KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
Bab 4 (eps.1)


__ADS_3

Mereka bahagia dengan rencana yang aku berikan itu. Mereka semua tentunya juga langsung menyetujui rencana yang aku usulkan itu. Tertawa dengan sangat riang terdengar di ruangan itu, walaupun itu tawaan orang jahat. Senyuman juga terlihat di tempat itu dan betul, senyuman-senyuman itu juga terlihat seperti senyuman orang-orang jahat. Densi merasa bangga dengan keberadaan ku di tengah-tengah geng Tarata. Senyuman Densi sangat beda dengan senyuman anggota lain nya. Densi senyum kepadaku dan terus mengarah kepada ku, aku masih membayangkan dan masih mengingatnya senyuman itu, senyuman yang sangat manis dari antara laki-laki yang pernah aku temui, senyuman itu juga seperti ada perasaan mencintai kepada ku. Aku juga sebagai perempuan tentunya akan senyum kepada Densi, aku di sana itu sangat merasakan bagaimana rasanya mencintai sesungguh nya.


Tetapi senyuman dan kebahagian yang berada di ruangan itu tidak berlaku bagi Darryl. Darryl di sana terlihat seperti biasa-biasa saja, tidak seperti orang orang yang bahagia di tempat itu. Terlihat dari wajah nya itu ada persaan menyesal, dan juga wajahnya itu sangat muram sekali. Gambaran dari situasi di ruangan itu seperti lingkaran warna putih yang terdapat titik kecil berwarna hitam, lingkaran putih itu sangat besar dan luas, tetapi masih bisa di katakan lingkaran putih itu belum sempurna jika ada titik hitam sekecil pun berada di lingkaran itu. Sama halnya dengan lingkaran putih itu, kebahagiaan, senyuman dan riang gembira memenuhi ruangan itu, tetapi menurut pandangan mataku sendiri, kebahagiaan itu tidak ada artinya bagiku. Karena ada salah satu orang yang berada di ruangan itu tidak merasakan kekebahagiaan. Aku juga tentunya seketika kebahagiaan itu hilang dari wajahku, begitu aku melihat Darryl yang muram itu, wajahku langsung mengikuti dengan wajah Darryl. Aku diempat itu langsung merasakan hal yang tidak pernah aku rasakan, yaitu perubahan bahagia menjadi tidak bahagia dalam diriku. Aku berusaha bertanya kepada Darryl apa yang terjadi dengan dirinya, tetapi dia tetap tidak memberi tahu kepadaku hal apa yang sedang terjadi dengannya.


Hari sudah semakin malam, jam pada saat itu menunjukan sudah pukul 23.00. Lalu aku menyuruh semua orang yang berada di tempat itu tidur untuk mengumpulkan energi yang akan di pakai besok pagi. Semua orang yang berada di ruangan itu telah tidur. aku tidur di kamar mamahnya Densi dan Darryl tidur di ruang tamu bersama anggota lainnya.


Darryl yang tidur di ruang tamu itu rupanya ia tidak tidur. Darryl menunggu keadaan rumah itu sudah sepi dan sunyi. Setelah ia memastikan bahwa keadaan rumah itu sudah sepi dan teman-teman nya sudah tidur dengan sangat pulas, ia langsung bangun dari posisi nya yang terbaring di lantai, di ruang tamu itu hanya ada enam orang yang tidur bersama Darryl termasuk Darryl. Mereka semua sudah tidur dengan pulas. Sekali lagi Darryl memastikan keadaan teman nya itu, satu persatu ia ulurkan tangan nya di mata teman nya itu, dia goyangkan kedua tangan nya itu di mata teman nya yang tertutup. Setelah keenam mata teman nya itu dia ulurkan. Darryl sudah memastikan bahwa kelima teman nya itu sudah benar benar tidur.


