang itu ada seperti yang aneh, aku menatap nya kembali dan berhasil menemukan keanehan itu. Di ruang tamu itu tidak terdapat Darryl, padahal waktu kemarin aku melihat ia tidur bersama anggota lain nya, tetapi aku berpikir "mungkin Darryl sedang keluar untuk membeli sarapan." Aku menunggu dan berharap Darryl pulang dari tempat ia beli sarapan. Hingga satu jam aku menunggunya, ia belum juga balik dari tempat ia beli sarapan, dan di situ aku sudah menduganya bahwa Darryl kabur dari rumah Densi. Sebenarnya tidak ada masalah sedikit mengenai dia kabur dari rumah itu, tetapi yang aku pikiran ialah "mengapa Darryl kabur dari rumah ini. sedangkan di luar sana ada banyak polisi yang sedang mencarinya" seperti ada yang tidak beres dengan nya.
__ADS_1
Aku menemukan sebuah kertas bertuliskan risiko mengenai kesetiaan dan belas kasihan. Di situ aku sudah sangat curiga dengan apa yang Darryl rencanakan. Aku mencurigakan Darryl karena ada beberapa faktor yang aku rasakan dari kemarin. Faktor pertama ialah Darryl pada saat anggota geng Tarata bergembira dan tertawa-tertawa, aku melihat bahwa wajah Darryl beda dengan yang lain nya, faktor kedua ialah kertas yang aku temui bertuliskan risiko mengenai kesetiaan dan belas kasihan. Dan aku sudah sangat yakin bahwa Darryl adalah penghianat di geng Tarata.
Saat itu aku langsung menuju kamar di mana Densi berada, aku berkata kepada Densi bahwa Darryl ialah penghianat. Betapa terkejut nya Densi mendengar semua itu. Aku menceritakan hal-hal yang aku sudah pikiran mengapa aku bisa menyebut bahwa Darryl ialah penghianat. Densi yang mendengar semua itu langsung marah besar. Ia menuju dapur dan membanting piring ke arah kaca jendelanya itu dan berteriak "Darryl penghiatan"dia lalu membanting piring kaca yang berada di dapur ke arah jendela hingga habis. Piring kaca yang berada di dapur dalam beberapa menit saja habis semuanya terbanting ke jendela. Betapa marahnya Densi kepada Darryl yang menghianati kebaikan nya itu. Darryl di anggap oleh Densi adalah orang paling tidak tahu diri. Densi menemukan Darryl di usia empat belas tahun dan merawatnya hingga enam belas tahun dengan semua uang yang Densi hasilkan dari kerja kerasnya, tetapi Darryl menghianati Densi tanpa sebab yang pasti.
__ADS_1
Sementara itu polisi-polisi yang berada di lapangan kepolisian Batavia yang berjumlah sekitar seribu personil telah siap untuk melakukan operasi besar-besaran. Polisi-polisi itu akan ke rumah-rumah warga untuk menemukan Densi yang di anggap nya masih berada di daerah itu. Dua helikopter di siapkan untuk memantau pergerakan dari udara, memantau kecurigaan yang terjadi daerah itu. Sebanyak lima ratus motor yang sama dengan lambang kepolisian Batavia telah siap untuk melakukan operasi itu. Mengapa lebih di pilih motor di banding mobil, karena daerah rambutan pada saat itu masih sangat sulit untuk di akses mobil. Daerah itu hanya memiliki jalan yang bisa di akses mobil sekitar dua puluh persen dari seluruh jalan daerah itu. Dengan begitu kepolisian Batavia lebih memilih motor di banding mobil. Hal yang pertama di lakukan polisi ialah menghentikan sementara secara paksa kepada pelaku penjual dan pembeli yang menghalangi jalan yang akan di lalui motor-motor polisi itu. Sekitar lima puluh motor polisi di kerahkan untuk menghentikan sementara secara paksa kegiatan jual beli yang menghalangi jalan itu.
Densi dan anggota geng Tarata yang berada di rumah nya sedang siap-siap melakukan kegiatan yang di rencanakan kemarin malam. Mereka sedang menyamar menjadi orang yang biasanya mengecek listrik rumah warga, dan sebagian anggota lainnya sedang mewarnai mobil Ayahnya Densi dengan alat yang bisanya di gunakan untuk mewarnai mobil. Mereka memberi warna mobil itu berwarna biru dan merah, karena pada saat itu mobil yang melakukan pengecekan listrik di rumah warga ialah mobil berwarna merah dan berwarna biru. Ayah Densi yang mengetahui hal itu langsung memarahi Densi dan memintanya untuk berhenti mewarnai mobil nya itu, tetapi ayahnya Densi di bentak dan di marahi kembali oleh Densi, Ayahnya yang sayang dan tidak ingin melihat anaknya bersedih memberikan izin kepada Densi untuk mewarnai mobilnya itu. Sebenarnya Ayah Densi tidak suka barang barangnya di pakai, baju-bajunya di pakai dan mobil nya di warnai, tetapi karena dia sangat sayang anaknya, semua ia akan lakukan demi anaknya.
__ADS_1
Warga yang di suruh berhenti melakukan kegiatan jual beli di jalan kepada polisi menolak dan tidak akan berhenti melakukan kegiatan jual-beli di jalan itu. Lolisi pun melakukan sosialisasi kepada warga-warga yang menolak nya itu. Seorang polisi berusaha untuk meyakinkan warga-warga yang menolak itu, dan berbagai pendekatan yang cukup lama akhirnya warga pun setuju dengan apa yang diminta polisi itu. Dan bagian lain jalan daerah itu tatap saja tidak ingin kegiatan jual-beli di tempat itu berhenti. Meskipun berbagai pendekatan sudah di lakukan, tetapi warga tetap saja menghiraukan polisi yang berbicara di depan nya. Polisi yang berada di tempat itu hanya bisa melakukan pemaksaan kepada warga-warga itu ketika mendapatkan izin dari pemerintah pusat. Polisi itu tidak dapat melakukan pemaksaan kepada warga dengan seenaknya saja, terpaksa jalan yang warga tidak setujui itu tidak boleh di lalui mobil dan motor apa pun, dan polisi itu akan melakukan operasi penangkapan Densi dengan berjalan kaki di daerah yang di larang warga itu.