Sebenarnya apa sih yang di ingin di lakukan Darryl selanjutnya?. Ternyata Darryl saat di ruang tamu tadi bersama semua anggota geng Tarata yang bergembira dan senang itu, ia tampak tidak terlihat seperti tema-teman nya itu. Di wajah Darryl itu terlihat penyesalan yang entah apa yang dia sesalkan. Darryl merasa bersalah dan merasa menyesal atas perbuatan nya tadi, dia melihat Aliken dan Asmira memberi tahu mengenai Densi dan geng nya kepada polisi. Darryl saat itu tidak menyesali perbuatan nya. Saat dia mendengar di ruang tamu tadi, mendengar bahwa Aliken dan Asmira akan di bunuh oleh anggota geng Tarata, ia langsung merasa bersalah dan bertanggungjawab atas kematian nya nanti. Pada saat itu Darryl pertama kalinya merasakan belas kasihan kepada orang, pertama kalinya merasa kasihan oleh orang dan pertama kalinya memiliki jiwa bertanggung jawab kepada orang lain.

__ADS_1


Darryl dengan terpaksa harus memilih dua pilihan yang ia sendiri sangat sulit untuk memilihnya. Pilihan pertama mengenai kesetiaan kepada anggotanya. Darryl sudah berjanji kepada Densi saat ia masuk ke dalam geng Tarata, bahwa ia akan setia kepada nya dalam kondisi dan situasi apapun. Darryl juga sudah berjanji bahwa dia tidak akan menghianati satu orang pun yang berada di geng Tarata itu. Pilihan kedua ialah Aliken dan Asmira, jika ia tidak menolongnya sekarang juga, nyawa Aliken dan Asmira akan menjadi tanggung jawab nya. Belas kasihan dan kesetiaan harus bertarung di pikiran Darryl. Darryl harus mengorbankan salah satu untuk kebaikan Darryl. Darryl menyadari bahwa waktu yang ia miliki itu tidak banyak, dia harus sangat cepat menentukan pilihan apa yang sangat terbaik bagi Darryl, dan akhirnya Darryl memilih untuk menyelamatkan Aliken dengan Asmira.


Yang di lakukan Darryl selanjutnya ialah pergi dari rumah itu ke rumah Aliken dan Asmira. "Sekarang aku pergi ke rumah Aliken terlebih dahulu," kata Darryl dalam hatinya. Ia melangkah pelan sekali melewati orang yang tidur di bawah kakinya itu, satu demi satu orang di lewati oleh Darryl, dan akhirnya ia sampai di depan pintu menuju keluar rumahnya. Pintu itu di kunci oleh Keni, untung kunci rumah pintu itu tergantung di lubang kunci pintunya. Darryl mulai memutarkan kunci nya itu ke kanan untuk bisa terbuka pintu itu, suara pembuka pintu itu terdengar dengan lumayan kencang, akhirnya Darryl berhasil keluar dari rumah itu menuju rumah Aliken. Darryl saat menuju rumah Aliken, ia berlari dengan sangat kencang karena waktu, pada saat itu jam menunjukan pukul 00.05. Darryl meyakini bahwa di jam segitu Aliken atau orang tuanya ada yang masih belum tidur. Darryl pun sampai di rumah Aliken. "tok" "tok" "tok" suara ketukan pintu rumah Aliken yang di ketuk oleh Darryl. Ketukan pertama tidak ada yang mendengar dan membuka pintunya itu. Darryl mengetuk pintu rumah Aliken kedua kalinya "tok" "tok" "tok" juga belum ada yang membukanya. Darryl mulai mengulangi hal yang sama, ia mengetuk pintu rumah itu dan mengulanginya sampai ada yang membukanya.


Aliken yang sedang tidur itu terbangun karena suara ketukan pintu yang terulang. "Siapa yang malam-malam ini mengetuk pintu rumahku. Atau jangan jangan ini hanya peraliha saja oleh anggota geng Densi, jika aku keluar pasti aku akan di tangkap dan di bawa kerumahnya" kata Aliken dalam hatinya. Aliken mencurigakan orang yang mengetuk rumah nya itu, ia curiga bahwa yang mengetuk rumahnya hanya pengalihan anggota geng Densi. Lalu Aliken berjalan menuju dapur rumahnya untuk mengambil sapu, sesampainya di dapur rumah itu, ia langsung mengambil sapu yang berada di pojokan dapur itu dan membawanya menuju pintu rumah nya yang di ketok. Aliken berjalan menuju pintu yang di ketok oleh orang yang Aliken curiga kan itu dengan membawa sapu di tangan nya. Aliken sampai di depan pintu itu, "ok, jika orang di depan ini tidak aku kenal, aku langsung pukul orang ini dengan sangat kencang hingga ia pergi" kata Aliken dalam hatinya ketika ia di depan pintu itu. Perlahan Aliken buka pintu nya, sampai pintu itu terbuka, Aliken melihat orang yang mengetuk pintu rumah nya itu tidak Aliken kenal dan tampak seperti orang yang berada di sekolah nya pada saat Densi membuat kekacauan, Aliken menyadari bahwa orang yang mengetuk pintu rumah nya itu ialah anggota geng Densi. Tanpa berlama-lama ia lngsung memukul orang itu dengan sapu di tangan nya, pukulan yang Aliken pukul ke orang itu sangat kencang dan pastinya rasa yang di dapatkan sangat sakit sekali.


"Tunggu-tunggu, aku memang salah satu anggota geng Tarata, tetapi aku datang ke rumah kamu untuk menyelamatkan kamu Aliken, cukup pukul nya, rasanya sakit sekali Aliken" ucap Darryl kepada Aliken pada saat ia sedang di pukulin oleh Aliken. Aliken menyadari bahwa orang yang di pukul nya itu menyebutkan nama nya dan menyebukan akan menolongnya, "maksud kamu apa? kenapa kamu tau nama ku dan apa maksudnya kamu akan membantu ku?" tanya Aliken kepada orang yang di pukul nya itu sambil terus memukulinya. "Ok jika kamu ingin mengetahui nya, kamu berhenti memukuliku, setelah itu izinkan aku ke dalam rumah ini dan berbicara hanya dua mata saja, tidak ada yang boleh mendengarkan pembicaraan kita Aliken. Aku mohon sekali, ini untuk keselamatan kamu dan keselamatan Asmira, " kata Darryl kepada Aliken. Darryl merasa sakit sekali karena pukulan itu, tetapi ia memutuskan untuk tidak pergi dari rumah itu. Padahal Darryl hanya ingin ingin menolonginya tetapi sulit di lakukan.


Darryl di izinkan mauk ke dalam rumahnya untuk membicarakan beberapa hal mengenai keselamatan Asmira dan Aliken. Setelah beberapa lama mereka berbicara mengenai keselamatan nya, mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Asmira. Sebetulnya Aliken bisa memberikan info ini lewat telepon, tetapi ada hal bodoh yang timbul di pikirannya itu. Hal bodoh itu ialah ia akan membunuh dirinya sendiri dengan menggantungkan lehernya di kamar rumahnya itu, tetapi ia mengajak Asmira melakukan hal serupa sepertinya. Akhirnya ia pergi dari rumah itu menuju rumah Asmira.

__ADS_1


Mereka melewati jalanan yang gelap itu. Aliken dan Darryl berjalan di bawah awan yang tak bersinar, dengan kegelapan itu mereka berjalan. Memang betul di jalan itu ada lampu jalan yang menerangi malam yang gelap itu, tetapi lampu yang berada di daerah itu hanya sedikit, di setiap sembilan puluh meter hanya ada satu lampu yang menyala, sisanya lampu rumah warga yang menyala, di saat itu sudah jelas belum ada gedung-gedung tinggi yang menyala lampunya seperti sekarang ini, hanya terang bulanlah dan sedikit cahaya lampu jalanan yang dapat menerangi malam itu. Aliken dan Darryl menyebrangi jalanan yang gelap itu, untung nya Aliken membawa senter di tangan nya, dengan senter itu Aliken dan Darryl dapat melihat sekitar jalanan itu. Aliken dan Darryl menyebrangi jalanan yang lumayan luas itu, Aliken mengarahkan senter nya itu ke sebalah kiri dan kanan nya secara bergantian. Saat senter yang di bawa Aliken itu menghadap ke sebelah kanan, tanpa di sadari ada mobil mewah yang hampir menabrak Aliken dan Darryl, suara kelakson mobil itu sangat kencang dan nyaring, tentunya Aliken dan Darryl kaget dengan suara kelakson itu, bayangkan saja di tempat yang sepi, gelap, sunyi ada suara secara tiba tiba yang kencang terdengar di dekat mu, merasa kaget lah yang akan di rasakan dirimu terlebih dahulu. Mobil mewah itu menyadari ada dua anak yang sedang menyebrangi jalanan itu.


Orang yang berada di belakang mobil nya itu langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Aliken dan Aliken. Rupanya orang yang berada di belakang mobilnya itu ialah pemilik mobilnya. Dia seorang pengacara dan pengusaha, ia mengenakan jas hitam dan celana hitam, ia juga mengenakan dasi di tengah tengah bajunya, dan ia mengenakan kacamata di wajahnya, ia seorang laki laki sekitar umur empat puluh dua tahun, masih bisa di bilang muda pada saat itu. Orang itu menuju Aliken dan Darryl. "apa yang sedang terjadi di depan mobil ku?," kata orang itu kepada Darryl, Aliken dan pengemudinya. "ini bos. ini anak berdua menyebrangi jalan tidak melihat ke kanan dan ke kiri jalanan ini, aku hanya ingin memberikan pelajaran kepada anak-anak ini, supaya mereka berdua tidak melakukan hal yang sama di jalan lain," ucap pengemudi itu kepada bosnya. Bos pengemudi itu bernama bapak Albern.


Bapak Albern tiba-tiba memperhatikan Darryl yang berada di sebelah Aliken. Bapak Albern rupanya mengenali Darryl dari lehernya yang berada seperti garis besar yang berwarna krem. Garis besar itu seperti tanda lahir yang dia lihat di rumah sakit bersama istrinya pada tujuh belas tahun lalu. Tetapi anak di rumah sakit itu hilang pada keesokan hari bapak Albern dan istrinya ke rumah sakit tersebut. Bapak Albern terus memperhatikan Darryl, bapak Albern menuju ke hadapan Darryl, ia mengatakan kepada Darryl "apakah aku boleh menyentuh garis besar itu yang berada di lehermu?," kepada Darryl. "Apa yang akan bapak lakukan kepada saya, saya tidak mengenali bapak, dan bapak ingin menyentuh leher saya, ohh pasti bapak ingin melukai saya ya pak?" jawab Darryl kepada bapak Albern. "Ya, sudah jika begitu, aku ingin bertanya kepada mu. Siapa nama kamu?" tanya bapak Albern kepada Darryl. "nama saya Darryl christian," Jawab Darryl. "Dari mana kamu mendapatkan nama itu?, siapa yang memberi nama itu kepada mu?, apakah saya boleh bertemu kedua orang tuamu" ucap bapak Albern kepada Darryl. Lalu Darryl menjawab ucapan bapak Albern "nama ini saya dapatkan dari orang yang sudah membesarkan aku. Tetapi orang itu meninggalkan aku pada saat aku berumur sembilan tahun di sebuah taman, dan pada saat itu aku tinggal sendiri, semampuku, dan sebisaku di sekitar taman itu, singkat cerita aku di usia empat belas tahun, aku bertemu orang yang baik dan dialah yang memberi makan kepada ku sampai sekarang. Orang itu bernama Densi."


Aliken yang berada di sebelahnya terkejut dan kaget mendengar bahwa yang memberi makan dan mengurusi Darryl dari usia empat belas tahun hingga sekarang ialah Densi. "Apa.ternyata yang mengurusi dan memberi makan Darryl ialah Densi, dan Darryl rela mengecewakan Densi demi keselamatan aku dan Asmira, betapa baiknya anak ini kepada ku" Aliken yang mendengar itu merasa sangat bersalah karena dia memukuli Darryl di depan rumah nya tadi. Bapak Albern memohon kepada Darryl untuk ia bisa menyentuh lehernya itu, singkat cerita di izinkannya bapak Albern untuk menyentuh lehernya itu.


"Terimakasih banyak karena kamu mengizinkan aku menyentuh lehermu," ucapan terimakasih bapak Albern kepada Darryl. Setelah itu bapak Albern menyentuh garis besar yang berada di lehernya Darryl. Saat bapak Albern menyentuh lehernya itu, entah keajaiban atau perasaan seorang Ayah kepada anaknya. Bapak Albern dapat merasakan bahwa Darryl itu ialah anaknya, sebuah ingatan melewati kepala Darryl dan bapak Albern. Ingatan itu ialah, pada suatu hari di sebuah rumah sakit, ada seorang bayi yang di culik oleh seorang perempuan berusia enam puluh empat tahun. Perempuan itu menculik anak yang berada di ruangan tempat bayi-bayi berada. Di ranjang bayi yang hendak di culik perempuan itu tertulis nama bayi yang akan di culik nya, nama bayi itu bertuliskan Darryl Christian. Lalu perempuan itu membawanya bayi itu keluar rumah sakit nya dan membawanya pergi jauh ke sebuah daerah yang bernama daerah rambutan, bayi itu di besarkan dan di urus oleh perempuan itu, sembilan tahun kemudian perempuan itu merasa bahwa ia akan meninggal, dia merasakan sakit-sakitan, perempuan itu tidak memiliki biaya untuk pengobatan penyakitnya itu. Lalu anak itu di bawa ke sebuah taman yang berada di daerah rambutan, dan perempuan tua itu meninggalkan anak itu, yang aku masih bingungkan dan pikiran ialah, apa motif atau tujuan perempuan tua itu menculik bayi yang berada di rumah sakit itu.

__ADS_1


Bapak Albern selesai menyentuh leher Darryl, dan Darryl mengetahui bahwa bapak Albern ialah orang tuanya. Secara bersamaan Darryl dan bapak Albern langsung berpelukan bersamaan, kebahagiaan dapat di rasakan oleh Aliken yang berada di sebelahnya dan pengemudi yang berada di sebelah bapak Albern. Aliken yang berada di sebelah Darryl turut bahagia atas yang terjadi dengan bapak Albern dan Darryl, bapak Albern tidak dapat menghentikan air mata yang keluar itu, dia terus memeluk Darryl karena kerinduan nya, begitu juga dengan Darryl, dia terus memeluk bapak Albern dengan sangat erat. "ayah sangat merindukan kamu anak ku," kata bapak Albern kepada Darryl. "Aku juga ayah, aku sangat merindukan kedua orang tuaku" jawab Darryl kepada bapak Albern. tempat yang gelap itu seketika seperti tidak gelap lagi (walau masih gelap) karena ada kebahagiaan di tempat itu.


Bapak Albern meminta Darryl untuk ikut dengan nya, dan Darryl pun ikut dengan bapak Albern. Darryl mengatakan suatu hal kepada Aliken, "jika kamu membutuhkan bantuan aku dan apa saja, langsung saja menelpon nomor ini dan aku langsung datang, aku sangat minta maaf sekali tidak bisa mengantarkan kamu ke rumah Asmira." dan Aliken menjawabnya "tidak masalah Darryl sekarang kamu ikut dengan bapak Albern menuju keluarga baru." Bapak Albern dengan Darryl dan pengemudinya pergi meninggalkan Aliken sendiri di jalanan, dan Aliken di jalan itu hanya seorang diri. Aliken berubah pikiran, ia menelpon Asmira saja untuk memberi tau apa yang akan terjadi dengan nya. Aliken pun menelpon Asmira dan Asmira menjawabnya, ia langsung mengatakan poinnya saja dari semua itu, setelah sekian lama mereka berbicara, Aliken berusaha meyakinkan Asmira untuk ikut bersamanya bunuh diri dengan nya, jika Asmira tidak datang juga ke rumah Aliken pada jam sembilan pagi, Aliken sudah menggantungkan dirinya itu.


__ADS_2